Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
satu langkah lebih maju!!


__ADS_3

Weekend ini Rania berencana untuk mencari ruko kecil bersama Fatma.Sambil menunggu Fatma,dia menggunakan waktu tersebut untuk menulis novel.


tring..tring...


ponsel Rania berdering dan ternyata dari Aslan.


"Assalamualaikum Kak,butuh apa?" tanya Rania ketus.


"Wa'alaikumsalam Ra,gitu amat nyambut kakaknya.Ada masalah Neng?" tanya Aslan balik.


"Abis Kakak telpon di waktu yang nggak tepat,aku lagi fokus nulis tau!" ucap Rania mengerucutkan bibirnya.


"Ya mana Kakak tahu kalau kamu lagi nulis.Kakak cuma mau ngabarin kalau Mama kangen pengen weekend sama kamu"


"Yaah,aku lagi mau nyari ruko ini Kak.Nanti sepulang nyari ruko aku kesananya gimana?" tawar Rania dengan tangan yang sedang mengelus Rara.


"Yasudah nanti Kakak sampaikan,Kakak sarapan dulu.Kamu udah sarapan?" tanya Aslan di seberang sana.


"Belum Kak,nanti mau dibawain Fatma."


"Ya sudah kalau begitu Kakak tutup dulu telponnya ya"


"Eh tunggu,aku nitip Rara ya Kak.Sehabis sarapan ini Kakak ke sini ambil Rara."


"Mana ada?nggak mau ah enak aja.Anak siapa yang ngasuh siapa!" ucap Aslan kesal.


"Yaelah Kak,keponakan Kakak ini.Anggap aja dia Malika yang akan Kakak rawat seperti anak sendiri"Rania menahan senyum dengan tangan yang masih setia dengan bulu-bulu halus kelinci kecilnya.


"Astaga Rania,dia kelinci bukan kedelai hitam pilihan petani.Kamu waras?"ucap Aslan frustasi.


"Aku nggak peduli pokoknya Kakak harus kesini rawat Rara.Dia lagi nggak enak badan Kak,kasian"

__ADS_1


"Huh..iya iya.Tapi jangan salahkan Kakak kalau sepulang dari sini dia jadi nggak ingat sama kamu!"


"Kakak ikhlas nggak sih nolongin aku,ya udah kalau Kakak nggak mau,aku aduin ke Mama kalau Kakak masih berhubungan sama si bedak luntur itu" ancam Rania.


"Kamu bisanya ngancam aja ya,jangan bawa-bawa Fiva dong.Oke oke Kakak kesana nanti,Puas??"


Akhirnya mau nggak mau Aslan harus menuruti keinginan adiknya itu meskipun Aslan tidak menyukai semua hewan berbulu.Baginya hewan berbulu pasti memiliki kutu.Padahal jika hewan-hewan berbulu jika dirawat dengan baik mereka akan terlihat bersih dan lucu.


Setelah puas bertelpon ria dengan Aslan,Fatma tiba di kos nya dengan tangan membawa bubur ayam pesanan Rania.


"Kek orang sakit parah aja lu pesen bubur ayam segala" ucap Fatma yang sedang membuka bungkus bubur ayam tersebut.


"Kek emak-emak nggak punya duit lu dateng-dateng makan orang" jawab Rania tak kalah sengit.


"Gua Fatma buka Sumanti wooyy enak aja ngatain makan orang"serang Fatma.


"Bodo amat!! yang penting sekarang gua laper mau makan!!" tanpa basa basi lagi Rania langsung menyeruput bubur langganannya.


"Ran,kelinci lu kek kelinci berkelas ya.Punya kalung mahal lagi" baru kali ini Fatma melihat Rara dengan seksama.


"Telen dulu baru ngomong,kesedak kadal baru tau rasa lu!!"


"Bener,ini kalung mahal lho..ini kalung edisi terbaru dengan berlian asli diujung huruf ini ni..nggak bohong gua Ran,gua lihat kalung model ini di majalah bunda gua!!" Fatma langsung menggendong Rara dan memperlihatkan berlian yang dia maksud di hadapan Rania.


"Ini berlian asli Ran,dan harusnya kalau memang ini asli tu ada nama si pemilik di balik liontin ini.Coba gua cari"


Kemudian Fatma membolak-balikkan liontin Rara tanpa dilepas.Takut Rara tidak nyaman dengan tindakannya.


"Noh benar kan!!! ini ada nama si pemilik"


Rania yang juga penasaranpun melihat nama yang dimaksud.Ukiran nama itu sangat kecil hampir tak terlihat jika tidak benar-benar melihat dengan cermat.

__ADS_1


"Namanya Sha,Shasha?Shabiri?Shanak Shaudara?Nggak valid itu.Bodo amat.Ini Rara aku punya.Nggak ada yang boleh mengambil Rara dari pelukan aku!" Ucap Rania dan langsung mengambil Rara dari Fatma untuk di letakkan di kandangnya.


"Aku pergi dulu,jangan nakal ya sama Kak Aslan.Harus makan dan minum dengan teratur" Ucap Rania dan mengecup pucuk kepala Rara.


Sebelum pergi Rania meninggalkan bekal makanan yang harus dibawa Aslan untuk Rara nanti.Karena Rara tidak boleh makan makanan dingin jadi tidak boleh masuk lemari pendingin.


Setelah itu Rania mengirim pesan ke Aslan untuk mengatakan bahwa kunci kos nya ada di bawah karpet kecil bertuliskan "welcome" di depan pintu.


"Beres,kita berangkat!!"


Mereka berangkat mengendarai motor matic milik Fatma.


Akhirnya Rania mendapatkan ruko yang dia harapkan pada sore hari.Ruko tersebut terletak tak jauh dari perusahaan SP Group.


Rania memilih ruko ini karena letaknya yang strategis dan dekat dengan area perkantoran.


Biasanya orang-orang kantor memiliki gengsi yang tinggi,oleh karena itu mereka pasti akan memakai pakaian-pakaian mahal dan modis cocok dengan barang yang akan dia jual.


"Terimakasih atas kerja samanya Pak Feri.Ini untuk DP nya saya kasih lima juta sisanya menyusul ya Pak" Ucap Rania sambil berjabat tangan dengan Pak Feri pemilik ruko.


"Sama-sama Mbak Rania,saya bangga sama kamu,usia semuda ini sudah berani membuka usaha,hebat!!" Puji pak Feri. Sedang yang dipuji hanya tersipu malu.


"Kalau begitu ini kunci rukonya,karena saya masih ada urusan Mbak saya tinggal ya"ucap Pak Feri lagi dan berlalu meninggalkan Rania.


"Wah Alhamdulillah ya Ran,kita mendapatkan ruko lantai dua sekaligus.Kamu nggak usah ngekos lagi,yang atas buat tidur kamu sama Rara.Lumayan kan hemat biaya" Ucap Fatma sumringah.


"Benar juga katamu.Oke aku pindah malam ini juga.Untung hari ini aku libur kerja"Rania menghembuskan nafasnya kasar.


"Ya Allah ridhai jalanku,lancarkan rencanaku,lindungi aku selalu dan berikan aku kesehatan agar aku bisa membangun usaha sambil kuliah,bekerja dan menulis novel.aamin" do'a Rania dalam hati dan tersenyum menatap Fatma yang sedang melihat-lihat ruko sahabatnya


insyaAllah nanti malam aku update lagi yups!!

__ADS_1


🥰


mohon dukungannya dong.


__ADS_2