
Sore itu Rania sudah selesai wawancara dengan Mbak Fitri.Dan akhirnya mulai besok Rania sudah mulai bekerja di perusahaan HPD Corp.Dalam hatinya Rania tak berhenti mengucap syukur kepada Allah yang telah melancarkan segala urusannya.
Dan rencananya dia akan berkunjung ke rumah kedua orang tuanya.Setelah mendengar cerita Aslan kemarin,perasaan takutnya sedikit berkurang.Dan kali ini Rania memilih menaiki akang ojek untuk menghindari kemacetan dijam-jam pulang kantor seperti saat ini.
Lima belas menit kemudian Rania telah sampai di rumahnya.Rania menghela nafas kasar.
"Heuh..come on Rania!!" serunya menyemangati diri sendiri.
Terlihat Mamanya yang sedang menonton acara TV,matanya menatap kosong dengan mata yang sedikit sembab.
"Ma.."
"Putriku..kamu kembali sayang!!" Irene terkejut bukan main melihat sang putri tengah berdiri di hadapannya.
"Ya..bagaimana keadaan Mama?sehatkah?"
"Tentu sayang,Mama merindukanmu"
__ADS_1
Wanita paruh baya itu merentangkan kedua tangannya.Melepaskan rasa rindu yang membuncah dan penyesalan yang menyesakkan dada.
"Rania sayang...maafkan Mama.Mama telah begitu egois dan begitu kejam.Mama tidak pantas menjadi contoh yang baik untuk kamu dan kakakmu sayang huhuhu" Irene terus meraung di pelukan lembut sang putri sampai tubuhnya berguncang hebat.
"Ma,apapun alasan penyebab Mama membenciku dan sekejam sejahat apapun Mama terhadapku,aku tetap mencintaimu Ma.Sudah jangan menangis seperti ini.Mana Mamaku yang galak?" Ucap Rania mencoba meredam tangis Mamanya.
"Sudah Ma,Rania kita sudah kembali.Yang penting jangan kamu ulangi lagi kesalahanmu itu.Sudah ku katakan berkali-kali bahwa harta yang paling berharga di dunia ini adalah anak Ma.Anak adalah titipan Tuhan yang terbesar.Mereka adalah rezeki bagi rumah tangga kita."Pak Yudi memberi wejangan singkat untuk istrinya yang saat ini masih terisak di pelukan Rania.
"Maafkan Mama nak,Mama sangat serakah.Hidup Mama sudah berkecukupan tapi masih menginginkan warisan dari kakekmu yang tak seberapa itu.Mama hanya tidak ingin dipandang rendah oleh orang-orang karena Mama tidak membawa apa-apa ketika datang dan masuk ke dalam pelukan papamu.Huhuhu"
"Ketika Mama keluar rumah,Mama selalu mendengar gunjingan-gunjingan para tetangga.Mereka bilang Mama hanya wanita miskin yang beruntung mendapatkan papamu karena tubuh Mama.Mereka bilang Mama.."
"Kamu benar sayang,mereka hanya iri kepada kehidupan Mama.Dari seorang gadis sederhana bisa menikah dengan seorang Manager di perusahaan terbesar di negara ini." Irene mengepalkan tangannya kuat.Kini dirinya sadar bahwa dirinya tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukai dirinya.Setiap manusia memiliki hati yang berbeda-beda.Cukup menjadi diri kita sendiri maka kita akan memiliki pemikiran yang positif,jauh dari rasa iri,dan terhindar dari sifat munafik.
"Benar Ma,sekarang Mama jangan pikirkan hal yang tidak-tidak ya.Aku bosan makan hati bertahun-tahun hanya karena masalah sepele itu tau!" cibir Rania.Bibirnya mengerucut dan kakinya dihentak-hentakkan ke lantai.Manja sekali.
Semiris itu korban gunjingan netizen,karena yang mereka serang adalah mental.Sedangkan setiap orang memiliki kekuatan mental yang berbeda-beda.Ada yang kuat bermental baja namun ada yang sampai gila atau bahkan bunuh diri.So tetap ber positif thinking,instrospeksi diri dan...pandai-pandailah bersyukur.Karena bersyukur adalah cara efektif menikmati hidup.
__ADS_1
Kembali ke Rania dan Mama Irene yuk..
"Maafkan Mama sekali lagi sayang,waktu itu Mama belum bisa menerima takdir kalau anak kedua Mama berjenis kelamin perempuan.Saat itu juga kakekmu mencoret Mama dari daftar penerima warisan.Entah apa alasannya yang pasti kakekmu terlalu kejam dan aneh.Maafkan Mama sayang,Mama siap menebus kesalahan Mama,apapun maumu Mama akan wujudkan"
"Tidak Ma,aku hanya butuh kasih sayang Mama.Karena kasih sayang seorang ibu adalah hal yang tak ternilai harganya.Aku ingin memiliki harta termahal itu."Ucap Rania dengan wajah berbinar.
Yudi ikut tersenyum dan lelehan air mata itu luruh begitu saja tanpa Irene dan Rania sadari.
"Bahagialah anak papa,kamu memang malaikat yang Tuhan anugerahkan untuk menyadarkan dan mebuka mata hati keluarga yang tak berperasaan ini Nak.." ucap Yudi dalam hati dan segera berlalu menuju ruang kerjanya.Ia tak kuasa menahan air matanya.Sungguh gengsinya terlalu tinggi untuk memeluk putrinya sendiri.Sekali lagi,watak seseorang itu sungguh sulit diubah bukan?
...****************...
Setelah puas maaf-maafan dan melepas kasih sayang,akhirnya malam itu Rania memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya.Meskipun Irene menolak keras keputusan Rania untuk tetap hidup mandiri namum tekad gadis yang sebentar lagi memasuki usia sembilan belas tahun itu sungguh sangat kuat.
Di usianya yang bisa dikatakan masih remaja dan labil itu,dia dipaksa oleh keadaan untuk menjadi dewasa sebelum saatnya.
Yah lagi-lagi karena keadaan,jika dia memiliki jalan pemikiran layaknya remaja-remaja yang sepantaran dengannya mungkin dia sudah gila.
__ADS_1
Dan malam itu Rania melepas rindu dengan ranjang ternyamannya dan tidur pulas membawa kelegaan dan kebahagiaan hatinya.