
Rania menyusuri jalan raya yang sedikit padat dengan air mata yang terus meleleh. Potongan ingatan tentang isi percakapan suaminya dengan seseorang yang diberi nama "Pedro", terus menghantui pikirannya.
Tak jarang dibumbui emot love-love yang berasal dari balasan chat si Pedro. Meski Shaka sama sekali tak meladeni chat-chat mesra dari dia, tetap saja hatinya bergemuruh.
"Siapa dia? Apa dia ada hubungannya dengan papa mertua?" gumam Rania sambil mengusap air matanya.
Sementara itu, Shaka yang sedang mengikuti Rania dari belakang pun gusar. Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya?
Flashback Off
Di tengah kesibukan mengurus proyek baru dari luar negeri, setiap hari Tuan Harsa menghubungi Shaka hanya membahas hal pribadi yang sangat rumit.
"Tolong, jangan ikut campur urusan rumah tanggaku, Pa. Kita hanya kurang berusaha, bukan berarti Rania mandul. Kalaupun kami tidak kunjung diberi keturunan, aku tidak akan pernah mau menuruti saran papa," ucap Shaka melalui saluran telepon.
"..."
__ADS_1
"Biarkan aku memimpin rumah tanggaku sebagaimana mestinya, tanpa campur tangan orang tua dan mertua. Jangan berfikir untuk menyuruhku menikahi Aina atau Aina-Aina yang lain, aku sudah tentu menolak." ujar Shaka tegas dan kemudian memutus sambungan telepon secara sepihak.
"Bagaimana bisa papa yang ku kenal bijaksana menyuruhku menikah lagi hanya demi keturunan? Bukankah semua itu sudah ditentukan oleh Allah?" gumam Shaka lirih sambil mengusap wajahnya kasar.
Beberapa hari kemudian setelah tragedi menikah lagi, Shaka yang baru saja selesai meeting tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Aina. Di mana, Aina yang cantik dan berjilbab itu sedang duduk santai di kursi kebesaran Shaka yang bahkan Rania saja belum pernah.
Hal itu memicu api amarah dalam hati Shaka berkobar. Dia menghampiri Aina dengan langkah tergesa tanpa mempedulikan Adi yang berada di belakangnya.
"Kamu, menyingkir dari tempatku, sekarang juga." ucap Shaka dengan nada penuh penekanan.
Bukannya mundur, justru Aina menyilangkan kedua tangannya di atas meja dengan santainya lalu berkata, "sebentar lagi, ini akan menjadi milikku, bukan?"
"Oh ya? Bukankah, kelinci yang aku beri sebagai tanda cinta kita masih kamu rawat dengan baik?" tanya Aina sinis.
"Kalaupun aku masih merawatnya, itu karena aku menyayanginya. Dan bukan berarti aku menyayangi pemberinya juga. Tapi sayangnya, dia sudah berpindah tangan," ujar Shaka menyeringai.
__ADS_1
"Tak masalah. Yang penting, kamu masih peduli padanya, bukan?" Aina tersenyum smirk.
"Bukankah kamu seorang dokter? Jika iya, harusnya kamu paham fungsi seorang dokter itu apa? Oh biar aku yang jawab. Seorang dokter itu bertugas menyelamatkan nyawa pasien. Karena sejatinya, sesama makhluk hidup saling membutuhkan. Tanpa dokter, pasien akan mati cepat. Tanpa pasien, dokter tidak akan dapat cuan, tidak bisa makan. Bukan begitu, dokter Aina?" Shaka menaikkan alisnya sambil tersenyum licik.
"Begitu pula aku. Tanpa gelar dokter pun, aku masih punya rasa manusiawi. Sudah diberi tanggung jawab memelihara seekor kelinci, mana mungkin aku membuangnya atau membunuhnya? Tentu, aku rawat dia. Kasih makan, minum, tempat yang nyaman, dan obat ketika dia sakit. Jadi, di mana letak bukti cintaku padamu atas dasar kelinci? Nol besar, Aina. Kamu terlalu percaya diri,"
"Bu-buktinya-"
"Adi!" potong Shaka. Adi yang mengerti kode itu langsung menjalankan tugas. Dia menyeret Aina keluar dari ruangannya serta mengantar Aina sampai di lobby perusahaan.
"Jangan sentuh aku, Adi! Kamu sama saja dengan laki-laki itu. Sama kasarnya dan jahatnya!" pekik Aina dengan tangis yang tertahan. Bukan tangis, lebih tepatnya malu yang sangat amat malu. Gelar dokternya pun amblas bersamaan dengan hinaan Shaka.
"Jika kamu tidak ingin dipermalukan, maka menyingkirlah dari kehidupan Tuan Shaka. Kamu seorang dokter, harus punya wibawa dan aura positif yang pekat. Ingat! Jangan sia-siakan masa mudamu dan gelar doktermu hanya untuk cintamu yang fatamorgana, bodoh." skak Adi dan kemudian berlalu dari hadapan Aina.
"Ya Allah, seberat inikah berada di posisi yang serba salah ini?" gumam Aina dengan isakan pilunya.
__ADS_1
TBC_
Hai, kasih hadiahnya dong. Biar jadi mood booster nih 😁