
Rania dan Shaka telah sampai di butik. Suara riang anak-anak pengrajin tangan menyambut kedatangan sepasang pengantin baru ini. Rania dan Shaka membuka kedua tangan lebar-lebar menyambut hangat mereka dengan pelukan dan suka cita.
"Kakak sudah lupa dengan kami? Kami merindukan kakak," ucap Luna dengan mata berkaca.
Rania menunduk, mensejajarkan dengan tinggi anak berusia 7 tahun itu.
"Maaf, Sayang. Belakangan ini, kakak sibuk banget. Kakak nggak mungkin lupain kalian. Kalian kan adik kesayangan kakak. Sini peluk semua," Rania merentangkan tangannya bersiap menerima pelukan lima anak kecil berbeda usia. Dan yang paling kecil adalah Luna. Empat lainnya berusia 8 dan 9 tahun
Mereka berebut memeluk Rania. Tak terasa, air mata Rania menggenang di pelupuk mata. Bersyukur akan nikmat yang Allah limpahkan kepadanya. Orang tua yang lengkap, kakak yang sangat menyayanginya, harta berlimpah, dan suami yang begitu mencintainya.
Shaka menyentuh pundak Rania, seolah mengerti apa yang sedang istrinya rasakan.
"Anak-anak, kakak sayang kalian. Huhuhu ..." Rania mengeratkan pelukannya terhadap kelima anak bernasib malang itu. Luna adalah bocah yatim yang dipaksa bekerja keras di kota besar itu. Dengan mengamen, Luna memperoleh uang recehan dan ia setorkan kepada sang ibu yang hanya ongkang-ongkang di rumah.
Sedangkan 4 lainnya, mereka adalah anak yatim piatu dan anak yang terbuang. Mereka anak-anak yang tak memiliki arah tujuan hidup. Mereka anak-anak yang sudah berjuang mencari cuan demi membeli isi perut.
__ADS_1
Mereka yang terbuang, tak menginginkan lahir dari rahim seorang ibu yang senang berzina. Mereka seolah dipermainkan oleh takdir. Dilahirkan tanpa diinginkan, ketika besar dihujani cacian.
Wahai orang-orang tak beriman! Sudahi dosa dan maksiat kalian. Nafsu maksiatmu tak membawamu masuk syurga. Justru menggiringmu ke pintu neraka. Sudahi ulah bejat kalian, lihat anak-anakmu yang harus lahir ke dunia yang kejam ini. Sayangi mereka, rengkuh mereka, dan rawatlah mereka dengan halus tangan dan belaian kasih kalian. Bertaubatlah, kalian!
Teruntuk pemuda-pemudi negeri ... sayangi masa depan kalian, hindari bebasnya pergaulan, pandailah mencari kawan. Jangan sampai kalian terjun ke dalam dunia gelap, yang sama sekali tak menjamin kemakmuran. Raih masa depan cerah kalian! Raih pendidikan tertinggi! Pastikan orang tua kalian bangga atas pencapaian yang kalian raih. Karena waktu tak dapat diulang, waktu akan terus maju seiring bertambahnya umurmu.
**
Setelah puas melepas rindu, Rania dan Shaka menuntun lima anak itu masuk ke dalam butik. Rania melepas genggaman tangan Luna, ketika melihat Fatma yang sedang menangis tersedu-sedu.
"Biasa, patah hati dia," jawab Nova enteng.
"Kamu pikir, patah hati itu enak? Sakit, Va. Bahkan nggak ada kata putus antara kita, tiba-tiba mereka menjalin hubungan dengan orang lain dalam sebuah ikatan sakral. Sakit, Va," ucap Fatma terisak.
Shaka menyusul anak-anak setelah Rania memberikan kode rahasianya.
__ADS_1
"Fatma, kamu itu cantik, pinter cari duit lagi. Ngapain menangisi laki-laki sampai seperti ini? Biarkan mereka bersama, cari laki-laki yang lebih dari Fikri. Harga dirimu lebih penting. Laki-laki yang akan menjadikanmu ratu adalah laki-laki yang bisa memperjuangkan cintanya untukmu. Dia yang bisa menjaga kehormatanmu. Jangan nangis, jelek tau nggak?" Rania mengusap puncak kepala Fatma.
"Harga dirimu jauh lebih penting ketimbang laki-laki seperti Fikri," ucap Rania lagi ketika merasakan tangisan Fatma mulai reda.
"Tapi dia dijodohkan, Ran," ucap Fatma lagi.
"Berarti dia laki-laki yang berbakti. Nyatanya, dia menuruti permintaan orang tuanya, kan?" Rania terkekeh membuat Fatma mendelik tajam.
"Sudah, jangan nangis mulu. Ingat bonus kita hari ini, Fat. Lima belas juta satu jam, loh," ucap Nova dengan wajah berbinar.
"Tunggu, kok ada yang beda sama kamu ya?" Nova memandangi Rania dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Kamu berhijab Rania! Wow, speechless!" pekik Nova dan sukses membuat Fatma ikut terkejut.
"Kamu cantik banget, Ran. Aku iri ..." Nova memeluk Rania erat dan disusul Fatma nyempil di tengah pelukan Nova dan Rania.
__ADS_1
Sahabat sejati, akan saling menghibur dan saling mengisi.