
Setelah puas melihat sekeliling ruko,Rania dan Fatma mampir ke sebuah warung penjual siomay di pinggir jalan.Sambil menunggu pesanan datang,Rania dan Fatma berbincang-bincang di sebuah bangku yang disediakan si penjual.
"Ran,maaf banget ya aku benar-benar nggak tahu kalau kamu keluar dari rumah jahanam itu.Kalau aku tahu aku pasti akan turut membantumu.Maaf aku benar-benar gagal menjadi sahabat terbaikmu" ucap Fatma dengan sendu.Matanya berkaca.Ia tak menyangka sahabatnya akan keluar dari rumahnya sendiri.
"Kenapa kamu baru ngasih tahu aku kemarin padahal kamu tinggal sendirian udah hampir dua bulan,apa kamu nggak butuh aku?" sergah Fatma.Ia merasa kehadirannya tak dibutuhkan.Ia ingin berada di samping Rania baik suka maupun duka.
"Maaf Fat,aku cuma nggak mau bikin kamu kepikiran sama masalah aku.Aku nggak mau ngerepotin kamu terus."Jawab Rania.Tangannya mengatup di depan dada.
"It's okey Ran,tapi ke depannya selalu libatkan aku di setiap masalahmu ya.Aku sayang kamu ayaaang"Fatma memeluk erat Rania dengan manja.
"Iiihh kamu gelay dech!! Kamu nggak lagi putus sama Fikri kan?"
"Rania!!! kamu tu nggak lihat suasana,aku lagi mellow gini malah do'ain aku putus sama Fikri.Kamu pacar malamku kalau Fikri pacar siangku hahahaha" tawa Fatma pecah setelah mengucapkan kalimat itu.
"Ogaah!!! aku udah punya pacar tau!!" Rania mendengus.
"Fairus!!!!!" Fatma mendelik.Sejauh ini yang dia lihat Rania belum pernah dekat dengan seorang laki-laki dan tiba-tiba udah pacaran aja.
"Serius o'on,Fairus,Fairus!!!" Rania mencubit hidung sahabatnya gemas.
"Siapa dia??siapa pangeran yang bisa menaklukkan hati Ariel si putri duyung ini?" Tanya Fatma sambil tangannya mengelus hidungnya.
"Suatu saat kamu pasti akan tahu.Tapi aku ragu Fat,aku dan dia baru kenal satu bulan dan aku langsung nerima lamaran dia,aku keknya terlalu gegabah deh?"
"Lamaran??Maksudnya gimana sih??" Fatma menggigit jarinya karena bingung.
"Aku dan dia nggak pacaran,tapi langsung lamaran Fat."
"Kamu tanyakan saja sama hatimu Ran,kalau kamu ragu lebih baik mundur kalau kamu mantap terus maju jangan gentar"Fatma mengepalkan tangan menghadap wajahnya.
__ADS_1
"Aku mantap,tapi aku merasa kayak keburu gitu. Nanti malam aku akan menginap di rumah Mama dan akan menanyakan pendapatnya"
"Aku nggak nyangka Ran kamu dan Mama kamu akan berdamai akhirnya.Aku ikut bahagia" Fatma memeluk Rania tulus hingga tak menyadari siomay pesanannya sudah siap santap.
"Mbak kalau mau pelukan nanti di kamar,sekarang makan dulu keburu dingin nggak enak ntar" ucap si penjual yang dijawab tawa renyah oleh keduanya.
...****************...
Morgan dan Shaka tengah berada di sebuah hotel untuk bertemu dengan klien Papanya dari luar negeri untuk bekerja sama dengan perusahaan HPD Corp.
Beberapa jam kemudian pertemuan akhirnya selesai dengan hasil memuaskan.
Baik Morgan atau Shaka saling berjabat tangan dengan para klien tersebut.
Morgan dan Shaka pun langsung keluar dari hotel menuju parkiran.Setelah itu bergegas memasuki mobil menuju perjalanan pulang.
"Morgan kita harus pulang cepat karena aku masih harus ke luar kota malam ini.Ingat pelajaran hari ini agar besok ketika kamu ditugaskan bertemu klien kamu sudah pandai dan tidak merepotkan"
"Mungkin aku akan membawa Alvin untuk menemaniku.Dia kan multitalent"
"Cih..! Jika itu terjadi bersiaplah HPD Corp menjadi milikku" Shaka melirik tajam ke arah Morgan.
"Maka aku akan menangis tujuh hari tujuh malam" Ucap Morgan menyeringai.
"Anak Mama" Ucap Shaka lirih namun masih terdengar oleh Morgan.
Sedetik dua detik tiga detik
"STOP KAK!!!" Seru Morgan.Sontak mobil mendadak berhenti hingga menimbulkan suara rem berdecit.
__ADS_1
"Apa-apaan kau ini Mor,gila kamu menyuruhku berhenti mendadak di tengah jalan seperti ini.Kau ingin membuat kita jadi amukan masa hah!!?" namun yang diomeli malah senyam senyum melihat sang pujaan hati sedang asyik menikmati makanan pinggir jalan.
"Itu calon istriku" wajah Morgan merona membayangkan hal kotor yang biasa ia lakukan dengan wanita-wanita tanpa anti gembok.
Shaka mengikuti arah pandang adiknya.
"Gadis itu?" gumam Shaka dalam hati.
"Calon istri siapa yang kamu maksud?" tanya Shaka memastikan.
"Aku lah kak,masa calonmu.Kau kan impoten" Morgan mendengus.
"Sudah pasti?" tanya Shaka lagi.
"Iya,dia sudah menerimaku.Dia kerja di perusahaan Papa sebagai OG.Aku suka dia yang polos dan apa adanya." Morgan tersenyum membayangkan pertemuan mereka hingga momen-momen indah mereka berdua
"Hmmm,sepertinya seru."
"aku akan menyelidiki gadis itu sebelum menjadi adik iparku"gumam Shaka dalam hati.
Tatapannya tajam jauh menerawang ke luar jendela kaca mobilnya.
"Kita lanjut perjalanan,aku harus segera menyiapkan keperluan yang harus kubawa nanti malam" Ucap Shaka dingin.
"Huh..baiklah" dengan berat hati Morgan menyetujui permintaan kakaknya.
"Aku akan segera mendatangi orang tuamu Rania"ucap Morgan dalam hati.Wajahnya berbinar seperti ABG yang sedang dilanda api asmara.
Hai kak,
__ADS_1
mohon dukungannya selalu ya kak biar aku segera dapat level..
sebentar lagi masuk konflik loh🥰