Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
Bahaya


__ADS_3

Deg!


Nova terkesiap mendengar penuturan Rania. Tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan. Rania yang menyadari hal itu langsung tergelak.


"Aku bercanda, Nova. Jangan dibikin serius, ntar cepet tua, lho," kekeh Rania.


Nova langsung menghela nafasnya lega. Dengan mata berkaca-kaca, Nova memeluk Rania dan berkata, "terimakasih telah menyelamatkanku, Rania. Aku malu, sungguh aku sangat malu, huhuhu ..."


Rania mengelus pundak Nova dengan lembut.


"Tidak baik kejahatan dibalas dengan kejahatan, Va. Memaafkan lebih mulia, betul nggak?" ucap Rania.


Nova semakin erat memeluk Rania.


"Terimakasih, Ran. Aku nggak nyangka kamu sebaik ini,"

__ADS_1


Di gudang terbengkalai, Shaka sedang uring-uringan karena Nova berhasil lolos dari genggamannya. Padahal, dia sudah menyusun rencana sebaik mungkin.


Rupanya, kehilangan orang yang sangat dia sayangi membuatnya gelap mata dan gelap hati. Padahal, itu hanyalah bisikan setan yang akan menyesatkan dan merugikan diri kita sendiri.


Dendam, iri, dengki, ghibah, munafik, psimis, dan semacamnya ini adalah salah satu hasutan setan agar manusia mengikuti langkah dan sifat mereka. Namun, bagi orang-orang yang beriman, hasutan apapun dari mereka itu tidak akan merobohkan keimanan mereka.


Sifat manusia dapat berubah dalam sekejap, karena suatu hal yang mengguncang mental mereka. Seperti yang terjadi dengan Shaka. Mentalnya terguncang karena kematian Morgan, sehingga apapun akan dia lakukan demi membalaskan dendam Adiknya.


"Aaakkhh, sialan kalian! Beraninya membawa kabur mainanku!" teriak Shaka sambil menendang kursi kayu di depannya.


Satu minggu kemudian.


Semenjak kejadian penyekapan itu, Aslan semakin waspada. Dia menyewa para bodyguard untuk melindungi Rania. Sedangkan Nova, dia bersembunyi di ruko Rania yang sama sekali belum diketahui oleh Shaka.


Kini, ruko tersebut telah diresmikan dan menjadi Shine Boutique. Lantai satu disulap menjadi butik yang mewah dan juga tersedia pernak-pernik hiasan rumah yang dibuat oleh Luna dan teman-temannya.

__ADS_1


Lantai dua menjadi tempat pembuatan pakaian yang didesign oleh Fatma dan Rania. Di lantai dua ini juga sudah tersedia tiga kamar, satu kamar untuk Fatma dan Rania, satu kamar untuk Luna dan teman-temannya, dan satu kamar lagi untuk dua pegawai konveksi. Sedangkan untuk toilet, masing-masing lantai satu ruang.


Pengunjung pun mulai ramai berdatangan. Ada yang sekedar penasaran, ada juga yang langsung cocok dan jadi pelanggan. Untuk pengurus butik, masih dipegang langsung oleh Fatma.


Tapi karena Nova sekarang tinggal di Shine Boutique, dengan senang hati Nova membantu pekerjaan Fatma. Awalnya Fatma ragu, tapi karena Rania yang menjelaskan semuanya, akhirnya Fatma menyetujui.


Nova sendiri tidak berani pulang ke rumah orang tuanya karena, tentu Shaka sudah mengadukannya kepada mereka. Dan hasilnya, Nova lah yang akan disalahkan.


Hari ini ulang tahun Rania. Aslan berniat membuat kejutan spesial untuk adik tercintanya ini.


Dia membeli sebuah kalung berlian dengan inisial huruf R di belakang liontin. Tapi siapa sangka, orang suruhan Shaka mengikuti Aslan sampai Aslan berhenti di Shine Boutique.


"Lapor, Tuan. Kini target telah berhenti di Shine Boutique, yang katanya setelah saya gali informasi dari seseorang, ternyata butik ini milik Nona Rania," ucap orang itu melalui telepon.


Di seberang sana, Shaka tersenyum puas atas kinerja orang suruhannya ini.

__ADS_1


"Terus ikuti mereka, tunggu perintah selanjutnya," ucap Shaka dingin.


__ADS_2