Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
Morgan Drop Lagi


__ADS_3

Rania panik melihat suaminya jatuh tak sadarkan diri di lantai.Dengan tangan gemetar dia mengambil ponsel dan mencari nomor seseorang yang dapat dihubungi.


Namun di history panggilan terkahir nama Shaka lah yang berada di posisi paling atas,maka yang ia panggil pertama adalah laki-laki itu.


Tak membutuhkan waktu yang lama,telepon terhubung.


"Wa'alaikumsalam Kak,tolong..Mas Morgan pingsan di apartemen" ucap Rania terbata karena gemetar ketakutan.


Sedangkan Shaka yang saat ini berada di perusahaannya begitu terkejut oleh kabar Rania tersebut.Tanpa menutup sambungan telepon,Shaka langsung menuju apartemen adiknya.Ia begitu khawatir dengan keadaan adik satu-satunya itu.


Shaka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan hanya dalam waktu sepuluh menit Shaka telah sampai di apartemen Morgan.


Beruntung Shaka sudah tahu kode pintu apartemen adiknya ini sehingga Shaka bisa langsung menerobos memasuki apartemen itu.


Setelah berhasil masuk,Shaka langsung mencari keberadaan Morgan.


"Morgan!!" seru Shaka dengan langkah tergesa


"Kita di kamar Kak" jawab Rania tak kalah seru.


Mendengar jawaban itu Shaka langsung berlari menuju kamar utama.Nampaklah dua manusia yang ia cari.Yang satu masih pingsan yang satunya lagi memangku kepala yang pisan dengan air mata membanjiri pipinya.


"Kak,tolong dia hiks..hiks.." ucap Rania menangis pilu


"Iya Nia,ayo kita bawa Morgan ke rumah sakit sekarang!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di rumah sakit.


Kini Morgan masih berada di ruang UGD sedangkan Shaka dan Rania dengan setia menunggu di depan pintu ruangan tersebut dengan raut wajah cemas.


Dalam keadaan seperti ini,mereka berdua sampai tidak ingat dengan kejadian kemarin yang membuat Morgan kecelakaan.


Entah lupa atau karena darurat sehingga dipaksa untuk lupa.


Beberapa saat kemudian,seorang dokter keluar dari ruangan.Sontak Shaka dan Rania langsung menghampiri sang dokter dengan antusias seperti ibu-ibu antri minyak goreng.


"Bagaimana keadaan suami saya dok? Dia baik kan?" tanya Rania khawatir.


"Alhamdulillah pasien sudah siuman,tapi saat ini kondisi Tuan Morgan memburuk.Untuk sementara waktu biarkan Tuan Morgan untuk rawat inap di sini agar kondisinya bisa selalu kami pantau" ucap dokter itu menerangkan.


Shaka menghela nafasnya kasar.


"Untuk saat ini kami hanya bisa menunggu sampai kondisi Tuan Morgan membaik,setelah itu baru Tuan Morgan bisa menjalankan terapi oksigen" terang dokter dengan papan nama bertuliskan Hendro itu.


"Baik dok,lalu apa saya sudah bisa menjenguk adik saya?" tanya Shaka.


"Bisa tapi usahakan untuk tidak mengganggu kenyamanan Tuan Morgan.Saat ini beliau harus banyak istirahat" pungkas dokter Hendro setelah itu ia pamit karena masih banyak pasien yang membutuhkannya.


Shaka dan Rania memasuki ruangan tersebut dengan hati-hati.Terlihat jelas wajah damai Morgan yang pucat itu tengah tertidur pulas.


Luruh sudah air mata Shaka.Laki-laki berperawakan tinggi kekar ini bahkan tidak terlihat dingin seperti biasanya karena melihat orang yang begitu ia sayangi tengah dalam keadaan tak berdaya.


Rania,dia mendekati suaminya perlahan.Dia tidak menangis,air matanya kering karena belakangan ini terlalu banyak air mata yang ia keluarkan.

__ADS_1


"Mas,ini aku Rania" ucap Rania lirih. Mendengar panggilan dari seseorang yang sangat dicintai,perlahan Morgan membuka kelopak matanya.


"Sayang..." ucap Morgan lemah.Tangannya berusaha meraih wajah ayu itu,namun hasilnya nihil.Tenaganya tidak mampu meski hanya untuk mengangkat tangannya sendiri.


"Iya ini aku.Maafkan aku atas kejadian tadi ya.Tapi percayalah aku sungguh mencintaimu Mas." Rania menggenggam tangan lemah itu dan mengecupnya.


Melihat kemesraan di depannya yang membuat hatinya terusik,Shaka memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.Ia baru ingat bahwa dirinya belum menghubungi kedua orang tuanya.Namun nahasnya Shaka lupa bahwa tadi ponselnya terjatuh di lantai perusahaannya.Shaka hanya bisa meraup wajahnya frustasi.


Terpaksa dia harus ke perusahaan Papanya untuk memberi tahu keadaan Morgan.


Di dalam ruangan itu Rania masih setia menggenggam tangan suaminya dan sesekali mengusap kelapa suaminya itu dengan lembut.


"Jangan berfikir macam-macam lagi.Apalagi terlalu banyak berasumsi yang enggak-enggak.Nanti kamu sendiri yang rugi Mas" omel Rania.Gadis ini bahkan melupakan kalimat demi kalimat tak pantas yang Morgan tuduhkan kepadanya.Ia pun melupakan perlakuan kasar Morgan terhadapnya.


"Tapi jangan bahas masalah ini dulu.Untuk sementara waktu,kamu harus fokus sama kesembuhan kamu dulu,baru setelah itu kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin"


"Dan sekarang kamu istirahat lagi ya,kata dokter kamu nggak boleh banyak pikiran dan harus banyak istirahat." ucap Rania,bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman yang sangat manis.Morgan mengangguk menyetujui,diapun merasa tubuhnya lemas dan ngantuk.


"Selamat istirahat suamiku,love you" Rania mengecup bibir pucat itu dalam dan lama menyalurkan segala rasa kasih sayang yang ada dalam hatinya untuk suami pencemburunya itu.


aku terlalu bodoh karena mencintaimu dan terlalu bodoh karena menyakitimu Raniaku _Morgan.


Setelah memastikan suaminya tertidur nyenyak,Rania keluar dari ruangan untuk membeli tisu basah dan air putih.Namun baru saja Rania membuka pintu,tiba-tiba..


plak!!!


"Kamu apakan anakku sehingga dia masuk rumah sakit lagi hah?"

__ADS_1


Masih perlu banyak belajar,kritikan kalian sangat aku butuhkan 🥰🥰


__ADS_2