Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
Kakak adik atau tom n jerry?


__ADS_3

Rania telah selesai dengan kuliahnya.Beruntung dia memiliki otak cepat tangkap jadi tidak seperti Nova yang tengah dihukum karena sudah beberapa kali ujian selalu mendapat predikat terrendah.


"Huh..capek sekali" Keluh Rania yang sedang tiduran di kasur tipisnya.


"Ra,kamu boros banget sih makannya?Aku aja baru habis lima ribu itu aja beli gorengan di warung bu Entik.Lah kamu wortel setengah kilo udah mau habis" Protes Rania.Meskipun Rara tidak mengerti dengan apa yang Rania katakan.


Kos an Rania hanya terdapat dua ruang yang terdiri dari kamar tidur dan kamar mandi.Rania tidak biasa menggunakan kamar mandi ber ramai-ramai. Jadi dia mencari kos an yang sudah ada kamar mandi di dalamnya.Lebih nyaman katanya.


Setelah puas bermanja-manja dengan kasur tipisnya, tiba-tiba Rania teringat akan kerjaan sambilannya.Sontak Rania terkejut.Dia benar-benar lupa akan rencana itu.Rania bergegas mengambil lap top dan segera mencari lowongan kerja yang pas dengan jadwal kuliahnya.


Tanpa menunggu lama,Rania berhasil mendapatkan beberapa lowongan.Namun Rania lebih tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan dari perusahaan HPD Corp.Yah meski hanya menjadi OG,namun gajinya lumayan tinggi.Tiga juta per bulan dan dua setengah juta untuk masa percobaan.


Jadwal kerjanya juga pas dengan kondisi Rania.Dari pukul dua siang sampai delapan malam.Memang jam kerja perusahaan tersebut lebih lama dibanding perusahaan lain,namun gaji yang ditawarkan juga lumayan tinggi.


"Aku akan segera mengirim surat lamaran kerja lewat online.Aku percaya aku pasti diterima" Ucap Rani antusias.


**********


"Morgan,aku harap kamu bisa segera menyelesaikan pendidikanmu.Lihat Papa, seharusnya di usia Papa saat ini beliau sudah berhenti mengelola perusahaan.Papa harus banyak istirahat di rumah atau sekedar jalan-jalan menikmati masa tuanya" Ucap Shaka panjang lebar.


"Aku tau,dan aku tidak butuh ceramahmu!" Ucap Morgan ketus.


"Kalau kerjaanmu hanya bermain perempuan terpaksa aku yang akan mengambil alih dua perusahaan sekaligus" Ancam Shaka.


"Sial,sudah hampir tua jangan serakah.Takutnya lupa cara nyari jodoh" Ledek Morgan.


"Cih..aku tidak seperti kamu yang stres dikit langsung olahraga di ranjang.Aku buka tipe laki-laki yang suka mempermainkan perempuan hanya karena dorongan nafsu sesaat"


"Impoten kali kamu kak" Ucap Morgan sinis.


"Aku impoten atau tidak itu bukan urusanmu!!" Akhirnya Shaka berlalu meninggalkan Morgan yang sedang menikmati makan siangnya.

__ADS_1


"Tinggal ngaku aku memang impoten saja susah amat cih" Gerutu Morgan.


Di sisi lain,Aslan masih berusaha mencari keberadaan sang adik. Dia sudah mendapat informasi bahwa Rania tinggal di sebuah kos-kosan kecil yang terletak tak jauh dari kampus Rania.


Setibanya di alamat tujuan,Aslan tersenyum melihat sepatu favorit Rania tergeletak mengenaskan di teras sebuah kosan kecil.


"Tok tok tok" Aslan mengetuk pintu,matanya mencoba menerawang ke dalam jendela kaca berharap sang pemilik segera membuka pintunya.Tak lama kemudian pintu itu terbuka dan Rania begitu terkejut melihat sang kakak berdiri di hadapannya.


"Tidak ini pasti mimpi!" ucap Rania sambil mengucek matanya.Tidak percaya jika sang kakak benar-benar menemukannya.


"Ran ini bukan mimpi,ini aku Aslan.Ck dasar kebo!!"


"Kakak?? Bagaimana kamu tahu aku tinggal disini?"


"Aku hanya khawatir kamu kenapa-kenapa sayang.Aku tidak bisa tidur karena terus memikirkanmu" Ucap Aslan agak dilebih-lebihkan untuk menarik simpati sang adik.


"Alaahh..palingan ngerayu doang biar aku mau pulang kan? No!! Big No oke!!"Ucap Rania berkacak pinggang.


"Sombongmu lhoooo...kayak nggak ada Allah aja.Jangan cuma karena kakak udah berhasil buka usaha sendiri terus ngerendahin aku.Liat aja nanti aku pasti bisa lebih sukses darimu!!"


"Buktikan saja Ran..nanti kakak kasih donasi deh buat beli makan pak tukang"


"Nggak butuh aku!! sana pulang ih..." Usir Rania dan mendorong kakaknya keluar.


"Iya iya,dasar adik nggak punya hati! kakaknya nengok bukannya bikinin kopi malah diusir seenak jidat aja"


"Biarin,aku nggak punya kopi"


"Ya udah teh aja kalau gitu"


"Nggak,aku nggak ada gula"

__ADS_1


"Beli lah!!"


"Nggak ada duit"


"Air putih aja deh kalau gitu"


"Enggak,aku lagi miskin.Udah sana pulang ah.Kakak tu bikin pencemaran udara tahu nggak!"


"Punya adik satu gini amat ya" Gerutu Aslan.


"Yaudah kakak pulang,jaga dirimu baik-baik ya.Mama kemarin menangis seharian karena kamu pergi.Dia sudah menyesali semuanya"


"Maafin aku kak,aku nggak mau pulang sebelum aku sukses.Paling aku nengok rumah seminggu sekali buat lihat kondisi kalian"


"Kakak hargai keputusanmu,tapi percayalah Mama,Papa dan aku akan membuka pintu rumah selebar-lebarnya buat kamu"


"Makasih kak,suruh Mama untuk tidak khawatirin aku ya"


"Iya,kakak pulang dulu.Kasihan Mama lagi sedih banget"


"Iya hati-hati,kalau ada tikungan jangan lupa belok ya!"


"Sial..punya adik nggak ada manis-manis nya!!" Keluh Aslan dalam hati.


Hai kakak-kakak,


Mohon dukungannya ya..


Like dan kasih hadiah buat aku ya


Love you All🄰

__ADS_1


AsaBening


__ADS_2