Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Hari ini, masa iddah Rania telah usai. 130 hari pula Rania ditinggal suaminya. Namun nyatanya, rasa itu masih tetaplah sama. Rasa cinta itu tak pudar jua. Tak mudah bagi Rania melupakan Morgan begitu saja.


Di hari inilah, Shaka mengucapkan lafal ijab qabul di depan penghulu dan para saksi. Para orang tua pun menghadiri acara pernikahan dengan suka cita. Hanya Aslan yang berwajah suram, sama halnya dengan mempelai wanita.


Pernikahan ini berlangsung di Mansion Utama keluarga Pradikta. Dan hanya dihadiri oleh para kerabat, sanak, dan saudara. Bahkan Fatma tidak dapat menghadiri acara pernikahan ini karena jumlah tamu yang terbatas. Dan Rania hanya bisa pasrah dan mengalah.


Aslan tak begitu saja melepaskan sang adik. Apalagi, Aslan sudah mengetahui watak keluarga Pradikta. Untuk berjaga, Aslan telah membuat kesepakatan dengan Shaka. Jika sampai adiknya itu terluka, maka Aslan akan membawa pulang Rania secara paksa, serta bertemu kembali di pengadilan agama.


Pernikahan yang sangat sederhana itu berlangsung dengan khidmat. Kedua orang tua Rania tiba di kota ini satu hari yang lalu. Dan akan langsung melakukan penerbangan ketika acara selesai.


Rara pun nampak ikut menyaksikan pernikahan dengan penampilan berbeda. Ada pita dan beberapa pernak-pernik yang melingkar di kakinya.


Meski hingga saat ini, Shaka masih urung menceritakan perihal kelinci itu terhadap Rania. Karena, dia melihat betapa sayangnya Rania terhadap Steve atau Rara dalam versi Rania. Baginya, biarlah Rania tetap bahagia bersama Rara-nya. Maka dia pun turut bahagia.


Airin juga turut menghadiri acara, meski sesak sekalipun rasanya. Menurutnya, masih ada kesempatan lain untuk merebut Shaka dari Rania. Dan hadirnya Airin itu tanpa diundang siapapun. Hanya mendengar kabar dan memaksa masuk dengan mengatakan bahwa dirinya adalah kerabat jauh keluarga Pradikta.


Setelah acara selesai, Rania dan Shaka meninggalkan tempat acara menuju kamar pengantin mereka.

__ADS_1


"Kak, sudah aku katakan bukan, kalau aku mau pernikahan ini berlangsung secara agama saja?" tanya Rania kesal setelah sampai di kamar tersebut.


"Aku ingin mengikatmu lebih erat lagi, Sayang," ucap Shaka lirih.


"Tapi aku nggak hamil, Kak. Kenapa juga kita harus meneruskan pernikahan ini," sungut Rania kesal.


Ya, sebelum mereka menikah, Rania sudah mengetes kehamilan menggunakan tespect berkali-kali dan hasilnya selalu negatif. Namun, kabar tentang pernikahan mereka sudah menyebar luas hingga terendus awak media. Sehingga, akan sangat memalukan bagi keluarga Pradikta jika pernikahan mereka sampai gagal.


"Karena aku mencintaimu, Nia," jawab Shaka singkat, padat, dan jelas.


"Dan aku tidak mencintaimu," balas Rania sengit.


Rania mendelik mendengar jawaban Shaka. Dan bukannya membuat Shaka marah, justru ekspresi sebal istrinya itu membuatnya semakin gemas.


"Seharusnya, kalau kamu mau aku mencintai kamu, lakukan sesuatu yang membuatku terkesan. Bukan menjeratku seperti ini. Bagaimana dengan suamiku jika sampai dia melihat hal ini," ucap Rania sendu.


"Suamimu, suamimu, suamimu lagi! Aku yang suamimu, Nia. Morgan sudah meninggal. Nggak mungkin dia kembali atau melihat hal ini,"

__ADS_1


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Shaka. Beruntung saat ini mereka tengah berdebat di kamar mereka. Sehingga tidak ada orang yang melihat kejadian ini.


"Dia adikmu dan suamiku. Tak pantas kamu berkata seperti itu tentang adikmu, Tuan Shaka yang arogan," ucap Rania dengan nafas tersengal.


Shaka terdiam. Dia baru menyadari apa yang dia katakan memang benar-benar keterlaluan.


"Kenapa diam? Baru sadar kalau kamu salah?" tanya Rania dengan nada sengit.


"Dengar. Dengan atau tanpa persetujuanmu, kamu akan tetap menjadi istriku, selamanya," ucap Shaka penuh penekanan.


Shaka pun berlalu meninggalkan Rania untuk membersihkan diri.


Tubuh Rania merosot ke lantai. Dia menangis sejadi-jadinya, mengeluarkan sesak di dada.


"Aku yang sudah memupuk rasa ini untukmu, pudar seketika karena ulahmu sendiri, Kak," ucap Rania disela isakannya.

__ADS_1


Sedangkan di kamar mandi, Shaka tengah berdiri di bawah guyuran air dingin yang membasahi tubuhnya. Hatinya pun hancur melihat wanitanya tersiksa. Namun, ia meyakini bahwa Rania adalah jodohnya. Keegoisannya tanpa sadar membuat Rania semakin menjauh dari genggamannya.


Hai sobat readers, mohon dukungannya dan hadiahnya dong! biar akunya selalu semangat niiih😁


__ADS_2