
Di butik Rania, pagi hari.
"Fatma, hari ini kan klien kita mau melakukan fitting gaun. Kamu yang atasi mereka, ya. Aku akan mengecek buku admin," ucap Nova kepada Fatma yang sedang melayani para pengunjung.
"Baik. Serahkan semuanya padaku," jawab Fatma semangat. Karena biasanya, urusan klien jatuh ke tangan Nova yang memang sudah ahlinya. Dan kali ini, dia mendapatkan kesempatan untuk berada di posisi itu.
Sementara itu, keadaan butik Rania semakin membaik, omset melonjak, dan bahkan viral di kalangan ibu-ibu sosialita. Tak jarang mendapatkan pesanan gaun pengantin khusus design Rania. Dan itu semua tak luput dari kerja keras Fatma dan Nova.
Betapa tidak? Rania hanya mendesign dan memberikan modal. Akan tetapi semua urusan dihandle Fatma dan Nova.
Dan hari ini, Fatma mendapatkan pesanan gaun pernikahan untuk pengantin dan bridesmaids. Rencananya, pemesan akan melakukan fitting hari ini juga.
Kini Fatma sedang duduk di kursi ruang kerjanya, sambil ber-chat ria dengan Fikri. Hingga suara ketukan pintu berhasil membuat Fatma menghentikan kegiatannya.
"Silahkan masuk!" seru Fatma.
Dan ketika pintu terbuka, nampak seorang perempuan cantik, tinggi semampai, dan berjilbab.
"Assalamualaikum, Mbak-"
"Fatma. Saya pengelola butik bersama teman saya yang sedang berada di bawah," sahut Fatma ramah dan mengerti maksud kalimat terpotong itu.
"Oh, Mbak Fatma. Baik. Jadi gimana dengan gaun pesanan saya?" tanya perempuan itu sopan.
__ADS_1
"Sebelumnya, maaf bisa perkenalkan nama Anda, Nona?"
"Ah iya, maaf saya pelupa. Saya Amora Wardaya Sarasia biasa dipanggil Amor," jawab Amor tersipu.
"Oke, Nona Amor. Jadi, ini ada katalog gaun pengantin hasil design pemilik butik ini, namanya Rania. Silahkan dilihat dulu nanti baru kita bahas langkah selanjutnya setelah Nona sudah mendapatkan gambar gaun yang tepat," jelas Fatma sedikit gugup.
"Baiklah," ucap Amor sambil tersenyum ramah kepada Fatma.
"Anda cantik, beruntung sekali pria yang berhasil memikat Nona,"
"Ah tidak juga. Saya korban perjodohan orang tua. Laki-laki yang akan menjadi suami saya justru membenci saya. Karena saya, mau menerima perjodohan ini," cerita Amor dengan wajah sendu.
"Eh, maaf Nona. Pertanyaan saya menyinggung hati Nona, ya?" Fatma menyentuh tangan Amor dengan lembut.
"Tidak masalah, Nona. Seharusnya, dia beruntung mendapatkan calon istri secantik Nona. Tidak bersyukur sekali pria itu,"
"Dia sudah memiliki kekasih, Mbak. Dan sepertinya dia sangat mencintai kekasihnya itu," Amor terkekeh, menertawakan nasibnya. Pacaran tidak pernah, sekalinya menikah malah dengan pria yang membencinya.
"Kok ada ya, di zaman milenial ini yang memberlakukan perjodohan. Tidakkah mereka menyayangi anak-anaknya? Jangan membawa alasan demi kebaikan anak. Justru yang mereka lakukan itu menyakiti hati mereka karena melanggar hak anak dalam memilih pendamping hidup. Ups! Maaf, Nona. Saya kelepasan lagi," Fatma menepuk bibirnya berulang, merutuki kebodohannya.
"Tak masalah, Mbak," Amor tersenyum getir.
***
__ADS_1
Di apartemen Shaka.
Pagi ini dengan senyum cerahnya, Rania memasak Steak Lada Hitam dan Sandwich daging sapi kesukaannya. Dengan cekatan Rania berperang dengan peralatan dapur hingga bau masakan menggugah cacing-cacing dalam perut yang sedang tidur dengan nyenyaknya.
"Masak apa, Sayang? Baunya enak sekali," tanya Shaka sambil memeluk Rania dari belakang dan mengecup pipi Rania sekilas.
"Kamu nggak lihat aku masak apa?" tanya Rania ketus.
"Pagi-pagi udah marah aja, Bu? Nggak dapet jatah icikiwir dari suami?" Shaka mencubit pipi Rania gemas.
"Aku masih kesal, baju tidur One Piece aku kamu robek gitu aja. Nggak tanggung jawab lagi," Rania mencebik.
"Maaf, Sayang. Namanya juga lagi hot-hotnya pengantin baru," Shaka membantu Rania mencuci alat-alat bekas masakan yang berada di wastafel.
"Yaudah nggak papa. Tapi sebagai gantinya, selama dua malam kamu tidur di luar dan tidak boleh menolak," setelah mengatakan itu, Rania langsung beranjak menuju meja makan untuk menata makanan yang sudah matang.
"Sayang, kamu dosa lho menolak ajakan suami. Apalagi menyuruh suami tidur di luar. Nanti nggak dapet ridha dari Allah, gimana?"
"Oke, kamu boleh tidur di dalam," wajah Shaka langsung berbinar.
"Dan aku yang tidur di luar,"
Duaarrr!!!
__ADS_1
"Ya Allah ..seberat inikah ujian pengantin baru?"