Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
Keegoisan dan Keuntungan


__ADS_3

"Warisan? Warisan yang mana? SHD Group ini atau SP Group? Cih, aku nggak peduli," ucap Shaka yang masih tetap fokus dengan laptop di depannya.


"Saya dengar dari Alvin, Tuan Besar akan menghapus nama Anda yang tercantum dalam catatan ahli waris, baik dari pemilik perusahaan maupun aset yang lain, Tuan," ucap Adi serius.


Ya, Adi dan Alvin adalah kakak beradik yang sama-sama bekerja untuk keluarga Pradikta. Tapi mereka tahu, mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itu, mereka biasa saling bertukar kabar meski hanya melalui chat atau panggilan telepon, untuk mengetahui jika hal buruk akan menimpa keluarga Pradikta.


Pun dengan yang akan terjadi dengan Shaka saat ini. Mana mungkin Alvin yang menjadi asisten Tuan Harsa membiarkan Shaka dalam masalah besar, sedangkan yang mengangkat dirinya dan adiknya dari keterpurukan tujuh tahun silam adalah Shaka?


Beralih ke Shaka dan Adi. Shaka tersenyum miring menanggapi laporan Adi.


"Biarkan saja, aku bukan tipe penggila harta. Bahkan tanpa perusahaan ini pun, aku mampu menghidupi Rania sampai tujuh belas turunan," ucap Shaka datar.


"Tujuh turunan maksudnya, Tuan," Adi membenarkan perkataan Tuannya yang sedikit melenceng.


"Tujuh belas turunan pun aku masih mampu. Jangan banyak protes kamu, Di," decak Shaka sebal.

__ADS_1


"Maaf, Tuan," Adi membungkukkan badannya hormat.


"Aku akan lihat, sejauh mana Papa dan Mama bertindak. Sebesar apa rasa sayang dan peduli mereka terhadap anak semata wayang ini," ucap Shaka dingin.


"Baik, Tuan. Kalau begitu, saya pamit undur diri. Dua puluh menit lagi, kita akan bertemu klien dari Amerika Serikat. Persiapkan diri dan kendalikan emosi Anda." Adi menunduk hormat, lalu segera berlalu meninggalkan Tuannya yang sedang terlihat jelas di mata Adi gurat kekecewaan dan kesedihan yang tersirat di wajah Shaka.


Setelah kepergian Adi, Shaka meraup wajahnya kasar. Tak habis pikir dengan kedua orang tuanya yang begitu tega ingin menghancurkan rumah tangganya. Cairan kristal bening itu berkumpul ramai di pelupuk mata. Jika sampai ia berkedip, maka mereka akan bahagia karena dapat meluncur dengan bebasnya. Oleh karena itu, Shaka mendongakkan wajahnya agar mereka tidak tumpah dan kembali surut ke dalam telaga sana.


"Sayang, kamu sedang apa di sana? Aku merindukanmu," gumam Shaka lirih, sambil mengelus foto Rania yang ia jadikan foto wallpaper di layar ponselnya.


**


Sesampainya di tempat tujuan, Aina disambut hangat oleh salah seorang pelayan kafe tersebut.


"Selamat datang di AyBak Kafe, ada yang bisa kami bantu?" tanya wanita itu ramah.

__ADS_1


"Saya pesan jamur saus tiram, ayam bakar madu, sambal tomat, minumnya air putih hangat saja," jawab Aina tersenyum manis.


"Baik, Nona. Kebetulan di sini sedang ada promo gratis dessert dengan syarat minimal pembelian 200 ribu, apakah Nona berminat dengan promo kami? Total tagihan Anda untuk pemesanan kali ini sudah mencapai 145 ribu," kata pelayan itu ramah.


"Boleh. Saya nambah nasi kotak lauk ikan bakar pedas merah lima, ya?" Aina ingat dengan teman-temannya yang kebetulan saat ini sedang berjaga di rumah sakit. Mereka tentu belum bisa makan siang karena harus bergantian dengan yang lain.


"Baik, Nona. Selamat, Nona mendapatkan dessert gratis dan silahkan ditunggu pesanannya datang. Serta selamat beristirahat, saya permisi."


Setelah kepergian pelayan tersebut, Aina menghela nafasnya kasar kala mengingat ancaman demi ancaman yang setiap hari menjadi teror setiap detiknya. Tuan Harsa mengancam akan menindak pidana Ayahnya dengan tuduhan kasus penipuan jika dirinya tak kunjung mendapatkan Shaka untuk menjadi suaminya.


Akan tetapi, sebuah pandangan berhasil mencuri perhatiannya kala ia melihat wanita yang menjadi istri pujaan hatinya tengah masuk ke dalam kafe bersama seorang laki-laki.


"Bukankah itu Rania? Siapa laki-laki yang sedang bersamanya? Mesra sekali," gumam Aina bingung. Sejenak, ada rasa bahagia yang menyelimuti hatinya jika dugaannya benar adanya. Ia meraih ponsel yang berada di dalam tasnya, lalu mengambil beberapa gambar untuk ia jadikan bukti.


"Kali ini, Shaka pasti akan menceraikan kamu, Rania." seringai tipis muncul di bibir dokter cantik itu.

__ADS_1


Egois? Tidak, ia hanya korban yang diancam untuk menikah dengan laki-laki yang ia cintai, meski sudah beristri.


Egois yang menguntungkan diri.


__ADS_2