
Tiga jam sebelum kejadian luknut Shaka dan Airin.
Saat itu, Shaka baru saja pulang dari perusahaannya. Iseng, dia melewati jalan yang menuju arah rumah Rania. Kebetulan jalan tersebut satu arah dengan apartemen Shaka.
Shaka yang iseng itu mengintai rumah Rania, hingga perempuan yang dia tunggu keluar dari rumahnya.
Senyum itu terbit kala melihat perempuan cantik keluar dari rumah tersebut sambil menggendong kelinci putih bersih yang tak asing baginya.
Melihat Rania keluar mengendarai motor kesayangannya, Shaka pun mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan Rania.
Hingga tiba di perempatan jalan, Rania mengalami kecelakaan kecil karena terkejut dengan mobil yang menyalipnya.
Sebenarnya, saat itu Shaka sudah bersiap menolong Rania. Tapi saat dia melihat sosok laki-laki keluar dari mobil yang menyalip Rania tadi, Shaka mengurungkan niatnya.
Shaka bahkan menyaksikan adegan ketika laki-laki itu menolong Rania dan bahkan setelah Rania pergi, laki-laki itu menunjukkan ketertarikannya terhadap Rania.
Gigi Shaka bergemeletuk karena menahan rasa cemburu. Sampai Shaka mengemudikan mobilnya di atas rata-rata untuk melampiaskan kecemburuannya.
Setibanya di apartemen, ternyata Airin sudah menunggunya di depan pintu dengan membawa minuman beralkohol.
Shaka menganggap ini momen yang pas untuk meluapkan segala emosinya. Dan dengan kecerobohannya, Shaka menerima minuman yang sudah dicampur obat perangsang dosis rendah itu tanpa rasa curiga sedikitpun.
Dan terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi. Meski belum sempat terjadi aksi penanaman kecebong, tapi diduga tersangka perempuan mengalami frustasi, karena hasrat tak tersalurkan.
...----------------...
Kembali ke Shaka dan Rania.
Karena hasrat yang tak tertahan itu, Shaka ******* bibir Rania secara paksa. Rania memberontak pun sudah tak dihiraukan. Dengan kasar Shaka mencumbu bibir tipis itu hingga mengeluarkan darah.
__ADS_1
Rania hanya mampu meneteskan air mata, sebagai pelampiasan rasa sesak yang menekan dada. Tenaganya sudah terkuras habis lemah tak berdaya karena kecelakaan yang dialaminya dan keterkejutannya melihat adegan tak senonoh itu.
"Maafkan aku, Nia. Kali ini, izinkan aku melakukannya. Aku, aku sudah tak tahan," bisik Shaka kepada Rania yang posisinya berada di bawahnya. Wajahnya memerah karena terbakar gairah.
"Tolong, jangan sentuh aku. Kita belum halal, Kak," isak Rania. Bibirnya yang sudah bengkak itu membuat suaranya tidak terlalu jelas.
"Kali ini saja. Selamatkan aku," ucap Shaka dengan tatapan memohon. "Aku mencintaimu, Nia," ucap Shaka dengan nafas yang memburu.
"Sadarlah, Kak. Aku akan sangat membencimu jika kamu sampai melakukannya," ancam Rania.
Namun, Shaka yang sedang dibakar gairah itu tak menghiraukan ucapan Rania sama sekali. Dia terus menjelajahi tubuh Rania dari leher hingga ke dada. Bahkan, kini kemeja yang Rania pakai sudah tak berbentuk lantaran kancingnya yang sudah berwisata ke tempat lain.
Seluruh tubuh bagian atas Rania sudah penuh dengan luka gigitan dan jejak-jejak kemerahan.
Rania hanya terdiam dengan tatapan kosong dan wajah yang sudah penuh dengan air mata.
Dan akhirnya, mahkota yang paling berharga itu telah lenyap, dirampas oleh orang yang dia sebut sebagai kakak ipar. Hubungan terlarang dan berdosa besar itu telah mereka lakukan hanya demi nafsu bej*t sesaat.
Pukul 11 malam.
Shaka baru saja terbangun dari tidur lelapnya. Dia kembali mengecupi pundak mulus Rania dengan lembut. Shaka menghirup aroma Rania dalam. Aroma khas Rania yang membuatnya candu dan tergila-gila itu berhasil dia miliki seutuhnya, meski dengan cara yang salah.
Namun, Shaka juga merasakan getaran dan isakan dari tubuh Rania. Shaka semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup punggung Rania berkali-kali.
"Maafkan aku, Sayang," hanya itu yang dapat Shaka ucapkan. Rasa menyesal memang ada, tapi rasa puas lebih dominan.
"Kamu jahat, Kak. Aku bahkan merasa jijik dengan diriku sendiri," lirih Rania.
"Maafkan aku," Shaka menarik rubuh Rania agar berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, mencintai semua yang ada dalam dirimu. Lebih dan kurangnya kamu, baik dan buruknya kamu. Aku bahkan sudah melabuhkan hatiku mantap bersamamu," ucap Shaka mengecup kening Rania dalam.
"Bukan masalah cinta, tapi masalahnya kamu yang sudah melakukan perbuatan bej*t terhadapku," balas Rania hampir tanpa suara karena lemah dan lemas yang mendera.
"Aku akan segera menikahimu, Nia,"
"Lalu menurutmu, aku harus menerima lamaran kamu, begitu? Belum apa-apa saja kamu sudah menyiksaku, sudah mengecewakan aku, bagaimana nantinya, Kak?" tanya Rania sengit.
"Tentu kamu harus menerimaku. Karena, aku yang telah membuat luka dalam dirimu, maka aku juga yang harus mengobati luka itu. Aku bukan laki-laki pengecut yang sudah enak langsung pergi. Aku akan mempertanggung jawabkan segalanya. Aku akan berbicara kepada orang tuaku mengenai hal ini dan setelah semua selesai, kita langsung menikah. Apapun itu alasannya, kamu harus menjadi istriku,"
Rania semakin terisak di dada bidang Shaka.
"Kamu jahat, Kak. Aku tidak menginginkan hal ini terjadi, huhuhu ..." tangisan Rania pun pecah saat itu juga.
"Aku mencintaimu sebelum Morgan mengenalmu. Aku yang selalu ada di sampingmu saat kamu terluka. Maka, izinkan aku untuk memilikimu seutuhnya dan melindungimu setiap waktu. Serta mempertanggung jawabkan apa yang sudah aku perbuat terhadapmu," ucap Shaka mantap.
Rania gundah antara iya dan tidak. Dan inilah jawaban Rania.
"Aku terima, Kak. Tunggu sampai masa iddah ku selesai. Tapi jangan senang dulu. Karena aku menerima lamaran mu itu demi sel yang kamu tanam di rahimku. Jika dia menjadi janin, maka pernikahan kita akan terus berlanjut. Jika dalam waktu satu bulan dia tidak hadir alias gagal, ceraikan aku," ucap Rania setelah bergulat dengan segala pemikiran.
"Dan untuk itu, aku mau kita nikah secara agama saja," setelah mengucapkan itu, Rania langsung memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya.
Shaka tersenyum kecut.
"Itu pun aku sudah sangat berterima kasih, Sayang," bisik Shaka sambil mengeratkan pelukannya.
"Semoga kamu segera hadir di sini, S Junior," ucap Shaka dalam hati.
Hai, masih kuat nggak nih puasanya? 😊
__ADS_1
o iya, kasih like dan hadiahnya dong biar author makin semangat nulisnya 🥰