Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
Cinta Yang Sebenarnya Aina


__ADS_3

Matahari semakin terik menandakan hari beranjak siang. Saat ini Rania sedang mengecek laporan beberapa hari lalu yang tak sempat dia cek. Ditemani Shaka di sisinya, Rania duduk di sofa ruang kerjanya.


"Sayang, sudahi dulu pekerjaanmu. Kamu harus makan siang," Shaka mengelus puncak kepala Rania yang berbalut hijab warna peach.


"Dikit lagi selesai, Kak. Jangan cerewet, deh." Shaka mengatupkan bibirnya rapat mendengar jawaban istrinya.


Di lantai bawah, Nova sedang melayani para pengunjung. Dan di lantai atas, Fatma mengecek pekerjaan para karyawan. Karena perut keroncongan, Fatma beralih menatap ruang kerja Rania yang sekaligus adalah kamar mereka bertiga. Ia mendengus kesal lantaran sepasang pengantin baru itu tak kunjung keluar dari kamar.


"Lagi ngapain sih, kalian?" gumam Fatma bersungut, sambil berjalan menuju tempat anak-anak bermain.


"Anak-anak, kalian makan dulu. Jangan banyak bermain, ntar capek!" seru Fatma kepada anak-anak itu.


"Iya, Kak." sahut kelima anak itu kompak, dan langsung mengambil jatah makan mereka yang sudah dibeli oleh salah satu pegawai konveksi.


Beberapa saat kemudian, Nova menyusul Fatma ke lantai atas.


"Fat, aku lapar," rengek Nova sambil menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Ya sudah, kita tinggal saja pasangan bucin itu. Biar cepet jadi dede nya." Fatma pun langsung menggandeng lengan Nova dan menariknya keluar butik.


Di dalam ruang kerja itu, Rania masih fokus dengan laptop di depannya. Hingga akhirnya, Shaka merebut lap top tersebut dan menatap istrinya tajam.


Sadar akan tatapan itu, Rania pun langsung melompat ke pangkuan Shaka.


"Iya, maafin aku. Kita makan sekarang, oke," ucap Rania lembut, dan tak lupa kecupan lembut di hidup suaminya.


"Tolong, jangan lupakan kondisi kesehatan kamu. Kita sedang proses berkembang biak, Sayang," bisik Shaka sambil menelusupkan wajahnya di balik hijab pashmina milik Rania. Ia menciumi leher Rania, sesekali menyesap hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.


"Bukan bakteri, tapi bidadari. Sudah, kita cari makan sekarang. Sekalian, pulang ke rumah Mama Irene saja, ya," mendengar itu, Rania mengembangkan senyum lebarnya membuat Shaka gemas.


"Terimakasih, Suami ..." Rania memeluk leher Shaka. Dalam hati, Rania begitu bersyukur mendapat suami yang begitu mencintainya, mengerti akan keadaannya, dan menerima kekurangannya.


"Jangan banyak berterima kasih, Sayang. Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai suami untuk mengayomi dan membahagiakan istri."


**

__ADS_1


Sedangkan di rumah kontrakan Airin, wanita berusia 23 tahun itu sedang berusaha mencari cara untuk merebut Shaka dari Rania. Bukan karena cinta, melainkan demi uang untuk menyambung hidupnya, tanpa susah-susah kerja.


"Uangku tinggal sedikit lagi, aku nggak mungkin minta bantuan orang lain. Mana sanggup aku bayar mereka. Dengan jebakan obat perangsang saja tidak mempan." gumam Airin sambil menggigit ujung kuku jari telunjuknya.


**


Di rumah sakit Bina Medika, Aina pun tak kalah dengan Airin. Namun kali ini karena cinta yang mendera. Apapun yang Aina lakukan, tak pernah lepas dari bayang-bayang si pria tampan Shaka. Berada di samping Shaka sejak di bangku SMP, membuat Aina tak mudah melupakan Shaka begitu saja.


Hanya saja, Aina pandai menyembunyikan perasaannya. Pura-pura kuat padahal rapuh. Karena baginya, mau bagaimanapun ia mengejar seorang Shaka, tak mungkin mampu ia gapai. Shaka telah memilih wanita sebagai pendamping hidup.


Nahasnya, bukan ia yang sudah lama menemani Shaka yang terpilih. Justru wanita yang baru berapa bulan dikenal, yang menjadi istri tercintanya.


"Cinta itu lucu. Kadang kita hanya disuruh menjaga jodoh orang untuk tetap baik-baik saja. Sedangkan mereka tidak akan pernah tahu bahwa kita terluka. Rencana Tuhan siapa yang tahu?" gumam Aina lirih sambil mengusap air matanya yang dengan bebasnya meluncur ke pipi tembem Aina.


"Dari peristiwa ini, aku semakin memahami bahwa aku tak boleh terlalu mencintai manusia. Tuhan akan marah, dan justru malah menjauhkan aku dari orang terlalu aku cintai." pungkas Aina dan setelah itu, ia segera menuju IGD lantaran ada pasien korban kecelakaan.


Ada yang kangen aku nggak ya? 😆

__ADS_1


__ADS_2