Lelah Mencintaimu

Lelah Mencintaimu
tragedi (1)


__ADS_3

Satu jam kemudian,Rania dan Shaka telah sampai di restauran yang dituju.Suasananya cukup nyaman karena bernuansa alam.Lantai terbuat dari kaca dan di bawah kaca itu terdapat kolam ikan yang berpenghuni berbagai macam ikan.Tempat duduk pun disediakan dengan dua pilihan,lesehan yang beralaskan karpet anyaman dan ada juga kursi yang terbuat dari anyaman rotan.


Sedangkan Shaka membebaskan Rania memilih tempat duduk mereka,dan Rania memilih untuk duduk lesehan.


"Pilihlah makanan yang kamu sukai" perintah Shaka kepada Rania karena kini seorang waiters tengah menunggu.


"Saya pilih ayam bakar sambal matah sayurnya cah kangkung dan minumnya lemon tea saja ya Mbak" ucap Rania sembari tersenyum manis kepada sang waiters.


"Saya disamakan saja" ucap Shaka datar.


"Baik mohon sabar menunggu ya Mas dan Mbak" ucap waiters tersebut kemudian pamit undur diri.


"Bapak doyan cah kangkung juga?" tanya Rania,tangannya bersedekap di atas meja.


"Lumayan" jawab Shaka dengan ekspresi kebanggaannya.Sedangkan Rania hanya menjawab Oh saja.


"Apa kamu benar mencintai Morgan,adikku?" tanya Shaka tiba-tiba.


"Saya nggak tahu apa yang dinamakan cinta.Karena sejauh ini saya belum pernah merasakan yang namanya cinta." Rania mengatakan itu sembari menikmati pemandangan di bawahnya.


"Lalu apa yang kamu rasakan ketika berada di dekat adikku?" tanya Shaka dengan gaya mengintimidasi.


"Nyaman,itu saja" Rania masih setia memanjakan mata bermanik hitamnya itu dengan melihat ikan-ikan yang sedang berlarian.


"Dari dulu,saya tidak pernah merasakan kenyamanan,baik di rumah maupun di sekolah hingga saya masuk kuliah pun rasanya masih sama."Rania mendongakkan wajahnya dan tersenyum lembut kepada pria di depannya.


"Memang apa yang kamu rasakan waktu itu?" Shaka semakin dibuat bingung oleh cerita Rania.


"Takut dan tertekan"jawab Rania sendu.

__ADS_1


"Dari saya kecil sampai sekarang,baru dua bulan saya merasakan kehangatan keluarga"


"Why??" belum sempat Rania menjawab,pesanan mereka datang.Merekapun menjeda obrolan mereka untuk menikmati hidangan yang tersaji.


Di belakang mereka,ternyata ada Max yang sedang menatap mereka tajam.Max melaporkan pertemuan Shaka dan Rania ini kepada Nova.Dan Max pun telah menyusun rencana untuk menjebak mereka.


Sebenarnya Max ditugaskan untuk membuntuti Morgan,namun karena Morgan tidak keluar rumah maka Nova menyuruh Max untuk membuntuti Rania dan sampailah Max di restauran ini.


"Saya sudah melaksanakan tugas dengan sempurna,Nona" ucap Max kepada Nova melalui telepon yang terhubung.


Di sisi lain,Morgan tengah menanti balasan pesan dari Rania.Pria itu mengatakan bahwa dirinya akan melamarnya malam ini karena Papanya telah merestuinya.Loh kok bisa?


Flashback


Di perusahan HPD Corp,Morgan datang menemui Papanya.Karena dia menyerah untuk membujur Mama Marsya,akhirnya Morgan menyusun strategi lagi untuk membujuk Tuan Harsa.Dan di sinilah rayuan itu berlangsung.


"Kau sedang meminta restu atau sedang promosi partai Nak?" tuan Harsa tergelak hingga matanya mengeluarkan cairan bening.


"Aku serius Pa,tolong restui aku.Aku butuh imun booster sebagai penyemangatku bertempur di medan perang nanti" Morgan mendesah frustasi.


"Pertanyaannya,kalau Papa merestuimu dan kalian menikah,terus kamu meneruskan pendidikanmu,nafkah istrimu siapa yang akan menanggung?" tanya Tuan Harsa masih dengan sisa-sisa tawanya.


"Aku akan belajar sambil bekerja Pa,aku sudah mendapat lowongan pekerjaan di sekitar kampusku"


"Kerja apa?"


"Temanku memiliki sebuah coffee shop dan aku akan bekerja sebagai barista di sana! aku yakin gajiku cukup untuk memenuhi kebutuhan istriku nanti" ucap Morgan antusias.


Tuan Harsa terdiam cukup lama,putranya ini memiliki semangat perjuangan tinggi hanya demi seorang perempuan.Benar kata Shaka jika dia tidak memberi restu kepada Morgan yang sedang kasmaran ini,bagaimana keadaannya nanti?

__ADS_1


"Baik,Papa restui.Dengan syarat,jika selama satu tahun kamu tidak menyelesaikan pendidikanmu,maka kamu Papa coret dari daftar ahli waris.Dalam artian,Perusahaan ini akan menjadi milik kakakmu,mengerti?"


"Sungguh Pa!!" saking semangatnya,Morgan langsung memeluk Papanya erat.


"Kalau kamu memeluk Papa seperti ini,Papa tidak jadi merestuimu saja!" ucap Tuan Harsa dengan nafas tersengal.


Morgan yang mendengar itu langsung mengurai pelukannya.Dia tersenyum bangga,raut wajahnya berbinar penuh kebahagiaan.


Flashback end.


Morgan menghembuskan nafasnya kasar.


"Kenapa telponku tidak kamu jawab Ran?pesanku juga tak kau balas!" Morgan mendesis


ting.. (satu pesan masuk)


Nova : Lihat apa yang aku kirimkan?


Morgan mengerutkan alisnya.Namun tiba-tiba sebuah foto berhasil memporak porandakan hatinya yang tengah berbunga karena mendapat restu.


Shaka dan Rania tengah berpelukan di sebuah restauran.Dan mereka terlihat begitu menikmati.


Morgan : Maksudmu apa Nov?bukankah sebuah foto bisa di edit?


Nova : Mari kita bertemu di hotel Santika dan kau akan melihat yang sebenarnya.


Morgan meremas ponselnya,pikirannya terbagi. Antara percaya dan tidak percaya.Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui Nova di hotel tersebut.


Simak kelanjutannya dan mohon dukungannya ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2