
Malam yang ditunggu pun tiba. Shaka baru saja selesai membersihkan tubuhnya hingga aroma shampo menyeruak, menggelitik seorang wanita yang sedang fokus menatap layar laptop di pangkuannya.
"Sayang, lagi ngapain?" tanya Shaka dengan suara yang sengaja dibuat seksi.
"Lagi pup di toilet, Sayang," jawab Rania ketus.
"Hahaha ...ternyata selain pandai mendesign, kamu pandai ngelawak juga, ya? Orang lagi fokus sama laptop gitu," Shaka sampai menitikkan air matanya karena tertawa kencang.
"Udah tahu kenapa nanya, Kak?" Rania mendesah berat.
"Hehehe ...basa basi sama istri tu baik untuk kesehatan loh, Yang,"
"Apanya yang baik untuk kesehatan, Kak? Upil?" Rania mendelik tajam.
"Olahraga ranjang lah, Ni. Apalagi coba yang spesial buat pengantin baru?" Shaka mengerlingkan matanya genit.
Dalam hati Rania menjerit menahan tawa mendengar ocehan suaminya. Tapi gengsi melarang Rania yang sedang menguji kesabaran Shaka.
"Kalau mau ketawa, keluarin aja. Jangan ditahan, nanti pipis di celana," Shaka merebahkan tubuhnya di samping Rania sambil mengusel paha Rania dengan wajahnya.
"Ihh, geli Kak," Rania tidak bisa menahan tawanya lagi. Ia meletakkan laptopnya dan membalas perbuatan jahil Shaka.
Akhirnya, hukuman tidur di luar tidak berlaku untuk Shaka yang pandai merayu.
"Aku mencintaimu, Sayang," Shaka mengecup kening Rania setelah puas menggelitik perut Rania hingga si pemilik pasrah dan memohon ampun.
__ADS_1
"Aku tahu, Kak," sahut Rania tersenyum tanpa membalas pernyataan cinta suaminya.
Shaka menelan pil kekecewaan lagi karena ungkapan cinta yang tak terbalaskan.
"Sekarang boleh, ya? Biar Shaka Kecil cepat hadir di tengah rumah tangga kita. Kita pasti semakin bahagia akan kehadirannya," bisik Shaka tanpa menunggu persetujuan. Karena kini, tangannya sudah berwisata ke puncak Sumbing dan Sindoro.
"Tapi jangan robek baju aku lagi, ya?" Rania mulai bergerak di luar batas, tubuhnya yang panas karena sentuhan Shaka membuatnya tak dapat berpikir jernih.
"Tentu, Sayang. Paling aku robek yang di sini," Shaka mencolek sebuah pulau berhutan rimba.
"Kakak!" Rania memekik karena terkejut dengan aksi Shaka.
"Panggil aku Sayang, Rania," ucap Shaka. Nafasnya kian memburu pertanda gairahnya yang sudah mulai terpacu.
"Sayang,"
"Sayang, aku ...mencintaimu," racau Rania merasa nikmat luar biasa ketika jari-jari Shaka mulai menari liar ke dalam gua tersembunyi itu.
"Katakan sekali lagi, Sayang. Katakan sekali lagi!" seru Shaka dengan wajah berbinar.
"Aku ...mencintaimu ...Kak," ucap Rania dengan nafas semakin memburu, merasakan sesuatu yang hampir meledak.
Dan pada malam dingin berhias rintikan hujan itu, kedua insan yang sedang dimabuk gairah itu saling memadu kasih melalui sentuhan demi sentuhan intim yang telah bersertifikat halal. Berharap, akan segera hadir malaikat kecil yang akan semakin menumbuhkan kebahagiaan di tengah rumah tangga mereka.
Sedang di sisi lain, Aslan mulai gelisah setiap mengingat kejadian kemarin.
__ADS_1
Saat itu, Aslan tengah fokus mengajari Luna dan teman-temannya membuat perahu dari sabut kelapa dan bunga pohon pinus. Selain diminati, hasil kerajinan anak-anak malang ini juga bernilai tinggi.
Oleh karena itu, Aslan selalu mencari ide-ide baru untuk membuat pernak-pernik dari hasil alam.
Ketika Aslan beranjak menuju toilet, tiba-tiba sekilas ia melihat patung manekin yang hampir roboh menimpa Nova yang kebetulan sedang asyik bermain ponsel di bawah patung itu.
Dengan langkah seribu, Aslan berhasil menangkap patung itu hingga tidak menyentuh Nova sedikitpun.
Terkejut, Nova langsung bersembunyi di belakang tubuh Aslan. Bahkan Nova merapatkan tubuhnya ke tubuh Aslan.
Tubuh yang sudah lama tidak mendapat sentuhan itu langsung menegang merasakan dua benda kenyal menempel di tubuhnya.
Kejadian itulah yang membuat Aslan tidak dapat berpikir jernih. Apalagi, setelah putus dengan Fiva. Membuat Aslan haus akan sentuhan seorang wanita.
"Kenapa aku jadi terus memikirkan dia? Gila. Dia itu tak lebih dari seorang perempuan murahan, Aslan. Stop berpikir tentang dia, sialan." gumam Aslan sambil menepuk pelan kepalanya, berharap bayangan perempuan itu segera enyah dari otaknya.
Hai para pembaca setiaku๐
Maaf ya, belakangan ini aku selalu lemot update.
Aku sedang mendapat musibah.
Tiga hari aku kehilangan tiga saudaraku dengan penyakit yang berbeda-beda.
Aku ...mengsedih ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Belum ada sepuluh bulan ibuku pergi, sekarang tiga hari tiga orang sekaligus aku kehilangan mereka ๐ญ๐ญ
Maaf ya, jadi curhat nih sama kalian ๐ญ