![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Lug telah menceritakan semua rencananya kepada Nagisa dan Raini. Sehari setelah itu, mereka bertiga segera menuju ke desa Nedhen untuk bertemu dengan kedua orang tua Lug.
Sesampainya di desa, semua orang benar-benar terkejut dan tercengang dengan kedatangan Lug yang mengenakan pakaian yang sangat mewah dan elegan. Bukan karena pakaiannya, namun dikarenakan rumor yang beredar bahwa Lug telah meninggal akibat insiden beberapa tahun yang lalu. Tapi kenyataannya, mereka sekarang melihat seorang Lug yang terlihat jauh lebih dewasa. Lelaki itu membawa dua orang gadis ke desa tersebut dan mengenakan pakaian mewah laksana bangsawan yang semakin membuat semua orang tercengan.
Di sepanjang jalan, semua orang bertanya-tanya apakah Lug yang mereka lihat itu adalah Lug yang sebenarnya.
Sesampainya di rumah orang tuanya, Lug langsung mengetuk pintunya.
TOK
TOK
TOK
Itu semakin membuat semua orang yang melihatnya yakin bahwa Lug yang mereka lihat sekarang adalah Lug yang sebenarnya.
Tak lama setelah itu, ada seseorang yang membukakan pintunya. Dia adalah Vans, ayahnya Lug. Ketika melihat siapa yang mengetuk pintu, tatapan matanya terpaku, dirinya membatu di tempat, matanya membelalak, dan mulutnya membisu.
"Ayah, lama tak jumpa," sapa Lug dengan senyuman hangat.
Vans tidak merespon sama sekali, dia masih membatu di tempat dan bahkan sepatah kata pun tidak terlontar dari mulutnya. Itu sama sekali tidak mengejutkan bagi Lug, reaksi yang seperti itu memang sangat mudah ditebak. Bahkan Nagisa sampai tersenyum karena sudah menebaknya juga.
"Sayang, siapa yang mengetuk pintu itu?"
Tiba-tiba saja ada suara wanita dari dalam rumah. Dan ketika keluar, dia adalah Nivi yang sepertinya baru selesai memasak karena masih mengenakan celemek.
"Eh?"
Ketika memandang Lug, Nivi langsung terperangah. Tiba-tiba air matanya mengalir, dan dia langsung berlari ke arah anaknya itu. Nivi memeluk Lug tanpa pikir panjang.
Vans pun juga menangis sekarang ini. Dia juga langsung memeluk mereka berdua. "LUG!" teriaknya.
Raini tak menduga bahwa Lug sebenarnya berasal dari desa kumuh dan keluarga yang sangat kecil. Tapi ketika melihat Lug dipeluk oleh ayah dan ibunya ... Itu adalah keharmonisan keluarga yang sesungguhnya, batin Raini terharu.
Nagisa juga terharu melihatnya, dia tersenyum senang dan meneteskan air matanya di saat yang bersamaan.
"Ayah, ibu, mari kita masuk ke dalam terlebih dahulu," ajak Lug.
Tapi pelukan Nivi malah semakin kuat. "Lug, apa benar ini kau?! Apa kau benar-benar kembali?! Apa kau benar-benar Lug- anakku yang kulahirkan dari rahimku ini?!" tanyanya yang masih terus memeluk Lug dengan sangat erat.
Lug sampai tertawa kecil mendengar pertanyaan-pertanyaan itu dari ibunya. "Ibu, apa yang kaumaksud itu? Ini benar-benar aku, Lug Vincent, anak bungsumu. Aku masih hidup sampai sekarang demi kalian ... Sejujurnya kalian harus berterima kasih kepada Nagisa yang telah menyelamatkanku dari tragedi yang mengerikan di kala itu," jelasnya masih dengan senyuman hangat.
__ADS_1
Mendengar jawab dari Lug, Nivi langsung menatap ke arah Nagisa. "Nagisa! Apa maksudmu?!" tanyanya marah-marah, tapi air matanya masih belum berhenti mengalir.
Eh? Tunggu! Apa maksudnya ini?! Batin Lug kebingungan.
Nagisa langsung terkejut, dia bahkan sampai angkat tangan karena tidak mengerti situasi yang sebenarnya.
Lalu Nivi berkata, "Kaubilang kau lah yang membunuh Lug! Kaubilang kau lah yang menyebabkan semua kekacauan ini! Tapi sekarang ... Lug berkata padaku bahwa kau lah yang pantas menerima ucapan terima kasih, apa-apaan ini?!"
Nagisa bernafas lega karena mendengar pertanyaan tersebut. Dia bisa sedikit tersenyum meski pertanyaan yang ditujukan padanya itu sangat mendesak jawabannya.
Lug sekarang juga bisa tersenyum karena mengerti situasinya. "Ah, sekarang kita masuk terlebih dahulu, bu. Aku bisa ceritakan semuanya," ajaknya.
"Baiklah," sahut Nivi setuju.
Ketika mereka semua masuk dan duduk di sofa ruang tamu–sofa adalah salah satu barang termewah yang dimiliki oleh Vans dan Nivi–mereka langsung mengungkapkan semua perasaan yang telah mereka pendam. Nivi tak henti-hentinya mengatakan 'aku rindu padamu, Lug!' dan Vans sendiri hanya bisa berkata 'aku lega kalau kau benar-benar masih hidup hingga bahkan sekarang kau sudah kembali ke sini!' karena semua yang ingin diungkapkannya, telah diungkap oleh istrinya.
"Ayah, ibu, aku punya sesuatu untuk kalian," ucap Lug sembari mengeluarkan sesuatu dari dompet serbaguna miliknya. Benda itu adalah sebuah kantung besar berwarna emas yang ketika dia menjatuhkannya, terdengar suara kepingan koin.
Lug memaparkan, "Di dalamnya terdapat seribu koin emas untuk kalian berdua. Terimalah pemberianku ini."
Vans dan Nivi menggeleng bersamaan.
Nivi menegaskan, "Nak, kami tidak menginginkan uang, kami hany- "
Seketika itu, Nivi tercengang. Bibirnya tersenyum hangat, dan air matanya kembali mengalir di pipinya. "Kau benar-benar anak yang berbakti, Lug," ucapnya sembari memeluk Lug yang duduk di sampingnya. Dia juga mencium dahi anaknya itu dengan penuh rasa kasih sayang dan kerinduan.
Tiba-tiba saja tatapan mata Lug menjadi lebih serius dan ia juga menghembuskan nafas dengan keras. "Ayah, ibu, sejujurnya aku datang ke sini untuk tujuan yang sangat penting," ungkapnya.
Wajah Nagisa juga mulai serius, tapi tetap saja merah merona pada wajahnya itu muncul. Begitupun dengan Raini.
"Apa itu?" tanya Nivi.
"Aku ingin menikahi mereka berdua," jawab Lug sembari menunjuk Nagisa dan Riani bergantian.
"Hah?!"
Nivi bingung mendengarnya, begitupun dengan Vans. Tapi ketika mereka berdua saling bertatapan selama beberapa detik, mereka malah tertawa cekikikan.
"Hahaha- Lug, kau benar-benar mengulang kisah kami berdua ... Kau menikah di usia yang sama dengan kami ketika menikah," ujar Vans. Dia tertawa lagi bersama istrinya.
Tapi mendadak mereka terdiam, mata mereka terbelalak terkejut.
__ADS_1
"MEREKA BERDUA?!!!" tanya Nivi terkejut.
"Benar, bu," jawab Lug. "Jadi begini, aku punya alasan khusus menikahi mereka berdua apalagi di usia semuda ini, tapi kalian berdua juga menikah di usia dua belas tahun? Lupakan! Kalian pasti sudah mendengar dengungan dahsyat pada waktu itu, kan?"
Nivi dan Vans mengangguk.
"Untung saja waktu itu Teressa sedang mampir di sini bersama dengan anaknya, aku berhasil melindungi mereka semua di sini. Jika tidak, bisa-bisa mereka semua akan kehilangan pendengarannya," terang Nivi.
Lug tahu masa lalu ibunya yang mana Nivi sendiri adalah seorang ahli sihir berbakat dari desa Yanruo–desa terdekat yang berada di sebelah selatan desa Nedhen. Sebagai seorang wanita dari anak orang biasa, bisa menguasai empat sihir Empat lingkaran adalah pencapaian yang sangat tinggi. Bahkan ketika kedatangannya di desa Nedhen di saat akan melaksanakan pernikahannya dengan Vans, dirinya disebut-sebut sebagai Wanita Hebat Pelindung Desa dikarenakan pernah ada invasi dari amukan para hewan buas yang serupa dengan tragedi keluarganya Nagisa dan Teressa. Bakatnya itu benar-benar diwariskan kepada Rakt, sementara Lug tidak, tapi semua orang menganggap bahwa bakat yang dimiliki oleh Lug itu mewarisi bakat ibunya. Saking berbakatnya Nivi, Vans sering dipanggil dengan sebutan Penempa Paling Beruntung. Padahal Vans sendiri hanyalah orang biasa, yang membuat Nivi menyukainya adalah sosok lelakinya itu adalah seorang pekerja keras dan sangat lembut dengan wanita, sehingga itu membuatnya berbeda di mata Nivi yang kebanyakan lelaki itu tegas dan keras–tolong jangan berpikir aneh.
Sehingga wajar saja jika Nivi berhasil melindungi Teressa dan anaknya, bukan hal yang mengejutkan lagi.
"Dengungan yang sangat keras itu- akan terlalu banyak jika aku mulai dari itu. Jadi intinya, itu sangat membahayakan seluruh umat manusia ... Bahkan para dewa sekalipun, aku berusaha memperbaikinya dengan kekuatanku," jelas Lug dengan tatapan serius.
"Lug, kau ... "
Nivi tak tahu harus berkata apa. Sementara Vans hanya diam saja, itu karena dia tidak tahu bahaya apa yang akan dilalui oleh anaknya itu.
"Ayah, aku tahu kau pasti tidak mengizinkanku karena situasi ini sangat misterius dan tidak ada yang tahu," ujar Lug yang membaca isi hati ayahnya. "Kuberitahu pada kalian, situasi ini sangat membahayakan seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini. Kiamat akan terjadi, jika aku tidak segera menghentikannya ... Aku tidak bisa melihat semua orang yang pernah kukenal apalagi kalian berdua dan juga diriku sendiri ditelan oleh hancurnya dunia ini."
Lug mulai menangis, dia bukan sedang berakting untuk semakin meyakinkan ayahnya. Tapi dia benar-benar tak ingin apa yang diucapkannya itu terjadi.
"Lug, untuk apa kita melawan takdir?" papar Vans. "Memangnya kau tahu bahwa dunia ini akan segera kiamat seperti apa yang kauucapkan itu?"
Tiba-tiba Lug menggunakan Benang Spiritual dan menghubungkannya dengan ayahnya secara paksa. Dia langsung menatap ke arah langit-langit, pandangannya menembus sampai ke luar angkasa. Vans dapat melihat apa yang dilihat oleh anaknya itu.
"Ayah, kau lihat benda hitam yang sangat kacau di luar sana itu yang berada di antara triliunan bintang yang bersinar sangat terang itu? Itu seperti cairan hitam yang akan menghapus seluruh keberadaan, zat, dan materi apapun yang ada di dunia ini, bahkan semesta ini sekalipun, aku bisa memperbaikinya," jelas Lug.
Vans menelan ludah.
Sementara Lug sedang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya, justru Raini mulai berkenalan dengan Nivi. Nagisa juga menceritakan semuanya tentang sahabatnya itu.
Nivi bertanya pada Nagisa, "Nak, kau tidak keberatan jika Lug menikahi gadis lain selain dirimu?"
Nagisa menggeleng cepat. "Tidak, ibu. Selagi kakak Lug berada di sampingku, meskipun dia mempunya istri seratus sekalipun, aku sama sekali tidak keberatan. Asalkan aku bisa tetap bersama dengan kakak Lug, itu saja," terangnya dengan senyuman manis.
Nivi sedikit sedih melihat sisi Nagisa yang seperti itu, tapi dia hanya bisa memberi saran saja. "Dan kau, nak? Namamu Raini, bukan?" tanyanya.
Raini merasa gugup untuk menjawab pertanyaan dari ibunya Lug. "I-iya," jawabnya. Ekspresinya yang jengah itu, wajahnya yang memerah itu, benar-benar membuat Raini terlihat lebih imut dan manis.
Hati Nivi sampai luluh ketika melihat wajah Raini. "AAAAAHHH!!! KENAPA LUG SELALU MEMBAWA SEORANG GADIS CANTIK NAN IMUT SEPERTI INI?!!!" teriaknya senang. Dia sampai mencubit-cubit pipinya Raini hingga menariknya ke atas dan ke bawah berkali-kali.
__ADS_1
Eeee ... Sejujurnya, aku merasa ibunya Lug ini masih sangat muda saja- apalagi wajahnya yang masih terlihat muda dan sangat cantik. Dia bersikap kekanak-kanakan dan menyenangkan sekali. Aku akan sangat senang jika calon mertuaku seperti ini, gumam Raini senang di dalam hati.
Bersambung!!