![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Malam telah tiba. Lug, kedua istrinya, dan Zephyr melihat banyak sekali vampir yang berterbangan di atas mereka. Meskipun terbangnya sangat tinggi, tapi tetap saja terlihat begitu mengerikan. Lug memilih tempat untuk sedikit menjauh dari arah barat, yang mana itu cukup dekat dengan tempat para Ranker.
"Jangan lakukan apapun yang menarik perhatian, jangan gunakan sihir yang masif kecuali kita benar-benar sedang terdesak, mengerti?!" tegas Lug berbisik di bawah sebuah pohon besar.
Nagisa, Raini, dan Zephyr mengangguk. Mereka mengerti alasan Lug menegaskan hal tersebut. Selain menarik perhatian para Ranker, kemungkinan besar juga akan menarik perhatian iblis yang lain juga. Apalagi seperti succubus dan incubus, atau elf gelap yang memiliki kecerdasan yang cukup tinggi.
Mereka bergerak sedikit menjauh ke arah timur, tapi tak disangka-sangka ada sebuah pemukiman di dekat mereka.
Lug mengawasi pemukiman itu dari jauh, tapi tak disangka juga bahwa vampir vampir telah menemukannya dan sedang terbang menuju ke arahnya. Dengan cepat Lug mengambil pedang milik Nagisa yang ada di dalam dompet serbagunanya, dia langsung menebas ke arah para vampir.
WUUUSH
Cahaya dari tebasan tersebut memusnahkan puluhan vampir yang berada di arah serangnya.
Ketika Raini melihat pedangnya, dia langsung terperangah. "Senjata sihir ... Kelas apa itu?" gumamnya bertanya-tanya.
Lug menoleh, ia tersenyum ke arah Raini. "Anggap saja kelas misterius, hehe- " sahutnya.
Raini mengangguk, lantas berkata, "Jadi begitu, ya? Harganya pasti sangat tinggi, bisa mencapai puluhan ribu koin emas. Apalagi jika dijual di pelelangan yang sangat terkenal, bisa mencapai ratusan ribu koin emas."
Nagisa menoleh terkejut ke arah Raini. "Apa?! Ratusan ribu?!" serunya.
"Ssssttt!!!"
Tiba-tiba saja Zephyr bersuara. "Kalian ini ... Jangan berisik! Bagaimana kalau kita memancing perhatian penduduk desa itu? Kita tidak tahu makhluk apa yang menghuni desa itu," tegurnya resah karena takut.
Raini ternganga. "Wow, kakak Zephyr ternyata bisa menjadi seperti suamiku, ya?" pujinya.
Zephyr menepuk jidatnya dan menarik wajahnya perlahan ke bawah. Ah, sudahlah!
Lug terkesan melihat sahabatnya itu memiliki pemikiran yang hampir sama dengannya. Memang benar bahwa Raini dan Nagisa terlalu berisik, sehingga Lug harus menegur mereka berdua karena mereka adalah istrinya. Namun Zephyr telah menegur terlebih dahulu dan itu sama sekali tidak menyinggung Lug, justru dia senang.
Jumlah vampir yang berdatangan semakin banyak. Meski begitu, Lug sama sekali tidak kewalahan, justru dia semakin antusias dengan apa yang dilakukannya, sekaligus berhati-hati dalam menyerang agar tidak menimbulkan suara keras.
Raini merasa kasihan dengan Lug. "Sayang, kau tidak seharusnya berjuang sendirian, aku bisa membantumu," ucapnya dengan senyuman tulus.
"Kau sudah menguasainya?" tanya Lug menebak-nebak.
Raini mengangguk. Kini dia menghadap ke arah ratusan vampir yang berterbangan di atas kepalanya. Seakan-akan ada pusaran yang terbentuk oleh kelelawar raksasa di udara. Namun wanita itu tersenyum dan menjentikkan jarinya. "Otoritas Kehampaan, Batas-Batas Kekosongan!"
Terbentuk kubah berwarna hitam, akan tetapi sedikit tembus pandang. Kubah tersebut memang setipis kertas, namun ketika para vampir mendekatinya, mereka musnah dengan sendirinya.
"Waaah ... Ternyata Raini sudah sekuat ini, aku jadi takut," Nagisa memuji sembari melihat kubah hitam yang melindunginya.
"Hehe- te- terima kasih," sahut Raini tergagap sembari mengusap lubang hidungnya dengan jari telunjuknya.
Lug terus memandangi kubah perisai yang diciptakan oleh Raini, dia masih tidak merasa aman meski di dalam kubah tersebut. Lantas Lug bertanya, "Katakan yang sejujurnya, Raini! Berapa lama kubah hitam ini bisa bertahan?"
Raini tersenyum masam seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehe- hanya dua menit," jawabnya.
__ADS_1
Lug mengangguk, seolah tidak masalah dengan durasinya. Lantas matanya kembali menatap ke arah langit-langit, dan tiba-tiba ada guncangan di tanah selama sepersekian detik.
"Apa itu?!" tanya Raini terkejut. Namun bukan hanya dia yang terkejut, semua orang terkejut bahkan termasuk Lug.
Lug menjawab, "Aku lupa memberitahu kalian satu hal tentang vampir. Makhluk itu memiliki tiga wujud, yaitu wujud kelelawar sebagai dasar, wujud Demonoid ketika dia melakukan kanibalisme hingga lebih dari belasan kali, dan terakhir ... Adalah wujud Humanoid, ketika dirinya telah menyempurnakan wujud Demonoid atau memangsa manusia dalam jumlah tertentu." Matanya selalu melihat ke depan meskipun sedang menjelaskan.
"Jadi ... Wujud Humanoid adalah yang terkuat?" tanya Nagisa penasaran dan antusias.
Lug mengangguk dan menjawab, "Benar. Vampir akan memiliki tubuh selayaknya manusia, namun tetap memiliki sayap kelelawar yang panjangnya dua kali lipat dari panjang lengannya. Wujudnya itu sangatlah kuat, sehingga ketika melakukan transformasi, massa di tubuhnya akan meningkat dan dapat mengguncang tanah."
WUUUSH
Kubah hitamnya Raini telah menghilang.
Dan benar saja seperti apa yang dikatakan Lug, ada sesosok vampir berwujud manusia yang ukurannya dua kali lebih besar dari Lug. Banyak sekali otot-otot hitam yang menutupi kulit paha hingga perut bawahnya, dan ada yang yang menutupi sebagian pipinya hingga ke dadanya–namun bagian ini terlihat lebih padat dan solid. Dan taringnya panjang sampai keluar dari mulutnya, serta matanya berwarna putih pucat dengan pupil kucing, namun terlihat otot-otot hitam di sekitar pupilnya yang terkesan semakin menakutkan.
"Heh!" Lug menyeringai, tapi dalam hatinya mengkhawatirkan Nagisa dan yang lainnya. "Kali ini mungkin kita akan memancing perhatian," ujarnya.
Nagisa menelan ludah.
Lantas Lug mengisyaratkan kepada Nagisa dengan kedipan mata dan anggukan kepala. Wanita itu ikut mengangguk, dia memunculkan sumber jiwanya. Menggunakan sinkronisasi sumber jiwa, wujud yang digunakan oleh Nagisa ketika melawan Potter yang dirasuki oleh Pusaran Angin Seribu Lengan kini hendak dipakai. Namun dengan sinkronisasi sumber jiwa juga tidak melupakan resikonya. Sehingga sumber mana Nagisa langsung terkuras banyak dan mengalir darah dari ujung bibirnya.
Meski tidak bisa memanfaatkan kekuatan Nagisa sepenuhnya, tapi Lug sudah merasa bahwa itu cukup.
Vampir berwujud Humanoid itu membentuk pedang dari otot-otot hitam yang melapisi telapak tangannya, seakan seperti tanaman yang tumbuh teramat sangat cepat. Pedangnya terlihat sangat aneh, tapi itu mengerikan sekaligus menjijikkan ketika terputus dengan otot-ototnya.
Yah, vampir Humanoid sepertinya akan menjadi musuh yang menyebalkan, gumam Lug dalam hati. Kini tubuhnya dilapisi oleh cahaya putih terang, telapak tangannya berubah menjadi putih, terdapat dua garis putih yang membelah kedua matanya secara vertikal hingga ke lehernya, dan beberapa rambutnya berubah menjadi putih.
WUUUSH
TRING
Tebasan pedang lelaki itu berhasil ditangkis dengan gerakan sederhana saja–vampirnya hanya mengangkat pedangnya saja. Padahal gerakan Lug berkali-kali lebih cepat dari kecepatan suara.
Suaranya memekikkan telinga, bisa saja penduduk di desa tersebut mendengarnya. Aku masih belum tahu ras apa yang menghuni desa tersebut, batin Lug yang malah terdorong beberapa langkah ke belakang.
"SAYANG!" teriak Raini mencemaskan.
Zephyr merasa adik angkatnya itu benar-benar berlebihan dalam mengucapkan sebutan romantis itu pada Lug.
Vampirnya mengacungkan pedangnya ke arah Lug, meski tatapannya terlihat seperti mata orangalas, tapi itu mengerikan. Mulutnya mulai terbuka dan mengatakan sesuatu, "Kau ... Ma ... Ti!" ucapnya lirih, namun suaranya terdengar sangat serak dan kasar–melebihi auman singa.
Ketika mendengarnya, Lug langsung menoleh ke arah perutnya yang ternyata ada luka yang menggores dari atas pusar hingga bagian tepat di antara leher dan dadanya.
"K-kakak ... "kata Nagisa lirih. Ia tak mampu berteriak karena harus mempertahankan sinkronisasi sumber jiwanya, jika memaksakan dirinya itu untuk meneriaki Lug, konsentrasinya akan semakin memudar.
Tetapi Lug terlihat sedikit santai, meski terluka tapi itu tidak berdarah sedikitpun. Hanya saja ada kulit dan ototnya mulai menghitam dan meluas di sekitar lukanya. "Pikirmu aku akan mati dengan sihir semacam ini? Buka matamu lebar-lebar!" serunya dengan berani.
Zephyr sampai melongo melihat aksi yang dilakukan oleh Lug.
__ADS_1
Dan tiba-tiba saja, luka yang menghitam di perut hingga lehernya itu mulai menghilang dengan cepat secara bertahap, dan hanya menyisakan bekas luka goresan di tubuhnya Lug itu. Dia juga menyeringai sombong ketika melihat vampir di depannya membuka matanya sedikit lebih lebar dan bibirnya juga terbuka sedikit karena terperangah melihat seorang manusia yang selamat dari luka yang diberikannya.
Aku tidak bisa berlama-lama menggunakan sihir bawaan milik Nagisa, dia bisa mati kehabisan mana. Aku harus cepat, tapi sayangnya aku tidak bisa menggunakan Massa Negatif, batin Lug sembari melihat punggung telapak tangannya yang berwarna putih.
WUUUSH
TRIIING
TRIIING
TRIIING
Lug menyerang berkali-kali ke arah vampir Humanoid tersebut, namun kekuatannya belum cukup untuk menghadapinya.
Ketika Lug terdorong menjauh, dia segera kembali melesat. Tapi ketika beberapa langkah, matanya terbelalak terkejut. Hanya saja semuanya telah terlambat.
Vampir Humanoid kini mengubah pedangnya menjadi sebuah kapak. Dia mengangkatnya tinggi-tinggi, lalu menghantamkannya dengan sangat ke tanah.
BLAAARR
Retakan tanahnya mengelilingi makhluk mengerikan tersebut. Dan membuat banyak sekali duri hitam raksasa yang mencuat keluar dari dalam tanah.
"Blerghh!"
Lug dan Nagisa memuntahkan darah secara bersamaan, itu karena lelaki itu terkena satu durinya yang membuat luka parah di dadanya. Selain itu, rahang bawahnya juga tertusuk sampai menembus ke dalam mulutnya, sehingga Lug terlempar jauh dan memuntahkan banyak darah. Dan lagi, semua lukanya menghitam, begitu juga dengan otot-otot di sekitarnya. Tapi semua lukanya yang menghitam itu kembali pulih, hanya saja tetap membekas dan masih mengeluarkan darah.
"Ma ... Ti!" ucap si vampir lagi. Tatapannya tetap sama–tidak berekspresi sama sekali atau datar.
Setelah lukanya yang menghitam pulih sepenuhnya, Lug melepaskan sihir milik Nagisa. Dia menoleh ke arah wanita itu dan tersenyum pucat.
Secara tidak terduga, ada sebuah lingkaran hitam yang terbentuk dari petir hitam yang melingkari Lug di bawahnya. Lingkaran tersebut cukup besar hingga bisa menampung lima vampir Humanoid.
HAHAHA!!! Sial, ini mirip dengan sihir Pemusnahan Massal! Batin Lug resah sembari tersenyum resah.
BRRZZZZTT
"AAAAKKHHHHH!!!"
Lug berteriak sekencang-kencangnya ketika lingkaran hitamnya memancarkan sinar hitam ke langit–bahkan terlihat seperti cahaya suar yang menembus ke awan awan.
"KAKAK LUUUUG!!!/LUUUUG!!!" teriak Nagisa, Raini, dan Zephyr bersamaan.
Ketika sihir hitamnya menghilang, Lug telah jatuh terduduk dengan seluruh kulitnya yang mengelupas dan gosong. Matanya memandang ke langit dan putih semuanya. Dan mulutnya menganga, serta tubuhnya mengeluarkan asap hitam karena terbakar.
Nagisa dan Raini menangis, itu adalah kejadian kedua yang membuat mereka berpikir kehilangan Lug untuk yang kedua kalinya. Mereka sangat marah dengan vampir tersebut, hingga Nagisa menggunakan wujudnya cahayanya kembali seperti yang dilakukannya ketika melawan Potter kala itu. Raini menggunakan sihir Tubuh Kehampaan, Otoritas Kehampaan, dan Mata Kehampaan, jika menggunakan sihir Area Kehampaan, takutnya Nagisa dan Zephyr akan terkena dampak sihirnya karena terlalu dekat dengannya pada saat ini. Dan kini tubuh Raini sepenuhnya berubah menjadi awan hitam kelam yang sangat mengerikan.
Tapi siapa sangka bahwa yang paling marah adalah Zephyr. Tatapan matanya adalah yang paling tajam, meski ekspresi terkejut datar dengan mata terbelalak dan giginya menggertak. Yang lebih mengerikan, kedua lengannya berubah menjadi cahaya solid berwarna biru terang. Selama ini Zephyr sama sekali tidak pernah menggunakan kutukan Kulit Iblis miliknya lebih dari lengannya saja, sekarang bahkan hampir semua wajahnya juga berubah menjadi seperti cahaya solid berwarna biru terang–mata kirinya bersinar sangat terang karena Kulit Iblismya telah mencapainya, sementara mata kanannya tidak.
Mereka bertiga sebenarnya menggunakan wujud yang dilarang oleh Lug apabila di depan orang lain, tetapi kini yang berada di hadapan mereka bukanlah manusia, melainkan iblis.
__ADS_1
Bersambung!!