Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 43 - Lich


__ADS_3

Sesaat setelah memasuki dunia iblis, Lug tidak langsung pergi begitu saja dengan yang lainnya. Zephyr telah mengenakan cincin pemberiannya itu dan mengalami hal yang sama dengan Nagisa. Lelaki itu bisa sedikit menahan rasa sakitnya, dia bahkan sempat tersenyum sesaat ke arah Lug sebelum muntah darah, seakan dia berkata, Lihat ini Lug! Lihatlah! Aku bisa bertahan seperti apa yang kukatakan padamu! Aku tidak takut dengan konsekuensinya!


Lug bisa mendengarnya, dia juga membalas senyuman tersebut dengan senyuman pula. "Kau hebat, Zephyr," pujinya lirih, bahkan dua wanita di sampingnya saja tidak mendengarnya.


Dan setelah menunggu beberapa saat hingga Zephyr pulih sepenuhnya, Lug memberitahukan sesuatu.


"Zephyr, kau pasti sudah mengembangkan Kulit Iblis-mu, bukan? Jangan gunakan itu jika bukan karena kondisi terdesak. Kekuatanmu semakin bertambah kuat seiring berjalannya waktu ketika kau menggunakannya," ucapnya dengan menatap ke arah Zephyr yang sedang mengusap darah di bibirnya.


"Baiklah, aku paham," sahut Zephyr dengan nada yang mantap.


Sekarang Lug menatap ke arah Raini. "Raini, jangan gunakan Tubuh Kehampaan milikmu itu! Kau bisa kehabisan tenaga jika terus menerus menggunakannya! Kau sudah pada tahap di mana sihirmu berevolusi," tegasnya.


Raini mengangguk mantap. "Aku tahu itu, tenang saja. Lagipula aku sudah banyak berlatih bersama dengan Nagisa," sahutnya.


"Tetap saja kau bisa kehabisan tenaga sewaktu-waktu. Aku menyayangimu, jadi jangan buat aku khawatir denganmu," ujar Lug dengan wajah yang semakin serius.


Wajah Raini memerah. "Ah, sayang! Apa kau berusaha menggodaku?"


"Tidak, Raini! Aku ... Aku hanya khawatir saja padamu."


"Iiih ... Apa kau kembali dengan kepribadianmu yang mesum itu?"


"Heh! Sudahlah, hentikan obrolan tidak senonoh ini! Dan sekarang, Nagisa!" Lug menoleh ke arah Nagisa. "Tolong, aku sangat membutuhkan kekuatanmu. Kaulah yang terkuat di antara kita semua di sini, aku saja tidak berani melawanmu langsung. Hemat sumber mana milikmu, jangan sembarang menggunakan transformasi itu, mengerti?!"


Nagisa mengangguk paham. "Mengerti," sahutnya dengan anggukan kepala. Lantas dia mendekati Lug dan tubuh mereka berdua menempel. Mereka berdua saling bertatapan dan Nagisa sedikit mendongak untuk bertukar tatapan. "Untukmu sendiri," suaranya terdengar sangat halus dan sedikit serak–suara Nagisa memang menjadi sedikit serak setelah terus menangisi kehilangan Lug dulunya. "Tolong jangan memaksakan dirimu juga, oke?"


Wajah mereka berdua benar-benar sangat dekat.


Lug menjawab sembari sedikit mengangguk, "Baiklah."


Dan tiba-tiba saja dari belakang Lug ada Raini yang membekapnya dan juga Nagisa, sehingga tubuh mereka menjadi semakin menempel. Dan karena tinggi Lug dan Nagisa sama-sama tinggi dan juga sedang saling bertatapan, itu membuat mereka menjadi saling berciuman karena pelukan Raini yang sangat erat.


*****


Vampir yang memasuki mode Humanoid itu sekarang mulai waspada karena ada tiga sosok manusia yang memiliki wujud mengerikan. Namun ada sebuah senyuman kecil di bibirnya yang terlihat, dia mendekat ke arah Lug dan mengacungkan kapaknya yang telah kembali diubah menjadi sebuah pedang.


Hal itu semakin memicu kemarahan Zephyr, Nagisa, dan Raini.


WUUUSH


BUGH

__ADS_1


Nagisa yang pertama kali bertindak, dia bergerak secepat cahaya dan seketika memukul dagu si vampir ke atas. Dengan ukurannya yang sangat besar dan kekuatannya yang juga besar, dia membuat si vampir terlempar sangat tinggi ke langit.


BRZZZTT


Lesatan Zephyr menimbulkan gesekan terhadap udara di sekitarnya, sehingga gesekan itu menimbulkan petir petir kecil pada udara yang dilewatinya ketika melesat.


Dan tiba-tiba saja Zephyr sudah berada di atas vampir yang melayang. Tangannya mengepal dengan sangat kuat, terdapat petir yang mengalir pada seluruh lengannya dan bersinar sangat terang.


"PUKULAN GELOMBANG KEJUT CAHAYA!!!"


BAAGH


NGUUUUNG


Ketika pukulannya tepat mengenai wajah si vampir, terdapat ledakan cahaya yang sangat terang. Terdengar suara yang sangat keras pada ledakan cahaya tersebut.


BLAAARR


Raini menggunakan manipulasi kekosongan di tempat si vampir akan menghantam tanah. Di sana sudah terdapat kabut hitam kelam yang dengan cepat mengikis seluruh kulit si vampir hingga kabutnya perlahan menghilang.


Si vampir tampak menjerit ketika kulitnya terkikis, tapi tak ada suaranya yang terdengar sedikitpun. Ketika hendak meregenerasi sel-sel kulitnya, tiba-tiba beberapa ototnya ada yang meledak. Itu adalah efek yang diberikan oleh sihir yang digunakan oleh Raini agar si vampir tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Wanita itu benar-benar dendam karena si vampir telah mencelakai suaminya di depan matanya.


Zephyr kini mendorong dirinya di udara dan menghempaskan tubuhnya ke tanah dengan sangat cepat.


BLAAARR


NGUUUUNG


Tapi anehnya, si vampir tak henti-hentinya berusaha meregenerasi tubuhnya. Bahkan ada cairan di tubuhnya yang keluar dan tumbuh membentuk sesuatu–seperti sedang bermutasi.


"Zephyr!" Nagisa memanggil.


Zephyr menoleh, lantas mengangguk. Setelah itu dia langsung melompat pergi.


Nagisa kini melayang di udara, wajahnya menghadap ke depan, namun matanya melirik ke bawah–ke arah si vampir yang tubuhnya kini sudah tak berbentuk akibat hantaman dari pukulannya Zephyr.


Ada beberapa helai rambut Nagisa yang memanjang dan itu mengambil pedangnya yang dibawa oleh Lug. Sekarang pedang itu sudah berada di tangannya.


SRAAAASSH


BLAAARR

__ADS_1


Nagisa langsung menebas ke arah si vampir dan meledak karena terkena cahaya tebasannya. Namun si vampir masih terus berusaha untuk meregenerasi tubuhnya yang sudah hancur tak berbentuk dengan darah hitamnya yang bercucuran ke mana-mana. Kini tubuhnya benar-benar telah terkoyak hingga hampir bukan seperti bentuk Humanoid lagi.


"Kau harus melenyapkannya agar dia benar-benar tak bisa beregenerasi," ucap seseorang yang tiba-tiba berada di belakang Nagisa. Suaranya terdengar serak dan sangat berat.


Nagisa sendiri langsung menoleh ke arahnya. Dia terkejut sampai menangis ketika melihat Lug yang masih hidup. Namun wujud lelaki itu berbeda, di tubuhnya terdapat sisik berwarna hitam kelam yang sangat keras melindungi kulit di tangan dan kakinya. Kuku tangannya menjadi sangat tajam. Terdapat sepasang sayap hitam yang cukup besar di punggungnya dan sangat tebal. Ada juga sisik yang menutupi pipinya. Dan setiap celah sisiknya, terdapat sinar berwarna jingga kemerahan seperti cahaya api. Sekarang pakaiannya telah habis terbakar, jadi seluruh tubuhnya sekarang hanya ditutupi oleh sihir transformasi. Serta pupil matanya menjadi seperti mata kucing dan matanya berwarna merah darah.


Nagisa kini mengecilkan tubuhnya menjadi berukuran normal, namun belum melepaskan transformasinya. Dia langsung memeluk Lug dengan cepat. "Kakak Lug!"


Lug sendiri tersenyum tipis sembari membalas pelukan Nagisa.


Raini terkejut mendengar Nagisa memanggil nama suaminya dan ia langsung menoleh, dan kini sihir Tubuh Kehampaan-nya telah dilepaskan. Matanya terbelalak dan air matanya mulai mengalir di pipinya.


Lug terbang ke bawah dengan perlahan, dan ia juga dikejar oleh Raini. Lantas wanita itu langsung ikut memeluknya di samping kirinya.


"AW!"


Raini mengeluh kesakitan dan mengibaskan tangannya yang memerah dan terluka.


Lug langsung cemas. "Jangan memelukku seperti itu, Raini. Sisik tubuhku ini panas, dan sangat tajam untuk kulit halusmu," ujarnya mengingatkan.


Raini langsung tersenyum haru mendengarnya, wajahnya memerah saat itu juga. "Kau baik-baik saja, sayang?" tanyanya.


Lug mengangguk. "Maafkan aku, tapi kita sudah memancing penduduk desa itu. Dan aku juga harus melenyapkan vampir menjengkelkan ini secepatnya- Nagisa, tolong lepaskan pelukanmu ini," pintanya.


Nagisa bisa memeluknya karena transformasinya itu membuatnya tidak rasa sakit yang ketika Raini memeluk Lug–ketahanannya meningkat drastis.


Ketika Nagisa melepaskannya, Lug langsung berjalan ke arah tubuh si vampir yang telah berantakan. dan ketika menjentikkan jarinya ... Bum! Seketika muncul lingkaran api yang berkobar membakar seluruh tubuh si vampir.


SWOOOOOOOSH


Api itu berwarna merah gelap, dan tiba-tiba saja apinya membumbung tinggi ke langit hingga menembus awan laksana cahaya suar.


Nagisa, Raini, dan Zephyr yang melihatnya benar-benar kagum dengan sihir yang diperlihatkan oleh Lug. Kemudahan mereka bertiga berjalan mendekatinya.


"Maaf, aku akan terus memakai transformasi ini karena sekarang aku telanjang, pakaianku hangus," ucap Lug.


Tapi bisa-bisanya Nagisa dan Raini bercanda pada situasi seperti itu. Mereka malah saling bertatapan dengan mata mesum mereka di hadapan suami mereka, dan Lug sendiri sudah membaca pikiran hati kedua istrinya itu. Zephyr juga melihatnya, sehingga dia sekarang sedang menahan tawanya–terlihat karena dia sekarang menutupi bibirnya yang tersenyum menahan tawa dengan jari-jarinya.


"Jangan bercanda! Makhluk itu sudah datang!" tegas Lug.


Dan benar saja, tiba-tiba ada sesosok tengkorak yang mengenakan pakaian robek robek dan jubah abu-abu lusuh yang menutupi kepalanya. Tubuhnya sedikit lebih besar dari ukuran tubuh Nagisa ketika sedang menggunakan transformasinya. Makhluk itu membawa sebuah tongkat yang di ujungnya, tongkat tersebut seperti akar yang melilit sebuah bola permata putih mengkilat yang ukurannya adalah setengah dari besarnya bola sepak.

__ADS_1


"Lich! Pemukiman desa itu adalah pemukiman para elf gelap yang telah diubahnya menjadi pasukan mayat hidup," terang Lug ketika melihat sesosok tengkorak berjubah yang berdiri di belakang mayat hidup elf gelap.


Bersambung!!


__ADS_2