Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 16 - Monster Mistik dan Blasteran


__ADS_3

Ditampakkan bahwa Peter ditembak oleh Nagisa dengan sihir Cahaya Penembus yang ditumpuk hingga tiga kali, hingga bahkan ditambah dengan sihir yang ada pada pedang sihirnya. Petro melindungi saudaranya dengan sihir pelindungnya, tapi dia tidak optimis pelindungnya bisa menahan serangan semasif itu.


WUUUSH


Angin berhembus kencang, kabut salju mulai datang lagi. Namun samar-samar kabut tersebut memperlihatkan siluet seorang manusia yang rupanya itu adalah Peter.


Dia dapat bertahan hidup karena mendapatkan sedikit penanganan dari Petro. Pusaran Angin Seribu Lengan memberikannya kesadaran saudaranya yang mana ketika Petro tahu saudaranya masih selamat, ia langsung memberinya sihir penyembuhan empat lingkaran.


Dari kejauhan, Empat Topeng dan ketiga rekannya masih belum membuat pergerakan, meskipun sudah siap untuk turun tangan.


"Dia kuat ... Regenerasi Pusaran Angin Seribu Lengan benar-benar sangat cepat," gumam Topeng Merah.


Empat Topeng menimpali, "Salah!"


Topeng Merah terkejut. Apa? Salah? Jadi penyembuhan itu? Batinnya bertanya-tanya.


"Pusaran Angin Seribu Lengan memanfaatkan sihir penyembuhan yang dikuasai oleh Rajutan Bola Emas, lingkaran sihirnya tidak tampak karena makhluk mengerikan itu memanipulasinya," jelas Empat Topeng.


"Regenerasi Pusaran Angin Seribu Lengan sebenarnya cukup cepat, tapi jika itu dibagikan kepada orang yang dirasukinya, maka tubuhnya akan bermutasi dan berakhir meledak karena saking cepatnya," Topeng Hitam menambahi.


Jadi begitu- aku baru tahu, batin Topeng Merah.


"Semua Monster Mistik memiliki regenerasi yang super cepat," Topeng Merah ikut menambahi.


WUUUSH


Kabut salju telah menghilang, memperlihatkan tubuh Peter yang rusak karena sihirnya Nagisa–kerusakannya adalah luka bakar di sekujur tubuhnya, dan itu terlihat sangat mengerikan.


WUUUSH


Peter terbang dengan cepat, melesat ke arah Nagisa.


Gadis itu dengan cepat melarikan diri, pedangnya kembali seperti semula dan ia menebas lagi ke arah Peter. Tapi gadis itu melihat bahwa ada serangan lain yang datang ke arahnya.


Petro mengacungkan jarinya ke arah Nagisa dengan menembakkan sihir Cahaya Penembus berwarna putih–berbeda ketika menggunakan senjata sihirnya, warnanya adalah merah. Dan sihir itu sudah berada dekat sekali dengannya.


BLAAARR

__ADS_1


Nagisa terkena serangan itu secara langsung dan terlempar. Sihirnya itu meledak ketika mengenai bahu kanannya. Gadis itu segera berdiri dan menoleh ke arah serangannya datang, dan ternyata Peter masih terus mengejarnya.


Nagisa kembali membuat pedangnya terbelah menjadi dua bagian. Dan itu tidak seperti sebelumnya yang berupa gunting, tapi ini berbentuk busur dengan bagian depannya adalah mutiara sebagai penembak sihirnya. Dengan adanya mana cahaya yang menyambung patahan bilah pedangnya, itu dapat melengkung membuatnya seperti huruf c. Dan dari ujung ke ujung saling ditarik oleh benang cahaya, jadi itu terlihat seperti busur yang sebenarnya.


Tak lama Nagisa langsung mengarahkan mutiaranya ke arah Peter. Di depan mutiaranya terdapat lingkaran sihir. Dengan cepat ia menarik tali cahayanya, dan mutiaranya menembakkan cahaya lurus. Ketika menembus lingkaran sihirnya, muncul tembakan yang lebih banyak–itu adalah sihir Kristal Cahaya.


SHUU


SHUU


SHUU


SHUU


SHUU


Lingkaran sihir itu menembakkan lima Kristal Cahaya dengan garis lurus yang terlihat seperti garis cahaya. Dan pada saat itu juga, jubah Nagisa terlepas dan memperlihatkan armornya yang berwarna perak.


Tembakan tersebut sangatlah mendadak dan cepat, sehingga empat dari lima kristalnya mengenai Peter. Bukan hanya mengenai, ketika itu meledak, masih menembakkan cahaya yang menembus tubuh lelaki itu.


"Gadis itu ... Sangatlah cerdik," ujar Topeng Jingga.


Empat Topeng menoleh padanya. "Tidak masuk akal, aku tidak pernah tahu tentang gadis itu," sahunya. "Dan dari simbol sumber jiwanya- jika dia adalah Ranker baru, maka dia adalah Ranker Perunggu."


Semuanya paham dengan apa yang terjadi.


"Ranker tersembunyi? Tidak mungkin, dan untuk Ranker Perak sepertinya ... Ckck, dia terlihat sangat muda dan imut," ujar Topeng Merah.


Dan kembali pada Nagisa, gadis itu kembali menarik talinya dan tidak memberikan lawannya waktu untuk memulihkan diri.


Akan tetapi dari kejauhan, Petro kembali membuat sihir pelindung yang sama, namun kini bentuknya cembung dan melindungi bagian depannya Peter. Sehingga lelaki itu dapat kembali melesat ke arah lawannya.


Pada saat ini, Nagisa teringin sekali menembakkan sihir Cahaya Penembus yang diperkuat dengan pedangnya seperti sebelumnya. Tapi gadis itu pernah mengingat ucapan Lug yang pernah dikatakan padanya.


Jangan habiskan sumber manamu, jangan sampai tersisa hingga seperempat saja.


Pada saat itu, Lug membelai rambut Nagisa.

__ADS_1


Aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya, aku tahu kau itu siapa, bahkan ibumu, bahkan garis keturunanmu.


Lantas Lug menyebutkan sesuatu. Dan kata terakhirnya membuat Nagisa mengalihkan wajahnya dari Lug, dia langsung merasa takut karena kakak yang disukainya itu mengetahui apa yang disembunyikannya itu.


Hingga Lug memeluk Nagisa, gadis itu menangis sejadi-jadinya. Bahkan berusaha mendorong lelaki itu, namun tangannya seolah kehilangan tenaganya.


Kembali pada waktu yang sebenarnya, Nagisa memasang wajah amarah dan penuh emosi. Air matanya menetes. Dan pada saat itu juga, tiba-tiba muncul garis putih terang yang membelah kedua matanya, garis itu panjangnya hingga ke leher. Dan di lehernya terdapat tiga garis putih yang sama, namun itu melingkari lehernya. Garis putih yang membelah matanya itu hanya menyentuh garis melingkar yang paling atas. Pedang di tangannya juga seolah sangatlah ringan–dia memegangnya hanya dengan tangan kirinya saja. Dan kedua telapak tangannya itu juga memutih hingga setengah lengannya, namun tidak menyentuh sikunya. Telapak tangannya itu sudah tidak lagi berupa tangan biasa, itu berubah menjadi cahaya yang bersinar sangat terang, namun kepadatannya sangatlah solid hingga melebihi tulang manusia biasa.


Maaf kak, aku tidak bisa menahannya. Seharusnya aku bisa lebih kuat lagi tanpa harus menggunakan kekuatan ini, batin Nagisa sedih.


Hingga Peter sudah berada tepat di depan matanya dengan masih membawa sihir perlindungan dari saudaranya. Ketika sihir tersebut mulai memudar, Nagisa mendorong angin di depannya. Tangannya itu berjarak sejengkal dengan sihir perlindungan Petro.


BLAAAM


"AAKHH!!!"


Sihir perlindungan tersebut berubah menjadi gelombang kejut super kuat sebelum itu benar-benar memudar.


Peter terdorong oleh gelombang kejut tersebut hingga terlempar ke arah saudaranya dengan kecepatan yang sangat cepat–lebih cepat dari kecepatan suara.


WUUUSH


Pusaran Angin Seribu Lengan menggunakan kekuatannya, Petro meniup udara dan membuat Peter terhenti ketika sudah berada satu regrit di depannya. Lelaki itu mendarat dengan baik dan tidak terjatuh karena saudarany mengatur anginnya.


Dan sekarang ini, Nagisa tengah menyempurnakan perubahannya. Matanya berubah menjadi putih dan memancarkan cahaya. Rambutnya juga berubah menjadi putih keseluruhan, bahkan itu berubah menjadi seperti helai cahaya putih. Di atas kepalanya terdapat lingkaran seperti gambaran sesosok malaikat, di pergelangan tangannya juga terdapat lingkaran cahaya yang melingkarinya dan berjumlah lima lingkaran yang semakin jauh dari pergelangan, maka lingkarannya akan semakin besar. Lingkaran cahaya itu tidak mempengaruhi perutnya meski itu mengenainya. Dan dia juga bisa terbang tanpa menggunakan sihir ataupun senjata sihirnya, serta tubuhnya membesar hingga lebih dari dua kali ukuran tubuhnya. Semua ini adalah sihir bawaannya.


SHIIIIISSH


Tiba-tiba tanah berubah menjadi berwarna putih dan terus meluas. Itu berbentuk lingkaran dan terus meluas hingga memenuhi kawasan es tersebut. Dan itu berakhir dengan diameter lima puluh regrit. Seluruh kawasan itu, bahkan pepohonan pun ikut memutih.


Empat Topeng dan rekan-rekannya terkejut melihat pohon yang mereka pijaki batangnya, tiba-tiba saja berubah menjadi berwarna putih. Bahkan tubuh mereka juga ikut berubah warna menjadi putih.


Semua yang terjadi itu adalah karena sihir bawaan Nagisa yang kedua, yakni Otoritas Cahaya Agung. Dia memiliki satu lagi sihir bawaan yang hanya membuatnya bisa menguasai sihir dengan atribut cahaya, itu bernama Ahli Sihir Cahaya.


Nagisa merasakan adanya mana yang besar dari samping, ketika itu ia melihat empat sosok manusia. Dan sumber mana yang paling besar adalah yang paling depan. Tatapannya menjadi terpaku pada keempat orang itu, bahkan ia tidak peduli dengan lawan yang ada di depannya. Peter dan Petro juga berubah menjadi putih akibat Otoritas Cahaya Agung.


Empat Topeng tersenyum. "Ini akan jadi menarik, pertarungan antara Monster Mistik dan Blasteran. Tapi sayang ... Kita ketahuan," katanya.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2