Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 14 - Pusaran Angin Seribu Lengan (2)


__ADS_3

Merasa dirinya dan saudaranya terancam, Peter segera memutuskan Benang Spiritualnya. Namun ketika terputus, serabut anginnya Pusaran Angin Seribu Lengan menyambung ulang benang mana tersebut. Peter terus berusaha memotong Benang Spiritualnya, namun itu sudah terlanjur. Kecepatan serabut angin yang mengikatnya jauh lebih cepat dari pemutusan dan memang sudah tersambung semenjak dua bersaudara itu belum menyadarinya.


Tahu bahwa rekannya dalam bahaya, Taring Iblis dan Wajah Berdarah saling bertatapan dan mengangguk seolah sudah merencanakan sesuatu. Mereka berdua melompat menjauh dari Petro agar tidak terjadi sesuatu pada mereka.


Benar saja, Kembar Gila terpengaruh oleh Pusaran Angin Seribu Lengan. Mata mereka berdua memutih dan Monster Mistiknya mengecil sampai menghilang.


Lantas Monster Mistik tersebut muncul kembali di belakang tubuh Kembar Gila dengan ukuran yang lebih kecil.


"Ini akan menjadi jauh lebih berbahaya," ucap Empat Topeng. Dirinya tahu bahwa hal semacam ini pasti akan terjadi, tapi ia tak menyangka bahwa Pusaran Angin Seribu Lengan akan merasuki tubuh Kembar Gila yang mana hubungan spiritual mereka berdua adalah yang terbaik. Pusaran Angin Seribu Lengan menyukai seseorang yang memiliki hubungan spiritual yang baik–mahir dalam memanipulasi mana dan menggunakan metode Benang Spiritual, serta kompak di dalam kelompok, apalagi memiliki hubungan darah yang dekat sekali seperti mereka yang kembar.


"Tahu tentang Kembar Gila?" tanya Empat Topeng.


Topeng Hitam menjawab, "Mereka punya kemampuan spesial yang dapat menghubungkan sumber jiwa mereka. Rajutan Bola Emas, mempunyai pemahaman terhadap kekuatan dan efektivitas sihir dan mana, membuatnya dapat meningkatkan kekuatan sihir dan hemat dalam penggunaan mana. Sementara Rajutan Bola Perak, memiliki pemahaman terhadap kompleksitas, pengaruh, dan ketahanan sihir dan mana, membuatnya dapat menahan sihir tanpa menggunakan pertahanan dan sangat bagus dalam sihir dukungan. Benang Spiritual membuat mereka saling berbagi kekuatan, membuat diri mereka berdua menjadi lawan terburuk di antara ahli sihir yang juga dapat bertarung jarak dekat."


"Dan lagi," tiba-tiba saja Empat Topeng menimpali. "Ketika mereka berbagi menggunakan Benang Spiritual, yang terbagi hanyalah lima puluh persen saja, sementara ini ... Pusaran Angin Seribu Lengan membuat kekuatan sumber jiwa mereka meningkat hingga tiga kali lipat- mungkin saja jauh lebih tinggi lagi, dan dengan adanya Monster Mistik di dalam tubuh mereka ... Mereka bisa membagi kekuatan mereka hingga sepenuhnya. Dan juga, ditambah dengan kekuatan Pusaran Angin Seribu Lengan, monster mengerikan itu dapat mengontrol puluhan orang tanpa kehilangan kekuatannya sedikitpun."


Setelah mendengar penjelasan tersebut, ke semua kelompok Empat Topeng langsung merasa waspada.


"Kapan kita akan muncul?" tanya Topeng Merah.


Topeng Hitam menjawab, "Tunggu saja aba-aba dari Empat Topeng. Sebelum itu, kita tunggu saja di sini."


Dan benar saja, ketika itu Pusaran Angin Seribu Lengan memanfaatkan sihir bawaan milik Kembar Gila yang dapat menyinkronisasikan sumber jiwa keduanya. Ketika muncul, itu memperlihatkan bahwa terdapat dua bola benang berwarna emas dan perak yang bercahaya terang di atas kepala Peter dan Petro. Kedua bola benang itu saling mengikat satu sama lain dan ketika saling mengikat, terdapat petir dan api yang berputar secara vertikal memutari ikatan kedua bola benang tersebut.


"Sumber jiwa dengan kelangkaan wujud legenda?" gumam Empat Topeng.


Itu terdengar oleh rekan-rekannya.


"Apa? Tunggu, bagaimana bisa?!" seru Topeng Jingga.


"Diamlah!" suruh Empat Topeng agar tidak berbicara terlalu kencang.


Pada saat itu, Topeng Jingga tidak berani membuka mulut sama sekali kecuali jika disuruh untuk berbicara–bahkan membatin pun ia tak berani. Meskipun ia tahu bahwa Empat Topeng adalah Nio.


Lalu pada saat ini Wajah Berdarah mulai menyerang Petro dengan sihir. Ia membentuk lingkaran sihir berwarna merah di depan ujung jari kanannya yang menunjuk ke arah Petro, ukiran pada lingkaran sihirnya keluar dari formasinya dan berputar dengan sangat cepat.


Dia memanipulasi sihir? Batin Empat Topeng.


"Pengkristalan Darah!" seru Wajah Berdarah. Keluar bola-bola merah dari lingkaran sihirnya dan melesat ke arah Petro.


Tunggu, Wajah Berdarah itu seorang gadis? Batin Empat Topeng yang belum mengetahui wajahnya Wajah Berdarah. Selama ini ia dan rekan-rekannya hanya melihat Ranker dari kerajaan Tigerion dari punggungnya saja. Dan setelah mendengar suaranya, Empat Topeng langsung sadar bahwa Wajah Berdarah adalah seorang wanita.

__ADS_1


Sekarang ini Petro memanipulasi senjata sihirnya menjadi sebuah perisai yang dilapisi oleh mana tebal. Sehingga bola-bolanya tidak mengenainya. Namun ada hal lain yang terjadi, yakni bola-bola merah tersebut adalah bola darah yang dengan cepat akan mengkristal dalam hitungan detik. Tembakannya bukan hanya satu, tapi ada puluhan, sehingga membuat hampir seluruh lengan dan kaki Petro mengkristal.


Tetapi Peter dengan cepat terbang mendekat. Menggunakan mata pisaunya, ia menghancurkan kristal yang ada di tubuh saudara kembarnya itu.


WUUUSH


Peter langsung melesat terbang ke arah Wajah Berdarah.


Itu membuat Wajah Berdarah menjadi panik. Siap, mereka benar-benar kuat. Aku sendirian tak mungkin bisa melawan mereka berdua, batin Wajah Berdarah.


Sudah kuduga, orang itu pasti akan panik karena tidak bisa menghadapi Kembar Gila yang sudah dirasuki. Untuk sekarang ini, aku ingin lihat seberapa jauh mereka bisa bertahan, gumam Empat Topeng dalam hati.


SRAAT


Kecepatan Peter tiba-tiba menjadi berkali-kali lebih cepat. Tanpa disadari, serangan dari mata pedangnya telah mematahkan tangan kiri Wajah Berdarah dan memberikan belasan goresan pada dadanya. Serta Peter juga memukulnya hingga membuat Wajah Berdarah terpental.


Kemampuannya yang tiba-tiba meningkat itu adalah ulah saudara kembarnya yang dapat menggunakan sihir dukungan. Ketika itu Petro memberikan sihir tersebut untuk dirinya sendiri. Namun dengan adanya Benang Spiritual dan Pusaran Angin Seribu Lengan, itu membuat sihir dukungan tersebut meningkat berkali-kali lipat dan bisa dibagikan pada Peter tanpa berkurang sedikitpun.


WUUUSH


TING


Taring Iblis melemparkan jarum ke arah Peter, namun Petro membuat saudaranya sadar akan serangan yang melesat. Sehingga Peter dapat dengan mudahnya menangkis serangan Taring Iblis meski kecepatan lemparannya hampir secepat kecepatan suara yang merambat pada udara.


"Tapi kita juga tak bisa lari dari tempat ini, kita membutuhkan umpan agar Kembar Gila itu tidak lagi menyerang kita," sahut Wajah Berdarah.


Lantas Taring Iblis melirik ke arah sekumpulan orang yang pingsan. "Sepertinya mereka adalah Ranker dari kerajaan Jiura- kita gunakan mereka saja untuk menjadi umpan agar kita bisa melarikan diri. Kita coba saja, siapa tahu kita berhasil," paparnya.


Wajah Berdarah ikut melirik ke arah sekumpulan Ranker yang pingsan.


"Baiklah."


Mereka berdua segera melesat ke arah para Ranker yang pingsan di tempat yang tidak terlalu jauh.


Dan dari belakang, terlihat Peter yang mulai mengejar Wajah Berdarah dan Taring Iblis. Matanya benar-benar tertuju dan menargetkan mereka berdua.


Sepertinya mereka berdua ingin menggunakan para Ranker yang pingsan itu sebagai umpan untuk Pusaran Angin Seribu Lengan. Tapi Monster Mistik juga tak sebodoh itu melepaskan mangsanya yang sudah ia jadikan target utama, batin Empat Topeng.


Wajah Berdarah menggunakan sihir Pengkristalan Darah lagi tanpa dimanipulasi. Lingkaran sihirnya menembakkan darah, namun tidak terlalu deras. Peter dapat menghindari serangan tersebut dengan sangat mudah. Tapi itu sedikit memperlambat gerakannya. Dirasa terlalu lambat dalam mengejar, Pusaran Angin Seribu Lengan merasa geram. Monster Mistik itu menggunakan serabut anginnya untuk ikut mengejar.


Akan tertapi Wajah Berdarah dan Taring Iblis sudah sampai di tumpukan orang-orang yang pingsan.

__ADS_1


"Mereka bodoh, sudah tahu mananya sangat kacau seperti ini, mereka tidak menggunakan pelindung apapun yang dapat melindungi diri mereka," gumam Wajah Berdarah.


Taring Iblis menimpali, "Sudahlah! Jangan urusi mereka- kita sedang dikejar bahaya, teruslah berlari!"


Wajah Berdarah mengangguk.


Mereka segera berlari lebih cepat sampai melewati Ranker yang sudah pingsan itu. Dan ketika memasuki kawasan hutan pohon cemara, ternyata Peter masih terus mengejar mereka berdua. Alhasil Wajah Berdarah dan Taring Iblis berhasil tertangkap oleh Peter dengan serabut anginnya Pusaran Angin Seribu Lengan. Serabut angin tersebut mengikat mereka berdua dan melemparnya kembali ke dalam wilayahnya Monster Mistik tersebut.


BUGH


"UGH!!!" teriak Wajah Berdarah dan Taring Iblis.


Mereka terbanting di atas es dengan sangat keras hingga esnya retak, dan pada saat itu juga ...


TRAS


TRAS


TRAS


TRAS


TRAS


Senjata sihir milik Petro menghantam es dan kelimanya melingkari Wajah Berdarah dan Taring Iblis. Lempengan emas yang memiliki batu mirah delima langsung bercahaya, seketika ada pembatas cembung yang membuat kedua orang yang terjebak di dalamnya tidak bisa bangun apalagi keluar.


Pada saat itu, ikatan dari sumber jiwa Peter dan Petro mulai tampak kembali. Dan ternyata itu sudah berubah menjadi bola hitam yang diikat oleh benang berwarna ungu dengan pola kotak-kotak. Namun ikatannya itu seolah menyatu pada permukaan bola hitamnya yang mengkilap, dan di dalamnya terdapat kerlip bintang yang berwarna-warni, seolah ada sebuah semesta di dalamnya.


Aku benar, itu adalah sumber jiwa dengan kelangkaan wujud legenda, gumam Empat Topeng dalam hati.


Jadi seperti itu kelangkaan wujud tingkat legenda? Aku baru tahu, batin Topeng Jingga dan Topeng Merah karena baru mengetahuinya.


Sementara Topeng Hitam sendiri hanya diam dan terus mengamati pertarungannya.


Lalu benang-benang ungu yang ada di dalam bola hitamnya Peter dan Petro menyeruak keluar dan melesat ke arah Wajah Berdarah dan Taring Iblis dengan jumlah puluhan. Dan ketika sudah mulai menyentuh pembatas cembungnya ..


CRAAASSH


Ada sebuah tebasan yang muncul dari dalam hutan dan membelah benang-benang ungu itu–bukan hanya satu dua saja, melainkan keseluruhan. Itu membuat Empat Topeng dan rekan-rekannya terkejut, namun Wajah Berdarah dan Taring Iblis tak menyadarinya dikarenakan sibuk untuk melepaskan diri.


Pada saat itu juga, muncul seorang gadis yang mengenakan armor perak dengan pakaian perang yang anggun. Dia datang dari udara dan mendarat dengan sangat keren. Gadis itu membawa pedang yang besar, dan sekarang pedangnya bilah pedangnya seolah patah menjadi sepuluh bagian yang disambung oleh bilah cahaya yang lebih tipis, sehingga membuat pedang itu hampir sama panjangnya dengan tinggi badan gadis tersebut–pedangnya ditancapkan ke atas es.

__ADS_1


Dan ketika mendarat, ia menghembuskan satu nafas yang mencerminkan semangatnya–berani dan kuat.


Bersambung!!


__ADS_2