![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Di masa lampau, Lug melihat ada sesosok anak kecil yang sedang terduduk menangis, dirinya dikelilingi oleh tiga ekor iblis yang hendak membunuhnya. Mereka mendekatinya dan saling berebutan. Merasa iba dengan anak kecil itu, Lug menolongnya dengan meledakkan tubuh ketiga iblis itu. Tepat sebelum para iblis itu meledak, ada cahaya terang yang membuat mata anak kecil itu silau hingga tak bisa melihat apapun di sekitarnya.
Lug menghampirinya dan menawarkan sesuatu kepadanya. "Nak, apa kau ingin hidup?" tanyanya yang agak aneh.
Anak itu mengangguk dan menjawab, "I-iya ... " Kini dia sudah bisa melihat, dia langsung terkejut melihat sesosok entitas lain di hadapannya itu.
Lug senang, namun ia tidak menggunakan wujud manusia. Dirinya kala itu menggunakan wujud entitas aneh, namun dapat dilihat dengan jelas oleh anak kecil itu–mirip seperti manusia, namun memiliki empat tangan, kepalanya hanya berupa bola kaca yang di dalamnya terdapat gelembung alam semesta dan gelembung tersebut memiliki benang-benang yang menyambung ke bola kacanya, seakan itu adalah syaraf otak, lantas di bagian dadanya terbelah menjadi dua dan di tengahnya terdapat galaksi yang dikelilingi oleh bola-bola bercahaya yang mana itu sama seperti gelembung semesta di kepalanya, hanya saja jumlahnya lebih banyak, dan memiliki piringan hitam laksana lubang hitam yang melayang di belakang punggungnya, itu berdiameter satu meter, sementara tubuhnya berukuran tiga kali ukuran lelaki dewasa pada umumnya.
"Nak, aku akan memberikanmu kemampuan khusus dan unik, namun aku akan melatihmu hanya dalam waktu kurang dari setahun saja. Setelah itu, kau akan mengalami kebutaan, namun bisa merasakan kehadiranku meski aku memiliki wujud yang berbeda dari yang kaulihat sekarang ini," jelas Lug.
Anak itu merenung sejenak, tatapan bingung dan sedih tercampur menjadi satu.
Lug menjelaskan lebih lanjut lagi, "Kau bisa bertahan hidup di dunia ini. Dan ... Aku akan memberimu sebuah berkah agar kau abadi. Selain itu, dengan kebutaanmu nantinya kau tidak akan melihat kematian orang lain lagi. Serta kau bisa tumbuh menjadi lebih kuat, dan menentukan masa depanmu sendiri."
Anak kecil itu mendongak, tatapannya menjadi takut ketika melihat kepalanya Lug. "B-baiklah, aku ... Aku juga ingin- menjadi lebih kuat!" sahutnya sambil mengepalkan tangannya.
Lug senang. "Baguslah."
Setelah itu, anak kecil itu dilatih dengan sangat intens oleh Lug. Anak kecil itu bersusah payah berlatih ini itu untuk meningkatkan kekuatan fisiknya, namun dirinya dilindungi dari berbagai macam iblis yang hendak membunuhnya.
*****
Pada bulan kedua, anak kecil itu mulai diajarkan tentang sihir. Dimulai dari sihir sederhana dua lingkaran, sampai tiga lingkaran. Dan setelah itu, ia disuruh oleh Lug untuk belajar sihir sendiri.
*****
Pada bulan ketujuh, anak itu diajarkan untuk menggunakan berbagai macam senjata, cara mengkombinasikan senjata dan sihir, bersikap tenang di dalam pertarungan, kemampuan merasakan alam, intuisi hewan buas, dan bertarung tanpa melihat lawan. Adapun pelajaran lain yang didapatkannya selagi dalam pelatihan, seperti ilmu bertahan hidup atau semacamnya.
Dan latihannya itu berakhir tepat sembilan bulan–satu tahun.
Pada saat itu, Lug menghampirinya, dan anak itu sudah tumbuh sedikit. Kini anak itu telah menyelesaikan pelatihan langsung, dan akan memulai latihan mandiri. Dikarenakan latihan dari Lug telah usai, maka anak itu telah mengalami kebutaan pada esok harinya.
Anak kecil itu tersenyum kepada Lug, lantas bertekuk lutut di hadapan gurunya. "Master, aku telah siap untuk melakukan latihan mandiri. Silahkan beri aku pencerahan untuk yang terakhir kalinya sebelum master pergi meninggalkan saya," pintanya sambil menundukkan kepala.
Lug merasa senang dengannya. "Tidak ada pencerahan lagi untukmu, tapi aku akan memberimu nama- nama yang akan kupanggil untukmu ketika kita bertemu lagi suatu hari nanti," terangnya.
Anak itu mendongak dan tersenyum senang setelah mendengarnya. "Silahkan, master. Saya menantikannya," ujarnya.
"Yinsha," sebut Lug. "Akan kupanggil kau dengan nama Yinsha. Dengan berkah yang kuberikan padamu sebelumnya, kau pasti bisa langsung menemukan diriku berada suatu saat nanti."
__ADS_1
Lalu di dalam kegelapan, Yinsha sudah tak merasakan kehadiran dari masternya lagi. Dia mencari-cari di mana masternya itu berada–berjalan menyusuri hutan, lembah, gunung, bahkan di lautan pun Yinsha tak bisa menemukannya.
Di mana master?
*****
Kini Yinsha kembali dipertemukan oleh Lug, yakni masternya yang telah menghilang itu.
"Yinsha," ujar Lug. "Kita sedang berada di dalam situasi yang sangat berbahaya. Kuharap kau bersedia untuk membantuku."
Yinsha tersenyum senang bahkan sampai memperlihatkan barisan giginya. "Master, saya sangat bersedia untuk membantu anda. Selama anda melatihku, anda tidak pernah meminta apapun dari saya. Dan sekarang- saya sangat senang ketika mendengar permintaan yang keluar dari mulut anda," sahutnya.
Lug menggeleng dengan senyuman tipis. "Terima kasih," ucap Lug. "Tapi Zwachievior ... Aku harus menyelesaikannya sekarang!"
Lug menoleh ke arah Zwachievior yang sudah terluka berat dan hendak menyembuhkan dirinya.
"Iya, master. Tak lama lagi makhluk itu pasti sudah pulih sepenuhnya, lebih baik kita percepat saja," ujar Yinsha.
Lug menggeleng dengan senyuman tipis. "Terima kasih," ucap Lug. "Tapi Zwachievior ... Aku harus menyelesaikannya sekarang!"
Lug menoleh ke arah Zwachievior yang sudah terluka berat dan hendak menyembuhkan dirinya.
"Iya, master. Tak lama lagi makhluk itu pasti sudah pulih sepenuhnya, lebih baik kita percepat saja," ujar Yinsha.
Kemudian ada sebuah bola hitam besar yang menutup keseluruhan tubuhnya Zwachievior. Bola itu sedikit transparan dan memperlihatkan apa yang terjadi di dalamnya. Terlihat Monster Mistik yang ada di dalamnya sedang meraung-raung kesakitan, hanya saja suaranya tidak keluar sama sekali.
"Apa itu?" Yinsha sampai terheran-heran. "Sepuluh ribu tahun aku hidup, tak pernah aku melihat ada sihir yang dapat menghentikan regenerasi Monster Mistik hingga sepenuhnya. Bahkan sihir itu ... Menggerogoti makhluk besar itu?"
Lug tersenyum lagi. "Dia adalah istriku yang kedua, Raini, itu adalah sihirnya. Semua sihir tak akan mempan dan akan langsung menghilang seketika mengenai sihir miliknya itu- sihirku sendiri sekalipun. Asalkan dia masih punya tenaga untuk mempertahankannya, sihirnya itu akan terus bertahan sampai dia tumbang," jelasnya dengan penuh rasa bangga terhadap Raini.
Yinsha mengangguk perlahan dengan garis bibirnya yang rapat. Aku merasa malu karena mengatakan istrinya master adalah wanita yang akan membebaninya, sesalnya dalam hati.
Lalu Lug menoleh ke arah Raini yang jauh darinya. "Hentikan itu, Raini! Kau bisa membunuh dirimu sendiri," serunya.
Meski Lug tidak berteriak kencang, tetapi Raini dapat mendengar suaranya itu dari kejauhan. Terlihat wanita itu merasa letih dan tak berdaya. Ketika itu juga, Raini mengangguk. Sihirnya itu dilepaskan dan menghilang.
"Nah, sudah saatnya!" ujar Lug seraya menoleh ke arah Zwachievior.
Lingkaran sihir putih raksasa muncul, seakan itu sudah ada dari tadi. Tepat di tengah lingkaran sihirnya adalah Zwachievior, itu adalah lingkaran sihir yang diciptakan oleh Lug. Semakin lama lingkaran sihirnya semakin terang.
__ADS_1
"Sihir enam lingkaran, Pemusnahan Massal!" sebut Lug sembari mengacungkan tangannya ke arah Zwachievior.
BLAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRR
Muncul cahaya putih dari lingkaran sihir tersebut yang membumbung tinggi menembus awan. Cahaya itu sangat terang hingga para Ranker yang melihatnya sampai menutup matanya karena saking menyilaukan mata, begitupun dengan Zephyr, hanya lelaki itu yang tak bisa melihat cahaya terang itu di dalam kelompoknya Lug sekarang ini.
Setelah sihirnya memudar, semua orang sudah dapat melihat dengan jelas lagi.
Dalam hati Yinsha membatin, Sihir itu adalah sihir enam lingkaran kelas menengah- mungkin kelas tinggi. Luar biasa sekali!
Padahal Yinsha juga bisa menggunakan sihir enam lingkaran kelas tinggi juga, hanya saja dia sangat menghormati Lug sebagai masternya. Hidupnya yang lama itu membuat dirinya dapat menciptakan banyak sihir baru, bahkan ada sihir enam lingkaran. Sebelum ditinggalkan oleh Lug, dulunya dia diberi sebuah pengetahuan tentang sihir tujuh lingkaran dan sihir delapan lingkaran.
"Master, apa tujuan kita setelah ini?" tanya Yinsha.
Lug berjalan mendekati sumber jiwa milik Zwachievior. "Aku akan memurnikannya terlebih dahulu, tapi yang pasti setelah ini aku akan menunggu kedatangan orang-orangku. Jangan bunuh mereka, mengerti?!" tegasnya.
Yinsha mengangguk paham. "Baiklah master, saya mengerti. Selagi anda memurnikan sumber jiwa Zwachievior, saya akan menjaga di sini bersama dengan kedua istri anda dan teman anda," ucapnya.
Lug tersenyum. "Terima kasih, aku harus bergegas," sahutnya.
Lantas Yinsha terbang dengan menggunakan pedangnya lagi dan memantau area sekitar. Lug tidak mengizinkannya untuk membunuh siapapun kecuali mereka menyerang. Yinsha berkeliling di mana-mana agar situasi menjadi lebih aman. Meskipun buta, dia memiliki intuisi, pendengaran, dan penciuman yang sangat tajam. Sehingga Yinsha dapat dengan mudah menyadari kehadiran orang lain walaupun tanpa melihatnya.
*****
Sementara itu, dari kejauhan para Ranker itu segera bergegas mendekati Lug. Mereka tahu bahwa yang telah dimusnahkan itu adalah Monster Mistik, dan jelas itu sangat menarik perhatian. Apalagi ada satu orang yang pernah memurnikan sumber jiwa Monster Mistik, yakni Bayangan Kilat, sebelumnya ia telah memurnikan Cheetah Kilat Biru Berkepala Empat.
"Siapapun dari kita harus mendapatkannya," ujar Franklyn yang sebelumnya adalah yang berinisiatif untuk merebut sumber jiwa Zwachievior. "Makhluk itu sangat kuat, bahkan menurutku makhluk itu menyadari keberadaan kita, tapi sayang sudah dimusnahkan," lanjutnya.
Kelompoknya Maxleen hanya diam saja dan hanya memperhatikan ucapan Franklyn saja.
Kevin berkata, "Mereka anak yang sangat kuat sampai bisa menggunakan sihir enam lingkaran. Terlalu gila jika mereka masih muda. Tapi sayangnya, sihir semasif itu pasti menggunakan banyak mana dan menguras tenaga. Seharusnya memberikan sumber jiwa Monster Mistik itu kepada kita tanpa perlawanan adalah keputusan yang bijak."
Wina menggerutu di dalam hatinya, Cih, mungkin awalnya aku membenci anak yang memiliki tubuh monster itu. Tapi kini aku justru ingin sekali anak itu menyumpal mulutnya si Kecil dengan bola api sampai darahnya mendidih. Kevin jauh lebih menyebalkan!
Axlon dan wanita itu sudah saling melirik satu sama lain, mereka mempunyai rencana yang sama. Mereka berdua berencana untuk mengatakan tujuan Franklyn yang datang untuk merebut sumber jiwa Zwachievior.
Namun sayang sekali, sebelum mereka tiba untuk dapat merebut sumber jiwa Zwachievior, Pendekar Pedang Buta telah datang mencegat.
"Apa tujuan kalian datang kemari?" tanya Yinsha dengan nada datar.
__ADS_1
Pendekar Pedang Buta?! Batin semua Ranker Langit ketika melihat kedatangan Yinsha.
Bersambung!!