![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Kembali pada Lug, kini tangan kanannya terluka berat–bahkan sampai berdarah-darah. Serangan yang dilancarkan oleh lawannya terlalu berat sampai memberikan kerusakan yang mungkin bisa menghancurkan tubuh manusia. Tetapi Lug masih bisa bertahan.
Si brewok memuji, "Kau punya ketahanan yang lumayan, bocah- apa kau juga penganut agama yang menyembah salah satu dewa, lantas mendapatkan anugerahnya?"
Lug menyeringai. "Dewa? Untuk apa aku menyembah mereka? Apa gunanya untukku?!" serunya dengan nada yang cukup tinggi.
Pada saat itu juga, Lug langsung menggunakan sihir lima lingkaran miliknya, Medan Kuburan Pedang. Dirasa tak mungkin menggunakan Armageddon karena ada teman-temannya, ia memilih yang jauh lebih aman saja. Ketika itu juga kaki si brewok tertahan oleh sesuatu yang berat. Dan ada lingkaran sihir yang cukup besar, ada juga beberapa pedang di atas lingkaran sihirnya.
Bocah ini rupanya benar-benar jenius berbakat dalam sihir. Kemampuannya bertarung juga sangat mengerikan, darimana bocah ini berasal? Gumamnya dalam hati.
SHUUU
Lug melesat laksana angin, gerakannya tak terlihat dan tiba-tiba muncul di belakang lawannya dengan membawa salah satu pedang yang tercipta dari sihirnya. Ia mengayunkannya, dan ...
BWOOOSH
Serangannya itu adalah angin berbentuk sabit yang sangat kuat. Itu bahkan sampai menghembuskan lawannya dan menumbangkan puluhan pohon. Si brewok terhempas sangat jauh.
Tapi ternyata, orang itu bisa menahan serangan sekuat itu. Lug tahu bahwa serangannya mungkin tak mempan. Sehingga ia mengambil pedang lainnya dengan cepat dan kembali melesat ke arah lawannya. Namun siapa sangka bahwa orang itu sendiri yang menghampiri.
Karena Lug sudah menduganya, ia menyerang lagi dan mengejutkan lawannya. Serangannya itu masih sama kuatnya dengan serangan sebelumnya.
BLAAARR
Si brewok kembali terhempas sangat jauh, tapi kini armornya mulai tergores. Bocah itu sangat mengerikan- meskipun aku sudah berada di tahap menjadi separuh iblis, tapi serangan seperti itu ... Tetap saja, dia berbahaya. Aku benar-benar meremehkannya, gumamnya dalam hati.
Lantas si brewok pun bergerak dengan sangat cepat hingga tiba-tiba berada di samping Lug.
Karena sudah menduga akan mendapatkan serangan kejutan, Lug sudah bersiap dengan perisai mana yang telah ia modifikasi. Dan ketika si brewok menyerang hingga perisainya hancur, perisai tersebut langsung menyemburkan mana cair yang sangat panas serta akan membakarnya dengan api biru yang setengah transparan.
Sialan! Api ini sangat panas! Batin si brewok.
Lug kembali mengambil pedangnya dan menyerangnya lagi dari samping. Meskipun ia tak memiliki gerakan secepat lawannya, tetapi Lug juga memiliki kecepatan yang juga luar biasa.
Sehingga ketika Lug menyerang, dan itu mengenai si brewok lagi.
BLAAARR
Masih ada empat pedang yang tersisa, dan itu tidak berada di tempat yang cukup dekat, karena pedangnya muncul secara acak.
SWOOOSH
Mendadak ada tebasan api sabit yang sangat besar dan mengenai tangan kiri Lug. Api itu berwarna jingga dan kobarannya sangat besar–berkali-kali lipat lebih tinggi daripada Lug.
Si brewok tiba-tiba berada di belakang Lug dan menebasnya dengan sangat cepat. Anak lelaki itu terhempas berpuluh-puluh regrit hingga menghantam puluhan pohon sampai tumbang. Lug kembali bangkit meskipun di punggungnya sudah gosong karena api barusan. Serta bajunya juga sudah terbakar semuanya–hanya tersisa celananya yang awalnya mengenakan celana panjang, kini berubah menjadi celana pendek, kini dia kembali pada wujudnya semula. Ingatlah bahwa Lug memiliki ketahanan terhadap sihir yang mana ketahanan tersebut tergolong sangat tinggi.
Si brewok tidak memberikan waktu untuk Lug beristirahat dan memulihkan diri. Segera dia menyiapkan sihirnya lagi. Lingkaran sihir terbentuk di depan mukanya selagi ujung jari tangan kanannya berputar segaris pada garis lingkarannya.
Muncul empat pedang perak sepanjang lengan orang dewasa yang membentuk pola persegi. Keempat pedang itu terbakar oleh api jingga dan muncul tepat pada garis tepi lingkaran sihir berwarna merah–lima garis lingkaran.
WUUUSH
Salah satu pedang itu melesat dengan cepat dan ketika tepat di depan wajah Lug, anak lelaki itu bisa menghindarinya–padahal kecepatan pedang itu melesat sedikit lebih cepat dari suara yang merambat melalui udara.
Karena sempat dihindari, pedang itu menghantam tanah dengan sangat keras. Hantamannya lebih keras dibandingkan dengan puluhan gajah yang dijatuhkan secara bersamaan. Jika hantaman itu mengenai asrama para murid akademi, itu mungkin akan langsung meruntuhkannya bahkan sampai beberapa bangunan di sekitarnya.
Serangan lagi-lagi dilancarkan, bahkan secara berturut-turut dan hampir tidak memberikan Lug ruang untuk menghindar. Tapi dia masih selamat dan tidak terkena satupun dari sihir tersebut. Itu mengerikan sekali! Hampir saja, batinnya.
BLAAARR
Tiba-tiba Lug mendapatkan serangan kejutan oleh si brewok dari samping kanannya. Anak lelaki itu memang sempat menggunakan mana alam untuk melindungi tubuhnya, tapi serangan dadakan itu terlalu cepat.
Sebaiknya aku lebih banyak menghindar saja daripada bertahan- tapi ... Memang ini menjadi sedikit sulit, gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Alasan kenapa Lug kesulitan adalah lawannya yang memiliki gerakan yang terlalu cepat. Dia bahkan sampai tak bisa mengimbanginya. Lug kembali menggunakan sihir transformasinya. Sumber manaku akan cepat terkuras kalau begini jadinya, batinnya lagi.
Tapi satu-satunya untuk bisa mengimbangi lawan hanyalah dengan menggunakan sihir Transformasi Naga Selestial.
WUUUSH
Lug kembali melesat, kini sihir Medan Kuburan Pedang juga sudah mulai memudar karena terlalu banyak mendapatkan kerusakan di mana-mana. Tapi Lug memanfaatkannya selagi sihirnya masih aktif, ia mengambil salah satu pedangnya yang kebetulan berada dalam jalurnya.
SHUUU
Si brewok sudah berada di depannya, namun Lug sudah berancang-ancang untuk memberikan serangan kejutan. Ia juga memanipulasi mana alam menjadi petir dengan kekuatan yang luar biasa.
SWOOOSH
DUAR
Ketika serangan dilancarkan, kerusakannya sangatlah besar. Lug saja sampai terpental akibat sihirnya sendiri. Meski begitu, si brewok tampaknya merasakan kerusakan yang sangat parah.
"KAU- BOCAH!!!" bentaknya. "TAK AKAN KUBIARKAN KAU HIDUP LEBIH LAMA LAGI! KUSUDAHI PERMAINANNYA SAMPAI DI SINI!!!"
WUUUSH
Gerakan si brewok menjadi jauh lebih cepat. Lug sampai kesulitan membaca pergerakannya. Dan tiba-tiba saja sudah berada di depannya. Anak laki-laki itu terkena hantaman tepat di wajahnya, hingga terpental sangat jauh. Tapi tak berhenti sampai di situ saja, si brewok melesat lebih cepat dibandingkan kecepatan Lug terlempar. Dia langsung berada di belakang lelaki itu dan menahan tubuhnya hanya dengan satu tangan. Lantas memukul dagunya hingga terlempar ke langit. Apabila Lug sekarang tidak menggunakan mode transformasinya, mungkin saja dia sudah muntah darah dan beberapa giginya hancur.
Si brewok meloncat, untuk segera mengakhirinya. Tetapi di atas Lug menembakkan proyektil hitam dan tepat sasaran. Lantas ia melakukannya berkali-kali agar lawannya tidak sulit untuk mendekatinya.
BLAAARR
BLAAARR
BLAAARR
Aku tak menyangka ternyata seseorang yang mendapat anugerah dari dewa iblis penjaga gerbang Lembah Neraka memiliki kekuatan semengerikan ini, batin Lug.
Lug mendorong dirinya di udara dengan memanipulasi pergerakan udara menggunakan siklus mananya yang sedikit dihempaskan. Yang awalnya si brewok hendak membanting Lug dari atas udara hingga menghantam tanah dengan sangat keras, kini Lug yang memukul tepat di wajahnya hingga menghantam tanah.
BLAAARR
Sekali lagi Lug menembakkan proyektil hitam sebelum ia jatuh ke tanah. Lantas anak laki-laki ini menggunakan sihir Anomali Distorsi di sekitarnya agar lawannya tidak langsung bangkit begitu saja.
Dan benar, ketika si brewok melompat; berdiri, kakinya langsung bergemetaran dan sekujur tubuhnya terasa sangat berat. Seperti ada sesuatu yang mengacaukan dirinya dan sekitarnya.
"AKAR BERDURI!"
Muncul lingkaran sihir tepat di bawah kakinya si brewok dan tiba-tiba saja ada akar yang sangat keras menyeruak dari lingkaran sihir tersebut serta mengikatnya. Seluruh gerakannya telah dihentikan, tetapi si brewok tetap berusaha membebaskan diri.
Dan ketika akarnya mulai hancur ...
BUGH
Pukulan keras mengenai perut si brewok hingga terpental jauh. Hingga ketika dia menghantam pohon besar sampai tumbang dan menimpanya, wajahnya langsung ditimpa oleh tinju yang sangat keras.
DUAG
Lug melepaskan mode transformasinya, namun di tangannya terdapat bebatuan kasar dan keras. Di ujung kepalan tangannya terdapat batuan yang cukup tajam.
Dan ketika Lug hendak memukul lagi, ternyata sudah ada empat pedang yang siap menusuknya lagi seperti sebelumnya. Anak itu refleks menjauh dengan sangat cepat karena keempat pedangnya melesat secara bersamaan.
"KAU TIDAK BISA SEMUDAH ITU UNTUK MEMBUNUHKU, BOCAH!" teriak si brewok.
Armornya sudah hampir pecah, terdapat banyak retakan pada armornya karena mendapat kerusakan secara terus menerus.
"Haahh ... Haahh ... "
__ADS_1
Terdengar nafas Lug tersengal-sengal, dia sudah sangat lelah dalam pertarungan kali ini. Padahal dalam pertarungan ini bahkan tidak memakan waktu sampai tiga menit. Pertarungan seperti ini masih dikatakan terlalu singkat.
BLAAARR
Muncul pancaran mana berwarna merah ke langit. Pancaran mana tersebut muncul dari tubuh si brewok yang sudah kembali bangkit. Tubuhnya diselimuti oleh mana yang berwarna merah darah. Awan di langit menjadi gelap dan petir juga menyambar-nyambar.
Lug merasa sedikit resah jika pertarungannya dilanjutkan, ia tak tahu apakah tenaganya masih tersisa untuk memberikan perlawanan.
Tetapi Lug tak habis pikir. "SINGULARITAS!"
Dengan menggunakan sihir empat lingkaran tersebut, semua yang ada di sekitar tertarik oleh gravitasi yang sangat kuat. Bahkan ukuran lingkaran sihirnya cukup besar–tiga orang dewasa berdiri di atas lingkaran sihirnya pun masih muat. Saking kuatnya, tarikan gravitasi sihir tersebut membuat pancaran mananya si brewok perlahan terhisap pada bola hitam dari sihir Singularitas milik Lug.
Ini ... Dia punya sihir aneh apalagi?! Gumam si brewok kesal dalam hati. Tetapi ia masih tetap kokoh dan berdiri denga teguh. Pancaran mana di tubuhnya juga semakin kuat.
Hingga pada akhirnya, si brewok sepenuhnya menggunakan armor baja. Bahkan wajahnya juga ditutupi oleh pelindung kepala berbahan baja dengan warna yang lebih gelap dan lebih kuat dari logam pada umumnya.
Tetapi sihir Singularitas masih belum berhenti dan kekuatan tarikannya menjadi jauh lebih kuat hingga berkali-kali lipat.
Si brewok bahkan mulai resah padahal dia sudah menggunakan wujud yang terbilang sangat kuat–itu adalah wujudnya yang paling kuat, wujud sempurna Manifestasi Ksatria Neraka–meskipun si brewok memaksakan dirinya untuk menggunakan wujud tersebut dengan resiko yang sangat tinggi. Tapi dia percaya diri untuk bisa mengalahkan lawannya yang hanya seorang anak kecil, jadi resiko yang mungkin akan dialaminya nanti setimpal dengan tindakannya sekarang.
WUUUSH
Belum apa-apa si brewok sudah terkena tarikan yang luar biasa dari Singularitas. Dia terbang dan menyeret tanah. Bocah sialan itu! umpatnya dalam hati.
Dia segera memegang akar pohon yang menjuntai-juntai di tanah dengan sangat erat. Sial sial sial sial sial sial! Bocah keparat itu ... Apa-apaan ini?! Dia sangat kuat! Siapa dia sebenarnya?! Aku salah mengejar mangsa! Umpatnya lagi dalam hati.
Dan pada saat itu juga, akar pohon yang dipegang oleh si brewok pun juga tertarik oleh gravitasinya, sehingga lepas bersama dengan tanah.
"AAAAARGHHHHH!!!" teriak si Brewok.
Hingga ketika sudah berada sejengkal di depan bola hitam Singularitas, Lug segera memukulnya dengan sangat keras ke tanah.
BLAAARR
Lug memukulnya dengan menggunakan kekuatan Golem Lava juga di tangannya. Lantas ia memodifikasi lingkaran sihir Singularitas dan bola hitamnya berubah menjadi bola putih yang sangat terang. Itu mendorong apapun dengan sangat kuat ke sembarang arah. Lug memperkecilnya hingga sama dengan ukuran bola kasti. Dia membuat sihir itu lebih dominan mendorong ke tanah.
"Bocah ... Sialan! Kau ini ... S-siapa kau ... Sebenarnya?!" tanya si brewok tergagap. Tubuhnya ditekan ke tanah hingga terus ke bawah, bahkan tanahnya sampai ikut ditekan dan membentuk tubuhnya itu.
Lug menjawab, "Kau tak perlu tahu- siapa diriku ini!"
Lantas anak lelaki itu membentuk lingkaran sihir lagi berwarna putih. Lingkaran sihir itu cukup besar dan berada tepat di bawah si brewok. "Pemusnahan Massal!"
Lingkaran sihirnya semakin lama semakin terang, namun tidak menunjukkan reaksi apapun. Si brewok menyadari lingkaran sihir tersebut dan menjadi takut terjadi apa-apa.
"Katakan, kalian punya tujuan apa dengan menyembah dua dewa iblis penjaga gerbang Lembah Neraka?!" tanya Lug menyentak.
Pada awalnya si brewok diam saja, namun pada akhirnya ia menjawab, "Tidak ada ... Apa-apa, kami ... Hanya menyembah dewa iblis ... Saja."
"Tidak mungkin seperti itu! Kalian pasti punya tujuan dengan menyembah dewa iblis."
"K-kami ... Hanya ingin mendapatkan berkah ... Perlindungannya saja ... Tidak lebih."
"Katakan yang sejujurnya! Kalian pasti menginginkan kekuatan yang besar, benar kan?! Apa tujuan kalian menginginkan kekuatan besar? Apa jangan-jangan kalian- ingin membuka kembali gerbang dunia manusia dan dunia iblis?"
Si brewok tidak menjawab sepatah kata apapun. Tetapi Lug terus memperkuat sihir Singularitas-nya yang telah dimodifikasi.
Hingga pada saat itu terjadilah suatu hal yang sangat mengerikan.
"GROAAAR!!!"
Si brewok dan Lug langsung menoleh ke arah suara yang sangat keras itu. Mereka berdua melihat makhluk yang sangat besar. Itu adalah Anjing Neraka, wujud yang digunakan sang pembawa anjing, namun dalam bentuk yang lebih sempurna–bahkan itu sudah seperti anjing sepenuhnya. Kulitnya berupa lempengan batuan yang sangat keras dan panas, serta bulunya berupa kobaran api yang sangat panas berwarna ungu.
Bersambung!!
__ADS_1