![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Setelah rasa menyiksa dari tersedaknya menghilang, Lug mulai mengatur nafasnya. Wajahnya kembali seperti biasanya–tenang dan santai. Lantas ia menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya sebelumnya. "Iya, pak, saya mengalahkan Zephyr."
Lalu ayahnya Zephyr tersenyum. "Apa kau menguasai sihir empat lingkaran?" tanyanya lagi.
Lug menjawab, "Iya, hanya beberapa."
"Tunggu! Beberapa? Bukan hanya satu?!"
"Iya."
Zephyr tidak terkejut mendengarnya, seolah hal menakjubkan yang dapat dilakukan oleh seseorang yang jenius bukanlah hal yang mengejutkan. Tapi tidak dengan ayahnya yang baru pertama kali bertemu dengan Lug, ia sangat terpukau.
"Berapa banyak sihir empat lingkaran yang kau kuasai?" tanya ayahnya Zephyr lagi.
"Em, tiga."
"Tiga? Mustahil! Ini mustahil! Aku tak percaya ini!"
"Iya, jangan percayai ucapanku karena sebenarnya aku berbohong."
"Benarkah? Lalu berapa?"
"Rahasia."
Setelah itu mereka terus melempar tanya jawab tanpa menghiraukan adanya Zephyr yang hanya terlihat seperti nyamuk saja. Dia tidak dipedulikan seolah hanya pajangan saja. Lantas dia membaca sebuah buku yang dibawanya dan tidak mendengarkan apa yang ayahnya dan Lug sedang bicarakan.
Hingga pada akhirnya, ayahnya Zephyr memperkenalkan diri. "Namaku Antonio Azamuth, kepala keluarga Azamuth," ujarnya.
"Salam kenal, tuan Antonio," Lug menyapa. "Namaku adalah Lug, Lug Vincent, berasal dari desa Nedhen."
"Wah, kau anak dari desa? Sudah sangat bagus Zephyr punya teman sepertimu," sahut Antonio.
Pernyataan itu membuat Zephyr sedikit tersinggung. Ia menoleh ke arah ayahnya dan berkata, "Ayah menyindirku, ya?
"Tapi aku benar kan, kalau kau tidak punya teman?"
"Terserah kau sajalah, ayah."
Lug hanya bisa tertawa kecil saja melihat kelakuan anak dan ayahnya. Mereka terlihat cukup harmonis sebagai keluarga meskipun Zephyr terlihat tidak disukai oleh bangsawan yang lainnya.
Dan Lug tahu apa alasannya.
"Maaf jika terdengar lancang, Zephyr," ucap Lug.
Zephyr menoleh dan diikuti ayahnya. "Memangnya kenapa?" tanya anak itu.
Sebelum menjawab, Lug memberikan senyuman jahat. "Apakah orang-orang menjauhimu karena kutukan yang ada di dalam dirimu?"
Terdengar begitu mengejutkan bagi Zephyr dan Antonio. Mereka terlihat sedikit takut seakan apa yang Lug katakan itu benar. "L-lug ... A-apa maksudmu? Kutukan apa yang sedang kau bicarakan itu?" Zephyr bertanya sambil terbata. Pelipisnya bahkan sampai berkeringat dingin.
"Jangan mengelak, tanganmu itu ... Aku tahu kau terkena sebuah kutukan," sahut Lug.
"Ah, ini? Aku menutupinya karena ... Ini ciri khas, ini kebiasaanku," pada kali ini, Zephyr tak bisa mengelak lagi, dia sama sekali tidak diberi kesempatan.
Tiba-tiba saja Antonio memegang pundak anaknya dengan tatapannya yang rendah. Wajahnya seolah tertutup bayangan semu yang membuat ekspresi wajahnya tidak terlihat. "Sudahlah, anak itu sepertinya memang tahu. Lagipula buat apa kita menyembunyikannya?" ucap Antonio.
Zephyr tak bisa berkata-kata setelah mendengar ucapan Antonio.
"Nak, kutanya kau. Darimana kau tahu tentang kutukan yang ada pada Zephyr?!" tanya Antonio. Sekarang wajahnya tampak tegas.
Lug menjawab, "Karena aku memang tahu, bukan dari siapapun. Aku melihat tangannya Zephyr."
Antonio terkejut lagi, seolah dia akan terkena serangan jantung saja jika terkejut sekali lagi karena telah terkejut berkali-kali. "Kau langsung tahu setelah sekali melihatnya? Tapi itu hanya akan terlihat jelas jika Zephyr sedang kehilangan kendali sumber mana dan sihirnya," jelasnya.
Lug menjawab lagi, namun ia tersenyum seolah sudah tahu pertanyaan itu akan dilontarkan padanya–dia memang sudah tahu. "Sejak hari seleksi, di mana Zephyr bersusah payah untuk menggerakkan kristal mana, tangannya bercahaya. Awalnya kukira dia berbuat curang dengan menggunakan sihir, tapi ternyata ketika dilihat lebih dekat lagi, itu bukan sihir. Itu hampir mirip seperti kulit yang dipenuhi oleh mana dan akan meledak kapanpun. Itu sihir? Kupikir takkan ada sebuah sihir yang mengorbankan tangan kecuali penguasaan sihir tipe transformasi," jelasnya balik.
Antonio menatap Zephyr dengan wajah bertanya-tanya. Tetapi anaknya itu juga berusaha mengingat kejadian yang diceritakan oleh Lug.
Lantas Zephyr bertanya, "Kenapa kau memperhatikannya sedetail itu?"
"Kenapa? Karena aku suka memperhatikan orang lain untuk menilai diriku sendiri, jadi secara tak sengaja aku melihatmu karena kupikir orang-orang bangsawan memiliki kualifikasi dan kemampuan yang bagus untuk membandingkannya denganku," jawab Lug.
Antonio merasa bahwa anak laki-laki yang di hadapannya itu bukanlah anak biasa. "Sejauh apa yang kau tahu tentang kutukan yang ada pada Zephyr?" tanyanya.
Lug tersenyum, itu karena dia tahu seberapa dalam kutukan yang diderita oleh Zephyr.
Lantas ia menjelaskannya, "Kutukan yang dideritanya adalah kutukan Kulit Iblis, benar kan namanya? Kutukan itu diturunkan secara turun temurun dari keluarga Azamuth, aku tahu bahwa keluarga kalian adalah pecahan dari satu keluarga yang besar dan memimpin manusia pada peperangan kuno terbesar dalam sejarah perang umat manusia dan elf melawan iblis, Endless War."
"Tunggu tunggu!" Antonio menginterupsi. "Sangat jarang yang tahu tentang sejarah keluarga dan kutukan Kulit Iblis keluargaku. Bahkan keluarga Alexander sekalipun."
Keluarga Alexander adalah keluarga kerajaan yang sekarang memimpin kerajaan Da Nuaktha. Keluarga yang sangat besar kedua dalam kerajaan dan pemilik informasi terbanyak kelima di dunia manusia dari seluruh kerajaan yang ada. Di zaman sekarang, terdapat tujuh kerajaan manusia.
Lug berkata, "Jika aku tahu, memangnya kenapa?" Tanpa rasa takut ia berkata seperti itu di depan kepala keluarga Azamuth dengan penuh rasa percaya diri. "Kalian dulu adalah keluarga bangsawan yang bernama Elaksaza, terpecah menjadi tiga keluarga, yang sekarang bernama, keluarga Azamuth, keluarga Edelweiss, dan keluarga Heksa. Meskipun sekarang yang paling berjaya adalah keluarga Edelweiss yang menjunjung gelar Marquis selama berabad-abad, tapi nyatanya keluarga Azamuth lah yang dulunya sebagai keluarga inti Elaksaza. Dulu saja keluarga Elaksaza memiliki kekuatan yang besarnya hampir menyamai kekuatan seluruh militer kerajaan Da Nuaktha sekarang ini."
"Sudah sudah sudah! CUKUP!!!" Antonio menghentikan.
Lug tersenyum lagi mendengarnya.
"Bukan hal biasa untuk orang sepertimu mengetahui informasi seperti ini!" papar Antonio.
"Iya, darimana kau mendapatkan informasi seperti ini?! Seharusnya kau tak tahu tentang apapun keluarga Azamuth dan sejarahnya," Zephyr menimpali. Lantas ia menoleh kepada ayahnya yang tiba-tiba menunduk dan berkeringat dingin pada saat itu juga. "Ayah? Kau kenapa?" tanyanya cemas.
Antonio terlihat takut seperti bertemu dengan iblis di hadapannya. "Mereka yang tahu bisanya adalah keluarga terdahulu, para pahlawan, dan pecahan keluarga Elaksaza saja," katanya.
"Kau benar, ayah! Temanku ini seharusnya sangat lancang untuk bisa tahu seperti itu," sahut Zephyr. Ia menoleh lagi pada Lug menahan seringai di bibirnya. "Sebaiknya kau diam dan jangan kembali ke keluargaku lagi, Lug! Anggap saja tidak pernah mengenalku lagi!" suruhnya dengan penuh emosi.
Antonio menoleh pada anaknya. "Tidak, nak! Kau salah," ia mengingatkan. "Kau tak paham maksud ucapanku. Dia ... "
Melihat Lug yang seolah berubah menjadi siluet hitam dengan mata yang biru yang menyorot ke kabut hitam, keringat Antonio semakin menjadi-jadi. "Dia- dia mungkin adalah ... Seorang pahlawan yang bereinkarnasi."
Sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh siapapun dan sangat jarang menjadi topik untuk dibicarakan publik, Reinkarnasi atau kelahiran kembali.
Zephyr benar-benar tak menduga bahwa itu sekarang terdengar di telinganya. "Ayah, kau yang benar saja?"
"Memangnya apa ada orang dari desa yang tahu tentang masalah tentang kutukan yang tertanam dalam dirimu dan keluarga Elaksaza?"
__ADS_1
Seketika juga Zephyr berpikir bahwa reinkarnasi yang dikatakan oleh Antonio menjadi masuk akal.
Lug maju dan mendekati ayah dan anak itu. Keduanya mundur selangkah karena merasa waspada. Lug berbisik, "Kalian benar."
DEG
Jantung mereka berdegup kencang mendengar hal itu, seakan mereka baru saja mendapatkan tekanan yang amat sangat besar hanya dengan dua kata yang terucap dari mulut seorang anak lelaki yang datang dari desa.
"Belum ada yang menyadarinya selain kalian, bahkan kedua orang tuaku sekalipun bahwa aku itu adalah seseorang yang bereinkarnasi," terang Lug.
Antonio tiba-tiba saja tersadar bahwa tangan Lug itu memiliki sebuah ukiran hitam yang memancarkan cahaya gelap. "Sihir? Kau menggunakan sihir? Sihir apa itu?! Sejak kapan kau menggunakan sihir?!" tuntutnya.
Lug melihat tangannya. "Ini?" katanya. "Ini adalah metode penggabung beberapa sihir, sejak kapan? Sejak aku masuk ke rumah kalian, aku sudah memasang sihir ini ke seluruh lapisan dinding di rumah kalian sehingga pembicaraan kita aman. Dan aku juga sudah memperkirakan semua ini."
"Siapa kau sebenarnya? Jika memang benar kau itu adalah seseorang yang bereinkarnasi, siapa kau di zaman dahulu?" tanya Antonio lagi.
"Aku adalah makhluk yang berbeda dengan kalian. Iblis? Elf? Orc? Roh spirit? Dwarf? Tidak! Tidak satupun dari mereka!"
"Apa kau dewa?"
"Jangan bodoh! Untuk apa dewa berinkarnasi menjadi manusia yang dianggap makhluk rendahan bagi mereka? Menjadi manusia? Jangan mimpi, bahkan menampakkan diri di hadapan kalian saja para dewa itu sudah merasa jijik," jelas Lug dengan nada yang lantang.
"Lalu kau itu makhluk apa?!" Zephyr bertanya dengan nada yang tinggi.
"Untuk saat ini, kalian hanya boleh sebatas tahu bahwa aku adalah makhluk kuno yang bereinkarnasi. Dari ras apa itu tidak penting, tapi untuk sekarang aku akan berpihak pada kalian."
"Pada manusia?" tanya Antonio.
Lug tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha!"
Zephyr dan ayahnya saling menatap satu sama lain dengan wajah bertanya-tanya dan penuh rasa curiga serta waspada.
"Tidak semua, hanya beberapa. Mungkin kalian termasuk jika ingin membantuku, sebagai gantinya, aku bisa menyembuhkan kutukan yang ada pada Zephyr," terang Lug.
Lug bisa menyembuhkan kutukan miliki Zephyr karena termasuk mudah dan prosesnya tidak rumit. Tapi itu akan membuat Zephyr menjalani rehabilitasi yang menyiksa, tetapi Lug berpikir bahwa itu bisa dimanfaatkan sebagai pelatihan untuk tubuh. Berbeda dengan apa yang terjadi pada Rakt yang mana kutukannya itu berada pada sistem syaraf dan otak yang sukar untuk disentuh dan dijangkau. Kutukan Kulit Iblis sendiri berada di kulit yang lebih mudah disentuh dan dijangkau.
"Menyembuhkan? Jangan bercanda," celetuk Antonio.
"Hoho, kau tak percaya? Silahkan saja, aku sangat mengenal kutukan itu. Jika sembuh, Zephyr akan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari yang ditinggalkan oleh Kulit Iblis. Sebenarnya di zaman dahulu, itu bukan kutukan, benar bukan?" ucap Lug.
Antonio menelan ludah. "Kau tahu, ya?"
"Tahu, lah! Keluarga kalian kan dulunya mendapatkan kekuatan bantuan dari makhluk tak dikenal. Sihir iblis mengkontaminasinya, sehingga merubah berkah itu menjadi kutukan mematikan, yang pasti mereka bukan para dewa. Ubah cara pandang kalian, Endless War saja diatur dewa, jadi jangan berpikir kalian dibantu oleh dewa," jelas Lug.
Suasana hening sesaat. Lug tak mengatakan apapun lagi dan Antonio juga tak bertanya apapun lagi.
Dan beberapa menit kemudian, Antonio mengajak Zephyr dan Lug ke halaman belakang, yang mana di sana terdapat sebuah kamar batu yang biasa digunakan keluarga Azamuth untuk berlatih sihir.
Lug diberi pakaian ganti oleh seorang pelayan atas perintah Antonio. Pakaian itu adalah pakaian sederhana berwarna biru tua dan celana pendek longgar berwarna hitam. Lug sendiri yang meminta celana hitam tersebut. Seragam akademinya diberikan kepada pelayan tersebut dan akan dicuci sampai bersih.
Lug tidak bertanya dia dibawa ke mana, tapi yang pasti ia tahu bahwa Antonio sama sekali tidak memiliki niat buruk kepadanya. Jadi Lug mengikuti permintaan ayah temannya itu.
"Zephyr!" Antonio memanggil. "Kemarilah! Tunjukkan padanya kutukan yang menimpamu!" suruhnya.
Zephyr mengangguk. "Baiklah."
Setelah melihatnya, Lug berkata, "Kau bahkan bisa mengembangkannya hingga ke seluruh tubuh, bukan hanya kedua tangan saja."
"Itu beresiko, kami bahkan ingin sekali menghilangkan semuanya dari tangan Zephyr," sahut Antonio.
"Jangan!" seru Lug. "Kulit Iblis lah kutukannya, berkah yang kalian dapat jangan dihilangkan. Kalian akan sangat rugi!"
"Kami pernah mendatangi seseorang yang ahli dalam menyembuhkan kutukan, bukan hanya satu, tapi beberapa orang. Mereka senantiasa mengatakan bahwa berkahnya harus dihilangkan bersamaan dengan kutukannya," terang Antonio.
"Kalian itu dibodohi!"
"Maksudnya?" tanya ayah dan anak itu bersamaan.
Lug mengambil nafas panjang dan menghembuskannya. "Siapa ahli kutukan itu?"
"Hana Petro, Jake Lawrence, Torei Blinker, dan Zasha Alexandria," Antonio menjawab.
"Torei Blinker? Keluarga mana itu?"
"Oh, dia orang dari desa yang ada di sebelah selatan kerajaan."
"Nah, sekarang, adakah dari mereka yang membenci, atau mungkin, bersaing dengan kalian karena suatu hal? Politik keluarga?" tanya Lug lagi.
Antonio memegang dagunya, wajahnya tampak serius. "Keluarga Lawrence- sepertinya. Mereka dulu sangat menginginkan wewenang atas pertambangan yang ada di sebelah tenggara, tapi pada akhirnya aku lah yang mendapatkan kewenangannya. Tapi, berpikir dari segi politik, seharusnya mereka lebih unggul, status keluarga mereka saja tidak diturunkan. Masih sebagai count dengan otoritas yang lebih tinggi."
"Tepat sekali!" ucap Lug tiba-tiba.
"Kenapa?"
"Otoritas tambang masih ada pada kewenangan keluarga kalian, meskipun keluarga Lawrence memiliki status yang lebih tinggi, mereka hanya sekedar memiliki hak suara yang lebih diprioritaskan, dengan kata lain mereka hanya dapat memberi perintah, namun tak bisa menyentuh pertambangan secara langsung. Tujuan mereka adalah keluarga kalian, jelas saja kalian tidak melepaskan pertambangan itu secara tiba-tiba. Rakyat akan berpikir, kenapa bisa keluarga Azamuth melepaskan pertambangan itu kepada keluarga Lawrence begitu saja? Begitulah cara keluarga Lawrence menekan keluarga kalian," jelas Lug.
"Lalu apa hubungannya dengan kutukannya Zephyr?"
"Pandangan publik, mereka tak akan percaya dengan seseorang yang mengidap sebuah kutukan untuk memimpin keluarga dan berakhir dengan status kalian yang dihapuskan. Tapi jika raja mempertimbangkan kontribusi kalian di masa lampau, kalian akan tetap aman meski mendapatkan banyak desakan, apalagi kalian mengelola tambang dengan baik sampai saat ini, kan?. Bukan tanpa alasan orang-orang itu tak mau menyembuhkan kutukan Kulit Iblis yang ada pada Zephyr."
Antonio merasa ada benarnya ucapan Lug, sementara Zephyr hanya bengong saja karena dia belum memahami politik.
"Nah sekarang, jika kalian ingin kutukan itu sembuh sampai ke akarnya, aku bisa membantu kalian," kata Lug.
Zephyr menjadi ragu dengan ucapan Lug, sebenarnya sangat sulit untuk tidak percaya dengan temannya itu. Begitupun dengan Antonio, dia memandangi anaknya yang kemudian dibalas dengan tatapan penuh keraguan.
"Apa kau benar bisa?" tanya Antonio memastikan.
Lug mengangguk. "Iya, tapi kalian butuh banyak sekali material untuk masa rehabilitasinya," terangnya.
"Apa saja itu?"
"Berhubung kalian mengurus pertambangan, ini akan sedikit lebih mudah. Kalian hanya butuh setidaknya 500 Benih Api Murni, Batu Pelangi beberapa kilogram, dan beberapa logam yang dapat menghantarkan panas," sebut Lug.
"APA?! BANYAK SEKALI?!!!" teriak Antonio mendengar bahwa bahannya sangat banyak sekali. Benih Api Murni termasuk salah satu benih permata yang langka dan mahal harganya, setidaknya satu benihnya setara dengan 25.000 koin emas. Batu Pelangi sendiri tidak terlalu sukar untuk dicari, tapi tetap termasuk permata langka namun harganya terjangkau yang setidaknya beberapa ribu koin emas tiap kilogramnya.
__ADS_1
"Aku tidak menetapkan harga," ucap Lug. "Dalam seminggu, ya, seminggu! Bawakan barang-barang itu padaku, aku menjanjikan tingkat keberhasilan sebesar sembilan puluh lima persen."
Antonio tidak langsung mengiyakan permintaan Lug, dia masih berpikir apakah anak laki-laki yang ada di hadapannya itu dapat dipercaya atau tidak.
"Benih Api Murni untuk membakar kutukannya, Batu Pelangi untuk memperkuat Benih Api Murni dan mempertahankan berkahnya serta bahan penting di dalam proses akhirnya, untuk logamnya akan dipergunakan sebagai alat mekanismenya," jelas Lug.
"Biarkan aku berpikir untuk beberapa hari," sahut Antonio.
"Aku tidak mau menunda waktu, satu Minggu ini atau tidak sama sekali. Pikirkan itu matang-matang dan bawakan aku bahannya dalam satu Minggu mendatang, lebih cepat lebih baik. Oh, mungkin kalian bisa mengundangku ke sini lagi."
Antonio dan Zephyr masih merasa ragu dengan semua itu. Tapi mereka masih merasa bahwa harapan akan terus ada, mereka juga memiliki sedikit rasa percaya terhadap Lug bahwa anak itu adalah seorang reinkarnator (seseorang yang bereinkarnasi).
Antonio bertanya sekali lagi, "Apa jaminannya?"
"Buat saja kontrak, aku akan melayani kalian seumur hidupku. Itu kupertaruhkan demi kekuatan kalian dapat bangkit kembali, apa kalian tidak mau?" Lug sangat percaya diri dengan apa yang dia janjikan.
Akan tetapi itu membuat Antonio sedikit cemas. "Tidak perlu, kalimatmu sedikit kekanak-kanakan yang dipaksakan," ujarnya.
Lug merapatkan bibirnya dan mengangkat alisnya. "Lalu apa?"
"Begini saja, aku punya beberapa Benih Api Murni, tidak sebanyak yang kau minta, tapi aku ingin bukti nyata darimu," ujar Antonio.
Lug tersenyum. "Baiklah, bawakan kepadaku, setidaknya sepuluh."
"Ck, aku cuman punya sebelas saja."
"Apa kau tidak ingin melihat anakmu sembuh?"
"Baiklah, baiklah, tunggu di sini sebentar."
Antonio segera berlari kembali menuju ke dalam rumah. Kembalinya dia juga membawa sepuluh butir Benih Api Murni yang bentuknya mirip dengan biji buah jeruk namun berwarnah merah api.
Lug tersenyum lagi. "Percayalah, kalian tidak akan menyesal," ucapnya untuk meyakinkan.
"Sekarang perlihatkan padaku, bagaimana caranya kau menyembuhkan anakku!"
"Memang yang kuminta hanya Benih Api Murni?"
"Eh?" Antonio lupa jika Lug meminta Batu Pelangi dan logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik. "Sebentar, akan kubawakan beberapa."
"Batu Pelanginya tidak perlu, aku sendiri punya, bawakan beberapa logam saja."
"Ah, oke ... Tunggu, kau punya Batu Pelangi?" Antonio terhenti seketika itu juga dan menoleh kepada Lug.
Lug menjawab singkat, "Ya. Memangnya kenapa?"
"Apa kau sudah membayar pajak untuk permata yang kau dapat itu?"
"Beberapa tahun lalu ayahku yang membayarnya, kau pikir aku tak tahu kalau permata itu punya pajak? Setiap beberapa tahun sekali rumah kami selalu digeledah untuk dibuktikan bahwa kami tidak 'mencuri' permata langka. Jika ditemukan, kami pasti ditanya tentang sertifikasi permatanya sebagai bukti bahwa kami membayar pajak atas permata yang kami bawa. Aku juga membawa surat sertifikasinya, lihat ini!" jelas Lug seraya menunjukkan sebuah kertas yang diambil dari sakunya.
Antonio mengangguk, "Baguslah, kau jujur juga. Tunggu di sini sebentar."
Beberapa saat kemudian, Antonio kembali dengan membawa banyak perkakas dan logam usang yang sudah banyak berkarat. Tetapi ketika ia kembali, dirinya melihat Lug seperti sedang tertidur dalam keadaan berdiri. Tapi setelah dipastikan, anak laki-laki itu tidak sedang tertidur, di sekitarnya muncul tulisan yang tersusun secara vertikal dari huruf-huruf asing berterbangan berwarna emas yang muncul dari tanah dan memudar ketika tingginya melewati kepalanya Lug. Kedua tangannya juga seperti menyanggah sesuatu berupa bola emas yang tersusun dari huruf-huruf asing yang sama.
Kemudian Lug membuka matanya dan dia mendapatkan sebuah sihir baru, Pemurnian Permata. Meski namanya seperti hanya berlaku pada permata, tetapi itu tetap berfungsi pada logam. Dan termasuk dalam sihir empat lingkaran.
"Berikan padaku semua logam rongsokan itu!" perintah Lug.
Antonio memberikannya. Dia membawanya dengan manipulasi mana sehingga menerbangkannya.
Logam itu diletakkan di depan Lug, dan ia langsung menggunakan sihir Pemurnian Permata pada logam logam itu. Warna lingkaran sihirnya adalah emas bergradasi hijau.
WHUUUSH
Seketika semua logam berkarat itu berubah seperti layaknya logam yang baru saja ditempa dan sangat bersih serta mengkilap.
"Wow, sihir apa itu?" ucap Antonio kagum.
Zephyr juga kagum melihat semua logam yang ada di hadapannya itu berubah menjadi bersih kembali. Ia sangat tak menyangka bahwa temannya itu memiliki kemampuan semenakjubkan itu.
Pada saat itu, Lug menatap Antonio. "Tuan, mungkin prosesnya akan memakan waktu semalaman. Jika dilanjutkan sampai akhir, mungkin saja aku dan Zephyr harus membolos sekolah," terangnya.
"Benarkah selama itu?" tanya Antonio.
"Ya, membuat alatnya saja akan memakan waktu semalaman sampai fajar mendatang," Lug menjelaskan lagi.
"Baiklah," ujar Antonio. "Kau bisa menginap kalau kau mau. Besok kau bisa teruskan sepulang sekolah."
Lug tersenyum. "Tidak usah, aku akan membuat alatnya malam ini. Kalian tidur saja," katanya.
"Besok kau akan mengantuk di sekolahan, itu bisa membuatmu dalam masalah," ujar Antonio.
Zephyr mengangguk, lantas menimpali, "Pada hari itu juga kau tertidur di kelas dan berakhir dihukum. Apa kau tidak kapok?"
Lug tertawa, "Hahaha, aku sudah memperkirakan itu semua. Jadi kau lihatkan, sekarang aku punya token emblem sumber jiwa?" ujarnya.
Antonio lagi-lagi terkejut. "Dia sudah punya emblemnya sendiri?!"
Lug dan Zephyr mengangguk bersamaan. Lantas Lug memperlihatkan emblem miliknya kepada ayah temannya itu. "Aku biasa dipanggil dengan sebutan Debu Bintang– jujur saja, aku risih dengan panggilan tersebut, haha."
Mendengar ucapan Lug, Antonio semakin yakin bahwa anak tersebut benar-benar seseorang yang bereinkarnasi di masa lampau. Kenapa? Karena Lug di usianya sudah mengerti begitu banyak konsep dan trik yang seharusnya belum diketahui oleh banyak anak muda seusianya. Memunculkan sumber jiwa adalah contohnya.
Kemudian Antonio menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Kalau kau tak mau tidur, ya sudahlah. Aku akan kirim beberapa penjaga kalau kau mau," katanya.
"Oke," jawab Lug singkat.
Tepat sebelum Antonio San Zephyr melangkah pergi, ada seorang gadis yang datang.
"Oh hai, Raini," Zephyr menyapanya. "Kau ke sini? Kupikir itu nanti."
Gadis yang dipanggil dengan nama Raini itu diam dan tidak membalas perkataan Zephyr. Dan ternyata gadis itu pernah bertemu dengan Lug sebelumnya. Yang mana pada saat itu adalah di mana gadis itu merasa dipandangi, dan Lug lah yang memandanginya.
Gadis tersebut memiliki rambut yang sangat berbeda pada umumnya, warna tiap helainya terintegrasi satu sama lain. Warnanya sangat unik, menunjukkan seperti nebula biru dengan berbagai bintang di dalamnya. Dikarenakan warna rambutnya saling terintegrasi, itu seperti benar-benar membuat ruang pada rambut gadis tersebut. Rambutnya itu panjang dan lebat hingga menutupi seluruh punggungnya. Dia hanya memakai pakaian tipis tanpa lengan berwarna putih dan celana pendek yang panjangnya hanya menutupi sebagian pahanya.
Lug melihat gadis itu sejenak, lantas membelalakkan matanya. Sempat terkejut, matanya kembali pada pekerjaannya lagi.
__ADS_1
Bersambung!!