![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Note :
(Maaf untuk sebelumnya, chapter 51 terpotong karena suatu hal yang aneh, jadi saya teruskan di chapter 51.5 ini)
"Memangnya kenapa kalau bocah itu tahu?" sahut si pembawa anjing yang sekarang sudah berubah layaknya anjing berbulu api. "Kalau mereka tahu pun juga tak ada gunanya- karena mereka akan mati sekarang juga!"
WUUUSH
Dia dan anjing anjingnya yang berubah itu langsung melesat dan mengepung Lug beserta teman-temannya.
Tapi dengan cepat anak laki-laki itu membentuk sihir Penjara Kehampaan, sehingga manusia penyembah dewa iblis itu tidak bisa menyerang karena tertahan.
"SIALAN KALIAN SEMUA!!! TIDAK ADA GUNANYA BERSEMBUNYI!!!" teriak si pembawa anjing.
Meski orang itu menyerang dinding perisainya, itu justru membalikkan serangannya terhadap dirinya sendiri. Tapi dia seolah tidak menghiraukan rasa sakit tersebut.
Di dalam Penjara Kehampaan, Raini menangis karena ketakutan. Zephyr juga takut, keringat mengucur di sekujur tubuhnya. Tatapan Nagisa masih sangat waspada seperti Lug, meski berkeringat dan di dalam hatinya sedang panik, tapi dia tetap tidak melepaskan pandangannya di sekitar.
"Raini, Berhentilah menangis!" perintah Lug dengan tegas.
Namun gadis itu hanya hanya terdiam dan air matanya masih mengalir. Dia ketakutan hingga di dalam hatinya ia berkata, ibu- aku ingin pulang saja.
Lantas Lug mendekatinya, dan menaruh kedua tangannya di atas bahunya. "Raini, tenanglah," ucapannya terdengar lebih halus. "Tenang saja, aku punya rencana. Tolong, hentikan tangisan itu dulu, ayo kita bicarakan ini baik-baik, kita buat rencana.
Hingga pada akhirnya Raini pun berhenti menangis dan mengusap air matanya.
Tapi suatu hal terjadi, dinding Penjara Kehampaan mulai retak dan retakannya semakin besar. Lug mengacungkan tangannya seolah sedang mendorong angin pada arah retakan tersebut. Dan itu membuat si pembawa anjing terpental hingga menghantam pohon hingga hampir tumbang.
Si pembawa anjing pun bangkit. "Bocah itu lumayan hebat," katanya. "Dia bisa memanipulasi mana alam dengan menciptakan gelombang kejut yang setara sihir tiga lingkaran dan memperbaiki dindingnya itu."
Memang benar bahwa dinding Penjara Kehampaan sudah pulih kembali, bahkan itu terlihat lebih tebal dari sebelumnya.
__ADS_1
Lug mulai menjelaskan rencananya. Zephyr juga sudah berkumpul dan terlihat lebih tenang meskipun di dalam hatinya, ia sangatlah panik.
"Raini," panggil Lug. "Gunakan Mata Kehampaan-mu, bagikan kepada Nagisa dan Zephyr agar mereka bisa melihat apa yang terjadi di luar. Kau sudah bisa metodenya, bukan?"
Raini mengangguk. Lantas ia langsung melakukan apa yang disuruh oleh Lug tanpa banyak tanya. Gadis itu langsung mengaktifkan Mata Kehampaan-nya dan menggunakan metode Benang Spiritual terhadap Nagisa dan Zephyr. Ia sebenarnya sangat ingin bertanya, kenapa Lug tidak ikut dalam metode tersebut. Tapi Raini tak ingin mempertanyakannya karena sedang dalam kondisi terdesak seperti ini.
Metode Benang Spiritual adalah menciptakan 'benang mana' menggunakan sumber jiwa, sehingga orang lain yang terhubung oleh benang mana itu akan terpengaruh oleh penggunanya, jikalau orang yang menerima pengaruhnya tidak memberikan reaksi penolakan.
Biasanya metode Benang Spiritual digunakan oleh orang yang sudah sangat mahir dalam hal memanipulasi mana ketika berada di dalam kondisi yang sudah tidak mungkin baginya untuk bertahan hidup jika sedang bertarung dengan makhluk lain–entah itu sesama manusia, binatang, tumbuhan, maupun yang lainnya. Ketika lawan lengah, maka sang pengguna bisa mempengaruhi lawannya dengan cara bunuh diri, maka sang lawan akan ikut terpengaruh karena sumber jiwanya telah dipengaruhi. Ketika sumber jiwa seseorang terpengaruh oleh benang mana, maka orang itu bisa dengan mudahnya terpengaruh oleh sihir orang lain, tapi tidak bisa dikendalikan layaknya boneka, kecuali menggunakan sihir yang dapat mengendalikan.
Ketika itu, Zephyr dan Nagisa dapat melihat apa yang terjadi di luar Penjara Kehampaan. Tapi mereka tidak bisa melihat dengan jelas, bahkan dua orang perampoknya terlihat sangat buram dan hampir tidak terlihat sama sekali. Dan yang pasti mereka berdua dan Raini sudah mengetahui apa yang terjadi.
Mata Kehampaan bisa membuat penggunanya melihat apa yang sedang terjadi meskipun terhalang oleh sihir atau mana, kecuali benda yang tidak berhubungan dengan sihir–bisa saja jika Raini berhasil mencapai tingkatan tertingginya.
"Kalian sudah tahu situasinya, kan?" tanya Lug. "Nah, sekarang akan kujelaskan rencananya."
Zephyr, Nagisa, dan Raini menelan ludah bersamaan.
"Zephyr, setelah kulepas sihir Penjara Kehampaan-ku ini, kau langsung serang si pembawa anjing yang berusaha menjebol dinding itu- sebisa mungkin buat dia terpental jauh. Nagisa, jangan beri ampun orang yang diserang Zephyr itu, beri dia tekanan secara terus menerus. Dan Raini, aku ingin kau mengurus anjing anjingnya- bunuh saja. Aku akan mengurus yang satunya lagi, dia terlihat lebih berbahaya."
Ujung bibir Lug terangkat, dia berjalan mendekati gadis itu dan mengelus kepalanya. "Karena kalian masih kurang akan pengalaman untuk melawan orang lain secara langsung," ujarnya.
Dan akhirnya Nagisa menurut. Mereka bersiaga untuk memberikan kejutan.
Hingga Lug melepaskan sihir Penjara Kehampaan-nya, semuanya langsung bergerak sesuai arahan anak laki-laki itu. Si pembawa anjing yang mengamuk itu lagi-lagi terpental hingga menghantam pohon bahkan sampai tumbang dan menimpanya.
Nagisa dengan segera menghujaninya dengan sihir Kristal Cahaya dan membuat orang itu kehilangan penglihatannya sesaat. Lantas perutnya ditembak oleh Nagisa dengan sihir Cahaya Penembus. Tapi tak hanya itu, gadis itu segera mendatanginya dan memberi pukulan secara terus menerus dengan menggunakan sihir Tubuh Api Tak Berwujud.
Raini sedikit kerepotan dengan anjinh anjingnya yang mulai mengejar Zephyr. Sehingga pria itu berlarian. Sudah ada dua anjing yang dilenyapkan oleh Raini dengan bola bola hitamnya.
Sementara Lug kini berhadapan dengan si brewok, penyembah Dewa Iblis Ksatria Neraka. Dia menggunakan sihir Transformasi Naga Selestial.
"Wow, lumayan juga kau bocah," si brewok memuji. "Tak kusangka bocah sepertimu bisa menggunakan sihir tranformasi."
__ADS_1
"Heh," Lug mendengus. "Sihir inilah yang akan mengalahkanmu!"
"JANGAN SOMBONG DULU, NAK!"
Mereka berdua pun bertarung. Kecepatan gerakan dari keduanya benar-benar tak bisa disandingkan dengan orang biasa. Bahkan melihatnya langsung pun mata tak bisa mengikutinya.
BLAAARR
Ketika keduanya saling menghantam satu sama lain, terdengar ledakan yang sangat kuat. Zephyr dan Raini bahkan sampai terkejut mendengarnya.
Lug terus menerus memberikan serangan secara beruntun, tapi lawannya dengan mudah menangkis serangannya hanya dengan pedangnya.
"Hanya seperti ini saja kemampuanmu?!" ledek si brewok.
Dia pun mengayunkan pedangnya dan memberikan kerusakan yang sangat besar di sekitarnya. Bukan hanya itu, bahkan tercipta goresan raksasa di tanah hingga menumbangkan belasan pohon.
Melihatnya mulai bertarung serius, si pembawa anjing pun juga mulai serius. Sekarang dia bergerak jauh lebih cepat dan Nagisa hampir tak bisa mengimbanginya. Tepat ketika gadis itu akan terkena cakar, si pembawa anjing terkena serangan jarak jauh dari Zephyr.
"SIALAN KALIAN!!!"
Dengan cepat si pembawa anjing itu melesat ke arah Zephyr. Menyadari semua anjingnya telah dilenyapkan oleh Raini, dia menjadi sangat marah. "KEMBALIKAN ANJING ANJINGKU!!!"
BWOOOSH
Ketika orang itu hendak mencakar Zephyr, tubuh Zephyr berubah menjadi kabut hitam pekat yang membuatnya tak bisa disentuh. Dan seketika, si pembawa anjing itu kehilangan wujudnya yang mengerikan itu–berubah menjadi manusia biasa kembali. Apa yang membuat Zephyr berubah menjadi kabut hitam itu adalah Raini, dan gadis itu langsung jatuh terduduk. Wajahnya terlihat lemas karena terlalu banyak menggunakan tenaga untuk mengendalikan kehampaan dan metode Benang Spiritual.
Zephyr sudah kembali pada wujudnya, tapi dia masih merasa tak nyaman. Apa itu barusan? Batinnya terheran-heran.
Dan seketika pada saat melihat Raini yang terjatuh, dia bergegas menghampirinya. Sementara Nagisa kembali pada si pembawa anjing yang telah terbaring di atas tanah.
BUGH
Pukulan Nagisa sangatlah keras hingga membuat si pembawa anjing pingsan. Namun ia juga terpukul oleh lawannya dengan pukulan yang lebih keras hingga membuatnya terlempar dan terguling-guling bahkan wajahnya sampai menghantam bebatuan. Hidungnya berdarah, tapi dia kembali bangkit meskipun kakinya terasa sangat lemas.
__ADS_1
"Ugh- hampir saja," gumam gadis itu.
Bersambung!!