Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 21 - Pertemuan Kembali


__ADS_3

Nagisa melepaskan Lug dan yang lainnya ke kota Vloesia itu. Keempat orang itu sudah tak bisa lagi melihat gadis yang menyelamatkannya itu dan gadis tersebut segera menuju pada waktunya yang sebenarnya.


Semoga saja aku bisa kembali ke dunia seperti biasanya, batin Nagisa.


Tanpa disadari olehnya, Lug tersenyum seakan dirinya sudah mempersiapkan sesuatu.


Lantas Nagisa mulai menarik waktunya dengan sangat cepat sembari memperhatikan apa yang Lug lakukan di kota Vloesia. Tapi karena terlalu cepat, dirinya tak memahami apa yang dilakukan oleh laki-laki yang disukainya itu.


Dan dengan cepat, Nagisa telah sampai ke waktu dirinya melawan Pusaran Angin Seribu Lengan. Di sana dirinya melihat adanya sesuatu yang membuatnya terkejut.


Di saat ini, Empat Topeng menoleh.


Potter bertanya, "Ada apa? Kenapa kau kelihatan resah?"


"Maaf, aku tak bisa menjelaskannya. Ini sudah waktunya, jangan pergi ke manapun, tunggu sebentar!" seru Empat Topeng.


Lantas pria itu membuka maskernya, terlihat pipinya yang dipenuhi oleh jahitan dan mulutnya yang sedikit robek. Tak lama, ia memejamkan matanya hingga beberapa menit. "UHUK!" Empat Topeng terbatuk sampai muntah darah, bahkan keluar darah dari hidung dan matanya. Dan tiba-tiba saja, tangan kanannya berubah seperti batu yang retak. Lalu dengan tangan kanannya itu, ia menusuk angin, dan ada retakan yang ditimbulkannya, seolah dimensinya retak.


Nagisa terkejut lagi melihat aksi yang dilakukan oleh Empat Topeng, ia merasa bahwa lelaki itu mengetahui keberadaannya dan sedang ingin berinteraksi.


"He ... Hei!" bentak Nagisa.


Empat Topeng terus menerus mencoba masuk ke dalam dunia Nagisa hingga separuh badannya telah masuk ke dalam. Kini wajahnya sudah masuk dan menyisakan tangan kirinya yang masih berada di dunianya sebelumnya.


Hingga ketika Empat Topeng dan Nagisa bertatapan mata, lelaki itu tersenyum. "Lama tak jumpa, Nagisa," ucapnya.


Dan ketika itu juga, wajah Empat Topeng dan seluruh tubuhnya melepaskan sesuatu. Wajahnya berubah, dak terlihat bahwa dirinya yang sebenarnya adalah Lug yang telah dibawa Nagisa ke kota Vloesia, kota perbatasan kerajaan Yon dan kerajaan Eternan.


Nagisa menutup mulutnya dan menangis. "Ternyata benar, kau adalah kakak Lug," ucapnya. Dia mengingat ketika pertama kali melihatnya, dirinya merasakan adanya perasaan yang familiar.


"Maaf, Nagisa, selama ini aku ... Aku harus menyamar di kota Vloesia, dan sampai sekarang- aku masih terus menyamar," ujar Lug.


Lantas Nagisa memeluk Lug dan tubuh mereka sepenuhnya berada di dalam dunia itu. Mereka berpelukan selama mungkin dan menikmati masa-masa mereka berpelukan. Nagisa terus menangis karena rindu akan kehadiran Lug, dan kini adalah waktu di mana dirinya melepaskan rasa rindunya itu.


"Kakak, aku selalu merindukanmu. Aku selalu- riiiiindu sekali ... Biarkan aku puas memelukmu, kak," pinta Nagisa.


Lug mengangguk. "Aku juga merindukanmu, aku juga ingin melepaskan rasa rinduku," sahutnya.


Mereka pun berpelukan hingga bermenit-menit melepaskan rasa rindu mereka. Dan sebelum mereka keluar dari domain waktu itu, mereka berdua saling bercerita.


"Kenapa kau ingin masuk ke sini? Jelas kau tahu bahwa aku bisa membawamu hanya dengan menyentuhmu saja," ujar Nagisa.


Lug menjawab, "Memangnya sebelumnya kau tahu kalau Empat Topeng itu aku?"


"Hehe ... Aku belum tahu, sih ... "


Mereka mengobrol hingga berjam-jam, tapi Nagisa seolah bisa membuat waktu yang berjalan di dunia itu hanya berjalan selama beberapa menit saja.


"Ayo kita keluar," ajak Lug.


Nagisa kini murung.


Lug tersenyum. "Kau pasti berpikir bahwa kau tak bisa keluar dari sini, kan? Aku tahu cara membawamu keluar dari sini," katanya.

__ADS_1


Seketika itu membuat Nagisa menoleh padanya dengan tatapan tertarik. "Benarkah?" tanyanya.


"Yap, tapi ini akan sedikit sakit- sensasinya seperti terjepit," sahut Lug.


Nagisa meremas tangan Lug. "Tidak apa-apa, aku ingin keluar dari dunia ini apapun yang terjadi. Meski rasanya akan sangat menyakitkan dan menyiksa, itu sama sekali tidak masalah, yang terpenting- aku bisa keluar dari sini," terangnya.


"Baiklah."


Lug memegang tangan Nagisa, dan tangan mereka berubah menjadi batu yang sama. Mereka berdua dapat menyentuh perbatasan dimensi.


"Aku akan keluar terlebih dahulu," kata Lug. "Lalu aku akan menarikmu dari luar, oke?"


"Oke," sahut Nagisa.


Lantas Lug berusaha keluar dari domain waktu, dia seperti bersusah payah karena dijepit oleh perbatasan dimensi. Hingga ketika keluar, Lug melihat Potter yang sedang menggambar sesuatu di atas es menggunakan kuku jari tangannya.


"Kau sudah keluar?" tanya Potter.


Lug mengangguk. "Ya ... Tapi aku masih harus membawa seseorang keluar," sahutnya.


Tak lama ketika seluruh tubuhnya telah keluar, tangan kanannya membawa tubuh seorang gadis keluar. Tubuhnya itu kini baru keluar setengahnya saja.


"AAAAKH!!!" teriak Nagisa kesakitan. Dirinya terjepit oleh retakan perbatasan dimensi.


Setelah itu, tubuh Nagisa telah dikeluarkan sepenuhnya. Dirinya terlihat sangat lelah karena rasa sakit yang dirasakannya.


"Aku rasa ... Aku mengenal gadis ini," ujar Potter.


Lug menjawab, "Ya, dia yang telah menjadi lawanmu sebelumnya karena perebutan Pusaran Angin Seribu Lengan yang telah merasukimu."


"Hmm ... Ya- seperti namaku, Empat Topeng, yang berarti aku sering merubah penampilanku," jelas Lug.


Nagisa kini sudah bisa bangun, namun wajahnya tampak sangat pucat dan tidak bertenaga. Akan tetapi, ketika melihat Lug yang disukainya itu, malah membuatnya semangat kembali dan lupa akan rasa sakit yang barusan. Segera dia melompat ke arah Lug dan lelaki itu sigap menangkapnya.


"Kakak Lug- aku masih ingin memelukmu," ucap Nagisa.


Masih dalam pelukannya, Lug menggeleng menatap Potter. "Kau bisa melihat seberapa manja gadis ini yang sebenarnya," ujarnya.


Potter sampai melongo melihatnya. "Ooo ... Jadi manjanya gadis yang sedang tergila-gila oleh lelaki itu seperti ini? Aku baru tahu ... Empat Topeng, apa kau k bisa memberiku saran? Siapa tahu nanti aku punya pasanganku sendiri, jadi jika nanti pasanganku sedang manja, aku bisa menggunakan saran darimu," paparnya.


"Haha, kau bisa saja," sahut Lug.


Dan Nagisa masih menikmati pelukannya itu hingga tak mau turun. "Emmm ... Kakak," panggilnya.


"Iya?" sahut Lug.


"Apa kau akan kembali ke kerajaan Da Nuaktha?" tanya Nagisa.


"Sepertinya tidak," jawab Lug.


Lantas Nagisa mengangkat wajahnya dan menatap mata Lug. "Apa karena gadis itu?" tanyanya lagi.


Lug tersenyum. "Gadis yang mana?" tanyanya balik. Apakah yang dimaksud Nagisa itu Alice? Haish ... Dia pasti sudah melihatnya di domain waktu, batinnya.

__ADS_1


"Gadis itu ... Aku melihatnya. Dia sudah bertunangan denganmu, aku benar, kan?" tebak Nagisa dengan wajah marah.


Lug hanya bisa tersenyum dan hampir tak bisa menjawab apapun. "Um ... Mungkin itu- bukan menjadi tujuan utamaku," sahutnya.


Mereka berdua saling menatap terus menerus. Nagisa menatap Lug dengan penuh kemarahan dan kekecewaan, sementara Lug menatap dengan rasa takut akan mengecewakan Nagisa.


Hingga pada akhirnya, Nagisa menangis. "Aku tak peduli jika kakak Lug nantinya memiliki berapa banyak istri, tapi yang pasti ... Asalkan kau hidup dan aku berada di sisimu, aku akan tetap bahagia," terangnya.


Potter berandai-andai ada wanita seperti Nagisa sedang memeluk dirinya di hadapan banyak wanita yang ternyata adalah istrinya semua. Potter menggelengkan kepalanya dan di dalam hatinya berkata, Tidak! Tidak ada yang seperti itu, mungkin gadis ini adalah sebuah keajaiban. Tidak ada yang lain.


Mendengar suara hati Potter, Lug menyeringai.


Setelah itu, Nagisa melepaskan pelukannya.


"Topeng Merah, Topeng Jingga, Topeng Hitam! KEMARILAH!!!" panggil Lug berteriak.


Ketiga orang yang dipanggilnya itu langsung menoleh. Mereka membatin, Suara ini ... Apakah Nio kembali menjadi- Lug?


Mereka langsung segera menuju ke sumber panggilan. Dan benar saja, kini Nio sedang tidak dalam menggunakan wujud Empat Topeng, melainkan wujudnya yang sebenarnya, Lug Vincent. Mereka bertiga langsung menunduk dan menghormati Lug.


"Sudahlah, kalian ... Anggap saja aku Nio," ujar lelaki itu. Lantas ia melirik Nagisa. "Oh iya, kalian kenal dengan gadis ini?" tanyanya.


Leonardo, Cleo, dan Vernando mengangguk. "Ya, kami mengenalnya," sahut mereka bertiga bersamaan.


"Nah, kalian juga tahu bahwa dia adalah gadis yang tadi mengganas melawan Potter ini. Potter ini sementara akan ikut kita, tapi gadis ini ... Namanya Nagisa- dia akan kembali ke kerajaan Da Nuaktha. Kalian tahu bahwa dia adalah yang menyelamatkan kita dari insiden pada waktu itu," papar Lug.


Nagisa bertanya, "Kakak, apa kau tahu kelompokku? Aku terpisah dari mereka semenjak datang ke dataran ini."


Lug mengangguk. "Baru saja dikalahkan oleh paman Leo dan paman Vernando," jawabnya.


"Lah? Dikalahkan oleh mereka berdua saja?"


"Ya, mereka adalah orang-orang yang sangat kuat. Mungkin setara dengan Ranker Langit."


"Wah ... Berarti aku menyelamatkan orang kuat."


"Keberuntunganmu."


Lalu Lug berpamitan dengan Nagisa. "Maaf, Nagisa. Aku harus kembali ke kotaku, aku mungkin akan kembali ke kerajaan Da Nuaktha suatu hari nanti. Tapi mungkin akan membutuhkan waktu, oh iya, bagaimana dengan Raini? Apa dia sehat?"


Nagisa menjawab dengan wajah murung, "Dia sehat. Hanya saja seringkali dia menyendiri karena masih memikirkanmu."


Potter terkejut. "Jadi sebelum ini, kau sudah mempunya kekasih yang lain?!" tanyanya.


Lug mengangguk. "Justru Nagisa ini adalah yang kedua, meski dia yang pertama kali menyukaiku, dan berusaha menjadi yang pertama untukku," jawabnya.


"Aku sungguh kasihan padamu, Nagisa," ujar Potter.


Nagisa mengangguk. "Terima kasih atas kepedulianmu, Potter," lantas ia melirik ke arah Lug dengan tatapan licik. "MUACH!"


Nagisa langsung mencium bibirnya Lug dan memeluknya dengan sangat erat. Ciumannya itu berlangsung cukup lama dan dilihat oleh orang-orang di sekitar mereka.


Tahu bahwa itu adalah kejadian yang panas, semuanya memalingkan pandangan untuk menghormati. Bahkan Potter memberikan wajah untuk Lug bermesraan dengan Nagisa.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2