![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Suatu hari, ada seseorang yang mengatakan bahwa terdapat beberapa pembantu di kediaman Claudia yang menjadi pemuja dewa iblis. Ketika kedok mereka terungkap, mereka semua membuat kekacauan.
"Bagaimana bisa kalian menjadi pemuja dewa iblis?!" tanya Vorger marah sembari mengacungkan sebuah kapak.
Di depan pria itu, terdapat dua orang berjubah hitam yang dengan santainya tersenyum tanpa adanya rasa takuy sama sekali. Matanya tertutup oleh tudung pada jubah yang dikenakannya itu, dan mereka juga tersenyum santai.
"Kami memang sudah menjadi pemuja dewa iblis sedari dulu," sahut salah seorang pemuja iblis. "Kami berdua adalah pemuja dewa iblis lembah hukuman, Dewa Tartarus."
Vorger masih menatap sengit pada dua orang di depannya, dia benar-benar marah saat ini. Di belakangnya terdapat sang istri dan kedua anaknya, Nozel Claudia dan Alice Claudia. Mereka berdua bersiaga agar tidak terjadi suatu hal yang tak diinginkan.
"Kami akan menghukum kalian!" ucap pemuja Dewa Tartarus sebelumnya.
Dia dan rekannya melesat ke arah Vorger dengan sebuah lingkaran sihir berwarna hitam di belakang jubahnya yang memunculkan rantai hitam. Sementara rekannya menggunakan lingkaran sihir transparan yang memuncul garis lingkaran hitam di atas telapak tangannya.
Vorger menggunakan kapaknya yang rupanya adalah sebuah senjata sihir kelas rendah. Seketika itu menghembuskan angin yang sangat tajam ke depan.
BUGH
Serangan itu mengenai orang yang berbicara tadi. Namun rekannya masih terus maju.
BRAK
Vorger menghantamkan kapaknya ke lantai–sebenarnya ia hendak menyerang lawannya, hanya saja meleset dan malah menghantam lantai hingga hancur.
"Lambat sekali seranganmu itu," ucap pemuja dewa iblis.
Vorger menjadi semakin geram dengan ucapannya itu. Lantas ia segera mengayunkan kapaknya lagi, dan itu dihindari oleh lawannya. Sementara lawannya itu sudah bersiap memberi serangan.
"Lamban!"
BUGH
Sesosok pria yang mengenakan jubah itu mendorong Vorger dengan lingkaran hitam yang ada di telapak tangan kanannya tepat di dada pria tua itu. Sehingga Vorger terpental ke belakang hingga hampir mengenai istrinya.
SWOOOSH
Tiba-tiba ada sebuah bola api biru dari belakang Vorger. Api itu mengarah ke sosok berjubah dan berhasil mengenainya badannya.
Dan ada juga yang melesat dari belakang Vorger dengan membawa pisau di tangannya.
SRAK
"AAARGHHHH!!!"
Sosok berjubah itu terkena sebuah tebasan yang menggores bibirnya seperti seolah membelahnya dari pisau orang yang melesat barusan, dan itu adalah Nozel. Mendapatkan sebuah kesempatan menyerang lagi, lelaki muda itu hendak menyerang lagi dengan pisaunya agar dapat membunuhnya langsung. Tapi ketika Nozel hendak mengangkat pisaunya, sudah ada lingkaran hitam yang melingkari pergelangan tangannya dan menahan gerakannya. "Sial! Apa ini?!"
BUGH
DAG
BLAAARR
Sosok pria berjubah yang barusan terkena serangan itu berbalik menyerang Nozel dengan memukul perutnya, lantas menendang kepalanya hingga menghantam dinding dan dindingnya sampai hancur. Seketika itu juga Nozel pingsan.
"KAKAK!" teriak Alice.
Pada saat itu juga, tiba-tiba Vorger sudah berada di depan sosok berjubah hitam itu dan berusaha menghantamnya dengan kapak miliknya itu.
BLAAARR
Tapi sayang, tiba-tiba saja ada dua buah rantai yang mengikat Vorger dan membantingnya ke tanah. Seseorang yang melakukannya itu adalah orang yang terkena oleh tebasan kapak dari Vorger barusan. Pria itu diangkat dengan rantai tersebut, lantas dibuatnya berdiri. Lalu kedua rantainya melepaskan ikatannya.
__ADS_1
SRAAAT
Kedua rantai itu menyerang dada Vorger hingga melukai dadanya dan lukanya itu membentuk huruf x. Dia juga terlempar hingga mengenai istrinya, mereka berdua terjatuh. Vorger sudah tak kuat lagi, dirinya pun tak sadarkan diri.
Sesaat Nozel pun terbangun. Ia langsung diperlihatkan sesosok pria berjubah sedang mencekik leher adiknya dengan lingakaran hitam.
"A- a ... Alice ... "
Suara Nozel terdengar serak dan hampir tidak bersuara, bahkan orang yang mencekik adiknya itu sampai tidak menyadari bahwa Nozel telah terbangun.
BRAK
BLAAAM
Tiba-tiba ada seseorang yang menerobos masuk dan membanting pintu. Orang itu juga menembakkan sebuah sihir api yang mengenai pria berjubah yang menggunakan sihir rantai hitam. Pria itu terpental sampai terjatuh–tubuhnya terbakar.
Siapa itu?! Batin pria berjubah yang mencekik leher Alice.
Pria yang baru saja menerobos masuk itu adalah Nio.
"Siapa kau?! Beraninya kau tiba-tiba masuk ke sini dan menyerang rekanku!" seru pria berjubah.
Nio menjawab, "Aku lah dalang yang berhasil membongkar kedok kalian. Aku tahu kalian berniat ingin menguasai kota Pertus ini dan menjadikannya markas pribadi milik kalian, kan? Lalu mengacaukan seluruh kerajaan, aku benar, bukan?"
Sosok berjubah itu awalnya kesal sampai menggertakkan giginya, tapi tiba-tiba saja dia tersenyum. "Memangnya kenapa kalau kau sudah tahu?"
Nio menjawab lagi, "Yah ... Mungkin aku sedang ingin bersenang-senang dengan cara menghajar kalian."
"Cih, anak muda sepertimu ... Benar-benar sombong, ya?"
"Hei! Kalau kau bukan pengecut, lawan aku secara langsung! Jangan jadikan gadis itu sebagai sandera!!!" seru Nio.
Tidak takut dengan perkataan itu, justru pria berjubah itu malah tersenyum semakin lebar. Dia mencekik Alice semakin kencang hingga membuat gadis itu tak bisa bernafas. ""Hahaha, bocah ingusan sepertimu ... Kalau kau ingin menjadi sesosok pahlawan, sekarang juga selamatkan gadis kecil ini!" ejeknya.
Dia mencekiknya? Huh, sepertinya tak masalah. Tapi mungkin akan terjadi kekacauan yang lebih besar, batin Nio. Dan tiba-tiba saja ia tersenyum. "Yaaah ... Sepertinya aku harus sedikit serius," ujarnya.
WUUUSH
Tiba-tiba saja Nio melesat tanpa disadari oleh lawannya. Dan ketika lawannya itu kembali melihatnya, dia sudah berada tepat di depan matanya. Bahkan matanya tak bisa mengikuti karena saking cepatnya.
BUGH
DAG
Kaki Nio sudah menendangnya hingga menghantam dinding yang berada di dekat Vorger.
Nio langsung menolong Alice, seketika sihir lingkaran hitam di leher gadis itu memudar.
"Apa kau tak apa-apa?" tanya Nio mencemaskan.
Alice membatin, Siapa lelaki ini? Dia ... Apa dia adalah seorang pahlawan yang akan datang menolongku?
Nio menjadi bingung melihat gadis itu malah menatapnya kagum. Pria itu sampai menggelengkan telapak tangannya di depan mata Alice.
Seketika gadis itu langsung mengedipkan matanya. "I-iya ... Aku tidak apa-apa. Te ... Terima kasih," sahutnya.
Tapi ada sesosok bayangan dari belakang Nio yang mana itu adalah sesosok pria berjubah yang jubahnya hampir terbakar keseluruhan oleh api barusan. Meski sudah terlihat compang-camping, dia sepertinya tidak ingin melepaskan jubahnya.
Alice dapat melihat apa yang ada di belakang Nio.
Ketika itu, sosok berjubah itu mengangkat kedua tangannya yang dilapisi oleh lilitan rantai hitam. Pria itu langsung memukul Nio. MATILAH!!!
__ADS_1
Sementara Nio sudah menyadari apa yang ada di belakangnya. Sebelum kepalanya terkena pukul, ia sudah mempersiapkan sikunya untuk memukul balik.
"Awas!" seru Alice.
BUGH
Nio berpura-pura tidak mengetahui apa yang ada di belakangnya dan sontak ia langsung memukul orang di belakangnya dengan sikunya. Pria itu langsung tumbang seketika itu juga, lantas Nio berdiri.
DAG
Dia menendang wajah pria berjubah itu sampai terpental jauh hingga hampir menghantam pintu masuk.
Nozel langsung terkagum-kagum melihat seorang anak lelaki yang tidak lebih tua dari adiknya telah berhasil mengalahkan dua orang pemuja dewa iblis sendirian. Tapi dia tak bisa mengekspresikan kekagumannya dikarenakan wajahnya sudah terluka dan rasa sakit yang dirasakannya itu lebih besar dari rasa kagumnya.
Nio menoleh ke arah Alice. "Berdirilah, kau harus segera pergi dari sini! Aku bisa mengurus mereka berdua," suruhnya.
Alice mengangguk dan segera berdiri. Lelaki ini ... Dia keren, pujinya dalam hati.
BUGH
Ada yang menyerang Nio secara mendadak, dia adalah seseorang yang telah ditendangnya barusan. Tetapi Nio berhasil menahan pukulannya, hanya saja terbentuk dua lingkaran hitam di lehernya.
BUGH
Nio membalasnya dengan memukul perutnya, lantas mendorongnya sampai terjatuh. Dia tak mungkin bisa melawan dengan kondisinya yang seperti itu. Lehernya sudah sangat tercekik karena lingkaran hitamnya semakin mengecil yang membuat pernafasannya sesak.
Nio bersusah payah melepaskan dua lingkaran hitam di lehernya, sementara orang yang menggunakan sihir itu malah tersenyum.
"Rasakan itu!"
Dan tiba-tiba saja ...
CROOSST
Wajah pria yang memasang lingkaran hitam di leher Nio itu ditusuk oleh Alice dengan pisau. Ternyata pisau itu adalah pemberian dari kakaknya, Nozel. Dikarenakan kakaknya itu tak sanggup berdiri, dia memberikan pisaunya untuk membunuh pemuja iblis yang mengikat lehernya Nio.
Seketika itu juga, lingkaran hitamnya memudar dikarenakan pengguna sihirnya sudah terbunuh.
Tangan Alice bergetar hebat sampai menjatuhkan pisaunya yang telah ia cabut dari wajah sesosok pria yang dibunuhnya. "A-aku ... Aku ... Aku baru saja- Membunuh seseorang? Tidak ... Aku- tidak mungkin, aku takuuut ... " Gadis itu menangis karena takut telah melakukan pembunuhan. Tidak menutupi wajahnya dengan tangannya yang dipenuhi oleh darah orang yang dibunuhnya.
"Hei!" Nio memanggil.
Alice membuka wajahnya dan menoleh ke arah lelaki yang memanggilnya barusan.
"Jangan takut membunuh orang, tapi dengan catatan!" jelas Nio sembari mengangkat tangan kanannya dan merapatkan jari-jarinya.
CROOSST
"Asalkan yang kau bunuh itu adalah orang yang diperbolehkan untuk dibunuh seperti para pemuja iblis ini," lanjut Nio seraya menusuk dada pria yang ditendangnya ke pintu. Tangannya itu menusuk tepat di jantungnya, lantas menggenggam jantungnya dan menghancurkannya.
Alice langsung menutupi wajahnya lagi karena tak sanggup melihat aksi berdarah-darah seperti itu. Justru Nio malah menanggapinya dengan senyuman.
Seketika itu, Alice langsung tersadar bawah dirinya kini tidak memperhatikan pertarungan Nio dengan ayahnya. Dan ternyata pertarungannya telah selesai dengan Nio sebagai pemenangnya.
"Wah wah, kau ini benar-benar petarung yang sangat tangguh ya, Nio?" papar Vorger memuji.
Sementara itu Nio malah menatap Alice dengan tatapan bingung karena sedari tadi diam dan kelihatannya sedang melamun. Vorger juga ikut melihat apa yang dilihat oleh Nio, ternyata anaknya benar-benar sedang melamun. "Alice?" panggil Nio.
Dan itulah yang membuat Alice tersadar. "Ah, maaf ... Tiba-tiba saja aku melamun, haha," sahutnya.
"Jadi kami harus bagaimana? Mengulang lagi pertarungannya? Ayolah- ayah sudah tak sanggup melawan Nio, dia benar-benar membuat ayah kewalahan. Ah, sepertinya ayah benar-benar sudah terlalu tua," ujar Vorger sembari mengacak-acak rambutnya Alice.
__ADS_1
Dan gelak tawa pun pecah pada saat itu juga.
Bersambung!!