Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 44 - Lich (2)


__ADS_3

Nagisa dan Raini hampir tidak percaya melihat ada sesosok makhluk di bangsa iblis yang membunuh sesama iblis–meskipun berbeda ras. Tapi tetap saja, itu terlihat seperti pembunuhan brutal terhadap sesama, karena yang melakukannya hanyalah sesosok makhluk saja, dan yang dibunuhnya berjumlah ratusan.


"Sihirnya mengerikan," jelas Lug sembari menatap lich dengan tajam dan waspada. "Jangan sampai dia menyentuh tubuh kalian secara langsung, atau jika tidak ... Jiwa kalian bisa saja sudah ditandai olehnya dan kalian bisa menjadi budaknya sebagai mayat hidup seperti mereka."


Lelaki itu juga mengambil dompet serbagunanya yang terjatuh di bawah, lantas mengambil pedang hitam yang dibawanya sebelum pergi. Dia melemparkannya kepada Raini.


Dan wanita itu menangkap pedangnya. Dia sedikit takut dengan wujud pedang yang dibawanya, namun dia tetap memeganginya dengan sangat erat untuk berjaga-jaga dengan pasukan mayat hidup di depannya.


Tunggu! Raini merasakan sesuatu pada pedangnya, dan tiba-tiba saja kristal hitam yang ada pada gagangnya mengeluarkan beberapa helai benang hitam. Lantas benang benang itu menempel di bagian dada tepat di pada lokasi jantungnya. Dan benar saja, benang benang itu menyelimuti jantungnya Raini hingga berwarna hitam kelam, dan itu tidak menyebabkan sesuatu yang buruk pada wanita itu. Aku ... Aku bisa berkomunikasi dengan pedang ini? Batinnya bertanya-tanya dengan wajah tercengang, tangannya bergetar ketika memegangnya.


Di sekitar kristal ungu gelap yang menempel pada bilah pedangnya itu bersinar. Dan tiba-tiba saja, bilah pedangnya berubah menjadi seperti aura berwarna ungu gelap dan terdapat mulut besar dengan taring taring yang sangat panjang di sepanjang sisi kiri bilah pedangnya yang terlihat sangat lapar.


"Kau mau memakan mereka?" tanya Raini pada pedangnya sendiri.


Lug menoleh terkejut ke arah istrinya itu. Raini bisa berkomunikasi dengan pedang itu? Seharusnya ini memang bukanlah hal yang mengejutkan, tapi sepertinya pedang itu benar-benar sudah mengenali siapa yang menggunakannya. Karena kristal yang tertanam padanya adalah Kristal Kekosongan Yang Kelaparan, batinnya sambil menyeringai–ujung bibirnya berkedut.


Kini lich membentuk lingkaran sihir yang sangat besar di bawah kaki seluruh pasukan mayatnya. Bukan lingkaran sihir biasa, itu adalah sihir lima lingkaran.


"Kita harus cepat!" tuntut Lug terhadap semuanya.


Kemudian pasukan lich menyerang secara serentak. Banyak anak panah yang dilayangkan ke langit, beberapa di antaranya maju menggunakan kayu besar dan pedang.


"Maju!" Lug memerintahkan.


Lalu dirinya mengawali serangan, dengan cara mencakar udara, sehingga udaranya terbakar dan para elf gelap yang berada di barisan terdepan itu bertumbangan dengan sayatan besar di tubuh mereka.


Zephyr menyerang dari arah samping kanan Lug, memukul para mayat hidup itu yang masih tersisa.


Meskipun pasukan mayat hidup yang berada di barisan depan itu masih tersisa cukup banyak. Tetapi mereka sudah mempunyai jalan untuk maju. Dan Nagisa sudah tak bisa lagi untuk menggunakan transformasinya, dia kini menggunakan sihir Tubuh Api Tak Berwujud.


WUUUSH


Para mayat hidup yang membawa busur itu mulai menggunakan sihir yang diperintahkan oleh lich. Diperkuat oleh tengkorak hidup itu, sihir yang tercipta sangatlah kuat. Angin berhembus ketika lingkaran sihir berwarna hijau tosca muda setengah tembus pandang tercipta di depan pasukan pemanah. Apalagi itu memiliki lima lingkaran sihir dan hanya ada satu sihir saja–sihir gabungan. Sihir itu tercipta ketika para pemanah mulai menarik tali busurnya sekuat-kuatnya, mengalir mana yang tercipta dari tarikan tersebut.


Lingkaran sihir itu sangat besar, dan seakan semua angin telah berkumpul di tengah sihir itu. Tercipta panah cahaya raksasa yang besarnya lima kali tubuh manusia.


Sementara Lug mengacungkan tangannya ke arah lingkaran sihir lawan, tercipta lingkaran sihir berwarna merah yang terbentuk dari api tepat di depan telapak tangannya. Besarnya memang tidak lebih besar dari setengahnya lingkaran sihir milik pasukannya lich, tapi itu sama-sama sihir lima lingkaran. Namun di tengah sihirnya Lug terdapat simbol api yang besar berwarna merah darah dengan garis di pinggirannya berwarna merah. Simbol tersebut terbakar dan semakin lama kobarannya semakin besar hingga hampir menutupi semua lingkaran sihirnya.


Raini dan Nagisa membersihkan sisa prajurit mayat hidup dengan pedangnya–Raini menggunakan pedangnya tanpa memegang dengan tangannya, ia menggunakannya melalui benang hitam yang terikat pada jantungnya, sehingga pedang hitamnya itu tampak terbang hanya dengan benang tersebut.


WUUUUUUSSSHH


BWOOOOOOOSSSHH


Kedua lingkaran sihir telah menembakkannya sihirnya masing-masing. Sihirnya pasukannya lich berupa anak panah raksasa yang melesat dengan sangat cepat. Sementara Lug menembakkan setelahnya berupa bola api besar yang melesat lebih cepat.


Ketika keduanya saling berbenturan ...


BLAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR

__ADS_1


Ledakan besar tercipta dari benturan kedua sihir tersenyum. Bahkan ledakannya melambung tinggi sampai ke langit.


Lug ternyata dilindungi oleh Raini dengan kubah hitam yang sama seperti sebelumnya. Dia dan yang lainnya aman karena sihir tersebut sangatlah kuat.


*****


Sedangkan ledakan besar tersebut disaksikan oleh para Ranker Langit Hitam yang berada di dekat sana di dalam markas mereka. Apalagi beberapa dari mereka sedang memeriksa di jendela karena mendengar suara yang sangat keras beserta guncangan di tanah. Mereka kini berada di sebuah rumah yang dibangun dengan kokoh berbentuk kubah dengan bahan utama baja dan besi. Ada sebuah sabuk berupa kaca di bawah yang melingkari kubah tersebut sebagai jendela para Ranker tersebut.


"Kalian lihat itu?" tanya salah seorang siluet Ranker dengan rambut panjang yang cukup berantakan–panjangnya sedada. Dia adalah seorang pria, terdengar dari suaranya, matanya memancarkan sinar merah.


Salah satunya menyahuti, "Ya, kekuatan itu sangat besar. Pasti bentrokan antara dua sihir lima lingkaran kelas menengah." Terdengar dia adalah seorang pria yang berbicara, siluetnya memperlihatkan bahwa dia memiliki rambut pendek, membawa sebuah bola di tangannya yang ukurannya dua kali lebih besar dari bola kasti, dan kedua matanya yang memancarkan sinar yang berbeda–jingga dan biru langit.


"Apa kalian tahu? Aku merasakan mana manusia di ledakan besar itu," ujar Ranker lainnya, suaranya adalah seorang perempuan. Siluetnya memperlihatkan dia memiliki rambut yang panjangnya sepinggang, terdapat tiga benda berbentuk garis segitiga yang berputar di belakang punggungnya, dan matanya memancarkan warna putih.


"Apa? Manusia? Apa mungkin dia adalah Pendekar Pedang Buta?" tanya Ranker lain dengan suara lelaki. Tubuhnya adalah yang paling besar di antara yang lainnya, pada siluetnya memperlihatkan rambutnya yang sedikit panjang dan disisir ke atas. Matanya memancarkan sinar ungu, dan terdapat luka goresan yang membekas membelah mata kirinya yang bersinar.


"Tidak," jawab Ranker wanita sebelumnya. "Mereka berjumlah lebih dari satu."


"Jadi begitu," sahut lelaki yang matanya memancarkan dua sinar cahaya sebelumnya.


*****


Ketika ledakannya menghilang, kubah hitamnya Raini menghilang. Semua orang di dalamnya baik-baik saja karena sihir tersebut.


Lug merasa semuanya belum selesai begitu saja, matanya masih waspada melirik ke arah kanan, kiri, atas, bawah dengan cepat. "Lich itu masih hidup, sepertinya dia juga tidak terkena ledakan besar itu," ujarnya.


Raini mengangguk. Kini pedangnya melayang di belakang kepalanya.


Benar saja, para vampir yang berterbangan di atas kepala mulai berputar-putar laksana angin tornado. Mereka berputar tepat di atas Lug dan yang lainnya. Dan ada sesuatu di tengah-tengah vampir yang berputar-putar itu, dia adalah lich.


Lich itu mengangkat tongkat sihirnya, lalu bola permatanya menyala sangat terang. Dan para vampirnya mulai membentuk formasi kerucut yang akan menghancurkan tanah.


"Lich, dia adalah makhluk yang sangat mengerikan, dia memiliki sihir yang sangat hebat dan mana yang bisa dibilang ratusan kali lebih banyak dari manusia pada umumnya, mereka adalah ahli sihir terhebat dari dunia iblis, melampaui para elf gelap. Saking hebatnya, dia bisa membunuh sekumpulan makhluk hidup dan membangkitkannya sebagai mayat hidup secara bersamaan, karena sihirnya bisa langsung menembus ke sumber jiwa," jelas Lug pada saat dia menjelaskan tentang berbagai macam ras para iblis ketika datang di dunia iblis kala itu.


Kini Lug, Nagisa, Raini, dan Zephyr benar-benar melihat kemampuan lich yang sangat hebat dalam menggunakan sihir itu. Tatapan mereka semua sekarang ke atas dan tepat pada ujung kerucut dari formasi yang dibentuk oleh para vampir.


NGIIIIIK


WUUUSH


Vampir itu mengeluarkan suara yang sangat keras ketika formasinya mulai menyerang. Angin berhembus kuat.


"Heh!" Lug menyeringai dengan mata terbelalak seakan memang itulah yang ditunggu-tunggu. "Kaupikir aku akan kalah dengan kau mengendalikan para vampir itu menghantamku?! Mereka hanyalah makhluk lemah! KALIAN ITU LEMAH!!!" teriaknya.


Setelah itu, Lug mengangkat tangan kanannya, mengatakan telapak tangannya ke arah kawanan vampir yang hendak menghantamnya. Dan tiba-tiba saja ada lingkaran api besar yang mulai mengerucut. Kerucut api itu benar-benar sangat besar dan menutupi Lug beserta yang lainnya di dalam kerucut api tersebut.


Lich tidak hanya diam begitu saja, dia memulai menggunakan sihir angin lagi untuk membentuk angin pusaran angin raksasa yang menyelimuti seluruh kawanan vampir. Tahu bahwa angin bisa memperbesar api, dia membuat angin tersebut menjadi angin yang teramat sangat dingin dan bahkan hampir membekukan beberapa vampir.


BRZZZTT

__ADS_1


Zephyr juga tak berdiam diri saja.


BRRRZZZZZZZZTTT


Menggunakan kulit iblis yang ada pada tubuhnya, petir cerah pada mulai mengalir dari dirinya pada pusaran apinya Lug. Sehingga kerucut api itu juga memiliki aliran petir yang sangat kuat.


Dan dengan mudahnya kerucut api dengan kombinasi petir menghancurkan formasi kerucutnya para vampir.


Lich mulai merasa resah karena para vampir telah berhamburan dan terbakar. Dia membentuk perisai raksasa yang akan menahan kerucut api yang terus tumbuh ke langit. Namun sayang sekali, perisai itu dengan cepat meleleh ketika tersentuh oleh sihir kerucut api yang digunakan oleh Lug. Dan lich itu terbakar habis dalam kobarannya, kerucut itu terus ke langit hingga menembus awan awan dan pada akhirnya menghilang dengan sendirinya.


Lug kini tersenyum puas melihat sihirnya itu berhasil membunuh lich. "Blerghh!!!" Dia muntah darah karena menghabiskan banyak mana dan mempertahankan transformasinya.


Dengan sigap, Nagisa langsung menangkap Lug di tangannya.


"Sial, seharusnya ini terbalik, benar bukan?" ucap Lug dengan wajahnya yang pucat, suaranya juga terdengar seperti berbisik. Dia tersenyum kepada Nagisa.


Wanita itu membalas senyumannya dan berkata, "Apakah ini menjadi masalah? Sudahlah, kau harus mulai memulihkan diri."


Zephyr mendekati Lug, begitupun dengan Raini. Mereka benar-benar iba melihat kondisi Lug sekarang ini.


Pada akhirnya Zephyr berpikir keras, dia juga kini telah menemukan ide yang cukup brilian. "Raini, kau mahir dalam memanipulasi mana, coba gunakan metode Benang Spiritual, sambungkan sumber manaku dengan sumber mana milik Lug, aku masih punya cukup banyak mana."


Raini setuju, "Benar! Aku bisa melakukannya."


Lug menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kelakuan mereka berdua. "Tidak usah," ujarnya.


Nagisa, Raini, dan Zephyr terkejut pada saat itu.


"Kenapa, kak?" tanya Nagisa mencemaskan.


Lug menghela nafas. "Coba kalian rasakan mana di sekitr kalian, apakah ada aneh?" paparnya.


Nagisa dan Zephyr mulai merasakan mana di sekitarnya. Dan benar saja, mereka langsung terkejut ketika baru saja merasakan apa yang sedang terjadi.


"Lug, semua mana yang ada di sekitar sini sedang bergerak ke satu titik, dan itu adalah kau! Bagaimana caramu melakukannya?" tanya Zephyr kebingungan.


Lug dan Nagisa saling bertatapan, lantas mereka tertawa cekikikan.


"Aku hanya melakukan sedikit teknik saja, dan ini saja aku sedang dalam kondisi yang kurang baik, takutnya jika aku melakukannya dengan agresif, maka sumber mana kalian juga akan ikut terkuras," jelas Lug.


"Iya, aku juga pernah melakukannya meski tak sebaik kakak Lug," Nagisa membenarkan ucapan Lug.


"Oh, jadi begitu, ya?" sahut Zephyr.


Dikarenakan para vampir sudah tak ada dan sekiranya area di sekitar mereka berempat aman, mereka memutuskan untuk membuat tenda dan beristirahat. Zephyr juga memiliki dompet serbaguna dan menyimpan beberapa tenda di dalamnya. Dia menggunakan dua tenda untuk beristirahat.


Namun yang disayangkan, Zephyr tinggal sendirian di tendanya, sementara Lug ditemani oleh Raini dan Nagisa.


Wow, enak sekali seperti itu!

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2