Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Chap 60 - Pholine Quint [Akhir Volume I]


__ADS_3

Sekarang ini Nagisa berada di ruang pelatihan bersama dengan Zephyr dan gurunya yang sangat cantik dan seksi, Pholine.


"Karena kita sudah ada di sini, aku akan mengatakan sesuatu yang mungkin akan mengejutkan kalian," tutur Pholine.


"Apa itu?" tanya Zephyr.


"Kalian tahu- "


"Tidak!"


Di saat Pholine hendak menyelesaikan ucapannya, tiba saja Zephyr memotong. Dan itu membuat Pholine marah dan mengejar murid lelakinya itu. Mereka berdua malah bermain kejar-kejaran, dan itu membuat Nagisa menghela nafas serta menggeleng karena tidak karuan melihat keduanya itu malah saling bertengkar.


"Nah, kutangkap kau!" seru Pholine yang berhasil menangkap Zephyr. Dia mengangkat anak didiknya itu dengan mengangkat kerahnya bagaikan sedang mengangkat anak kucing.


"Ayolah bu- maksudku, kak, aku kan memang tidak tahu, jadi wajar kalau aku berkata tidak," papar Zephyr membela diri.


Pholine semakin marah karena dirinya sempat dipanggil 'bu' lagi. "Oh, jadi kau tak mau mendengarkan dulu apa ucapanku tadi?! Setelah ini akan kutendang kau dari kelasku dan kau akan kuhukum berdiri di ujung ruangan dengan satu kaki selama dua puluh empat jam tanpa henti biar kau tahu rasa!" serunya.


Zephyr pun memasang wajah murungnya kembali yang sudah hilang.


Pholine yang melihat muridnya bersedih itu justru malah bersimpati dan dirinya salah dalam mengingatkan. "Maafkan aku, Zephyr. Tak seharusnya aku memarahimu seperti itu," ucapnya.


Zephyr kembali bersemangat.


Dan pada saat itu, mereka kembali pada pembelajarannya. "Seperti yang aku katakan tadi, kalian tahu?" Pholine melirik ke arah Zephyr–mengawasinya karena berjaga-jaga agar tidak menyela lagi. "Ruang pelatihan ini sebenarnya adalah ruang pribadiku," ungkapnya.


Pada saat itu, Zephyr hanya diam saja, wajahnya datar seakan gurunya itu terlalu membosankan.


Sementara Nagisa tampak kagum. "Ruangan ini adalah punyamu? Wah, luar biasa," ucapnya.


"Hahaha, ini adalah pemberian ayahku. Sebenarnya ini cukup kecil, tapi lumayan juga apabila digunakan untuk berlatih dan mengajar seperti ini," papar Pholine sembari tersenyum manis.


Pada saat itu, guru cantik tersebut tak ingin lagi terlalu banyak berbasa-basi. Dia hendak sekali menguji Zephyr. "Kalian berdua, aku beritahu kalian bahwa bahaya di dunia luar itu sangat mengerikan. Jadi kalian harus mempunyai kemampuan bertarung yang mumpuni, sehingga kalian akan aman," jelas Pholine. Ia pun melirik ke murid lelakinya itu dan menyeringai.


Zephyr menelan ludah karena dilirik, ia berpikiran buruk pada saat itu juga.

__ADS_1


"Zephyr, coba kau bertarung denganku. Aku ingin melihat kemampuanmu sebentar, anggap saja aku sedang mengujimu," terang Pholine.


Sekali lagi Zephyr menelan ludah. "B-baiklah ... Ayo kita lakukan," sahutnya.


Pholine menjelaskan lagi, "Peraturannya adalah kita dilarang menggunakan sihir penciptaan atau serangan jarak jauh. Penguatan dan percepatan diperbolehkan, hanya saja tidak boleh menggunakan sihir untuk melemahkan."


Zephyr mengangguk.


Mereka pun mempersiapkan diri dan menjaga jarak satu sama lain. Ketika itu juga Nagisa sedikit menjauh agar tidak mengganggu pertandingannya. Ruangannya sendiri berbentuk persegi dengan ukuran tujuh kali tujuh kali tiga regrit. Nagisa berdiri di ujung karena di ruangan itu benar-benar tidak ada apa-apa–hanya sebuah ruang kosong yang dicat abu-abu.


Zephyr dan Pholine pun mulai bertarung. Mereka saling beradu serangan fisik dan kecepatan refleks. Tapi anak lelaki itu terus terpojok dan tidak bisa menghindari serangan dari gurunya.


Pada akhirnya Zephyr kalah hanya dalam beberapa kali pukulan–hanya belasan gerakan saja, dia pun kalah. Nafasnya tersengal-sengal karena gerakan gurunya terlalu cepat. Meskipun Bu Pholine sangatlah cepat, tapi jika dibandingkan dengan Lug ... Huh, itu tidak bisa dibandingkan, gumamnya dalam hati.


"Zephyr, kau memilih menjadi Ranker, tapi refleksmu sangatlah buruk. Berlatihlah lebih giat, hehe ... " ledek Pholine.


Zephyr membuat ekspresi kesal, dia tahu bahwa gurunya itu sebenarnya dendam padanya. "Baiklah baiklah, lain kali aku akan lebih baik lagi," sahutnya.


Nagisa berjalan mendekat karena tahu pertarungannya telah usai.


Nagisa menatap wajah gurunya sekilas, namun dia sudah tahu apa yang dipikirkan gurunya. Sepertinya kakak Pholine penasaran denganku. Apa aku perlu bertarung serius dengannya? Mungkin aku harus sedikit mengalah, batinnya. Gadis ini juga sudah membaca pergerakan Pholine pada pertarungan barusan. Ia mengingat apa yang Lug pernah katakan padanya, yaitu untuk selalu membaca atau memprediksi membaca pergerakan lawan apalagi jika pernah melihat cara orang itu bertarung.


Pholine pun mendekati Nagisa, lantas meletakkan tangan kanannya di bahu muridnya. "Aku ingin tahu seberapa hebatnya dirimu, apa kau mau? Kau tahu kan maksudku?" ucapnya.


Nagisa mengangguk. Dia tersenyum dengan penuh percaya diri. "Baiklah, aku menerima tantanganmu," sahutnya.


Dia dan Pholine pun mempersiapkan diri, sementara Zephyr menjauh seperti apa yang Nagisa lakukan sebelumnya dengan berdiri di pojokan.


Nagisa memperlihat kuda-kuda yang sangat kuat, tubuhnya terlihat rendah, namun badannya tetap tegap dan pandangannya mengarah pada mata lawannya. Dia memposisikan kedua tangannya sedemikian rupa untuk melindungi dada dan perutnya. Pholine sampai terkejut melihat seorang anak berusia beberapa tahun di bawahnya namun dapat melakukan kuda-kuda yang sangat kuat.


Wow, luar biasa. Tapi memiliki pondasi yang kuat seperti itu belum membuktikan bahwa dirimu dapat bertarung dengan baik, batin Pholine.


Pholine pun juga memberikan kuda-kudanya, meski terlihat tidak terlalu serius. "Majulah dulu!" suruhnya.


TAP

__ADS_1


TAP


TAP


Nagisa segera melesat dengan sangat cepat. Tahu bahwa menggunakan sihir penguatan diperbolehkan, ia menggunakan sihir Tubuh Api Tak Berwujud. Kecepatannya bahkan berkali-kali lebih cepat dari kecepatan Zephyr berlari dalam pertarungan barusan.


Pholine bahkan sampai tidak menyadari bahwa muridnya itu sudah berada dua langkah di depannya. Cepat sekali! Batinnya.


WUUUSH


Pholine melompat ke belakang karena sudah tak bisa menghindarinya lagi. Tapi itu adalah kesempatan bagi Nagisa karena tidak ada tempat untuk menghindar ketika melompat.


Tepat sebelum Pholine mendarat, Nagisa sudah bergerak cepat dengan membelakangi gurunya itu. Pholine menoleh ke belakang dan ...


BUGH


"AARGH!!!"


Pholine pun terpukul lagi di bagian belakangnya dan terjatuh tanpa diberi kesempatan. Sehingga itu membuatnya kalah dalam pertarungan melawan muridnya. Pada momen terakhir, Nagisa memukulnya tidak terlalu kuat–hanya merapatkan telapak tangannya dan mendorong gurunya itu dengan sedikit tenaga.


Nagisa mengulurkan tangannya untuk membantu Pholine berdiri, dan gurunya itu menerima bantuannya.


"WOW!" teriak Pholine terkagum-kagum. "BAGAIMANA CARAMU MELAKUKAN ITU?!!! AKU MARAH PADAMU! AKU SANGAT MARAH PADAMU!!! KAU PUNYA KEMAMPUAN YANG JAUH LEBIH TINGGI DARIKU YANG SEORANG RANKER PERAK, MESKIPUN YANG BARUSAN AKU TIDAK SERIUS!!!"


Nagisa hanya tertawa kecil saja, dan mereka pun malah saling bercanda. Pholine tidak menganggap yang barusan itu serius, dia justru sangat mengapresiasi muridnya itu atas kemampuannya yang luar biasa.


Sementara itu Zephyr malah menjadi bahan ledekan Pholine, sementara Nagisa malah cekikikan saja.


*****


Waktu berlalu begitu cepat, semuanya terjadi seperti apa yang terjadi. Berlokasi di sebuah kota pada suatu kerajaan, ada sebuah organisasi yang sangat besar. Organisasi tersebut dipimpin oleh seseorang berjubah misterius yang bekerja di bidang peralatan ajaib dan beberapa restoran yang tersebar di banyak tempat pada kerajaan tersebut.


"Yah, aku akan segera kembali ke tempatku kembali nanti. Segera setelah aku berjaya di tempat ini!" gumam orang berjubah itu yang duduk di sebuah singgasana di ruangan yang cukup gelap yang hanya diterangi beberapa obor saja. Ada beberapa orang berdiri laksana pasukan yang menjaga orang berjubah hitam tersebut. Dan menurutnya ini hanyalah langkah awal.


Volume I berakhir!!

__ADS_1


__ADS_2