![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Tepat satu bulan setelah perebutan Pusaran Angin Seribu Lengan, terjadi sesuatu yang menggemparkan Nio dan Vlamera lainnya. Berdasarkan dari laporan Romeo tiga hari yang lalu, pemuja dewa iblis yang berada di kuil mulai menunjukkan keganasannya. Ada beberapa pengunjung kuil yang telah dibunuh secara misterius, dan mereka ditetapkan menghilang. Kuil tersebut membuat kegaduhan karena sudah ada setidaknya tiga orang yang ditetapkan menghilang.
Ketika Romeo menginvestigasinya, dia menemukan seorang pemuja dewa iblis yang sedang mengambil jantung seorang pengunjung wanita.
Kini Romeo masih diperintahkan untuk tetap mengawasi di kuil. Sementara Nio kini sedang membahasnya di ruang bawah tanah bersama dengan Leo dan yang lainnya.
"Dari laporan Romeo, tubuh korban akan langsung dililit oleh rantai berwarna merah dan tubuhnya bercahaya. Setelah itu menghilang, kemungkinan bahwa cahaya itu adalah untuk persembahan," ujar Cleo.
Nio setuju. "Ya, tapi aku tak terlalu mementingkan dengan persembahannya. Tapi siapa dewa yang disembahnya itu, aku sangat penasaran."
"Dewa iblis ... Beelzebub? Dia mempunyai kemampuan melahap," pendapat Leo.
Vernando dan Cleo mengangguk, menurut mereka itu sangat masuk akal.
Sementara tatapan mata Nio masih tajam, dia tidak menggangguk yang berarti sebaliknya–ia tak setuju. "Romeo berkata bahwa mayat korban telah dibungkus oleh rantai bercahaya, kita tidak bisa memastikan itu kekuatan dewa iblis apa- tapi melihat dari cahaya terang yang muncul, dari mayat korban, berarti ... Itu adalah Malaikat Yang Terjatuh, Lucifer," paparnya menjelaskan.
Leonardo menelan ludah, semuany tahu bahwa Lucifer adalah dewa iblis sekaligus menjadi dewa terkuat yang ada di dunia para dewa.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Cleo.
"Alasanku adalah," jawab Nio. "Karena muncul cahaya terang, itu berarti berwarna putih atau warna terang lainnya. Berbeda dari kebanyakan dewa iblis yang biasanya identik dengan warna gelap."
"Ya," Leonardo menimpali. "Hanya Lucifer satu-satunya dewa iblis yang memiliki kekuatan cahaya. Itu sangat masuk akal."
Mereka pun berdiskusi sangat lama untuk menentukan kapan waktu menyerang yang terbaik.
"Kita harus memancing dia untuk keluar dari kota dan keramaian," ujar Nio.
Leonardo bertanya, "Maaf, Nio. Aku ingin bertanya padamu, ini tentang pemuja dewa iblis yang sedang kita bahas ini. Kenapa kita harus membawanya keluar dari kota? Apa dia benar-benar sangat berbahaya sampai bisa menghancurkan kota dengan sangat mudah?"
Nio menghela nafas, lantas menjawab, "Aku bisa melihat sumber mana miliknya pada saat itu. Dia sangatlah berbahaya, jika sumber mana kalian bertiga digabungkan, bahkan tidak ada akan sampai seperlima dari sumber mana miliknya. Kita sendiri juga sangat kurang informasi tentang cara bertarungnya, sihir apa yang dikuasainya, apakah dia juga menguasai sihir lima lingkaran, dan lain-lain. Tapi kurasa, melihat dia diam saja ketika kita mulai membuka kedok para pemuja iblis itu berarti dia sama sekali tidak peduli. Dia pasti punya urusan tersendiri sehingga tidak membantu, atau dengan kata lain dia sangat percaya diri akan kemampuannya untuk bertarung sendirian."
Leonardo dan Cleo merasa terkejut mendengar bahwa pemuja iblis memiliki sumber mana yang begitu besar.
__ADS_1
"Jadi, bagaimana cara kita membunuh bedebah itu? Dia benar-benar merepotkan karena terlalu kuat," tanya Vernando.
Nio mengangguk. "Ya, dia memang sangat kuat, hampir setara dengan melawan langsung Pusaran Angin Seribu Lengan. Dan untuk rencananya, aku punya ide untuk membawanya keluar."
Lantas dia menoleh kepada wanita yang duduk di samping kanannya. "Kakak Cleo, kau masih menyimpan senjata sihir milik Taring Iblis itu?" tanyanya.
Cleo mengangguk dan menjawab, "Ya, aku masih menyimpannya. Lihat ini!" Dia memperlihatkan dua buah taring yang digunakan Taring Iblis untuk kabur.
"Aku akan gunakan itu untuk membawanya pergi dari ke Hutan Belerang dan membawanya bertarung di sana. Kalian siapkan saja jebakan untuk menangkapnya, kita harus membunuhnya, jika tidak dia akan sangat meresahkan. Pertarungannya akan sangat dahsyat, kuminta kalian tidak terlibat secara langsung," jelas Nio.
Cleo menelan ludah karena mendengar penjelasan itu, dia tahu seberapa kuat si pemuja dewa iblis Lucifer itu.
"Lalu, bagaimana dengan taringnya? Bukannya kau harus membawanya ke Hutan Belarang terlebih dahulu?" tanya Leonardo.
Nio menjawab, "Mudah saja, kalian yang bawa taring yang satunya, lalu letakkan di tempat yang sekiranya jauh dari kota. Dan di sanalah, kalian akan membuat jeba- "
DUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG
Suara yang sangat dahsyat tiba-tiba saja muncul. Suaranya sangatlah kuat sampai sampai seluruh kaca yang ada pecah pada saat itu juga. Bukan hanya di kerajaan Eternan, bahkan di kerajaan lainnya pun juga mengalami hal yang sama. Saking kuatnya, banyak orang yang telinganya berdarah, Cleo mengalami hal yang sama–telinganya berdarah.
Bukan berasal dari dunia manusia, bahkan seluruh makhluk yang ada di planet itu juga mendengarnya. Tidak sampai di situ saja, bahkan para dewa juga mendengar suara dahsyat itu. Suara itu berasal dari luar angkasa.
Suaranya bisa dibilang cukup lama–terdengar selama 2 menit 42 detik, suaranya itu hampir membuat semua orang menjadi tuli. Bukan hanya itu, terjadi gempa yang sangat hebat di seluruh dunia.
"CLEO! APA KAU TAO APA-APA?!" teriak Leonardo histeris. Dia tidak mengalami pendarahan di telinganya karena langsung menutup telinganya dengan memanipulasi mana dan tangannya. Bahkan mana yang meredam suara itu pun sampai retak karena suaranya terlalu keras.
Mereka berhasil keluar dengan selamat dari ruang bawah tanah karena Nio dengan segera menjebol langit-langit. Dan sekarang, ruang bawah tanahnya hancur secara keseluruhan.
*****
Sementar itu, Nagisa yang sedang berada di kediaman Azamuth bersama dengan Raini dan Phieri, kini mereka aman-aman saja karena Raini berhasil meniadakan suara yang dahsyat itu. Mereka bertiga keluar dari rumah karena dirasa rumahnya itu akan segera roboh karena guncangan yang sangat dahsyat. Pada saat itu, Raini membentuk Otoritas Kehampaan dan Area Kehampaan. Dengan itu dia bisa meniadakan gelombang suara yang sangat kuat itu, sekaligus Otoritas Kehampaan bisa mendeteksi apakah gelombang suaranya masih terus berlanjut atau tidak.
"Yang barusan itu apa?!" tanya Nagisa.
__ADS_1
Mereka yang sudah berhasil keluar, langsung menatap ke langit karena tahu bahwa gelombang suara itu berasal dari luar angkasa–sebenarnya gelombang suara tidak bisa berjalan di ruang hampa, namun itu adalah getaran gelombang gravitasi yang terlampau kuat hingga membuat getaran dan gesekan hebat di udara yang pada akhirnya, ruang-waktu yang menggelombang itu menghasilkan suara yang sangat kuat.
Raini langsung menatap ke langit. Dia melihat menggunakan Mata Kehampaan dan mengamatinya dengan jelas apa yang sedang terjadi.
Apa yang dilihat oleh gadis itu sangatlah mengejutkan.
Di lain sisi, Nio juga sedang melihat ke arah langit dengan tatapan mata yang sangat tajam. Dia melihat hal yang sama dengan apa yang Raini lihat. Begitupun dirinya juga sama terkejut setengah mati melihat apa yang sedang terjadi. Matanya terbelalak sangat lebar, bahkan mulutnya sampai ternganga.
"Tidak mungkin ... Itu- tidak mungkin! Apa yang sebenarnya ... Sedang terjadi di luar sana?!" seru Nio dengan wajah tegang.
Vernando sampai terkejut melihat ekspresinya itu. Dia tak pernah melihat anak lelaki itu memasang wajah terkejut sampai seperti itu. Ketika melihat Nio memandang langit dengan mata yang resah, dia pasti berpikir pasti ada yang salah dan sesuatu hal sangat mengerikan sedang terjadi.
"Nio, apa yang tengah terjadi di luar sana?" tanya Vernando.
Di langit, semua orang tak bisa melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi. Langitnya masih berwarna biru, hanya saja tak ada awan di atas sana, seolah semuanya telah lenyap begitu saja.
Pada saat yang bersamaan, Raini dan Nio pun menjawab, "Sepertinya ... Alam semesta ini- sedang terkikis/alam semesta ini akan segera mengalami kehancuran."
"APA?! KAU SEDANG BERCANDA?!" bentak Vernando yang panik.
Lantas Nio menoleh pada Vernando, dia menatapnya dengan tatapan mata sinis yang sangat mengerikan. Dia pun berkata, "Apa aku pernah bercanda pada situasi seperti ini?! Apa kau pernah melihat aku menatap dengan mata seperti ini?! Jika kau tidak percaya, keluar saja dan lihat apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kau bisa melihatnya dengan sangat jelas!" serunya dengan nada datar. Tatapannya semakin mengerikan hingga ketika ucapannya diselesaikan.
Benar juga, aku sama sekali tidak pernah melihat tatapan Nio yang seperti itu ... Itu- benar-benar sangat mengerikan, batin Vernando ketakutan.
Sementara kini Leonardo sedang berusaha menyembuhkan Cleo yang pingsan. Dia menggunakan sihir penyembuhan.
Nio pun mulai merendahkan tatapannya, dia mulai menghirup nafas dalam-dalam, lantas menghembusnya. "Kita mendapatkan banyak masalah pada saat ini," ujarnya.
"Apa saja itu?" tanya Vernando. Dia hanya tahu tentang masalah pemuja dewa iblis.
Nio menjawab, "Yang pertama adalah masalah tentang pemuja dewa iblis Lucifer itu, yang kedua adalah keselamatan semesta ini, dan yang ketiga ... Pembatas antar ras- mulai retak dan akan segera hancur dalam beberapa tahun saja."
Dan itu benar-benar membuat Vernando terkejut, matanya terbelalak lebar karena saking terkejutnya.
__ADS_1
Bersambung!!