![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Lug telah sampai di perbatasan yang jauh dari perkemahan para Ranker sebelumnya. Dia mulai menyentuh dinding pembatasnya, lantas memejamkan matanya. Tak lama, ada lingkaran sihir yang terbentuk di telapak tangannya dan ukurannya cukup besar. Dan ketika Lug membuka mata, dia menoleh ke arah kedua istrinya dan Zephyr.
"Ayo kita masuk," ajaknya.
Lingkaran sihirnya menghilang, dan Lug yang mulai masuk. Terlihat tidak ada apa-apa yang berubah, hanya saja ketika ia masuk, dindingnya terlihat seperti air berwarna merah yang menyatu dengan warna pembatasnya–bergelombang layaknya air yang disentuh.
Zephyr menelan ludah, dia menoleh ke arah Nagisa yang mulai berjalan tanpa keraguan sama sekali. Diikuti oleh Raini yang juga sama sekali tidak gentar. Lalu Zephyr berjalan dan dia masuk yang paling terakhir.
Ketika masuk ke dalam dunia para iblis, Zephyr tidak melihat adanya iblis di sana. Justru tampaknya dunia iblis lebih indah dari apa yang ia bayangkan. Hamparan rumput hijau yang dijatuhi salju sedikit demi sedikit, itu tampak sangat indah dari apa yang kubayangkan selama ini, gumam Zephyr dalam hati terkesima.
"Wow, dunia iblis tidak tampak seperti apa yang kubayangkan," gumam Raini menoleh ke kanan dan ke kiri.
Nagisa mengangguk. "Benar, kupikir ada awan hitam berputar dengan petir yang meledak-ledak ataupun tulang belulang di mana-mana. Tapi ternyata terlihat jauh lebih baik," gumamnya juga terkesima.
"Heh!" Lug menyeringai. "Kalian pasti berpikir bahwa dunia iblis tampak seindah ini, kalian hanya belum melihat saja bagaimana dunia iblis yang sebenarnya. Sekarang lihatlah di sana dan apa yang kalian lihat sekarang?!" ia menunjuk ke arah sebuah gunung yang tampak ada awan hitam berputar seperti apa yang Nagisa katakan. Memang kelihatannya sangat jauh, tapi itu benar-benar nyata di mata mereka semua.
"Astaga, ternyata benar seperti apa yang kupikirkan!" seru Nagisa terkejut.
Lug menatap lamat-lamat ke arah awan yang berputar-putar itu. "Ayo kita ke sana!" dia langsung bergegas dengan cepat dan diikuti oleh yang lainnya.
Tapi tiba-tiba saja, Lug berhenti di tengah jalan.
Zephyr terkejut. "Ada ap- MMH!"
Lug langsung menutup mulut sahabatnya itu. Nagisa dan Raini langsung menyadari bahwa ada sesuatu di sekitarnya. Karena di sana adalah hamparan rumput yang sangat luas, mereka berdua tidak tahu apa yang ada di sekitar mereka meskipun menoleh ke kanan atau ke kiri.
"Kita harus pergi dari sini!" suruh Lug. "Ikuti aku!"
Dia langsung berlari dengan cepat ke arah tempat yang ditumbuhi oleh ilalang yang tinggi.
__ADS_1
Dan ketika mereka semua bersembunyi, ternyata ada seorang manusia yang datang. Dia mengenakan armor berwarna merah, yang berarti adalah seorang Ranker Langit Merah.
Nagisa terkejut sampai membelalakkan matanya, karena baru kali ini ia melihat seorang Ranker Langit Merah.
Tak lama Ranker tersebut pergi, dia seolah menyadari kehadiran Lug dan memeriksanya. Namun dia tak menemukannya.
Lug menoleh ke arah Nagisa dan Raini yang ada di samping kanannya–sementara Zephyr di samping kirinya. "Kudengar bahwa di dunia iblis ada sesosok lelaki yang disebut-sebut sebagai seorang Pendekar Pedang Buta. Rumornya banyak Ranker Langit yang menghindarinya karena lebih berbahaya dari sesosok iblis," paparnya.
"Lantas?" tanya Raini.
"Berarti dia adalah seseorang yang sangat hebat, kudengar juga dia adalah manusia yang hidup di bawah naungan iblis ras elf gelap. Aku ingin menjadikannya sebagai rekan kita," terang Lug dengan seringainya yang menakutkan.
Raini terkejut dan berkata, "Kau sudah gila? Sepengatahuanku, dia memang benar-benar mengerikan."
"Kau meremehkanku, Raini?" tanya Lug dengan tatapan mata yang tajam. Ekspresinya juga terlihat sangat serius. "Kupikir kau benar-benar sudah mempercayaiku sepenuhnya."
Raini terkejut lagi. Kini dia terlihat lebih resah karena lupa akan kepercayaannya sendiri. Tapi kini dia tersenyum. "Tidak, maksudku- dia mungkin akan terkejut melihatmu yang lebih mengerikan darinya," ucapnya mendinginkan suasana.
"LU- LUG! LEPASKAN!!!" bentak Raini yang menggenggam erat tangan Lug.
Dan setelah Lug melepaskannya, Raini memelas sembari mengusap hidungnya yang memerah–dia hampir menangis.
Kini mereka langsung bergegas berangkat lagi. Karena tidak diketahui di mana lokasi Pendekar Pedang Buta berada, Lug berpikir bahwa senjata yang diturunkan di dunia iblis itu lebih diprioritaskan terlebih dahulu. Untuk lokasinya, dia lupa akan detailnya, namun setidaknya dirinya tahu di mana tempatnya.
*****
Setengah hari telah berlalu. Mereka telah dekat dengan gunung yang mereka lihat ketika berada di dekat perbatasan. Awan hitam yang berputar dengan petir yang meledak-ledak tepat berada di atas kepala mereka.
"Kalian ingat ini! Ada beberapa jenis iblis yang mungkin akan kita hadapi," ujar Lug.
__ADS_1
Yang pertama adalah succubus dan incubus. Mereka berdua adalah ras iblis yang menggunakan sihir ilusi untuk menggoda manusia. Succubus adalah perempuan, maka yang digoda adalah lelaki, sebaliknya incubus adalah lelaki, yang digoda adalah perempuan. Wujud mereka sebenarnya tidak jauh berbeda dengan manusia, hanya saja mereka memiliki sayap hitam kecil di punggung dan memiliki ekor yang panjang dengan ujung yang tajam dan bentuknya seperti ujunga anak panah. Sementara mata mereka berwarna merah dengan pupil hitam selayaknya kucing.
Berikutnya adalah elf gelap. Mereka adalah makhluk yang juga mirip dengan manusia, namun lebih tepatnya adalah elf. Berbeda dengan elf yang memiliki warna kulit putih cerah, sebaliknya elf gelap memiliki tubuh berwarna hitam–bukan cokelat. Mereka ahli dengan sihir penciptaan proyektil seperti bola api atau semacamnya. Kecerdasan mereka di atas rata-rata para iblis.
Yang biasa orang kenal, goblin, mereka dulunya adalah ras tersendiri yang sangat berbeda dengan iblis. Namun mereka telah dicemari oleh kekuatan iblis yang membuat diri mereka menjadi bermutasi dengan fisik yang jauh lebih kuat. Goblin memiliki kulit berwarna hijau, dengan perut buncit dan tubuh yang sangat besar–dulunya ukuran mereka sedikit lebih kecil dari manusia. Dan ukuran goblin lima kali lebih besar dari manusia pada umumnya.
Lalu ada lich, makhluk yang tubuhnya hanya tersusun atas tulang belulang saja. Mereka memiliki sihir yang sangat kuat, dan bahkan bisa membangkitkan pasukan mayat hidup.
Ada juga ghoul, raksasa di dunia iblis yang sangat mengerikan. Ada juga ghoul berkepala dua, namun ukuran tubuhnya sedikit lebih kecil. Ukuran ghoul biasa setara dengan tiga goblin.
Selanjutnya adalah wyrm. Makhluk itu memiliki tubuh seperti cacing, hidup di kedalaman tanah. Ukuran mereka sangatlah panjang, bahkan bisa mencapai ratusan regrit. Para manusia mengatakan bahwa wyrm adalah keturunan dari naga jahat, tapi wyrm sama sekali tidak seperti naga dan tidak memiliki darah keturunan naga sedikitpun. Wyrm hanya memiliki sisik yang beracun saja, serta nafasnya berwarna hijau tua, sangat panas dan beracun, hanya saja tidak mengeluarkan api, dan itu sangatlah korosif.
Dan ada juga vampir, berupa kelelawar raksasa yang menghisap darah makhluk apapun yang ada di dekatnya. Mereka hidup dengan cara berkawanan, dan ketika sedang mencari mangsa, terlihat jumlah mereka yang sangat banyak hingga bisa sampai berjumlah ribuan.
Yang terakhir adalah mutan. Makhluk mengerikan yang bisa memiliki beragam wujud. Bisa menjadi ghoul yang tidak memiliki kulit–hanya otot-otot basah, kepalanya yang tumbuh di perut, kakinya ada tiga, tangannya ada lima, atauoun yang lainnya. Mutan juga bisa berwujud lebih mengerikan lagi.
"Yang terakhir itu kedengarannya sangat menakutkan," gumam Zephyr sambil memeluk dirinya sendiri yang merinding ketakutan.
Tapi Lug dia saja. Dia memandangi langit yang sudah mulai gelap dengan tatapan mata yang sangat tajam dan antusias. "Vampir, mereka akan keluar tak lama lagi. Bersiaplah kalian untuk sebuah malam dengan mimpi yang seburuk-buruknya," ujarnya memberitahu.
Zephyr menelan ludah, begitupun dengan Nagisa dan Raini.
"Zephyr, apa kau sudah menguasai sihir lima lingkaran yang kutulis di buku itu?" tanya Lug tanpa menoleh ke arah orang yang ditanyainya.
Zephyr menjawab dengan penuh percaya diri, "Jangan ditanya lagi, sekarang bahkan aku sudah menguasai sihir lima lingkaran dan sihir empat lingkaran yang ada di bukumu itu. Namanya adalah Pukulan Gelombang Kejut Cahaya, dan Cahaya Gerhana."
Lug tersenyum. "Seharusnya aku tak suka karena kau menguasai sihir jarak dekat, tapi apa yang bisa kuperbuat sekarang?" lantas ia menoleh ke arah Nagisa. "Cahaya Gerhana, itulah sihir Cahaya Penembus tahap berikutnya, Nagisa," ujarnya dengan sebuah senyuman.
Nagisa mengangguk dengan wajah yang sedikit memerah, dia terlihat senang mendengarnya. Melihat wanitanya yang senang, Lug juga ikut senang.
__ADS_1
Bersambung!!