Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 60 - Keputusan Terbaik


__ADS_3

Lug meminta para dewa untuk membawanya kembali ke Altar Bintang. Di saat ia berada di Altar Bintang, dirinya berjalan lalu terbang di ruang tersebut. Terdapat 12 bola besar yang melayang mengelilingi Lug, permukaan bola tersebut transparan, di dalamnya terlihat energi yang meluap-luap. Hanya saja, pada permukaan bola tersebut terukir garis garis dari setiap 12 konstelasi. Lug melayang di tengah-tengahnya, ia memejamkan matanya seakan sedang merasakan suasana relaksasi.


Bertambah lagi dewa dewa yang datang–sebelumnya hanyalah Dewa Leo, Dewa Aries, Dewa Capricorn, dan Dewi Libra–kini kedatangan lagi dua Dewi Konstelasi, yaitu Dewi Virgo dan Dewi Pisces.


Dewi Virgo memiliki wujud selayaknya seorang wanita biasa, ia mengenakan pakaian bertudung berwarna putih yang mana itu lebih mirip seperti gaun panjang yang menyeret di lantai ketika sedang berjalan. Matanya sentiasa tertutup seolah-olah dewi itu buta, dan mengenakan kain putih semi transparan yang menutupi mulutnya. Meski begitu, garis bibirnya terlihat begitu cantik dan menawan, takkan ada seorangpun lelaki yang tak terpikat kepadanya karena sosoknya yang menawan itu. Serta pada tangannya dilapisi oleh sarung tangan cahaya berwarna putih transparan. Adapun sepasang sayap putih terang yang panjangnya mencapai 3 regrit.


Sementara itu, Dewi Pisces adalah makhluk yang susah untuk dijelaskan. Seluruh tubuhnya hanyalah air, dan ia juga mengenakan gaun yang terbentuk oleh air pula. Di belakang punggungnya terdapat dua ekor ikan besar yang berputar-putar, melayang di udara.


Dan ya, selayaknya para Dewa Dewi Konstelasi yang lain, mereka memiliki tanda garis simbol rasi bintang mereka masing-masing.


"Virgo ... Pisces ... " ucap Lug lirih, suaranya pelan dan hampir tak terdengar. Andai para dewa itu tak melihat bibir Lug bergerak, mereka tak tahu bahwa manusia itu tengah menggumam sendiri.


Para dewa dewi yang menyaksikan apa yang tengah dilakukan oleh Lug sekarang tidak memberika reaksi yang pasti. Wajah mereka seakan tidak memberikan kesan apapun, karena para dewa memiliki wajah yang aneh–berbeda dengan Virgo yang wajahnya adalah manusia, begitu cantik dan menawan, hanya saja ia tak berekspresi sedikitpun. Mereka semua memang sebenarnya terkejut, Lug adalah entitas rumit yang kehadirannya hampir tak dapat mereka prediksi. Apapun yang dilakukan oleh manusia itu di dalam otoritas dunia dewa, para dewa itu sendiri tak dapat mengetahuinya dengan pasti.


"Alat ini ... Dapatkah digunakan untuk berkomunikasi dengan para dewa dari otoritas lain?" tanya Lug kepada para dewa. Itu adalah tentang apa yang ada di bawah kakinya itu, terdapat sebuah lingkaran halo yang di tengahnya terdapat planet dan bintang bintang.


Dewa Capricorn menjawab, "Sangat memungkinkan. Hanya saja kami jarang menggunakannya- kami tak ada kepentingan yang pasti untuk saling berhubungan antar dewa apalagi dewa dewi yang memiliki otoritas yang berbeda."


Lug sedang merencanakan sesuatu, hanya saja tak banyak yang dapat ia lakukan sekarang ini. "Baiklah, terima kasih," sahutnya.

__ADS_1


Tak lama, kedua belas bola yang melayang itu bersinar. Energinya memancar dan keluar, membentuk suatu arus yang menjurus kepada Lug. Arusnya membentuk spiral. Memangnya, apakah bola bola itu? Itu adalah bola yang berisikan kekuatan sepeninggalan Lug di kehidupannya yang sebelumnya. Kekuatan itu diberikan kepada para Dewa Konstelasi sebagai anugrah atas tunduknya mereka di hadapan kekuatan absolut. Lug memang memintanya kembali dan akan mengembalikannya apabila urusannya telah selesai.


Tiba tiba terjadi suatu hal yang sangat mengejutkan bagi keenam dewa tersebut.


"Kekuatan yang besar dapat membuat sub-ruang ini mengalami keretakan, kalian masih memiliki waktu sebelum dunia kalian ini benar-benar hancur akibat keruntuhan alam semesta," Lug menjelaskan, matanya masih terpejam meski tengah berbicara. Apa yang membuat para dewa terkejut adalag terjadinya keretakan pada sub-ruang di sana, yang dimaksud ialah Altar Bintang. Ruangan yang ada di sana tergores seperti kaca yang akan pecah–dipenuhi retakan. Sub-ruang sendiri adalah ruang yang berada di dalam ruang, seperti Altar Bintang yang berada di dalam Alam Semesta, dan biasanya struktur sub-ruang cukup rapuh. Namun dunia para dewa ini bisa dibilang sub-ruang yang sangat luas dan terstruktur dengan sangat baik. Dapat dilihat sendiri bahwa terdapat 12 dunia dewa yang berbeda-beda di dalam Altar Bintang–sebenarnya 12 dunia dewa yang berada di dalam Altar Bintang adalah bagian dari Altar Bintang itu sendiri, hanya saja semuanya telah tersusun rapi. Akan tetapi, yang sebenarnya terjadi adalah kekuatan Lug yang ditinggalkannya itu membantu untuk memperluas dunia para dewa yang kelihatannya tanpa batas itu.


Dapat disimpulkan alasan kenapa terdapat keretakan pada Altar Bintang adalah kekuatan yang menyokong sub-ruang tersebut telah diambil oleh Lug.


"Aku hanya mengambil esensinya saja," ucap lelaki tersebut. Dan yang terjadi adalah, simbol rasi bintang para dewa yang ada pada bola bola tersebut mulai memudar. "Kekuatannya masih kutinggalkan di bola bola tersebut, kalian bisa tetap menahannya dengan kekuatan kalian sendiri. Dan juga esensinya dapat dikembalikan, setelah aku selesai dengan Lucifer," tambahnya.


Para dewa itu mulai memasukkan sejumlah mana mereka ke dalam bola bola itu setelah Lug selesai menyerap esensinya. Hingga satu hal lagi yang membuat para dewa itu terkejut, dan itu adalah mereka melihat kedalaman yang luar biasa pada bola itu.


Padahal ukuran bolanya tidak seberapa, tapi ... Bagaimana bisa kedalamannya hampir sama dengan jarak antar bintang? gumam Dewa Leo tercengang.


Begitupun dewa dewi lainnya, mereka tercengang merasakan kedalaman dari bola bola konstelasi yang esensi kekuatannya menopang kedua belas dunia dewa beserta Altar Bintang itu sendiri yang mana sebagai gerbang dari kedua belas dunia, Gerbang Dunia Perbintangan. Kedalamannya tidaklah pasti, mereka semua hanya mengira-ngira seberapa luas kedalaman dari bola bola konstelasi tersebut. Karena bukan hal yang sepele, Dewa Konstelasi yang lain telah diberitahu oleh dewa dewi yang menyaksikan Lug mengambil esensi dari bola bola konstelasi. Para dewa itu pastinya tahu apa yang seharusnya segera dilakukan pada saat ini juga.


Entah kali ini apalagi?


Lalu para dewa melihat Lug mengeluarkan sebuah pedang berat yang sangat besar–Penghubung Dunia. Tak lama, terdapat sesuatu yang tampak transparan di sekitaran Lug, meski begitu mata telanjang pun dapat melihatnya dengan jelas, itu berbentuk bundar sempurna yang mengurungnya.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh lelaki itu menciut menjadi kecil, para dewa terkejut. Akan tetapi mereka segera menyadari bahwa sebenarnya Lug tidaklah menciut, hanya saja ruang yang ada di dalam benda bundar transparan itu meluas hingga lelaki itu berada di tempat yang sangat jauh dari pandangan mata mereka. Hingga pada titik di mana Lug menghilang dan struktur ruang yang ada di dalamnya itu berubah, seakan ada dunia lain di sana.


Para dewa mulai berspekulasi tentang apa yang tengah dilakukan oleh Lug. Tetapi mereka tidak tahu kebenaran yang sebenarnya.


Jelas saja, mereka tidak dapat mendengar suara hati manusia atau masa depan secara pasti. Tidak seperti kemampuan Penglihatan Dunia dan Penglihatan Langit milik Lug yang dapat membuatnya melihat dari sudut pandang dan masa depan yang berbeda.


*****


Lebih dari 3 jam, Lug baru kembali muncul. Dan tatanan dunia yang ada di dalam bola transparan itu mulai kembali seperti sebelumnya dan itu menghilang hanya dalam kedipan mata.


Ketika keluar dari dunia itu, matanya terbuka dengan cepat. Tatapan mata Lug berubah semenjak keluar dari sana, terlihat jauh lebih tajam dan pupilnya tampak seperti mata hewan buas seperti ketika dirinya menggunakan tubuh separuh naga–Dragonoid. "Aku ingin kalian mempersiapkan diri!" serunya memerintahkan.


Para dewa menatapnya dengan seksama.


"Kita tidak memiliki banyak waktu, alam semesta ini telah meronta-ronta kesakitan. Dalam waktu satu bulan! Satu bulan, kita akan mulai menerobos ke dunia si Lucifer itu! Akan segera kurebut Fragmen Kekosongan Dan Singularitas, dan memperbaiki struktur dunia ini!"


Itulah keputusannya, dan itulah yang akan menentukan keselamatan alam semesta yang tengah sekarat ini. Semua bergantung kepada Lug, sekarang ini!


*****

__ADS_1


Di suatu dunia yang gelap, panas, dan mengerikan, sesosok makhluk bertubuhkan manusia, dengan satu tanduk yang sangat panjang di pelipis kirinya, memiliki rambut panjang, dan sorot mata berwarna merah darah, dia sedang duduk di singgasana yang tampaknya besar yang tampaknya terbentuk dari tulang belulang yang entah itu tulang manusia atau makhluk lain. Bibirnya tersenyum sangat lebar dan memperlihatkan deretan giginya yang hanya terdiri dari gigi taring semuanya, lantas berkata dengan nada yang dipenuhi kesombongan, "Milikku akan terus menjadi milikku, siapapun tak boleh mengambilnya dariku! Akulah yang terkuat di dunia ini, segalanya adalah milikku, pujalah diriku! Siapapun di dunia ini, tiada yang setara denganku!"


Volume II berakhir!!


__ADS_2