![Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]](https://asset.asean.biz.id/lug---nedhen-star--reincarnated-of-acestral-dimension-.webp)
Setelah Nozel mengurus permintaan Nio, ternyata keberangkatannya akan dilaksanakan lusa setelah permintaan tersebut diajukan. Nozel dengan mudahnya mengurusi hal tersebut karena status orang tuanya dan dirinya yang sangat dekat dengan ketua pengurus asosiasi.
Dan di esok lusanya, Nio sudah mempersiapkan diri bersama dengan rekan-rekannya.
Di malam hari sebelumnya, Cleo berpura-pura sakit kepala karena dirinya terlalu banyak minum. Leonardo mengambil cuti karena sedang mengurusi Cleo yang sedang sakit, orang-orang berspekulasi bahwa mereka berdua itu sebenarnya adik kakak. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka adalah sepasang suami istri. Tapi Leonardo pernah menyangkal perihal pasangan suami istri tersebut, sehingga banyak yang beralih pemikiran ke adik kakak.
Kalau Nio sendiri memang sudah biasa meninggalkan restorannya dan membiarkan Johan yang mengurus semuanya. Dan Johan sendiri pintar dan mengatur opini pelanggan serta dalam memberikan sugesti.
Beberapa orang juga sudah mendengar akan keberangkatan si Empat Topeng bersama dengan anggota-anggotanya. Dan orang-orang beranggapan bahwa kepergian mereka adalah keinginan tersendiri, bukan atas izin asosiasi. Mereka berkumpul sejak pagi hari sebelum matahari terbit.
Vorger datang untuk menyaksikan keberangkatannya. Tunggu! Di sana tidak ada Nio? Tapi tetap ada empat orang? Aku tidak tahu mereka semua itu siapa, tapi kekuatan mereka sepertinya ... Luar biasa! Batinnya.
Alasan kenapa kepala keluarga Claudia itu tak tahu siapa saja keempat orang yang berkumpul itu adalah karena mereka berempat mengenakan masker yang menutupi wajah, adapun seseorang yang menggunakan topeng. Ada dua orang yang mengenakan armor perak, dan ada satu lagi yang mengenakan armor emas. Armor tersebut tidak memiliki simbol kerajaan manapun, sehingga mereka akan menjadi Ranker yang tidak diketahui asal-usulnya.
Ada juga satu yang mengenakan masker yang sedikit robek, yang mana robekannya juga memiliki sebab yang sama dengan luka gores di mata kirinya yang sudah memutih keseluruhan. Rambutnya berwarna hitam pekat yang tidak terlalu panjang, tubuhnya tidak terlalu tinggi, dan memiliki banyak bekas luka di tangannya. Ia mengenakan pakaian yang cukup tertutup, namun jaket hitam yang dikenakannya itu memiliki banyak robekan, sehingga dapat memperlihatkan luka di tangannya. Dia lah yang berdiri paling depan dan memiliki wajah paling mengerikan, seolah dirinya adalah pemimpinnya.
Vorger mengenali siapa pria mengerikan itu,dia adalah Empat Topeng. Auranya sangat mengintimidasi, tapi aku tidak takut dengannya. Hanya saja dia terlatih dalam membunuh, kemampuannya dalam bertarung jarak dekat- itulah yang mungkin saja paling mengerikan darinya, gumamnya dalam hati.
Tak berselang lama, Vorger pun mendekati mereka berempat. "Apa kalian ingin menggunakan pedati untuk keberangkatan kalian? Kalian bisa menggunakan pedatiku," ia menawarkan.
Si Empat Topeng menjawab, "Tidak perlu!" suaranya terdengar sangat serak dan mengerikan. "Kami tidak membutuhkannya. Kami bisa berlari lebih cepat daripada kuda."
Vorger tertegun. Lebih cepat dari kuda? Cepat sekali, gumamnya lagi dalam hati.
Lantas ada salah seorang di belakang si Empat Topeng pun maju dan berkata, "Terima kasih atas bantuan keluarga anda, kami akan berangkat sekarang juga."
Vorger mengengguk. "Baiklah, silahkan kalian berangkat."
WUUUSH
Tanpa disadari, tak bisa diikuti gerakan mata, keempat orang bertopeng itu melesat layaknya angin. Padahal Vorger baru saja mengedipkan mata dan keempat orang itu sudah menghilang dari pandangannya.
"Aku sekarang paham," gumam Vorger. "Aku tak berani berhadapan dengan salah satupun di antara mereka."
*****
Matahari menampakkan dirinya di cakrawala Timur. Si Empat Topeng bersama dengan kelompoknya itu sudah keluar dari perbatasan kota Pertus, sekarang mereka berada di wilayah terluar kerajaan Eternan, yakni Hutan Belerang. Alasan kenapa hutan tersebut dinamai demikian, dikarenakan ada beberapa tanah tandus yang menyemburkan asam belerang dari dalamnya. Beberapa orang tidak berani memasuki wilayah hutan tersebut. Bahkan hewan yang ada di hutan tersebut pun bisa dibilang sangat minim. Kerajaan Eternan memang bagus dalam pembangunan di seluruh penjuru kerajaannya, tapi sayangnya, pembangunan yang merata itu justru membuat mereka kehilangan hampir 90% hutan di wilayahnya.
"Wow, Nio, kau benar-benar bagus dalam menyamar," puji salah seorang dari keempat kelompok itu yang ternyata adalah Leonardo.
Tidak ada yang merespon sama sekali.
__ADS_1
Lantas ada salah seorang yang menanggapi, dia ternyata adalah Cleo. "Leo, kepribadian Empat Topeng itu berbeda-beda. Ketika dia menjadi Nio dan menjadi tanpa identitas sekarang, mereka sudah berbeda meskipun dia sebenarnya adalah orang yang sama," ujarnya mengingatkan.
Leo menepuk jidatnya. "Iya ya, aku lupa," sahutnya.
Ternyata si empat itu adalah Nio yang bertukar kepribadian dan tubuh. Dia memiliki kemampuan sihir untuk menukar bentuk tubuhnya. Dia juga sangat sempurna dalam berakting dan menyamar.
"Jika kuperhatikan, ketika dia menggunakan tubuh yang ini, dia terlihat jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan Vernando," papar Leonardo.
Cleo mengangguk setuju, tapi dia tidak berani menjawab karena tahu tempramen si Empat Wajah yang sekarang. Sebenarnya ketika di pertemuan seperti 'kuntum bunga' sebelumnya, biasanya Nio lebih sering dipanggil dengan nama Empat Wajah ketimbang Nio. Karena mereka berempat bisa lebih serius dalam pertemuan agar tidak seperti sebelumnya yang dipenuhi oleh guyonan dan sindiran.
*****
Sementara itu, sekarang Vorger sedang berada di kamar Alice. "Alice, bangunlah!" suruhnya. "Ini sudah pagi."
Alice malah menggeliat seperti ulat karena enggan untuk bangun. "Sebentar, sayang ... Sebentar lagi, aku pasti akan bangun," ucapnya.
Sayang? Vorger bertanya-tanya karena anaknya itu biasanya langsung bangun dan tidak mengomel atau bergumam seperti itu. "Nak, bangunlah! Ini ayahanda, apa semalam Nio di kamarmu?"
Seketika itu juga, Alice langsung tersadar.
"Alice, kau semalam tidur bersama Nio?" tanya Vorger penasaran.
Alice mengusap matanya perlahan dan mengalihkan wajahnya. "S-sebenarnya ... Iya- itu sejak ... Lusa," jawabnya gugup.
Alice menggeleng dan mengayunkan telapak tangannya. "E- ti ... Tidak! Kami tidak sampai ke tahap yang seperti itu," sahutnya.
Vorger menggeleng dan tidak percaya. "Apa kau ingin menyembunyikan kebenarannya?! Katakan padaku yang sebenarnya!" tuntutnya.
Alice sangat kukuh dengan ucapannya. "Kami benar-benar tidak melakukan apapun selama dua hari ini. Kami hanya tidur bersama dan bahkan tidak saling menyentuh satu sama lain, ayahanda juga bisa melihat aku tidur mengenakan piyama, bukan telanjang bulat," jelasnya dengan nada yang tegas.
Vorger tahu bahwa anaknya tidak sedang berbohong. "Apa dia tidak menyerangmu sama sekali?" tanyanya memastikan.
Alice menggeleng. "J-justru ... Aku lah yang menggodanya. Aku lah yang sering meraba-raba badannya, aku ingin melakukannya agar kami bisa cepat menikah. Tapi Nio benar-benar enggan, dia tak mau melakukannya secepat itu. Ia mengatakan bahwa dirinya memiliki tujuan yang rumit, pernikahan atau hal semacam itu tak bisa dilakukan untuk sekarang ini. Katanya, aku akan menjadi beban baginya dan mendapatkan berbagai ancaman karena terlibat urusannya, aku tak tahu apa pekerjaannya selain menjadi pemilik restoran dan koki. Nio berkata bahwa banyak sekali orang yang tidak menyukainya, sehingga jika aku terlibat dengannya maka aku akan menjadi sasaran alternatif," imbuhnya sedemikian rupa.
Vorger bisa langsung mencerna penjelasan dari anaknya itu. Mungkin saja Nio tak mau melangsungkan pernikahan untuk sekarang ini dengan alasan tertentu. Mungkin seluruh permasalahan Vlamera juga ditanggung oleh seluruh penyandang nama tersebut. Aku kenal dengan salah satu penyandang nama Vlamera, yakni Vernando. Dia adalah pria misterius yang bekerja di asosiasi pembunuh bayaran di kota Henjin. Asosiasi itu benar-benar 'hitam' dan tidak ada orang lain yang tahu, kecuali aku. Mungkinkah semua anggota di asosiasi itu juga penyandang nama Vlamera lain? Apa mungkin Nio juga salah satunya? Jika benar seperti itu, anak itu sungguh ingin membuat Alice tidak terlibat di dalamnya, akan sangat berbahaya bagi anakku ini. Jika memang benar begitu, Nio adalah orang yang bijak dan benar-benar mencintai Alice, dia melindunginya dari bayangan agar tidak terlibat dalam urusan berdarah apapun.
"Ayahanda?" Alice memanggil.
Nio benar-benar layak jadi menantuku, batin Vorger lagi yang tidak mendengar panggilan anaknya.
"Ayahanda?"
__ADS_1
Yah, aku salut dengannya. Tapi jika terus berlanjut seperti itu, maka pernikahannya dengan Alice akan berlangsung sangat lama sekali, aku pasti sudah sangat tua pada saat itu.
"Ayahanda?!"
Tapi setidaknya, Alice akan bahagia bersama dengan pria yang dicintainya.
"AYAHANDA!!!" teriak Alice yang mulai kesal melihat ayahnya yang terus-terusan melamun dan memegangi janggutnya.
Vorger terkejut mendengar teriakan anaknya. "EH EH ... I-iya? Ada apa Alice?" tanyanya terkejut.
Alice merasa kesal dengan ayahnya yang sama sekali tidak mendengar panggilannya. Ia menggembungkan pipinya dan melemparkan pandangan serta wajahnya ke arah lain dengan cepat.
"Maaf, Alice. Ayahanda punya banyak pikiran, mendengar kau tidur bersama dengan Nio dia hari ini juga membuatku sangat terkejut," jelas Vorger.
Alice terdiam dan pandangan matanya mulai tampak sedih. "Um ... Baiklah, sekarang ayahanda keluar dari kamarku!"
"Oke, aku tapi kamu jangan tidur lagi, ya?"
"Iya, aku tahu. Aku akan segera keluar, aku hanya ingin mandi dan merapikan kasur terlebih dahulu saja."
Tapi sebelum pergi, Vorger ingin menanyakan suatu hal lagi. "Alice, ke mana Nio pergi? Kenapa dia sudah tidak ada di kamarmu sejak tadi pagi?" tanyanya penasaran.
Alice juga baru menyadarinya. "Oh iya, ya? Aku juga tak tahu, tapi katanya semalam dia memakan makanan pedas. Perutnya menjadi panas dan sering pergi ke kamar mandi, mungkin saja tadi pagi dia sudah pulang ke rumah dengan terburu-buru," ujarnya.
Pagi tadi juga sebenarnya Vorger sempat melihat Nio yang lewat di depan gerbang rumahnya. "Begitu, ya? Dia mungkin sudah pulang tadi pagi," gumamnya.
"Apa Nio tidak ikut menuju ke dataran Exter?" tanya Alice.
"Mungkin saja, karena tadi pagi aku tidak melihatnya bersama dengan kelompok si Empat Topeng. Anehnya juga di kelompok itu tak ada satupun dari penyandang nama Vlamera yang kukenal, aku merasa ada yang janggal, tapi aura di tubuh mereka sepertinya tak asing, mungkin mereka sedang menutup wajah?" papar Vorger berspekulasi.
Menutup wajah berarti mereka sedang menyembunyikan identitas.
Alice tidak mau tahu tentang itu, dia hanya ingin tahu tentang Nio sahaja. "Aku tak peduli," sahutnya. "Jika memang Nio tidak ikut, aku akan coba menghampirinya di kediamannya- atau mungkin dia sedang beristirahat di ruangan pribadinya."
"Alice, jangan suka masuk ke ruangan pribadi seseorang begitu saja. Kasihan Nio yang sudah bersusah payah membuat ruangan pribadi, dan kau malah keluar masuk seenaknya saja," tutur Vorger mengingatkan anaknya.
Alice mengangguk, dia terlihat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya selama ini. "Aku mungkin juga harus meminta maaf padanya karena sudah berbuat hal yang tidak sepantasnya. Terima kasih karena sudah mengingatkanku, ayahanda."
"Iya, sama-sama. Sekarang juga, basuh seluruh badanmu dan ubah dirimu menjadi seorang gadis manis yang sangat harum."
"Baiklah."
__ADS_1
Dan akhirnya, Vorger keluar dari kamar Alice, dan gadis itu pun menuju ke kamar mandi yang ada di ujung kamarnya untuk mandi.
Bersambung!!