Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Chap 59 - Pholine Quint


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Nagisa pertama kali berangkat ke akademi sihir kerajaan sebagai calon Ranker. Dia diperkenalkan dengan salah satu Ranker terkenal yang pernah berkunjung ke dunia elf yang akan menjadi seorang guru baginya. Ranker itu bernama Pholine Quint. Dia adalah anak dari seorang Duke.


Pholine Quint memiliki mata kuning dan rambut pirang yang mirip dengan Nagisa, hanya saja gadis kecil itu memiliki warna rambut yang lebih terang. Rambut Pholine panjangnya hampir sepinggang, dia juga tinggi dan memiliki bentuk tubuh yang sangat seksi–memiliki dada yang cukup besar. Tubuhnya sangat tinggi, bahkan sekiranya hampir sama dengan dengan Rakt–setidaknya 175 cm. Wajahnya tampak sangat ramah, namun tatapan matanya sangatlah tegas. Kulitnya putih dan halus, serta usianya masih 17 tahun.


Pada saat itu, Pholine cukup tertarik dengan Nagisa. Dia mendekati gadis itu dan berkata, "Gadis kecil, apa kau yang bernama Nagisa itu? Bintang Heksagonal?" tanyanya dengan nada suara yang sangat indah.


Wah, suaranya ... Lembut sekali, batin Nagisa. Tapi ekspresinya datar. "Iya, bu- benar, namaku Nagisa," sahutnya.


Tampak urat di pelipis Pholine, dia tersinggung karena dipanggil dengan sebutan 'ibu,' Menurutnya dirinya masih terlalu muda dengan sebutan itu. "Nagisa, bisa panggil aku kakak saja? Itu akan terdengar jauh lebih baik," paparnya.


Nagisa bingung. "Memangnya kenapa?"


"Tidak ada apa-apa. Apa menurutmu aku sudah setua itu sampai dipanggil dengan sebutan ibu?" Pholine menunjukkan wajah imut kepada Nagisa, tapi gadis kecil itu tampak tidak peduli.


"Y-ya ... Kupikir kau masih sangat muda- eemmm ... Mungkin sedikit lebih tua dari kakakku di rumah," sahut Nagisa lagi.


"Wah," Pholine senang dengan ulasan Nagisa. "Apa dia cantik? Apa aku secantik dia?" tanyanya penasaran, wajahnya bahkan tampak sangat berseri-seri.


"D-dia cantik- saaangat cantik. Kuharap anaknya yang baru saja lahir itu secantik dirinya," ujar Nagisa.


Seketika itu bayangan kakak Nagisa di kepala Pholine berubah, seolah semua angan-angan itu layaknya kaca yang pecah. Itu karena dirinya belum mempunyai suami, apalagi murid yang akan diajarinya itu mempunya kakak yang lebih muda darinya namun sudah mempunyai suami dan bahkan baru saja melahirkan.


"Omong-omong, kau juga sama cantiknya dengan kakakku," lanjut Nagisa.


AAAAAHHH!!! KENAPA BANYAK SEKALI GADIS MUDA YANG SUDAH MENIKAH?! TIDAK SEHARUSNYA MEREKA MENIKAH DI USIA MUDA, SIALAN!!! Umpat Pholine kesal. Sebenarnya dia merasa iri karena dirinya belum mempunyai pasangan, dia selalu berharap untuk segera bertemu dengan jodohnya. Namun apa daya, ayahnya tidak ingin anaknya itu menikah dengan orang yang salah. Jadi dia tak mengizinkannya menikah sementara ini.


Meskipun Pholine menjerit di dalam hatinya, tapi wajahnya kasih tampak anggun dan mempesona. Nagisa semakin merasa kagum dengan kecantikan itu.


Tepat setelah itu, Zephyr datang ke kelas.


"Zephyr? Kenapa kau datang terlambat?" tanya Pholine.


Muridnya yang baru datang itu menggaruk kepalanya dan menyeringai. "Maaf, bu, aku tadi pergi ke perpustakaan sihir seperti apa yang anda katakan kemarin," paparnya.


Lagi-lagi panggilan "bu" membuat Pholine tersinggung. "Oh, ayolah Zephyr- kemarin kan aku sudah bilang, kita ini seperti saudara, jangan panggil aku ibu seperti itu, panggil saja kakak!" suruhnya.


Zephyr sudah lupa akan panggilan itu. "S-sekali lagi ... S-saya minta maaf," ucapnya.


"Baiklah, lain kali jangan diulangi lagi, ya? Kau itu sudah kuanggap adik sendiri," tutur Pholine seraya memeluk erat Zephyr. Lantas ia berbisik, "Sekali lagi kau panggil aku seperti itu, akan kubunuh kau!"


GLEK


Zephyr menjadi sangat takut, ia menelan ludah. Tapi dia tak bisa menolak kenikmatan yang ada sekarang, yakni pelukan dari seorang guru muda yang sangat seksi. Zephyr tidak memberontak sama sekali, dia justru menikmatinya–hehe ...


Pholine pun melepaskan pelukannya. "Baiklah, aku akan menjelaskan lagi dari awal agar Nagisa paham," katanya.


Zephyr dan Nagisa adalah murid yang berhasil melompat kelas. Jadi mereka berdua memiliki kelas tersendiri dari murid yang lainnya. Selain itu, di kelas mereka juga hanya disediakan dua kursi dan meja saja.

__ADS_1


Setelah itu, Nagisa dan Zephyr mulai dijelaskan apa saja tugas Ranker yang sebenarnya. Dan ternyata Ranker sendiri adalah penghubung antara manusia dengan ras yang lainnya untuk saling berkomunikasi, mendapatkan informasi, berbisnis, maupun hal yang lainnya lagi. Ranker juga memiliki tingkat kedudukan atau biasa disebut pangkat.


Pangkat yang paling dasar adalah Ranker Perunggu. Mereka masih belum mendapatkan tugas untuk melakukan hubungan antar ras, namun mereka yang memiliki pangkat ini bisa berkunjung ke dunia lain dengan berbagai macam batasan. Seperti mereka hanya diberi waktu menetap dari satu sampai dua hari saja, kunjungannya hanya boleh ke dunia elf, batasan bertransaksi dalam nominal tertentu, tidak boleh mengambil sumber daya apapun dari dunia yang dikunjungi, dan tidak diperbolehkan membuat masalah sampai melakukan pembunuhan.


Yang berikutnya adalah Ranker Perak. Seseorang dengan pangkat ini mungkin sudah mendapatkan izin dan beberapa tugas, entah itu mengumpulkan sumber daya ataupun bertransaksi dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Kunjungan Ranker Perak dibatasi sampai paling lambat adalah satu Minggu lamanya.


Di atasnya lagi adalah Ranker Emas. Selain dunia elf, mereka yang mempunyai pangkat ini bisa melakukan kunjungan ke dunia dwarf. Untuk hak khusus yang lainnya sama dengan Ranker Perak dan batasan kunjungannya adalah dua belas hari.


Selanjutnya adalah Ranker Kristal. Mereka yang memiliki pangkat ini adalah yang paling sering ditugaskan untuk memburu pemuja dewa iblis. Ranker Kristal juga biasanya mendapatkan tawaran untuk memburu buronan di dunia elf, dan mendapatkan izin untuk pergi ke dunia orc. Untuk kunjungannya sendiri paling lambat lima belas hari.


Dan yang terakhir adalah Ranker Langit, terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu Ranker Langit Hitam dan Ranker Langit Merah.


Ranker Langit memiliki batasan kunjungan selama satu bulan lamanya dan penugasannya sudah tidak lagi di dunia elf, melainkan dunia iblis–meski begitu mereka tetap diperbolehkan mengunjungi dunia elf. Untuk Ranker Langit Hitam sendiri biasanya ditugaskan sebagai mata-mata dan pengumpul sumber daya dari dunia iblis untuk dijadikan bahan penelitian. Dan mereka juga tidak diperbolehkan pergi terlalu jauh dari 'penghubung' jika di dunia iblis–paling jauh hanya satu hipagrit. Mereka tidak diharuskan untuk membunuh iblis, kecuali dalam keadaan terpaksa.


Sementara Ranker Langit Merah boleh pergi cukup jauh di dunia iblis, tapi sebisa mungkin jangan lebih dari satu hipagrit. Mereka memiliki tugas untuk memburu iblis tertentu untuk dilakukan penelitian. Bahkan mereka dibebaskan untuk membunuh iblis apapun itu.


"Oh iya," Pholine masih melanjutkan. "Pintu penghubung tidak selalu terbuka, jadi hanya dalam beberapa kesempatan saja para Ranker bisa masuk ke dunia makhluk lain."


Zephyr bertanya, "Apakah sekarang sudah terbuka?"


"Belum," jawab Pholine. "Setiap Minggu terbuka hanya sekali, dan hanya bertahan selama sehari saja."


"Tunggu, kenapa Ranker Perunggu bisa kembali kalau satu Minggu sekali baru terbuka?" sekarang ini yang bertanya Nagisa. Nadanya datar, begitupun dengan wajahnya.


Pholine menjawab lagi, "Itu karena penghubung itu memiliki semacam penilaian(sensor) alami. Sehingga ketika seseorang masuk, mereka bisa keluar sesuka hati."


"Sulit untuk masuk, keluarnya malah sangat mudah," gumam Zephyr.


Dijelaskan juga bahwa Ranker dapat berkompetisi karena ada begitu banyak Ranker di setiap kerajaan. Kompetisinya adalah penentu peringkat setiap Ranker dan bisa dijadikan tolak ukur kekuatan Ranker itu sendiri karena mereka akan diberi peringkat.


Setelah itu, Pholine menunjukkan sebuah koin berwarna putih awan. "Ini adalah koin yang digunakan untuk bertransaksi di dunia Elf, aku menyebutnya koin elf," tuturnya.


Zephyr dan Nagisa diberi satu koin untuk melihatnya secara detail.


"Untuk Ranker Perunggu, mereka akan diberi setidaknya paling banyak adalah lima puluh. Ada juga yang batangan persegi panjang seperti ini," jelas Pholine sembari menunjukkan lempengan berwarna putih yang tebalnya sama dengan koin yang dibawa oleh Nagisa dan Zephyr.


Lempengan persegi panjang itu besarnya hampir menyamai tiga koin elf–satu koin elf sendiri ukurannya hampir sama dengan tutup botol di kehidupan kita sehari-hari. Dan di tengahnya ada ukiran berupa garis bergelombang sebanyak sepuluh garis, garis tersebut berwarna emas.


"Satu koin elf setara dengan seratus koin perak kita, dan satu batangan ini setara dengan seratus koin elf, yang artinya setara dengan sepuluh koin emas kita. Kurang lebih nilai tukarnya seperti itu," Pholine menambahkan.


"Wah, kau kaya sekali," puji Zephyr.


Pholine tertawa, "Tidak tidak, punya satu yang seperti ini bagiku terlalu sedikit."


"Lalu Anda teringin punya berapa?" tanya Zephyr.


"Sebanyak-banyaknya, hehe ... " jawab Pholine.

__ADS_1


"Anda ini tamak, ya?"


"Masa bodoh, lagipula itu hanya keinginanku saja. Kalaupun aku punya banyak, juga tak terlalu berguna di dunia manusia."


"Benar juga."


Berbeda dengan Zephyr yang sedang bergurau dengan gurunya, Nagisa masih berharap pelajarannya dilanjut. Tapi gadis itu diam saja, ekspresinya tampak sangat datar.


"Oh iya, bu, sekarang kau Ranker apa?" tanya Zephyr.


Urat nadi terlihat menonjol di pelipis Pholine. "Sudah kubilang- PANGGIL AKU KAKAK SAJA!!!" bentaknya menegaskan. Suaranya itu bahkan sampai mempengaruhi udara di ruangan itu sehingga berhembus kencang menabrak wajah Zephyr. Nagisa pun terkena dampaknya sedikit.


"M-ma ... Maaf, a-aku lupa," ucap Zephyr tergagap.


Pholine menghela nafas, ia benar-benar tak bisa bersabar di hadapan muridnya itu. Tapi tak salah juga Zephyr memanggilnya 'bu' karena dirinya juga lebih tua dan sekarang statusnya adalah sebagai guru.


"Untuk pangkatku, aku adalah seorang Ranker Perak. Berbanggalah kalian berdua karena para Ranker yang mengajar kelas lain adalah Ranker Perunggu. Hanya di kelas kalian saja, ingat itu!" tegas Pholine.


Ada empat kelas untuk para calon Ranker–sebenarnya hanya ada tiga kelas saja, tapi Nagisa dan Zephyr mendapatkan kelasnya sendiri dan dianggap sebagai kelas tambahan.


"Huh, kupikir kau itu Ranker Kristal," celetuk Zephyr.


Lagi-lagi Pholine tersinggung. "Kau pikir jadi Ranker Kristal itu mudah, ha?! Susah, SANGAT SUSAH! Jadi Ranker Emas saja susahnya minta ampun, jangan kaupikir aku jadi Ranker Kristal itu mudah. Lagi pun sangat jarang sekali ada Ranker Emas mau mengajar seperti ini, apalagi Ranker Kristal. Begitupun aku juga mungkin akan menolak tawaran kerja untuk menjadi pembimbing kalian berdua di kelas ini kalau aku adalah seorang Ranker Kristal!" serunya panjang lebar.


Zephyr menjadi takut karena dari tadi dibentak melulu. Walau begitu, dia sama sekali tidak kapok.


Memang biasanya tugas yang tempatnya di dunia elf atau lainnya memiliki bayaran yang cukup tinggi daripada mengajar seperti apa yang dilakukan oleh Pholine sekarang.


"Baiklah, setelah ini aku akan menguji kalian berdua di ruang pelatihan," papar Pholine.


"Cepat sekali ada ujian," keluh Zephyr.


"Bukan ujian, tapi aku hanya ingin melihat kemampuan kalian saja. Lagipula untuk menjadi seorang Ranker sangat diperlukan yang namanya kemampuan bertarung, kemampuan berinteraksi atau berkomunikasi, ahli dalam sihir, pandai menganalisa, entah itu menganalisa situasi maupun sebuah barang, dan juga kemampuan berpura-pura. Yang paling penting adalah keberanian, karena di dunia elf ada juga elf yang sangat tinggi dan wajahnya cukup aneh di mata manusia," Pholine menjelaskan.


Nagisa pun unjuk gigi, "Bukankah elf yang tinggi itu adalah ras elf tinggi? Bahkan katanya saja, tingginya mencapai dua regrit."


Pholine merasa bahwa pendapat Nagisa tidaklah benar. "Tidak, memang hanya ada sedikit lebih tinggi saja," paparnya.


"Kata kakakku, Lug, ras elf itu memang ada dua, yaitu elf putih dan elf tinggi. Elf putih memiliki kecerdasan dan sumber mana yang berada sedikit melebihi kecerdasan dan sumber mana rata-rata manusia, sementara elf tinggi memiliki tubuh fisik yang sangat tinggi dan memiliki ketahanan terhadap sihir yang lebih kuat daripada elf putih," jelas Nagisa yang merasa bahwa ucapannya itu tak mungkin salah.


Pholine tertegun, kini ia diam saja dan kepalanya mulai menelusuri ingatannya tentang elf. Gadis ini sepertinya tidak mengarang, dan Lug? Apa anak itu adalah korban yang dibunuh gadis imut ini pada insiden hari itu? Tidak, ini bukan saatnya memikirkan itu, dan lagi ucapannya sangatlah masuk akal. Aku pernah sekali berlatih tanding dengan elf yang sangat tinggi, dia menerima apa adanya sihir yang kulontarkan padanya tanpa sihir pertahanan apapun. Pada saat itu, memang kulihat tubuhnya bahkan seperti tidak tergores sama sekali, gumamnya dalam hati.


Zephyr hampir jatuh hati melihat ekspresi Pholine yang sedang berpikir keras. Menurutnya itu sangat imut, tapi di kepala anak lelaki itu tiba-tiba saja terlintas Phieri yang sedang menatapnya sinis. Sehingga itu membuatnya takut.


Sekali lagi Pholine menghela nafas, dia menggeleng dan berkata, "Aku tak tahu apakah ucapanmu itu benar atau tidak. Aku tak tahu kebenarannya, tapi yang pasti kalian tidak usah takut ketika menjadi Ranker dan dikirim ke dunia elf nantinya."


Zephyr dan Nagisa mengangguk.

__ADS_1


Pholine menambahkan, "Baiklah, sekarang aku malah terlalu banyak berpikir. Mari kita ke ruang pelatihan."


Bersambung!!


__ADS_2