Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 49 - Zwachievior


__ADS_3

Pada hari tepat di mana sebelum Lug bereinkarnasi, dia membelenggu satu makhluk yang mana sebelumnya adalah iblis terkuat yang ada di dunia iblis. Tak ada cara menjinakkan iblis tersebut, kecuali mengubahnya menjadi Monster Mistik. Lug menetralisir pengaruh dari Lucifer yang mana itu Zippoth–nama Zwachievior sebelum diubah menjadi Monster Mistik–adalah pengabdi setia dari dewa iblis Lucifer. Lalu mengacaukan sumber mananya, dan menghancurkan tubuh fisiknya. Seluruh mana kekacauan yang ada di sekitarnya berkumpul pada sumber mana milik Zippoth dan mengubahnya menjadi Monster Mistik yang hanya akan melindungi benda peninggalan Lug, yakni sebuah pedang bernama Penghubung Dunia.


Sebelumnya Zippoth adalah mutan yang berwujud ghoul dengan ukuran sepuluh kali lipat dari ukuran ghoul pada umumnya. Dia memiliki satu kepala dengan tiga wajah, satu mulut besar di punggungnya, memiliki empat lengan yang hanya berupa tulang besar tanpa kulit, ekor pendek yang pada ujungnya memiliki mata, dan telapak kaki kirinya berupa lipan raksasa.


Ketika Zippoth diubah menjadi Zwachievior, wujudnya berganti menjadi sesosok gurita raksasa yang ukurannya lima kali lipat dari wujudnya yang sebelumnya. Organ-organ perekat yang ada pada setiap tentakelnya memiliki taring taring kecil yang sangat tajam, memiliki lima buah mata yang mana mata yang berada di tengah kepalanya adalah yang paling besar, tentakelnya berjumlah puluhan, memiliki kulit yang sangat keras, dan mulut besar dengan taring berlapis di bawah mata besarnya yang sanggup menggiling apapun yang masuk ke dalamnya, serta kulit di kepalanya selalu mengeluarkan cairan beracun dan bersifat sangat korosif.


Lug mengurung makhluk itu di dalam sebuah kubus, dan mengubahnya menjadi lebih kecil untuk menyimpan Penghubung Dunia. Dan Zwachievior ditugaskan untuk menjaga senjata itu dari makhluk-makhluk yang berusaha merebutnya. Zwachievior juga memiliki memiliki sihir ilusi ketika matanya berubah warna menjadi ungu.


"Jangan tatap matanya secara langsung!" seru Lug memperingatkan.


Kini Lug dan yang lainnya tengah menghadapi Zwachievior untuk dapat kembali ke dunia manusia, lelaki itu tahu bahwa makhluk besar itu dapat memanjangkan tentakelnya hingga belasan mil jauhnya.


Raini dapat dengan mudah menghalau ilusinya karena dia memiliki Mata Kehampaan. "Makhluk itu ... Di dalam sumber mananya terdapat kegelapan yang sangat dalam, aku tak sanggup melihat sampai ujungnya," ungkapnya setelah menelaah sumber mana milik Zwachievior.


"Dia kembali dikendalikan oleh Lucifer, pasti ada yang pernah datang ke tempat ini atas perintah Lucifer untuk menanamkan kembali otoritasnya," sahut Lug.


Raini dan Nagisa terkejut.


"Monster Mistik dikendalikan oleh dewa iblis?" tanya Zephyr keheranan.


"Tidak ada waktu lagi untuk bertanya!" seru Lug karena telah melihat Zwachievior mengangkat tentakelnya.


BLAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR


Zwachievior mengangkat kembali tentakelnya. Lug dan yang lainnya berhasil menghindari serangan tersebut. Tempat yang dihantam oleh tentakelnya makhluk mengerikan itu langsung memuntahkan lava panas yang dengan segera menyebar di sekitarnya.


"LUG! GUNAKAN PEDANGMU!!!" teriak Zephyr yang berada di samping Lug. Nagisa dan Raini terpisah karena melompat ke arah yang lain.


Tetapi Lug menggeleng. "Bahaya jika Penghubung Dunia digunakan secara sembarangan," jelasnya. "Semesta ini strukturnya sedang melemah, kehancuran dunia ini akan semakin cepat jika aku menggunakannya untuk menyerang."


Sontak Zephyr terkejut mendengarnya.


"BWAGH!!!"


Tiba-tiba saja Lug memuntahkan darah banyak, dan juga mengalir darah dari mata, lubang hidung, dan lubang telinganya.


"Ada apa denganmu?!" tanya Zephyr.


Lug tidak menjawab apapun, tetapi Zwachievior kembali melakukan sesuatu. Dia membenamkan semua tentakelnya ke dalam tanah.


"CEPAT MENGHIDAR DARI TEMPAT KALIAN BERDIRI!!!!!" teriak Lug dengan sangat keras agar Nagisa dan Raini juga dapat mendengarnya.


KRATAK

__ADS_1


BLAAAAARRRRRR


Timbul retakan di tanah pijakan mereka, muncul tentakel milik Zwachievior yang menyeruak dari bawah tanah. Tapi sayangnya Zephyr tidak sempat menghindarinya dan terlempar sangat jauh.


Lug dan yang lainnya berhasil menghindarinya, hanya saja Raini tergores di bagian lengan kirinya. Mereka kembali berkumpul, namun tidak dengan Zephyr.


"Raini, cari Zephyr sekarang!" suruh Lug dengan sangat tegas. Tatapan matanya terpaku kepada Monster Mistik yang ada di hadapannya.


Raini mengangguk dan segera mencari di mana Zephyr terlempar.


Sekali lagi, Zwachievior kembali menyerang dengan tentakelnya yang tiba-tiba muncul dari bawah tanah. Tentakel itu terus bermunculan tanpa henti. Lug kesulitan karena dirinya harus membawa pedang Penghubung Dunia, apalagi pedang tersebut cukup berat. Dia dan Nagisa menghindar ke arah yang berlawanan dengan Raini untuk mengecoh Zwachievior. Dan kini mereka berdua bersembunyi di balik pepohonan yang rindang, makhluk mengerikan itu mencari-cari keberadaan mereka berdua dengan menghancurkan semua yang ada di sekitar. Lug dan Nagisa bersembunyi jauh dari tempat Raini mencari Zephyr, sehingga wanita itu aman.


"Aku akan menyimpan Penghubung Dunia," ujar Lug. "Sementara itu, Nagisa! Aku percaya dengan kecepatanmu, kecohkan dia untuk sementara waktu selagi aku menyimpan pedang ini. Sebisa mungkin buat titik buta Zwachievior untuk Raini dan Zephyr agar mereka berdua aman."


Nagisa mengangguk dan menjawab, "Baiklah, dimengerti!"


Segera wanita itu mengambil pedang yang dikalungkan di punggungnya. Nagisa memejamkan matanya, tercipta lingkaran cahaya di atas kepalanya, dua pedang putih di belakang punggungnya, dan rambutnya berubah menjadi berwarna putih bersinar layaknya benang cahaya. Pedangnya itu memanjang, dan juga bersinar. Lantas dia segera bergerak dengan cepat untuk mengecoh Zwachievior.


Monster Mistik itu langsung menyadari pergerakan Nagisa. Zwachievior membuka mulutnya dengan sangat lebar, muncul bola cahaya ungu yang sangat terang.


Gawat!


Nagisa tahu bahwa itu adalah pancaran sihir yang sangat kuat, dia segera membuka pedangnya hingga menjadi dua bagian dan membuatnya seperti gunting yang terbuka. Lalu permata yang ada di gagang pedangnya itu bersinar, tercipta tiga buah lingkaran sihir yang membentuk pola segitiga, lalu tiga lingkaran sihir itu membesar dan menembakkan cahaya yang sangat besar. Ini seperti apa yang dilakukannya ketika melawan Peter dan Petro pada saat perebutan Pusaran Angin Seribu Lengan.


"CAHAYA PENEMBUS!!!"


BUUUUUFFFFFF


BUUUUUFFFFFF


Dari bawah Lug membatin, Aku menyuruhnya mengecoh Zwachievior, dia malah melawannya sampai seperti itu. Ini gawat, tapi Zwachievior lah yang memulainya, Nagisa hanya sedang bertahan.


Dia bukannya tidak ingin membantu, tapi juga sedang dalah keadaan yang genting. Lug menyatukan sumber jiwanya dengan bola mutiara yang ada pada Penghubung Dunia. Dan ketika itu selesai, tercipta piringan awan berwarna-warni bak sebuah galaksi dengan bola mutiaranya sebagai inti galaksi dan pedangnya itu terhisap ke dalamnya. "Sekarang aku sudah bisa bergerak dengan lebih bebas tanpa memikirkan Penghubung Dunia," gumamnya sembari menatap Zwachievior dengan sangat tajam.


Melihat Nagisa yang kewalahan melawan Zwachievior, Lug melakukan sesuatu untuk ikut membantu. "Armaggeddon!"


Muncul lingkaran sihir berapi di atas awan, dan muncul meteor raksasa berapi yang ukurannya sampir sebesar Zwachievior.


Monster Mistik itu mengetahui bahwa dirinya sedang diserang dari sisi yang lain. Dia segera menyerang dengan tentakelnya yang lain untuk menghalau Armaggeddon. Namun sayangnya, meteor besar itu hanya hancur sedikit saja dan tetap menghantam Zwachievior.


BLAAAAAAAAARRRRRRRR


Tercipta ledakan yang sangat dahsyat hingga hingga menutupi seluruh bagian tubuh Zwachievior yang besar itu. Sihir yang dilancarkannya itu terhenti, namun tetap menabrak sihirnya Nagisa yang mengakibatkan ledakan besar pula.

__ADS_1


BLAAAAARRRRR


Tercipta ledakan dari tabrakan kedua sihir besar itu, dan Nagisa terdorong mundur karena gelombang kejutnya yang luar biasa. Akan tetapi sihirnya tak berhenti, sehingga pancaran dari sihir Cahaya Penembus masih terus berlanjut hingga mengenai Zwachievior, dan tercipta ledakan susulan pada makhluk besar itu.


Lug terbang dan menghampiri Nagisa yang tengah berdiri di antara bebatuan. Seluruh tanah yang ada di sana telah hancur karena ulah Zwachievior.


"Aku tidak yakin makhluk itu telah kalah, dia pasti tetap beregenerasi selama sumber jiwanya tidak distabilkan," ucap Lug menatap tajam ke arah ledakan tersebut.


BLAAAAARRRRR


Tiba-tiba saja ada tentakel milik Monster Mistik itu yang menyerang dari bawah tanah. Dan benar saja itu terjadi setelah kalimat Lug selesai. Lelaki itu dapat menghindar karena tahu, tapi itu terlalu mendadak dan hampir tak terprediksi.


Nagisa yang tidak tahu terkena tentakel tersebut dan terlempar menjauh dari Lug.


"NAGISA!!!" teriak Lug mengkhawatirkannya.


Kemudian tentakelnya mengejar Nagisa, dan ketika Lug hendak menghentikannya, ada bola hitam pekat yang menyerang tentakel tersebut terlebih dahulu. Ketika mengenainya, bola membesar di bagian tengah tentakelnya dan meledak. Tapi ledakannya itu tidak menghasilkan kerusakan terhadap area di sekitarnya. Namun tentakelnya yang terkena sihir langsung oleh sihir tersebut langsung lenyap seketika, sehingga itu terpotong dan tak dapat tumbuh lagi.


Yang menyerang itu adalah Raini, wanita ini menyerang dari kejauhan yang secara kebetulan itu tidak meleset dan sihirnya tidak memudar di tengah jalan.


Raini, rupanya sekarang kau sudah menjadi lebih hebat dari yang kuperkirakan, batin Lug dengan senyuman tipis di bibirnya.


Tak lama berselang senyuman itu menghilang, tatapannya kembali pada tubuh utama Zwachievior yang barusan terkena oleh ledakan dua sihir sekaligus. Ketika asapnya menghilang, tampak badan makhluk mengerikan itu yang sudah hancur separuh, tetapi dia berusaha menumbuhkannya kembali.


"RAINI! SERANG TUBUHNYA ITU!!! BUAT DIA TAK BISA BEREGENERASI!!!" teriak Lug kepada Raini.


WUUUSH


Lelaki itu terbang dengan sepasang sayapnya untuk menghampiri Nagisa. Dia mengkhawatirkan istrinya itu karena serang mendadak barusan.


Dari kejauhan, Raini mendengar teriakan tersebut. Dia langsung menatap tajam ke arah tubuh utama Zwachievior yang sudah terkoyak dan meregenerasi tubuhnya. Wanita itu dalam keadaan menggunakan Mata Kehampaan untuk melihat lebih dalam lagi.


"Seharusnya aku bisa," gumamnya di samping Zephyr yang sudah mulai perlahan bangun. "Lug mempercayaiku! Aku harus bisa!"


Raini mengacungkan tangannya ke arah Zwachievior, dan tercipta bola hitam di sebelahnya.


SHUU


Bola itu melesat dengan cepat ke arah tubuh Zwachievior yang sedang terluka.


*****


Sementara itu, dari kejauhan para Ranker Langit tengah menyaksikan kejadian tersebut. Dan ternyata mereka tidak hanya berjumlah empat orang saja, ada Ranker lain yang baru saja datang dan menyapa.

__ADS_1


"Mereka itu ... Siapa?" tanya salah seorang Ranker bertubuh besar yang membawa pedang besar di punggungnya. Rambutnya ikal dan panjangnya sedada dengan warna pirang, tatapannya tajam dan terdapat bekas luka gores yang membentang dari bawah mata kiri sampai melewati ujung bibirnya, dan matanya yang kiri hanya berwarna putih pucat saja–mengalami kebutaan pada mata kirinya tersebut. Ranker ini seorang lelaki yang sedang telanjang dada dan hanya mengenakan celana longgar yang hanya menutupi sampai ke lututnya saja. Ketika dia bertanya barusan, wajahnya dingin datar dan hanya sambil merokok saja, lantas membuang rokoknya setelah bertanya. Dia bernama Franklyn Welminson.


Bersambung!!


__ADS_2