Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 40 - Menemui Zephyr


__ADS_3

Dua hari kemudian, Lug sudah mulai mempersiapkan diri untuk pergi. Lug tak memerlukan persiapan apapun untuk pergi. Sementara Nagisa dan Riani juga sama, mereka tak ada benda yang banyak untuk disiapkan, Lug sendiri mengatakan bahwa tak perlu membawa banyak benda.


Mereka sudah berpamita dengan Vans dan Nivi, sementara Rakt dan Teressa juga sudah diberitahu bahwa Lug akan segera pergi.


Tapi sebelum pergi, Lug sempat ke ruang menempa ayahnya. Dia melihat ada dua pedang yang digantungkan bersebelahan dan itu membuatnya tercengang. "Dua pedang ini ... Dibuat dengan Kristal Unsur milikku. Tunggu! Ada tiga, pasti pedang putih yang dititipkan oleh Nagisa padaku waktu itu untuk diletakkan di dalam dompet serbaguna," gumamnya sambil memegangi dagunya dan melirik ke atas.


Lalu Lug meminta izin kepada ayahnya untuk membawa kedua pedang itu. Vans mengizinkannya karena dia memang tak berani menyentuh dua pedang itu.


Lantas Lug mengambil dua pedangnya dan baginya pedang yang berwarna hitam sangatlah kuat. "Bagaimana cara ayah menempa pedang dengan menggunakan Kristal Unsur? Tapi sepertinya pedang hitam tadi sangatlah cocok dengan Raini," gumamnya lagi.


Dia pun membawa kedua pedang tersebut dan memasukkannya ke dalam dompet serbaguna miliknya.


Dua hari berikutnya, Lug dan kedua istrinya telah kembali sampai ke kota kerajaan Da Nuaktha. Dia juga menggunakan identitas Nio ketika di perjalanan.


Sesampainya di kediaman Azamuth, Raini membawa Lug untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Dan betapa terkejutnya ayah dan ibu Raini ketika melihat Lug masih hidup, karena yang mereka dengar anak lelaki itu telah tewas dalam insiden beberapa tahun yang lalu.


Ibunya Raini, Rosella Eveline berkata, "Waaah ... Jadi kalian akhirnya benar-benar menikah, ya? Dulu kau terlalu malu-malu, Raini." Ia tampak sangat senang melihat anaknya yang telah menikah dengan Lug.


Tapi ayahnya Raini, Steyl Eveline sedikit curiga. "Raini, apa pernikahan ini karena ... Ekhem, kau hamil? Jadi Lug bertanggung jawab, begitu?" tukasnya.


Raini jadi panik. "Bukan bukan! Ayah, kami menikah benar-benar karena saling menyukai satu sama lain!" serunya.


"Ah, Raini," ucap Lug menggoda. "Bukankah memang seperti yang ayahmu katakan?"


"HAH?!"


Steyl terkejut mendengar ucapan Lug, dia sedikit merasa geram namun wajahnya tertahan pada ekspresi terkejutnya.


Raini benar-benar menjadi panik. "Ayah, tidak! Lug tidak benar! Dia berbohong!" jelasnya. Dia langsung menoleh ke arah Lug. "Sayang, kenapa kau berkata seperti itu?! Kumohon, jangan begitu!" pintanya sedikit memelas.


Lug sendiri tertawa kecil.


Steyl kini menghembuskan nafas lega karena tahu semua itu hanyalah lelucon.


"Salah siapa dulu kau meledekku dengan lelaki mesum?" papar Lug dengan seringainya yang penuh dendam.

__ADS_1


"Ayolah, sayang!"


Selepas itu, mereka pun bercanda cukup lama. Tapi pada akhirnya, Lug meminta izin kepada kedua orang tuanya Raini untuk membawa anaknya itu pergi ke suatu tempat yang jauh. Namun Lug juga tak bisa menyembunyikan rahasianya, dia menceritakan tentang dirinya yang telah menikahi seorang gadis lagi selain Raini.


Steyl sempat kesal karenanya, tapi semua berakhir pada Raini. Gadis itu mengatakan bahwa tak masalah jikalau istri Lug yang lain adalah sahabatnya sendiri, yakni Nagisa.


Melihat ekspresi wajah Raini yang tetap merasa senang di samping Lug, kedua orang tuanya itu saling tersenyum masam karena tak tahu lagi apa yang harus dikatakan.


Setelah mendapatkan izin, Lug langsung mengajaknya dan Nagisa untuk menyusul Zephyr di perbatasan. Diperkirakan waktu yang dibutuhkan selama tiga hari lamanya.


*****


Dua hari tiga malam telah berlalu. Lug, Nagisa, dan Raini telah sampai di dekat perbatasan. Di sana mereka telah melihat adanya banyak sekali tenda yang dipasang di dekat perbatasan. Dan kebetulan iklim di sana tidaklah terlalu buruk.


Mungkin saja Zephyr ada di salah satu tenda itu, batin Lug. "Raini, coba kau ke sana dan tanyakan adakah Zephyr di sana!" suruhnya.


Raini menggeleng. "Tidak mau!" sahutnya.


"Hah?!" Lug terkejut mendengar penolakan tersebut. "Kenapa tidak mau? Ayolah, kita harus bergegas," paparnya.


Raini menyeringai. "Jangan panggil aku dengan namaku ... Seharusnya kau paham, kan?"


"Baiklah, sayang," sahut Raini seraya mengedipkan satu matanya. Dia langsung pergi meninggalkan Lug dan Nagisa di tempat itu.


Lug membatin, Ada ada saja punya istri seperti Raini.


Terlihat Raini mulai menghampiri tenda tenda yang ada di sana. Lantas ada beberapa orang yang keluar dan mempertanyakan kehadiran gadis itu di tempat yang berbahaya ini. Tak lama ada seorang lelaki yang keluar dari tenda terjauh. Dan dia adalah Zephyr yang dicari-cari oleh Raini. Mereka berdua pun berbicara sejenak dan setelah itu kembali menuju ke tempat Lug berada.


Semua orang baru menyadari bahwa ada sepasang lelaki dan wanita yang menunggu kehadiran Raini dan Zephyr.


"Jadi, lelaki ini yang katanya tadi mencariku?" tanya Zephyr pada Raini, dia masih belum tahu bahwa lelaki yang ada di depannya itu adalah Lug. Lantas matanya melihat ke arah Nagisa. "Wah wah, Nagisa, kudengar kau naik pangkat menjadi Ranker Emas, ya?" pujinya.


Nagisa tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya. "Aku naik pangkat baru-baru saja, dan kupikir ... Itu sedikit tak berguna di situasi semacam ini," jelasnya.


Zephyr bingung mendengar penjelasan Nagisa. "Apa maksudmu gempa yang beberapa Minggu lalu terjadi itu?" tanyanya.

__ADS_1


"Tunggu!" Raini terkejut. "Jadi di tempat ini tidak terdengar suara yang memekikkan telinga itu?!" tanyanya.


"Suara? Kami selalu membuat pelindung dengan sihir yang kekuatannya setara dengan sihir lima lingkaran kelas atas yang bisa meredam suara dari luar, pelindung itu kami buat untuk melindungi badai salju yang ada di sini. Memang pada kejadian itu pelindung kami menjadi goyah dan rusak di beberapa bagian," jelas Zephyr.


Sekali lagi Lug menghembuskan nafasnya yang panjang. "Sudahlah! Jangan bahas tentang itu sekarang- dan lagi, Zephyr, aku ini Lug, tak mungkin kau melupakanku," ungkap Lug seraya merubah penampilan tubuhnya.


"APA?!" teriak Zephyr terkejut melihat Lug yang masih hidup.


"Jangan membuat bising! Aku tahu apa yang kaupikirkan sekarang, kau pasti tak percaya dengan diriku yang masih hidup ini. Tapi lupakan tentang itu, aku ingin membahas perihal yang lebih penting lagi. Kalau kau masih tak percaya denganku, tanya saja pada Raini, kami sudah menikah beberapa hari kemarin, dan sekali lagi kuingatkan- jangan membuat bising!" jelas Lug dengan tegas, namun suaranya sedikit pelan.


Zephyr menganga lebar, seolah rahang bawahnya itu akan terjatuh kapan saja. Dia menggelengkan kepala dengan cepat, lalu menoleh ke arah Raini yang juga menatap ke arahnya.


Gadis itu mengangguk padanya yang berarti membenarkan ucapan Lug. Zephyr hampir terkena serangan jantung, dia segera mengatur pernafasannya yang tiba-tiba saja menjadi sangat cepat.


"Zephyr, sejak kejadian gempa itu, kau pasti sudah menyadari bahwa dinding pembatasnya sudah retak pada kejadian itu, aku langsung ke intinya saja, aku dan Raini sudah melihat apa yang terjadi di luar sana. Ada sebuah lubang yang membentang merobek alam semesta ini, dan lubang itu semakin lama semakin membesar dengan sangat cepat dan semakin lebih cepat sampai tak terbatas. Jika kita tak bertindak, seluruh alam semesta ini akan hancur. Aku punya sesuatu yang bisa digunakan untuk menyelamatkan alam semesta ini. Tapi aku butuh kekuatan dan kepercayaan darimu agar kita benar-benar bisa melakukannya. Untuk mendapatkannya, kita harus ke dunia para dewa, dan untuk menuju ke dunia dewa, aku membutuhkan kepercayaanmu. Jika kau memberikan kepercayaanmu padaku, ambillah cincin ini, tapi jangan dipakai sekarang. Katakan bahwa kau benar-benar mempercayaiku," jelas Lug sembari memunculkan sebuah cincin yang sama seperti yang dipakai oleh Nagisa. Wajahnya terlihat sangat serius.


Zephyr menelan ludah dan melihat ke arah dinding pembatas antar rasnya yang memang sudah retak, tapi kini ia tersenyum sambil menatap Lug. "Aku terkejut melihat kau masih hidup, tapi aku memang dari dulu percaya bahwa kau masih selamat dan sehat. Aku selalu mempercayaimu, kau itu penyelamatku dan seluruh keturunan Azamuth. Jadi tak ada sedikitpun kepercayaanku padamu yang memudar," papar Zephyr sembari mengambil cincinnya dengan kasar dari tangan Lug yang mana mereka berdua adalah sahabat sejati.


Lug tersenyum. "Tapi ingatlah, cincin itu bisa memberimu peningkatan terhadap pemahamanmu akan sihir, dan ada konsekuen- "


"Konsekuensi? Aku sudah paham, tak perlu kau khawatirkan, aku sudah merasakan pedihnya kehidupanku yang ada pada kutukanku yang telah kauhilangkan, tak ada yang lebih menakutkan dari itu," terang Zephyr dengan senyuman riang gembira dan terlihat tak ada rasa takut sedikitpun pada wajahnya.


Lug menghela nafas sambil tertawa ringan. Memang beginilah sahabatku. "Tapi tolong, jangan pakai sekarang! Dengarkan penjelasanku, sembunyikan dari orang lain!" perintahnya menegaskan.


Zephyr mengangguk mantap dan menjawab, "Kau bisa mempercayaiku, Lug!"


Lantas Lug menceritakan tentang dirinya yang seorang reinkarnator, di mana kehidupan sebelumnya adalah seorang leluhur yang menciptakan pembatas antar ras yang sekarang dijaga oleh Zephyr. Zephyr memang terkejut, tapi lagi-lagi tak ada keraguan yang tampak dari wajahnya. Lug juga memasang sihir Dunia Kegelapan dan sekarang ia sudah melepaskannya.


"Aku paham, Lug. Aku percaya padamu, jadi sekarang, karena kau adalah pencipta dinding besar itu, bagaimana cara kita menembusnya tanpa menggunakan portal penghubung? " tanya Zephyr.


Lug tersenyum. "Itu mudah, tapi sekarang kau harus mengikutiku!"


"Baiklah, aku akan segera kembali," sahut Zephyr. Ia langsung kembali ke perkemahannya dan tiba-tiba saja semua orang berkumpul di dekatnya dan mereka semua memasang ekspresi terkejut. Ketika Zephyr kembali pada Lug, banyak yang meneriakinya untuk kembali, tapi lelaki itu menghiraukannya.


"Bagus, Zephyr. Keputusanmu itu benar, mari kita berangkat," ucap Lug.

__ADS_1


"Baik!" sahut Nagisa, Raini, dan Zephyr secara bersamaan. Mereka tersenyum dengan penuh kepercayaan pada Lug, sementara lelaki yang dipercayai mereka memasang ekspresi tegang dan serius–tatapannya sangatlah tajam dan mematikan.


Bersambung!!


__ADS_2