Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]

Lug : Nedhen Star [Reincarnated Of Acestral Dimension]
Vol II Chap 2 - Informasi Penting


__ADS_3

Sebelumnya Nagisa sangat takut ketika ada seorang elf yang tiba-tiba saja memukul meja dengan sangat keras, lantas menghampirinya. Tapi sekarang elf tersebut bersikap ramah terhadapnya dan bahkan sekarang mereka berdua malah mengobrol.


"Tunggu, dua orang manusia kembar dengan simbol serigala berwarna kuning dan ada beberapa corak garis-garis seperti petir pada pelat armornya?" tanya Nagisa.


Sang elf pun menjawab, "Benar, mereka bertanya padaku pada saat itu. Mereka menanyakan sebuah senjata atau benda yang kebal dengan Benang Spiritual. Benda seperti itu tidak ada di dunia kami para elf, tapi biasanya para dwarf lah yang ahli untuk membuat benda-benda semacam itu. Jadi aku menyarankan mereka untuk mendatangi para dwarf saja."


"Kau bilang mereka berdua datang kemari pada saat pembukaan dua Minggu yang lalu?" tanya Nagisa lagi.


"Benar."


Sementara Loi hanya bisa diam saja karena dirinya benar-benar tidak tahu apa-apa seperti dugaan Nagisa sebelumnya. Jadi dia hanya memperhatikan sembari menghabiskan minumannya.


Nagisa sendiri sebenarnya pernah diajari oleh Raini tentang yang namanya Benang Spiritual. Dari bagaimana cara melakukannya, dampaknya, jangkauannya, hingga cara mengatasinya. Dia tak butuh informasi lagi tentang bagaimana cara mengatasi Benang Spiritual, tapi dirinya hanya ingin tahu siapa dua orang kembar yang juga mengincar Pusaran Angin Seribu Lengan.


Pusaran Angin Seribu Lengan adalah sesosok Monster Mistik yang akhir-akhir ini sedang mengganas. Tingkat kekacauannya bahkan sampai di tahap yang tak dimengerti lagi oleh manusia biasa. Wujudnya adalah ribuan helai angin yang berputar di satu titik hingga membentuk pusaran dalam bentuk piringan cakram. Pada titik tengahnya mengeluarkan helaian angin yang mana itu adalah benang mana. Biasanya dalam radius satu hipagrit saja sudah terdapat penghalang berupa angin puyuh atau hembusan angin kuat yang datang dari segala arah.


Nagisa bertanya lagi, "Apa mereka benar-benar tidak memberitahukan identitas mereka?"


Elf pria itu menggeleng. "Mereka tidak memberitahuku. Yang pasti mereka hanya datang, bertanya, dan pergi. Kurasa pada saat itu mereka berdua bertanya pada para ortame yang mereka rasa lebih tahu."


"Kau mengetahuinya, ya?"


"Tidak, itu hanya perkiraanku saja. Karena di saat setelah bertanya padaku, mereka tidak kembali. Mereka pergi lebih jauh lagi dan kupikir mereka bertanya kepada para ortame."


Ortame memiliki arti seorang pedagang. Para pedagang di dunia elf biasanya juga menjual informasi. Tapi bayarannya sangatlah besar dan cukup rawan penipuan.


Elf itu menatap sinis wajah Nagisa. "Jangan sekali-kali kau bertemu dengan mereka, nak. Forn'qe!" ucapnya memperingatkan.


Forn'qe berarti sebuah peringatan tentang bahaya, atau kata lainnya berbahaya. Bisa juga berarti 'mereka/dia itu berbahaya' apabila merujuk pada suatu subjek. Dan kebalikannya, yakni forn'qui yang berarti 'tidak berbahaya.'


Awalnya Nagisa sedikit bingung mendengar kata forn'qe, tapi dia sadar bahwa itu adalah peringatan. "Ochin'krav atas peringatannya, dan kalau boleh tahu, armor mereka berdua berwarna apa?"


Ochin'krav berarti sebuah ucapan terima kasih.


"Tak'kras, mereka menggunakan armor berwarna emas," sahut elf-nya.


Tak'kras berarti sebuah ucapan sama-sama.


"Dan satu hal lagi, pada saat itu aku mendengar bahwa satu bulan lagi dua orang itu akan pergi ke tempat di mana Pusaran Angin Seribu Lengan berada. Jadi kau harus berhati-hati, jangan membahayakan diri sendiri. Proisa, mereka berdua juga kulihat memiliki sumber mana yang cukup besar," jelas elf itu lagi.


Nagisa mangangguk. "Noirse, semua ini sudah cukup bagiku. Aku akan pulang," ucapnya.


Loi merasa ada yang aneh dengan Nagisa. "Propanto! Nagisa, kenapa kau terburu-buru seperti itu?" tanyanya.

__ADS_1


Arti dari kata Propanto adalah 'tunggu dulu!' namun dalam perintah yang tegas. Bisa diartikan menjadi 'tunggu' apabila merujuk ke kata perintah yang cukup tegas.


Nagisa menggeleng. "Kau seharusnya tahu tugas seorang Ranker dari dunia manusia itu seperti apa. Setelah mendapat informasi yang cukup atau apapun itu yang masih dalam lingkup tugasku, aku harus segera kembali, Loi," jelasnya.


Loi menunduk, dia paham kondisi teman manusianya itu. "Maafkan aku," ucapnya.


Tetapi Nagisa tidak mempedulikannya dan segera menyelesaikan pembayaran.


Segera setelah itu, gadis tersebut pergi keluar dari restoran itu.


Namun seorang elf yang memberikan informasi itu berubah menjadi seorang manusia. Wujudnya itu adalah seorang pria dewasa yang memiliki jenggot dan kumis tipis. Tatapan matanya santai, bibirnya menyeringai, dan postur tubuhnya besar. Dirinya mengenakan armor berwarna emas dan di lengannya terdapat simbol pedang yang berbentuk seperti salib dan terdapat gambar dua mata pedang yang ketiganya itu seperti membentuk huruf x yang terdapat garis vertikal di tengahnya, serta dua bilah pedang itu seperti memiliki posisi di bawahnya pedang salib karena garisnya yang tipis dan terlihat samar.


Loi masih tak tahu apa alasan Nagisa yang terburu-buru, tapi dia terkejut melihat seorang elf pria di sampingnya berubah menjadi manusia lelaki dewasa.


"Heh, dia masih begitu muda dan terlalu polos. Tapi kupikir dia memang sulit dan selalu lugas, ucapannya sangat mendesak dan tidak memberiku kesempatan," gumam pria berjenggot. Dia melirik ke arah elf muda di sampingnya.


Elf itu juga menatapnya sinis.


"S-siapa? Kau ini siapa?" tanya Loi.


Lantas pria berjenggot itu pergi. "Apa?"


Loi menggeleng, dia juga pergi tanpa menjawab apapun.


Mereka berpisah, tapi rupanya, ada sesosok gadis yang muncul di kursi nagisa. Gadis itu adalah Nagisa sendiri, ternyata sebelumnya ia sedang menggunakan sebuah sihir Boneka Tembus Pandang yang pernah ditulis pada sebuah buku oleh kakak lelakinya yang telah tewas.


Setelah itu, Nagisa pergi menuju ke sebuah tempat yang cukup jauh dari perbatasan. Tempat itu adalah ghow, atau hutan dingin.


Hutan dingin memang tidak bersalju, tapi suhunya sangatlah rendah bahkan selalu mencapai minus pada rata-rata hariannya. Nagisa pun memasuki tempat itu.


*****


Satu haru telah berlalu, kini Nagisa harus segera kembali. Meskipun dia masih punya banyak waktu di dunia elf, tapi dia tidak tertarik untuk berlama-lama di sana. Sekarang dia telah kembali ke kota para elf dan dirinya tengah menuju ke gerbang penghubung. Nagisa menyadari bahwa di dunia elf tidak banyak yang spesial dan hampir sama halnya dengan dunia manusia.


Tapi sesaat sebelum Nagisa hendak menuju ke gerbang penghubung, gadis tersebut melihat sosok pria yang menyamar menjadi elf sebelumnya. Karena itu Nagisa memutuskan untuk tidak keluar dulu dari dunia elf dan menetap di sana selama beberapa waktu.


Tak lama berselang, ada Ranker lain dari kerajaan Da Nuaktha yang mana itu memiliki simbol yang sama dengan milik Nagisa. Ranker itu adalah seorang pria. "Hai, apa kabar?" sapanya.


Nagisa menjawab pelan dan singkat, "Baik."


Pria itu sepertinya mengenalinya, namun Nagisa tidak ingin mempedulikannya. Dia berbalik dan ingin segera pergi dari sana.


"Wah wah, kau mau ke mana, Nagisa? Terburu-buru sekali," ucap lelaki itu.

__ADS_1


Nagisa diam saja, dia tahu bahwa dirinya sedang digoda. Ia sangat ingin sekali memukulnya, bahkan di dalam kepalanya tergambarkan dirinya tengah memukul pria di depannya.


"Apa kau tak menyukai Reno yang tampan ini?" tanya pria itu yang mengatakan namanya itu adalah Reno.


Nagisa menggeleng dengan tatapan super sinis. "Apa-apaan kau ini? Minggirlah, kau menghalangi jalanku!" serunya.


Reno menatap gadis itu dengan sangat ramah, tapi di dalam hatinya sangatlah membara dan penuh akan nafsu. "Sifatmu yang tegas ini membuatku semakin suka padamu, mari kita berkencan," ajaknya sembari meraih tangan Nagisa dan menggenggamnya erat.


Sementara Nagisa sendiri merasa jijik dan marah karena disentuh. "MINGGIR!!!" bentaknya seraya menarik tangannya hingga membuat Reno hampir terjatuh.


"HEI!" teriak pria yang hampir terjatuh itu.


Nagisa tetap berjalan ke depan tanpa menoleh ke belakang sama sekali.


Reno masih tersenyum ramah, namun dia berjalan lebih cepat untuk menggapai gadis yang berjalan di depannya. Hingga dia dapat meraih tangan gadis itu lagi. "Nagisa, kau tak bisa menolak aku!" tegasnya.


"Atas dasar apa?!" sahut Nagisa.


"Seorang gadis dari desa sepertimu akan mendapatkan sebuah kehormatan dengan menerima cinta dari seorang bangsawan sepertiku. Ayahku adalah seorang Baron, kau tahu kan?"


Ucapan Reno yang percaya diri itu membuat Nagisa jijik. "Ayahmu hanya mendapatkan hak pengelolaan tambang setelah runtuh ketika berada di tangan tuan Azamuth. Jauh lebih baik jika aku menikahi Zephyr saja," katanya.


Lantas gadis itu menarik tangannya lagi dengan kasar. Ketika ia pergi menjauh, Reno membatin, lihat saja, suatu saat aku akan membuatmu berada di dalam pelukanku.


*****


Sementara itu di suatu tempat nan jauh di perbatasan dunia manusia dan dunia iblis, terdapat banyak sekali tenda tenda berwarna krem yang berisikan para Ranker dari kerajaan Da Nuaktha. Terlihat dari tendanya yang memiliki simbol kerajaan Da Nuaktha. Di tempat itu adalah sebuah gurun salju yang kebetulan sedang terjadi badai.


Ada beberapa orang yang tengah mempertahankan sebuah formasi sihir raksasa agar seluruh tenda tidak terkena badai salju.


"HACHIU!!! HACHIU!!!"


Ada seorang lelaki yang tiba-tiba saja bersin bersin.


Dan ada seorang pria lagi yang lebih tinggi darinya. "Kalau kau demam, istirahat saja terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri, tidak baik untuk kesehatanmu," ucapnya menyarankan.


Lelaki yang bersin bersin barusan menyeringai dan menggeleng. "Tidak tidak, tadi ada partikel salju yang membuat hidungku gatal," sahutnya.


"Baiklah, tapi jangan memaksakan diri, oke?"


"Oke."


Pria yang memberi saran itu pun kembali ke tendanya. Dan pria yang bersin bersin itu adalah Zephyr yang sekarang menjadi Ranker Perunggu. Dia kini tengah mengawasi perbatasan Barat Daya dan sebagai pasukan yang diandalkan untuk mengatasi iblis yang berusaha menerobos ke dunia manusia.

__ADS_1


Kini Zephyr sedang menjadi salah satu Ranker yang mempertahankan formasi sihir. Huh, ada ada saja. Mungkin Phieri sedang rindu padaku, hehe- gumamnya dalam hati sambil senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


Bersambung!!


__ADS_2