Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 11 : Sikap manis Brian


__ADS_3

Sejak pembicaraan terakhir dengan sang Papa, Anne lebih banyak melamun. Ia terus memutar otaknya untuk berpikir mencari cara agar sang Papa mau menyetujui permintaannya.


" Bunga yang sangat cantik, untuk wanita cantik juga," ujar Brian seraya memberikan bunga di depan Anne.


Melihat ada yang memberinya bunga dari arah belakang, membuat Anne segera membalikkan tubuhnya.


" Kak Brian," seru Anne saat melihat Brian sudah berdiri di hadapannya dengan tersenyum.


Brian sedikit membungkukkan tubuhnya agar bisa menatap wajah Anne dengan sejajar.


" Selamat siang, Tuan putri Anneta yang cantik," sapa Brian yang berusaha bersikap manis ala-ala seorang pangeran. Sedangkan Anne justru mendengus kesel dan memukul Brian dengan buket bunga yang ia terima.


" Anne ... bunganya bisa rusak, loh!" ujar Brian yang membuat Anne mengerucutkan bibirnya karena Brian lebih peduli dengan bunga.


Melihat wajah Anne yang begitu menggemaskan, membuat Brian ingin mencubit gemas pipinya. Namun, Anne segera menghindar.


" Bukan muhrim, di larang sentuh-sentuh!" tukas Anne yang membuat Brian tersenyum canggung serta menyembunyikan tangannya ke belakang agar tidak kelepasan lagi.


" Tapi, terimakasih atas bunganya yang sangat cantik dan harum," lanjut Anne seraya mencium aroma harum dari bunga itu.


Brian hanya tersenyum dan menghela nafas panjang. Beginilah jika merasa gemas dengan seorang gadis muslim yang menjaga dirinya. Menyentuh saja tidak boleh, apalagi memiliki?


" Akankah aku bisa memilikimu, Anne?"

__ADS_1


Entah kenapa, tiba-tiba pikiran itu muncul dalam benak Brian. Semakin ke sini, Brian semakin ingin bisa memiliki gadis yang berstatus sebagai adik angkatnya ini.


Sebenarnya, Brian juga sempat bingung dengan perasaannya sendiri. Kenapa dia bisa memiliki perasaan istimewa pada putri dari wanita yang pernah menjadi sosok Ibu baginya selama belasan tahun. Padahal, dulu dia selalu merasa bersalah pada Anne karena telah mengambil sosok Ibu darinya. Bahkan, Brian sempat ingin menghilang saja dari kehidupan Mama Dira agar dia bisa tenang dan hidup bahagia bersama keluarga aslinya.


Namun, takdir berkata lain. Di saat Brian sudah bisa mengembalikan wanita yang tidak seharusnya menjadi Ibunya. Dia justru semakin mendekat dan terikat dengan keluarga asli mommy Dira karena penyakit yang ia derita dua tahun silam.


" Kak. ...," panggil Anne saat melihat Brian hanya diam seperti orang yang sedang melamun.


" Iya, ada apa?" tanya Brian bingung.


" Ngelamunin apa? Kangen pacar, ya?" goda Anne.


" Bukan! Oh, ya ... mau makan bareng?" tawar Brian yang pada akhirnya mengatakan tujuan utamanya datang menemui Anne.


Setelah itu, mereka berdua pergi bersama untuk makan siang. Selama di perjalan, mereka terus mengobrol dan bercanda bersama. Hal ini, benar-benar sesuatu yang Brian harapkan selama ini.


Sesampainya di sebuah restoran, Brian terus memperlakukan Anne dengan sangat manis seperti seorang putri.


" Kak, ada angin apa sampai kamu bisa bersikap manis dan perhatian seperti ini padaku?" tanya Anne yang begitu penasaran dengan sikap Brian yang memang sedikit berbeda dari sebelumnya.


" Apa kamu tidak suka dengan sikapku yang seperti ini?" bukannya menjawab, Brian justru memberikan sebuah pertanyaan kembali.


" Bukan, hanya merasa sedikit aneh saja. Karena sikap Kakak hari ini itu___ tidak terlihat seperti sikap seorang Kakak pada adiknya. "

__ADS_1


" Oh, ya? "


Anne mengangguk.


" Terus seperti apa?" pancing Brian yang penasaran apakah Anne benar-benar peka atau tidak.


" Emmm ... terlihat seperti ..., " Anne sedang berpikir, entah kenapa dia merasa bahwa sikap Brian hari ini sangat tidak asing baginya.


" Ya ... Aku ingat, terlihat seperti sikap Kak Lean saat sudah menyukai Nala!" tukas Anne yang membuat Brian menaikkan sudut bibirnya.


" Sebentar... tapi, tidak mungkin 'kan Kakak menyukai aku?" tebak Anne tatkala menyadari sesuatu hal.


Khuk ... Khuk ...


Brian tersedak tatkala mendengar bahwa Anne menyadari hal itu. Tapi, kenapa tidak mungkin?


" Anne ... bagimu, aku ini siapa?


...****************...


Jangan lupa dukungannya, dengan like, komen, Vote dan hadiahnya ya...


Buat yang sudah memberi dukungan, terimakasih banyak 🙏. Salam sayang buat kalian 🥰

__ADS_1


__ADS_2