
"Semalam kamu kemana? Kenapa tiba-tiba menghilang dan nomornya tidak aktif? "
"Oh, kalau itu___pikir aja sendiri!" Anne langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
" Dasar Anneta!" keluh Brian seraya menatap kamar Anne yang masih tertutup. Dikarenakan tak bisa masuk ke dalam kamar itu, Brian memilih kembali ke kamarnya karena ada pekerjaan yanb harus ia selesaikan sebelum kembali ke NY.
Di dalam kamar, sang maid masih bingung harus mengobati luka Anne dengan apa. Sedangkan gadis itu, mencoba mencari informasi lewat google.
" Kira-kira, informasi ini benar nggak ya?" gumam Anne yang masih ragu-ragu untuk mempraktekkannya. Pasalnya, Ia takut kalau kakinya semakin parah jika salah penanganan.
Ingin tanya Kakak sendiri takut di omeli, tanya google takut informasinya gak valid. Terpaksa Anne mencoba bertanya pada Abi, sahabat Lean.
" Sepertinya itu ... lebih valid!"gumamnya yang langsung mencoba menghubungi Abi.
Melihat ada notifikasi pesan dari Anne tentu saja membuat Abi merasa sangat senang, bagaikan ketiban keberuntungan di pagi hari. Pasalnya, selama ini Anne tidak pernah menghubunginya terlebih dulu. Jangankan itu, di hubungi saja Anne jarang balas.
Abimanyu
[ Ada apa Anneta cantik? Tumben mau menghubungi Kak Abi duluan? ]
Anne langsung membalas dengan mengirimkan foto kakinya yang sudah membengkak. Hal itu tentu saja membuat Abi terkejut, dan langsung menghubungi Anne.
" Halo, Anne. Itu Kaki siapa?" tanya Abi yang terdengar khawatir.
"Tentu saja kaki Anne."
" Iya, Kak Abi tahu dan hafal betul jika itu Kaki kamu tapi, kenapa bisa bengkak seperti itu? Di sengat lebah atau ___"
" Terkilir!" potong Anne sebelum Abi berbicara lebih panjang lagi.
" Terkilir? Kok bisa? Terus, udah di obatin belum? Lean udah tahu?" begitulah Abi yang terus memberikan beberapa pertanyaan, membuat Anne kesal.
" Bisa nggak, kalau Kak Abi itu jangan banyak bicara?" kesal Anne yang sedikit menyesal karena memilih untuk menghubungi pria yang sama crewetnya dengan Lean.
" Oke, Kak Abi diam."
Setelahnya, Anne baru menceritakan apa yang telah terjadi sehingga membuat kakinya membengkak. Abi pun diam, dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Anne. Dikarenakan Abi masih ada jadwal jaga, dan Anne juga tak mau ke rumah sakit, terpaksa Ia mengarahkan untuk melakukan penanganan mandiri sementara.
" Yaudah, gini aja. Sekarang, ada orang nggak di samping kamu?" tanya Abi yang mulai serius.
" Ada, mbak."
Setelahnya, Abi memberikan petunjuk agar sang maid membantu mengompres atau merendam kaki Anne yang bengkak dengan es batu. Kemudian, bebat pergelangan kaki dengan perban elastis untuk meredakan bengkak, mengurangi pergerakan, dan menopang pergelangan kaki. Namun, jangan membebat terlalu kencang agar sirkulasi darah tetap lancar.
__ADS_1
Di lanjutkan dengan menaikkan pergelangan kaki pada saat berbaring, atau posisikan kaki lebih tinggi dari dada.
" Sudah, paham?" tanya Abi memastikan.
" Em."
" Terus, ada obat peredam nyeri nggak?"
" Sepertinya ...." Anne tiba-tiba teringat kembali dengan obat yang di suruh minum oleh Lean kemarin.
" Anne ...," panggil Abi ketika tak mendapatkan jawaban dari Anne.
" Pantes aja Kakiku sakit, orang obatnya lupa keminum! "gumam Anne yang ternyata di dengar oleh Abi. Abi pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Andai Lean yang mendengar ini, pasti__"
" Jangan sampai Kak Lean tahu, bisa di omeli abis-abisan aku!" sela Anne yang terdengar takut jika Lean sampai tahu kondisinya saat ini, apalagi kalau tahu ia lupa meminum obat.
Abi hanya bisa tergelak mendengar hal itu, pasalnya Lean dan Anne itu sering adu mulut jika bersama. Tapi, ternyata Anne masih memiliki rasa takut dengan Kakaknya yang berprofesi sebagai Dokter.
" Oke, kalau gitu. Udah dulu, ya. Nanti, setelah jam kerja Kak Abi selesai, Kakak akan ke sana untuk membantu mengecek kondisi kamu."
" Nggak usah, Kak!" tolak Anne yang malas bertemu dengan Abi.
" Ya ..." Anne jadi bingung sendiri mencari alasan apa agar Abi tidak datang ke rumah.
" Kalau gitu, biar Lean aja yang... "
" Jangan ...!!! Oke, Kak Abi boleh datang, tapi ingat! Jangan sampai bilang-bilang ke Kak Lean."
" Oke cantik, sampai ketemu nanti."
Setelahnya, panggilan pun terputus. raut wajah Abi langsung bersinar karena sedikit gertakan darinya, mampu membuat Anne memperbolehkannya untuk datang.
Sedangkan Anne, justru menghembuskan nafas panjangnya. Ia sangat menyesal sekali dengan pilihan yang membuatnya berhasil keluar dari lubang singa, justru masuk ke dalam lubang buaya.
Lean itu memang suka bercanda dan jahil, tapi dia juga bisa berubah menjadi cukup menakutkan sekaligus menjengkelkan.
***
Ketika jam jaganya selesai, Abi segera pulang karena hari ini ia akan bertemu dengan gadis pujaannya yang tak berhasil-berhasil ia dapatkan. Seulas senyum, terus terpancar dari wajahnya sampai membuat para perawat lainnya merasa heran dengan sikapnya hari ini.
" *Eh, kalian merasa nggak, kalau hari ini tuh, Dokter Abi keliatan berbeda dari biasanya."
__ADS_1
Para perawat lainnya pun, mengangguk setuju.
" Apa jangan-jangan Dokter Abi sedang kesambet?" ujar seorang perawat berambut pendek*.
" Kesambet apaan?" tanya perawat lainnya.
" Kesambet pelet cinta!" sambungnya yang langsung mengundang gelak tawa.
Sebelum, pergi ke kediaman Fabio. Abi pulang dulu ke apartemen miliknya untuk mandi dan bersiap-siap. Biasanya, ketika pulang dari rumah sakit, Abi akan langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, dan bermalas-malasan. Tapi, berhubung mau bertemu dengan pujaan hati, sifat malas itu seketika hilang begitu saja.
Selesai mandi, Abi segera menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya agar tubuhnya harum semerbak.
" Em ... Harum sekali, pasti Anne akan suka dengan aroma wanginya," gumam Abi yang memuji aroma parfum yang sudah melekat pada tubuhnya. Setelahnya, Ia segera memakai pakaian terbaik yang ia punya. Bertemu dengan gadis pujaan, memang harus tampil perfeck agar dia terpincut.
Selesai bersiap-siap, Abi segera keluar dari apartemen menuju basement.
***
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat puluh menit, mobil Abi pun sampai di depan gerbang kediaman Fabio. Melihat siapa yang datang, membuat sang security pun langsung membukakan pintu gerbang karena mereka sudah mengenal siapa Abi.
Ketika sudah memasuki rumah, Abi langsung di sambut oleh seorang maid.
" Dokter Abi kok tumben ke sini ketika Tuan Lean nggak ada di rumah?" tanya maid itu.
" Oh, saya ke sini memang bukan mau ketemu Lean, tapi Anne," jawab Abi dengan tersenyum ramah.
"Oh, mau ketemu non Anne. Tapi, Non___"
" Dokter Abi sudah datang?" seru seorang maid yang seharian ini merawat Anne.
" Iya, apa kondisi Anne sudah lebih membaik?" tanya Abi basa basi.
"Em, alhamdulillah bengkak ya sudah sedikit mengempis. Mau saya antar ke kamar non Anne?" tawar sang maid, dan diangguki oleh Abi.
Ketika hampir sampai di depan kamar Anne, tanpa di sengaja Abi berpapasan dengan seorang yang menurutnya tak asing.
" Siapa pria tampan ini? "gumam Abi dalam hati sembari mengingat-ingat kembali.
Sama halnya dengan Brian, yang cukup terkejut saat melihat ada seorang pria yang datang ke rumah ini.
" Kamu ..., "
...****************...
__ADS_1
Halo guys, maaf kalau updatenya lama karena beberapa hari ini anak novi sedang sakit. Jadi, updatenya lumayan slow. Tapi, semoga kalian tetap suka dengan cerita yang baru, oke 👌.