Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 29 : Berandal kecil!


__ADS_3

"Dia .... adalah wanita yang sudah memicu semangat Brian untuk bisa hidup lebih lama. Di saat Brian mulai lelah dengan hidup ini, cukup melihat senyumnya sudah bisa membuat Brian kembali bersemangat.


Saat bersamanya, hidup Brian benar-benar terasa lebih berarti dan penuh warna. Jika dia marah, Bri akan merasa bingung, gelisah, dan berusaha untuk meminta maaf. Ketika jauh, rasa rindu akan datang menghampiri. Saat melihat dia bersama pria lain, hati ini rasanya sangat sakit. Dia juga adalah satu-satunya wanita yang ingin Brian jaga, Brian cintai, dan Brian bahagiakan selain Mommy. "  Brian mengucapkan semua yang ada di hatinya sembari mengingat semua yang telah ia lalu bersama Anne agar Samuel tahu bahwa kehadiran wanita itu sangat berarti bagi Brian selain Mama Dira.


Sebelum bertemu Anne, Mama Dira adalah cinta pertama dan prioritas utama bagi Brian. Tapi, setelah Anne hadir. Dua wanita itu adalah prioritas utama Brian. Kalaupun di suruh memilih, Brian tak akan bisa. Karena mereka sama-sama sangat berarti bagi hidup Brian.


Mama Dira adalah seorang wanita yang telah merawat, mendidik, dan menyayanginya sepenuh hati sampai membuat Brian tak pernah menyangka jika dia itu hanyalah ibu pengganti baginya. Mungkin karena cinta dan kasih sayangnya yang begitu tulus sehingga membuat Brian merasa jika ia adalah ibunya yang sesungguhnya.


Sedangkan Anne, bagi Brian dia adalah langitnya. Langit yang mampu membuatnya mengerti apa itu cinta, keindahan, dan rasa sakit.


" Sedalam itu kamu mencintainya, Bri? "


" Ya ... Sedalam itu. "


" Lalu siapa nama wanita yang sudah bisa membuat putra kesayangan Daddy begitu dalam mencintainya?"


Brian tersenyum miring. " Apakah harus Daddy tahu namanya?" Brian justru kembali bertanya.

__ADS_1


" Tentu saja, agar Daddy bisa menjawab pertanyaan Adam Wilson jika dia bertanya siapa calon menantu keluarga Marsello sampai rela menolak pertunangan,"terang Samuel dengan tersenyum manis.


Walau tak mengatakan secara gamblang, tapi dari perkataan itu tersirat sebuah arti bahwa Samuel akan menerima gadis yang di cintai oleh Brian.


Brian berbalik menghadap ke arah Samuel yang berdiri tak jauh darinya. " Apa Daddy setuju untuk membatalkan pertunangan? "


Bukannya menjawab, Samuel justru berjalan menghampiri Brian, lalu menepuk pundak putranya itu. " Bri ... Mungkin selama ini kamu menganggap bahwa Daddy itu hanya menjadikanmu sebagai bidak. Tapi, sebenarnya Daddy sangat menyayangimu lebih dari apapun, hanya saja ... Mungkin cara Daddy yang salah karena menganggap bahwa jika hal itu baik, pasti kamu akan menyukainya. Tapi, nyatanya Daddy salah. Karena ternyata, apa yang Daddy anggap baik, belum tentu baik di matamu."


Selama ini, apa yang Samuel lakukan memang semata-mata hanya untuk kebahagiaan Brian. Jadi, jika Brian tak bahagia, maka Samuel tak akan memaksa agar Brian tetap bertunangan dengan Cassdy..


" Asal dia wanita dan kamu mencintainya, Daddy akan setuju," Papar Samuel. Pada dasarnya, Samuel menerima perjodohan itu juga karena untuk menghancurkan pernyataan orang-orang yang mengatakan bahwa Brian itu tidak normal, karena dia selalu mengusir wanita yang mendekatinya.


Awalnya, Samuel mengira bahwa Brian menolak karena ia punya kelainan. Pasalnya, Samuel sering mendengar sebuah berita yang mengatakan bahwa putranya itu tidak normal, dia juga menyukai wanita. Tapi, ternyata Brian menolak karena sudah mencintai wanita lain.


Brian tersenyum dan langsung memeluk Samuel dengan erat. Melihat Brian yang memeluknya dengan wajah bahagia seperti ini, membuat hati Samuel berdesir. Sudah lama sekali, putranya itu tak memeluknya seperti ini. Samuel ikut membalas erat pelukan Brian, dia ingin menikmati pelukan hangat dari putra kesayangannya itu.


" Thanks and sorry, Dad," ucap Brian di sela pelukannya. Sedangkan Samuel hanya mengangguk. Pada akhirnya, Ia bisa melihat Brian yang berani membantah perintahnya.

__ADS_1


" Lalu siapa dia?" Samuel masih terus saja bertanya karena penasaran.


Brian mengurai pelukannya. " Setelah berhasil mendapatkan hatinya, Bri akan membawanya untuk berkenalan dengan Daddy," ucap Brian seraya pergi dari rumah itu.


Dahi Samuel berkerut, dan mencoba mencerna ucapan Brian. Entah kenapa dia tiba-tiba loading lama gara-gara tersentuh mendapatkan pelukan hangat dari Brian.


" Bri ... Jadi kamu masih belum mendapatkannya? "teriak Samuel yang hanya di jawab lambaian tangan oleh Brian.


Samuel berdecih." Dasar berandal kecil! Ternyata sekarang kamu sudah besar dan tahu apa arti mencintai seseorang Bri. Semoga kamu bisa meraih kebahagiaanmu itu. " Tanpa terasa ada buliran hangat keluar dari sudut mata Samuel. Hari ini, Brian benar-benar membuat hatinya tersentuh. Samuel tidak menyangka bahwa Brian menjadi dewasa secepat ini.


" Putra kita sudah dewasa, Sayang, "gumam Samuel dalam hati yang tiba-tiba teringat kembali dengan mendiang istrinya.


***


Saat ini, Brian merasa seakan mendapat sebuah energi penuh setelah mendapatkan restu dari Daddynya. Pria tampan itu mencoba menambah lagi kecepatan mobilnya agar bisa segera sampai di kampus Anne. Namun, sesampainya di kampus, Brian tak pernah menyangka jika ia akan mendapatkan sebuah kejutan tak terduga.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2