
Ketika melihat seseorang laki-laki datang, membuat para anak-anak berlari menghambur menghampirinya.
" Kak Pangeran ...," seru anak-anak itu yang sangat senang jika Pangeran datang.
Pangeran pun ikut memeluk mereka dengan perasaan yang bahagia. Lelah akibat banyaknya pekerjaan di kangor, seketika hilang tatkala melihat senyum tulus dari mereka yang selalu menanti kedatangannya.
Sementara di belakang, sudah ada Bentara yang membawa hadiah yang sudah Pangeran beli untuk anak-anak itu.
"Terimakasih Kak Pangeran," seru anak-anak itu.
" Sama-sama, apa eyang ada di dalam?" tanya Pangeran.
" Iya, ada tamu," ujar salah satu anak perempuan.
" Tamu?" ulang Pangeran.
"Iya,tamunya Kakak yang saaannngat cantik sekali," puji salah satu anak laki-laki berkulit sawo matang.
" Huuuu ....," sorak teman-teman lainnya saat mendengar sang anak memuji tamu yang datang.
Sedangkan Pangera hanya tersenyum mendengarnya. Setelahnya, Pangeran segera berjalan menuju rumah utama untuk menemui sang nenek yang sudah lama tidak ia kunjungi. Karena terlalu banyaknya pekerjaan sampai membuat sulit untuk datang berkunjung. Padahal, biasanya jika tak sibuk dia akan kerap sekali datang.
" Assalamualaikum, Nek," salam Pangeran.
"Waalaikumsalam, dia panjang umur. Baru saja di bicarakan sudah datang," ujar sang Nenek yang begitu senang jika cucunya datang. Pasalnya, Ia sudah lama sekali tidak datang untuk berkunjung.
" Nek___" langkah Pangeran seketika berhenti tatkala melihat seorang gadis yang ia kenal sedang duduk bersama sang nenek.
Saking tak percayanya, Pangeran mengucek matanya untuk memastikan jika ia sedang tak berhalusinasi. Pasalnya akhir-akhir ini, bayangan wajah Anne sudah seperti hantu yang terus datang dalam pikirannya.
" Anneta!"
" Pangeran!"
Seru keduanya bersamaan.
" Kalian saling kenal?" tanya sang Nenek.
" Ya," jawab Pangeran dengan mata yang belum berkedip sedikitpun. Ia seakan tak percaya bisa bertemu dengan Anne secara tidak sengaja seperti ini.
" Kenapa harus bertemu dia lagi, sih! "gumam Anne yang merasa bosan karena terus-menerus bertemu Pangeran. Padahal, Ia sudah berusaha untuk menjauhi pria ini. Tapi, kenapa semesta seakan terus membuatnya bertemu kembali?
Melihat cucu kesayangannya masih berdiri di tempatnya, membuat sang Nenek menyuruh Pangeran untuk duduk.
" Kamu ada urusan apa di sini, Anne?" tanya Pangeran to the point.
" Dia, datang ke sini untuk merestorasi lukisannya yang rusak." bukan Anne yang menjawab, melainkan Nek Ratu.
" Lukisan?" ulang Pangeran.
" Tapi, bukankah Nenek sudah berhenti me___" Nek Ratu langsung membungkam mulut Pangeran agar tak meneruskan bicaranya. Sedangkan Pangeran terlihat bingung dengan sikap aneh Neneknya.
" Oh, ya. Berhubung ini sudah waktunya makan siang. Kita makan siang bersama dulu ya," ajak Nek Ratu ketika ada seorang pelayan datang untuk memberitahukan bahwa makanan sudah siap.
Awalnya, Anne ragu-ragu untuk ikut. Tetapi, tiba-tiba Nek Ratu menghampirinya dan merangkul Anne layaknya seseorang yang sudah kenal lama.
" Kita makan dulu, ya."
" Duduklah, Anne," tawar Pangeran yang sudah menarik kan kursi untuk Anne.
" Duduk." Nek Ratu membantu mendudukkan Anne yang terus-menerus ragu.
Sementara anak-anak yang menyambut kedatangan Anne tadi sudah duduk di meja mereka masing-masing.
__ADS_1
" Em, sebentar, Nek. Anne mau___"
" Kamu mau mencari pengawalmu?" tanya Nek Ratu yang seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Anne.
Gadis cantik itu pun mengangguk.
" Tenang saja, mereka juga sudah makan di taman belakang bersama yang lainnya. Soalnya, meja makannya tak muat untuk semua orang, " jelas Nek Ratu.
" Terimakasih, Nek. Jadi, merepotkan," ujar Anne yang sungguh merasa tak enak hati.
" Sudah, jangan terlalu sungkan. "
Melihat Anne yang begitu canggung dan malu-malu, membuat Pangeran mencoba menahan untuk tak tertawa. Ekspresi wajah Anne saat ini sungguh menggemaskan sekali. Dia seakan bukan Anne yang ia kenal sebelumnya.
" Makan yang banyak! "Pangeran membantu mengambilkan lauk lagi pada Anne.
" Aku sudah kenyang, "lirih Anne.
" Oh, ya? " goda Pangeran yang langsung mendapatkan tatapan menusuk dari Anne.
Melihat interaksi Pangeran dengan Anne, seakan mengingatkan kembali pada kenangan almarhum putranya dulu saat masih muda bersama mamanya Pangeran. Tapi sayangnya, mereka berdua sudah tiada di dunia ini.
" Ja, Din, sepertinya Ibu sudah menemukan cucu menantu yang cocok untuk putra kalian," gumam Nek Ratu dalam hati.
Seusai makan, Nek ratu segera menyuruh anak-anak untuk segera mengambil air wudhu karena mereka akan sholat dzuhur berjamaah.
" Kamu sholat atau ___"
" Anne lagi halangan, Nek," jawab Anne.
" Oh, Yasudah. Kalau begitu, kamu tunggu di ruang tamu saja," ujar Nek Ratu.
Anne pun mengangguk, lalu pergi kembali ke ruang tamu tempat ia tadi duduk. Dikarenakan hanya sendirian, Anne mencoba untuk berjalan melihat ke sekeliling. Begitu banyak lukisan-lukisan yang begitu indah di dalam ruangan itu.
" Pantes, dia sangat tahu soal lukisan. Ternyata, memang ada darah seni," gumam Anne ketika mengingat kembali tentang Pangeran yang begitu pandai dalam memahami arti sebuah lukisan.
Setelah semua orang selesai sholat dzuhur, Nek ratu segera mengajak Anne pergi ke tempat restorasi bersama dengan Pangeran juga.
" Cukup parah, ya," ujar Pangeran ketika melihat lukisan Anne yang ingin di restorasi.
" Tapi, Anne. Sepertinya ini membutuhkan waktu beberapa hari untuk memperbaikinya," jelas Pangeran.
" Dan sepertinya aku____" Nek Ratu langsung mencubit pinggang Pangeran serta memberikan tatapan yang sulit untuk di mengerti.
Kemudian, Ia menyeret Pangeran untuk sedikit menjauh agar Anne tak mendengar pembicaraan mereka.
" Kerjakan saja, urusan perusahaan di pikir nanti," ucap Nek Ratu.
" Tapi, Nek ... Pangeran juga___"
" Kamu lebih memikirkan pekerjaan yang tak pernah ada habisnya, atau mendapatkan hatinya!" kata Nek Ratu yang memberikan sebuah pilihan pada cucunya.
" Nenek kenapa___"
" Nenek tahu kalau kamu itu menyukainya 'kan?" Skak Nek Ratu yang membuat Pangeran mati kutu.
" Cih! Dasar kamu tuh mirip banget sama almarhum Papamu dulu." Nek ratu mencubit lengan Pangeran.
" Ya, tapi masalahnya ____"
" Kalau suka, di perjuangkan! Nenek akan membantu kamu, jadi gunakan kesempatan ini agar lebih dekat dengan dia, mengerti?!"
Pangeran mengangguk, lalu memeluk neneknya yang paling mengerti dirinya. Meski sang Mama tak pernah peduli, Pangeran tetap bersyukur karena masih memeilik Nenek yang paling mengerti dan menyayanginya.
__ADS_1
Melihat Pangeran yang terlihat begitu dekat dengan Nek Ratu, membuat Anne terharu dan kembali teringat pada kedua Kakaknya yang juga seperti itu ketika bersama Oma Carol.
Selesai berbicara, Nek Ratu dan Pangeran segera menghampiri Anne kembali.
" Oh, ya Anne. Apa kamu mau ikut andil dalam memperbaikinya?" tanya Nek Ratu lembut.
" Apakah bisa, Nek?"
" Tentu saja bisa, bukankah kamu pelukis nya?"
Anne mengangguk.
" Kalau begitu, Kamu pasti yang jauh lebih paham dengan setiap goresan yang kamu tuangkan ke dalam kertas kanvas itu. "
" Tapi, masalahnya Anne belum pernah merestorasi lukisan sebelumnya. "
" Tidak apa-apa, nanti akan nenek ajari."
" Tenang saja Anne, nenekku ini paling handal dalam mengajari orang, " canda Pangeran yang seketika mendapatkan pukulan dari tongkat Nek Ratu.
" Au! "Pekik Pangeran.
" Kok Ran di pukul sih, Nek? "
" Siapa suruh tidak sopan! "omel Nek Ratu yang membuat Anne tersenyum melihatnya.
Untuk tahap pertama, Nek Ratu menyuruh mereka untuk memperbaiki yang sobek terlebih dahulu. Untungnya sobekan itu tak begitu besar.
Ketika melihat kembali lukisan Brian yang sobek, membuat hati Anne terasa begitu tak nyaman. Seakan ada rasa sesak, cemas, bercampur rindu.
" Kamu kenapa, Anne?" tanya Pangeran ketika melihat raut wajah Anne yang seperti menahan kesedihan.
" Aku tidak apa-apa," dusta Anne yang mencoba menutupi perasaan yang sebenarnya.
Setelahnya, Pangeran segera membalik lukisan itu. Lalu, merekatkan sepotong linen segar ke bagian belakang menggunakan lem kain bebas asam. Kemudian, mengganti setiap benang yang hilang dari tempatnya dengan perlahan dan telaten.
Setelah proses penempelan, Ia harus di biarkan untuk mengering terlebih dahulu. Baru bisa kembali di cat ulang.
" Jadi, kamu akan menginap di sini, Anne?" tanya Pangeran.
" Sepertinya, aku akan mencari tempat penginapan di dekat-dekat sini. Lalu, besok akan kembali lagi."
" Buat apa cari penginapan? Lebih baik menginap di sini saja, kebetulan masih ada kamar kosong, " ujar Nek Ratu yang tiba-tiba datang.
" Tapi, Nek Anne___"
" Sudah, menginap di sini saja." Nek Ratu membawa Anne untuk pergi jalan-jalan ke taman belakang.
" Bukankah Kamu tadi penasaran dengan bahan-bahan teh yang kamu minum?" ujar Nek Ratu yang mencoba membuat Anne betah dan tak jadi pergi dari rumahnya.
Anne mengangguk.
" Kalau begitu, Nenek akan kasih tahu kamu."
" Benarkah, Nek?" Anne terlihat antusias dengan sesuatu yang membuatnya penasaran.
Melihat Nek Ratu yang begitu dekat dan menyambut hangat kehadiran Anne, membuat Pangeran merasa bahagia. Pasalnya, neneknya itu cukup sulit di luluhkan.
" Bos, apa kita jadi pulang sekarang?" tanya Bentara.
" Saya akan tinggal di sini untuk beberapa hari. Jadi, siapkan pakaian ganti dan jbah semua jadwal meeting saya. Untuk pekerjaan lainnya, akan saya handel lewat sini!" titah Pangeran sebelum pergi.
" Tapi, bos__"
__ADS_1
" Ikuti perintah saya!" potong Pangeran yang terlihat tak mau di bantah
...****************...