Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 24 : Bertunangan?


__ADS_3

Tubuh Brian memang sedang berdansa bersama Cassi, namun tatapan serta hatinya terus tertuju pada Anne.


" Apa yang mereka bicarakan?" gumam Brian tatkala melihat Samuel dan Anne yang terlihat seperti sedang mengobrol.


" Apa yang kamu ucapkan, Bri?" tanya Cassidy yang mendengar samar-samar gumaman Brian.


" Tidak ada, bisakah kita sudah saja dansanya," saran Brian yang langsung di tolak dengan Cassidy. Mana rela Cassidy hanya sebentar berdansa dengan Brian. Bahkan kalau bisa, Cassidy ingin seperti ini sampai pagi agar Ia bisa terus menatap wajah tampan pujaannya secara dekat.


Menyadari jika tatapan Brian terus ke arah lain, membuat Cassidy mencangkup wajah itu.


" Bri, bisakah kamu hanya fokus padaku saja?" pinta Cassidy.


Dahi Brian berkerut, bagaimana bisa Cassidy meminta hal seperti itu padanya.


" Bisakah jangan meminta sesuatu yang aneh?"


" Kenapa? Apa masalah meminta suatu hal yang mudah pada calon tunangan? Ingat, Bri kita itu___"


" Kita tidak akan pernah ada hubungan lebih dari sekedar kolega, ingat itu!" tandas Brian yang berusaha menyingkirkan tangan Cassidy. Namun, bukannya lepas. Cassidy justru mencium bibir Brian di depan umum.

__ADS_1


Melihat Brian dan Cassidy berciuman, tentu saja membuat semua orang memperhatikan ke arah mereka. Desas desus tentang perjodohan antara keluarga Wilson dan Marsello, memang sudah terdengar. Namun, kebenaran dari berita itu masih belum bisa di pertanggungjawabakan karena belum ada pengumuman resmi dari kedua belah pihak.


Tetapi, setelah melihat hubungan Brian dan Juga Cassidy yang cukup mesra, seakan dapat mengkonfirmasi bahwa berita itu benar adanya.


Brian mendorong tubuh Cassidy guna melepaskan ciuman itu.


" Apa-apaan kamu, Cass?" bentak Brian di depan orang banyak. Hal itu, tentu saja membuat Cassidy malu, dan para undangan bingung. Kenapa Brian seakan tak suka dengan ciuman itu?


" Kenapa sayang ... Kamu malu ya ... Berciuman di depan umum,


bukankah hal itu sudah biasa di lakukan oleh sepasang kekasih." Cassidy berusaha untuk tenang dan bersikap biasa saja.


Melihat Brian berciuman dengan wanita lain saja, sudah membuat dada Anne terasa sakit. Apalagi saat mendengar bahwa mereka akan bertunangan, Dada Anne terasa sangat sesak seakan tertimpa batu besar. Entah kenapa, Anne merasa seakan kekurangan pasokan oksigen. Padahal, sebelumnya ia tak mempunyai Riwayat penyakit asma.


Mungkin efek banyaknya orang di dalam ruangan itu sehingga menimbulkan kurangnya oksigen baik untuk di hirup. Jadi, Anne memilih untuk pergi mencari udara segar di luar. Namun, Ia tak sengaja menyenggol pelayan sehingga mengakibatkan botol-botol wine diatas nampan berjatuhan ke lantai.


Prangg


Mendengar suara yang cukup keras, membuat fokus Brian teralihkan. Di saat melihat Anne sudah tak ada di tempatnya, tentu saja membuat pria itu cemas dan segera mengedarkan pandangannya ke seluruh isi ruangan.

__ADS_1


" Anne ...," lirih Brian tatkala melihat Anne sedang berdiri di depan pelayan yang menjatuhkan gelas.


Tanpa berpikir panjang, Brian segera pergi meninggalkan Cassidy. Namun, tangannya tiba-tiba di cekal oleh Cassidy.


" Kamu mau kemana, Sayang?" tanya Cassidy sok romantis.


" Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu, karena sangat menjijikkan!" cerca Brian dengan tatapan tajam dan merendahkan. Ia benar-benar merasa kesal dan muak ketika melihat Cassidy yang bersikap seenaknya saja. Tapi, Anne lebih penting, jadi Brian memilih pergi untuk menghampiri wanita yang ia cinta.


" Maaf, saya tidak sengaja." Anne jadi merasa sangat bersalah karena kecerobohanmya sampai membuat orang lain ikut mendapatkan Imbasanya.


" Ya, tidak apa-apa," ujar pelayan itu. Namun, Anne tetap merasa tak enak karena sang pelayan pasti akan mendapatkan masalah. Jadi, Anne mengambil semua uang cash yang ada di dalam tasnya, dan memberikan segepok uang itu pada sang pelayan.


" Ambil uang ini sebagai ganti rugi. "


"Anne, kamu tidak apa-apa?" tanya Brian cemas sembari membalik tubuh Anne menghadap ke arahnya.


" Aku___" entah kenapa tenggorokan Anne tiba-tiba terasa tercekat seakan tak mampu untuk mengucapkan apa-apa lagi.


Melihat sepasang netra Anne yang terlihat mengembun, membuat Brian segera membawa Anne pergi dari tempat itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2