
" Sekarang pria itu ada dimana? Kita samperin dia! " kesal Nala seusai mendengar cerita Anne. Ia tak pernah menyangka jika Brian sebrengsek ini. Jika memang ingin menyudahi hubungan, bukankah bisa menggunakan cara yang lebih baik? Kalau seperti ini, sama saja menggoreskan luka yang begitu dalam di hati Anne. Dimana Ia harus di kecewakan oleh pria pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta.
" Sudahlah, lagian aku juga sudah mengakhirinya dan ingin melupakannya. Jadi, gak usah di bahas lagi ya," pinta Anne yang berusaha untuk menata hatinya kembali. Meski melupakan itu tak semudah ucapan yang di katakan, Anne akan berusaha untuk belajar namanya move on.
" Yang sabar ya adik iparku, "Nala kembali memeluk Anne.
" Aku juga pernah merasakannya, bahkan langsung di tinggal nikah! " curhat Nala yang kembali mengingat kisahnya dahulu.
Anne mengurai pelukan Nala." Itu mah beda, kamu hanya mengagumi dalam diam. Sedangkan aku? " Anne menunjuk dirinya sendiri. Tiba-tiba, dadanya kembali sesak tatkala mengingat kembali bagaimana kisahnya bersama Brian.
Dari yang hanya menganggap sebagai Kakak, lalu mulai tumbuh rasa cinta, menjalin hubungan sampai di campakkan.
" Ya, tetap sama-sama patah hati 'kan?" lanjut Nala.
Anne tertunduk dan mengangguk.
"Sudah ... Sudah ... Jangan nangis-nangis terus karena putus cinta. Karena hidup bukan hanya tentang asrama, eh asmara!" celoteh Nala yang berusaha bercanda agar adiknya tak sedih terus - menerus. Dan benar saja, Anne sedikit tersenyum ketika melihat sang Kakak ipar yang berusaha untuk menghiburnya.
Gimana kalau kita pergi jalan-jalan saja?" usul Nala dengan menarik turunkan alisnya.
" Males ah," entah kenapa Anne tiba-tiba menjadi sangat malas untuk ngapa-ngapain. Sepertinya, pengaruh patah hati sungguh besar pada tubuh dan moodnya.
Namun, Nala tak menyerah. Ia turun dari ranjang lebih dulu, lalu menarik lengan Anne agar mau ikut turun.
" Mau kemana sih, Nal?" rengek Anne.
" Cari obat patah hati!" cetus Nala yang segera bersiap-siap.
Melihat wajah Anne yang begitu sembab dan kucel karena terlalu banyak menangis, membuat Nala menyuruhnya untuk cuci muka dulu. Kemudian, Ia kembali memberikan sentuhan make up penutup kesedihan pada wajah Anne.
" Nah, gini 'kan lebih seger dan cantik!" puji Nala seusai merias Anne.
Anne tersenyum, Ia cukup menyukai skill make up Nala yang semakin meningkat.
" Nal," panggil Anne.
" Em. " Nala hanya berdehem karena ia sedang fokus memperbaiki riasannya.
" Sepertinya sekarang kamu lebih jago make up, ya."
__ADS_1
" Tentu saja,"
Anne hanya bisa mencebik tatkala melihat Nala yang langsung besar kepala karena di puji.
Setelahnya, kedua wanita cantik itu bergegas pergi keluar dari kamar. Sebelum pergi, Nala mencoba mengirimi Lean pesan sebagai bentuk izinnya yang ingin pergi bersama Anne. Namun, pesannya tak kunjung di balas, menandakan bahwa sang suami masih berada di ruang operasi. Pasalnya, jadwal operasi Lean hari ini cukup padat.
" Kalian mau kemana?" tanya Mami Senja ketika melihat Anne dan Nala sudah rapi.
" Mau jalan-jalan sebentar, Mi," ujar Nala.
" Jalan-jalan? Kemana? Bukankah kamu sudah waktunya mengurangi untuk pergi jalan-jalan?" Mama Senja mencoba mengingatkan Nala. Pasalnya, kehamilannya sudah sangat besar, jika jalan-jalan akan mudah sekali lelah.
" Cuma ke mall deket sini kok, Mi."
" Iya, Mi. Tenang aja, Anne akan jagain Kak Nala. Lagipula, ada Bodyguard juga. " Anne ikut menimpali agar Mami Senja tak khawatir.
"Yasudah, kalau begitu hati-hati dan jangan capek-capek. Kalau tiba-tiba kontraksi, istirahat sejenak, oke."
" Siap, Mi."
Setelahnya, Anne dan Nala berpamitan pada Mami Senja.
Saat jalan-jalan, tanpa sengaja mereka melewati toko bayi.
" Anne, mau mampir ke situ?" tawar Nala. Sepertinya, kebiasan seorang ibu mulai muncul dalam diri Nala. Dimana, Ia akan sangat mudah tergoda ketika melihat sesuatu yang berhubungan dengan bayi. Apalagi, waktu kelahiran sang buah hati semakin dekat.
" Boleh. "
Begitu melihat barang-barang bayi yang begitu lucu dan menggemaskan, membuat Nala dan Anne seakan lupa diri. Mereka membeli beberapa barang yang dianggap lucu.
" Biar aku yang bayar, itung-itung membelanjakan keponakanku," tutur Anne.
" Makasih banyak aunty," ucap Nala yang berbicara mewakili sang buah hati.
" Sama-sama." Anne mengelus perut Nala yang sudah begitu besar.
Selesai membayar, barang-barang bawaan mereka langsung di bawakan oleh para Bodyguard yang berjalan di belakang.
Vibesnya sudah seperti wanita sosialita ya.
__ADS_1
Selesai berbelanja berbagai barang, mulai dari baju, make up, skincare, tas, sepatu, kedua wanita itu berhenti pada sebuah restoran untuk mengisi perut yang mulai lapar.
Di saat sedang menunggu pesanan datang, tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampiri meja mereka.
" Assalamualaikum, cantik," salam pria itu.
" Waalaikumsalam," jawab Nala dan Anne yang sedikit ragu.
" Boleh kenalan nggak?" tanya pria itu to the point.
" Masnya mau ngajak kenalan, emangnya bisa jadi obat?" Nala justru bertanya balik.
Pria itu terlihat bingung dengan apa yang di ucapkan oleh wanita hamil di depannya saat ini.
" Obat apa, ya? " tanya pria itu.
" Obat sakit____" mulut Nala langsung di bekap oleh Anne.
" Maaf ya, Mas. Sahabat saya ini emang lagi ngawur ngomongnya, jadi jangan di hiraukan!" papar Anne.
" Oh, begitu__" Pria itu mencoba mendekati Anne, namun segera di cegah oleh dua Bodyguard yang sejak tadi berdiri tak jauh dari tempat duduk Anne dan Nala.
" Kalian siapa?" tanya pria itu yang tak tau jika dua pria itu adalah Bodyguard Anne.
" Lepaskan saja, Pak," pinta Anne.
" Tapi, Non."
"Non?" ulang pria itu yang baru paham jika wanita yang ingin ia ajak berkenalan bukanlah wanita biasa. Melainkan nona muda yang tak bisa diajak berkenalan dengan sembarang orang.
Setelahnya, pria itu segera pergi. Sedangkan kedua Bodyguard itu Anne suruh untuk makan sekalian.
Selesai makan, Nala dan Anne berniat untuk pulang. Tapi, tiba-tiba perut Nala terasa begitu sakit di sertai dengan cairan putih yang merembes keluar membasahi kakinya.
" Nal, kamu kenapa?" tanya Anne seraya membantu menopang tubuh Nala.
" Sepertinya, air ketubanku pecah," lirih Nala.
" Air ketuban pecah?" ulang Anne yang terkejut bercampur panik.
__ADS_1
...****************...