Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 72 : Menemukan titik terang


__ADS_3

Di sebuah suite room, terlihat pria paruh baya yang terlihat resah. Entah kenapa ia sangat penasaran sekali dimana keberadaan Brian.


" Apa jangan-jangan anak itu bersembunyi karena takut jika aku akan memberikan pelajaran padanya yang telah menyakiti Anne!" tebak Papa Ken.


Kedatangan Papa Ken ke negara ini, memang bertujuan untuk memberikan pelajaran pada pria yang telah membuat putrinya merasa di khianati dan terus-menerus sedih karena putus cinta. Awalnya, Ia tak mau ambil pusing tapi lama-kelamaan, ketika memperhatikan kondisi Anne yang tak lagi ceria seperti dulu, membuatnya geram. Meski dia yang menyuruh Brian untuk meninggalkan Anne, tapi Papa Ken tak terima dengan cara yang digunakan Brian.


" Bagaimana Nin, apa kamu belum juga menemukan keberadaan Brian?" tanya Papa Ken pada asistennya yang masih sibuk melacak informasi tentang Brian. Sudah lebih dari tiga jam pria itu berkutat dengan leptopnya, tapi tak kunjung berhasil menemukan dimana keberadaan Brian.


" Sepertinya, Mr Samuel benar-benar sangat teliti dalam menyembunyikan keberadaan Brian, Tuan," papar Nino.


" Masak sih? Tapi kenapa dia menyembunyikannya?" Papa Ken merasa bahwa ada sesuatu yang janggal.


" Iya, Tuan. Semenjak satu minggu yang lalu, saya sudah tak menemukan Brian pergi ke kantor, apartemen, maupun daerah-daerah sekitarnya. "


" Satu minggu?" gumam Papa Ken.


" Jika satu minggu dia menghilang, berarti itu jauh dari sebelum rencana aku yang ingin menggantikan keberangkatan Kean. " Papa Ken bermonolog mencoba memecahkan teka-teki itu.


" Sepertinya saya menemukan titik terang Tuan, "ujar Nino.


" Apa maksudmu, No? "


Nino memperlihatkan layar leptopnya yang berisi rekaman vidio mobil Daddy Samuel pergi ke sebuah arah tempat tersembunyi. Dimana, tujuannya bukanlah mansion, atau tempat-tempat meeting.


Sebelumnya, Nino sudah menyuruh salah satu Bodyguard Papa Ken untuk kembali ke Marsello Company. Mula-mula, Ia menghack semua cctv di perusahaan, lalu membuatnya eror sebentar agar bisa meletakkan kamera pelacak pada mobil yang di kendarai oleh Daddy Samuel.


" Kalau begitu, ayo ikuti dia! "titah Papa Ken.


***


Ketika berada di tengah perjalanan, tiba-tiba kamera pelacak berhenti beroperasi sehingga membuat Nino tak bisa lagi mengetahui keberadaan mobil Daddy Samuel.


" Ada apa, No? "tanya Papa Ken tatkala melihat Nino yang gusar dan kembali sibuk mengotak-atik leptopnya.


" Kamera pelacak berhenti beroperasi, Tuan. "


" Apa semudah itu Samuel mengetahuinya? "

__ADS_1


Nino menggeleng.


" Saya juga tidak tahu Tuan, sepertinya tempat itu benar-benar sangat di sembunyikan."


" Kalau begitu, kita cari sampai dapat!" titah Papa Ken yang akhirnya harus menggunakan feeling dan akal tanpa petunjuk.


Sekian lama mencari, akhirnya mereka sampai ke tempat sepi, jauh dari perkotaan dan dijaga sangat ketat. Beberapa orang bersenjata, berjalan menghampiri mobil Papa Ken dan mengetuk pintunya.


" Bagaimana ini, Tuan?"tanya Nino yang jadi bingung sendiri.


" Buka saja! "titah Papa Ken.


" Tapi, Tuan. Bagaimana jika mereka___"


" Tidak akan!" potong Papa Ken yang terlihat begitu yakin jika mereka tak akan berani menyakitinya.


Dengan ragu-ragu, Nino menyuruh untuk salah satu dari Bodyguardnya mereka saja yang keluar untuk menghadapi orang-orang itu.


" Bisa tunjukan identitas?" tanya salah satu penjaga itu.


" Orang luar negeri," gumamnya. " Siapa kalian?" para penjaga bersenjata itu langsung menodong tubuh sang Bodyguard Papa Ken dengan senjata.


Melihat mereka yang berbuat seperti itu, membuat Papa Ken ingin keluar tetapi di cegah oleh Nino.


" Anda di sini saja, Tuan. Jangan sampai keluar. "


Tak lama kemudian, terlihat ada seseorang yang datang dan membisikkan sesuatu pada para pria bersenjata. Setelahnya, tiba-tiba mereka memepersilahkan mobil Papa Ken untuk memasuki area tersembunyi itu.


Setelah menempuh berjalan sekitar lima menit dari pintu gerbang penjaga, Papa Ken dapat melihat sebuah rumah yang berlokasi tak jauh dari tebing dengan pemandangan laut lepas yang begitu indah. Meski sudah ada penjaga di pintu gerbang, masih ada lagi penjaga bertubuh kekar dan bersenjata berada di sekitar rumah itu.


" Tempat apa ini sebenarnya," gumam Papa Ken yang semakin tak mengerti.


" Apa kita sebaiknya pergi saja, Tuan?" saran Nino yang masih mencoba memikirkan keselamatan Papa Ken.


" Tidak, jika kita pergi sekarang. Maka percuma kita datang tanpa mendapatkan sebuah jawaban! "tandas Papa Ken. Setelahnya, Papa Ken segera keluar dari mobil.


Sama halnya dengan rumah itu, para Bodyguard Papa Ken juga menggepung tubuh majikannya sebagai bentuk penjagaan mereka.

__ADS_1


Tak lama kemudian, terlihat seseorang yang Papa Ken kenal, keluar dari rumah itu.


Plok ... Plok ... Plok


Suara tepuk tangan menggema dari seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Daddy Samuel.


" Selamat datang Tuan Kenzo Clarence Fabian," ujar Daddy Samuel.


Papa Ken hanya diam saja dengan memasang wajah dingin.


"Saya tidak menyangka jika rasa penasaran anda ternyata begitu besar sampai mampu membuat seorang Kenzo datang ke tempat ini."


" Oh, ya? Saya juga tidak menyangka jika seorang Samuel begitu ketat dalam menjaga putranya," balas Papa Ken.


Daddy Samuel tersenyum.


" Tentu saja, karena seorang putra akan sangat berharga di mata orang tuanya. Sekalipun tak diinginkan oleh orang lain, " sindir Daddy Samuel yang begitu menusuk.


" Dimana Brian sekarang? Saya ingin bertemu dengan dia!" ujar Papa Ken yang malas bertele-tele.


" Kenapa anda terlihat begitu terburu-buru Tuan Ken, apakah anda sangat merindukannya? "


Papa Ken terdiam.


" Tenang saja, dia tak akan pergi kemana-mana," ucap Daddy Samuel dengan raut wajah yang kembali Sendu jika membicarakan soal Brian.


" Saya pegang ucapan Anda! "


Setelahnya, Daddy Samuel mengajak Papa Ken masuk ke dalam rumah itu. Derap langkah terus terdengar, sampai akhirnya berhenti pada sebuah ruangan yang terdapat kaca besar yang transparan.


" Dia ada di sana," ucap Daddy Samuel.


Papa Ken pun, ikut menatap ke arah ruangan itu. Pupilnya seketika melebar tatkala melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.


...****************...


Ada yang bisa tebak?

__ADS_1


__ADS_2