Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 21: Tatapan menusuk


__ADS_3

Ketika baru keluar dari gerbang kampus, tiba-tiba ada sebuah mobil sport yang berhenti di depan Seva dan juga Anne sehingga menghalangi jalan mereka.


" Siapa, Kak?" tanya Anne yang merasa asing dengan mobil itu. Dan Seva pun hanya menjawab dengan gelengan kepala serta sikap siaga karena dia tak tahu siapa pemilik mobil itu.


Tak lama kemudian, terlihat seorang pria dengan tubuh atletis dengan memakai kaca mata hitam, keluar dari mobil itu. Pria itu mulai berjalan mengitari mobilnya guna menghampiri Anne.


" Kak Brian ...," seru Anne tatkala menyadari siapa pria yang tengah membuka kaca matanya.


" Hai Anne, Sev," sapa Brian seraya berjalan mendekati kedua wanita itu.


Setelah mengetahui siapa orang yang menghalangi jalannya, membuat Anne langsung memasang wajah sangar serta tangan yang dj lipat depan dada.


"Tatapan seperti apa itu, Anne?" tanya Brian yang merasa aneh dengan tatapan wanita pujaannya itu.


"Tatapan menusuk!" jawab Anne sembari menunjuk kedua matanya, lalu bergantian ke arah Brian.


" Wow, pantas sakit sekali!" Brian sembari memegang dadanya seakan-akan ia habis tertusuk.


Melihat Brian yang bersikap bodoh, tentu saja membuat Anne dan Seva tertawa melihatnya. Karena biasanya pria itu selalu bersikap sok cool dan berwibawa, tapi sekarang?


" Kamu lebih cantik kalau senyum," puji Brian yang langsung membuat pipi Anne bersemu merah. Sedangkan Seva justru terlihat canggung karena ia seakan merasa seperti sedang menjadi obat nyamuk.


" Kenapa aku merasa kalau mereka lebih terlihat layaknya sepasang kekasih daripada Kakak beradik, ya...?" gumam Seva seraya mengamati gerak - gerik serta gestur tubuh Anne dan juga Brian.


" Oh, ya Sev. Saya pinjam mau bawa Anneta pergi, jadi kamu pulang naik taksi saja, ya," ujar Brian yang membuat sepasang netra Seva melebar.


" Tapi Tuan___"


" Sudah, Anne 'kan perginya sama Saya. Jadi, Kamu tidak perlu khawatir, karena saya akan menjaganya dengan baik." Brian memotong ucapan Seva sebelum ia menyelesaikannya.


Anne pun melirik ke arah Seva seakan memberikan kode kalau Seva mdnurut saja. Lagian, Anne juga perginya bukan sama orang asing. Melainkan Brian, Kakak Angkat sekaligus pria yang mendapatkan amanah untuk menjaganya ketika masih tinggal di negeri ini.

__ADS_1


" Em, Baiklah Tuan."


Setelahnya, Brian segera membukakan pintu mobil untuk Anne. Ketika sang pujaan hati telah naik dengan aman, barulah Brian yang masuk ke dalam mobil.


***


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mereka sampai juga di sebuah butik yang tempatnya sudah di pesan oleh Brian sebelumnya.


" Kita dimana, Kak?" tanya Anne yang masib terlihat bingung.


" Kita pilih baju dulu, sebelum pergi ke acara," ujar Brian yang diangguki oleh Anne.


Ketika memasuki butik, kehadiran mereka di sambut begitu ramah.


" Halo Darling ...," sapa seorang pria lemah gemulay yang berjalan menghampiri Brian.


" Halo Miss," balas Brian dengan senyuman tipis.


Menyadari jika ia sedang di perhatikan dari ujung Kaki sampai kepala, tentu saja membuat Anne merasa canggung bercampur risih.


" Halo," sapa Pria lemah gemulay itu yang mulai berjalan mendekati Anne. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti gara-gara lengannya di cekal oleh Brian.


" Jangan terlalu mendekatinya, cukup melihat dari kejauhan," ujar Brian dengan tatapan tak seperti biasanya.


" Oh, ya. Sorry," ujar pria lemah gemulay itu dengan suara manja.


" Dia siapa?" tanya pria lemah gemulay itu yang bernama Miss Stevani.


" Dia__ " Brian sengaja menggantung ucapannya guna memicu rasa penasaran.


" Kelihatannya apa?" lanjut Brian.

__ADS_1


" Your girlfriend?" tebak Stevani. Pasalnya, tatapan serta perilaku Brian terhadap wanita ith terkesan spesial.


"No! Aku bukan pacarnya, melainkan adik perempuannya, " jawab Anne yang tak ingin di salah pahami.


" Oh ... Adik perempuan ...," ulang miss stevani dengan penuh penekan sembari menatap ke arah Brian yang terlihat kecewa karena Anne langsung menjelaskan kalau dia hanya adik perempuannya saja.


Ya ... Adik perempuan, bukan kekasih.


Mendengar Anne mengatakan kalau dia adalah adik Brian, miss stevani langsung ingin menggandengnya. Tapi, lagi-lagi Brian mencegah dengan mengatakan kalau dia tak boleh sembarangan menyentuh Anne.


Melihat sikap Brian yang over protek, tentu saja membuat miss Stevani merasa aneh. Ada apa sebenarnya.


Di tatap dengan tatapan penuh akan pertanyaan meminta penjelasan, tentu saja membuat Brian risih. Jadi, Ia pun terpaksa menjelaskan kenapa miss Stevani tak boleh menyentuh Anne.


Setelah mendengar penjelasan sari Brian, miss Stevani pun mengerti dan mencoba memahami.


Karena waktu mereka tak banyak lagi, miss Stevani pun langsung mengajak Brian dan Anne pergi untuk memilih busana yang akan mereka pakai.


Untungnya, miss Stevani masih mempunyai stok gaun panjang yang cukup tertutup. Tapi, gaun itu tetap akan terlihat sangat seksi jika di pakai Anne.


" Apa anda punya Blazer dan scraft?" tanya Anne. Dikarenakan sedang tidak berada di Indonesia, jadi Anne harus bisa memikirkan bagaimana konsep bajunya sendiri.


" Ada," miss Stevani pun mengajak Anne pergi ke tempat dimana blazer dan juga scraf berada.


Anne pun memilih-milih beberapa style yang akan ia coba. Seusai memilih, Anne langsung masuk ke ruang ganti. Tak lama kemudian, Ia keluar untuk menanyakan apakah pakaiannya cocok apa tidak.


Ketika tirai ruang ganti terbuka, sepasang netra Brian seketika melebar. Tatapannya pun hanya tertuju pada satu titik, dimana sang pujaan hati berada.


" Apakah bagus?" tanya Anne yang meminta saran.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2