Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 25 : Berpura-pura baik-baik saja


__ADS_3

Ketika sudah masuk ke dalam mobil, Brian segera mengambilkan sebotol air mineral untuk Anne.


" Minum dulu." Brian menyodorkan sebotol air mineral yang sudah di buka tutupnya. Anne pun mengambil air minum itu, dan meneguknya secara perlahan.


"Apakah sudah lebih tenang?" tanya Brian yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Anne.


" Kalau begitu___"


" Aku mau pulang," sela Anne yang kemudian sedikit menyandarkan tubuhnya ke kursi penumpang dan mulai menutup mata.


Padahal, Brian ingin menjelaskan tentang kejadian di dalam ruangan tadi. Tapi, sepertinya Anne sedang tak ingin diajak bicara. Jadi, Brian memilih untuk mengemudikan mobilnya sesuai permintaan Anne.


Selama di perjalanan, hanya ada keheningan di antara keduanya. Anne yang berpura-pura tidur agar tidak diajak bicara, dan Brian yang fokus mengemudi tapi masih sesekali melirik ke arah Anne guna memastikan kondisi gadis itu.


Entah kenapa tubuh Anne terasa lemas seakan tak bertenaga. Dadanya juga masih terasa sesak, ingin rasanya menangis dan berteriak sekencang-kencangnya, tapi apa yang harus di tangisi?


Jujur, Anne juga bingung dengan dirinya sendiri. Apa yang sedang terjadi padanya? Kenapa rasanya sama sekali tak nyaman? Apa ia punya kelainan?


Setelan sampai di basement apartemen, Brian mencoba mendekati Anne guna membangunkannya. Menyadari Brian yang mulai mendekatinya, membuat Anne segera membuka mata.


" Kakak mau ngapain?" tanya Anne yang sedikit antisipasi.


"Mau bangunin kamu, kita sudah sampai," papar Brian seraya memundurkan tubuhnya untuk kembali ke tempat duduk.

__ADS_1


Anne pun mengedarkan pandangannya guna melihat ke luar, dan ternyata mereka memang sudah sampai. Tak perlu berlama-lama, Anne segera membuka seat beltnya dan bergegas keluar dari mobil. Namun, tiba-tiba Brian menghentikannya.


" Anne," panggil Brian.


" Ada apa?" Anne tak jadi keluar dari mobil saat Brian kembali memanggilnya.


" Bisakah kita bicara sebentar?"


" Bisa besok saja? Soalnya aku capek dan sangat mengantuk!" Anne mencoba mencari alasan agar bisa segera pergi. Jujur, berlama-lama bersama Brian membuat Anne semakin tak mengerti dengan dirinya sendiri. Banyak hal-hal aneh yang akan terjadi padanya, jika berlama-lama berdekatan dengan pria itu.


"Anne ... Aku hanya mau bilang, kalau aku dan Cassidy tidak ada hubungan apa-apa," ucap Brian tatkala Anne akan menutup pintu.


"Soal ciuman dan pertunangan itu juga___"


Awalnya, Brian ingin menjelaskan hal itu agar tak ada salah paham. Tapi nyatanya, Anne terlihat biasa-biasa saja. Justru ia terlihat tak peduli jika Brian ada hubungan spesial atau tidak dengan Cassidy.


Ternyata, berharap pada sesuatu yang tak pasti itu sakit, sungguh sakit.


...***...


Prang ....


Terdengar barang-barang jatuh berserakan di lantai. Serpihan kaca pun ada di mana-mana. Raut kemarahan tercetak jelas di wajah Cassidy. Ia benar-benar malu, dan tak habis pikir dengan Brian.

__ADS_1


Kenapa dia selalu menolaknya? Apa


Kurang dirinya sampai membuat Brian terus - menerus menolaknya?


Cantik, iya.


Seksi, iya.


Kaya, jangan di tanya lagi karena dia merupakan putri salah satu konglomerat di kota NY. Tapi, apa yang ia miliki tak sedikitpun membuat Brian tertarik padanya. Padahal, di luar sana banyak pria yang mengidam-idamkan ingin bisa menjadi kekasihnya, kecuali Brian.


" BRIAN ... BRIAN ... BRIAAN!!!" Teriak Cassidy menyebut nama Brian sambil menatap wajahnya di depan cermin.


"Kenapa Kamu selalu menolakku? Apakah aku kurang cantik? Tapi ... Jika wajah ini masih di bilang kurang cantik, berarti mata Brian yang bermasalah!" hina Cassidy yang tak terima jika ada orang yang menganggapnya jelek.


" Ahh ...!!" Cassidy kembali berteriak sembari mengacak-acak rambutnya. Dia benar-benar sangat kesal, dan juga marah. Awalnya, Ia sudah sangat senang saat melihat Brian mau datang dan berdansa dengannya. Tapi__penolakan Brian dengan mendorong dan melepaskan secara paksa coumannya, sungguh seakan menjatuhkan harga dirinya di depan orang banyak.


" Apa ciumanku kurang Hot?" gumam Cassidy sembari memegang bibir yang telah mencium Brian. Yah, pada akhirnya Cassidy bisa merasakan bibir indah dan manis itu.


Seulas senyum terbit di bibir Cassidy tatkala mengingat kembali kejadian dimana Ia yang telah berhasil mendapatkan ciuman dari pria yang sudah lama ia incar.


" Baiklah, kita lihat saja nanti. Akan aku pastikan, kalau kamu akan bertekuk lutut padaku, Leonard Brian Marsello!" ucap Cassidy dengan tersenyum licik.


...****************...

__ADS_1


Halo gengs ... Maaf ya baru update, soalnya lagi PMS, perut dan pinggang rasanya nano nano. Jadi,harap bersabar untuk menunggu kelanjutan cerita Brian dan Anne. Tapi, tenang saja, Novi akan usahakan untuk tetap update. Oke.


__ADS_2