Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 40 : Magang Cinta


__ADS_3

Sejak kejadian di restoran itu, hubungan keduanya semakin dekat. Meski Anne menyebut hubungan mereka ini adalah magang cinta, tetapi sikap, serta perhatian keduanya lebih terlihat seperti sepasang suami istri. Hanya, saja tak ada kontak fisik yang berlebihan diantara keduanya, karena itu adalah peraturan dari Anne.


Sekarang, bukan hanya Brian saja yang posesif, tetapi Anne juga. Bahkan, Ia jauh lebih protektif. Selama hubungan magang cinta ini berlangsung, Brian harus jaga jarak dengan makhluk yang namanya wanita, kalau tidak, Anne juga tak segan-segan akan melakukan hal yang sama.


(Sudah pintar mengancam ya ... Anne)


Hal itu benar-benar membuat Brian seakan menjadi pria alergi wanita. Dia selalu menjaga jarak dengan wanita, bahkan sampai membuat peraturan pada karyawan wanita untuk tidak berdekatan dengan dirinya, kalau pun ada keperluan harus lewat Jeremy terlebih dahulu. Tidak bisa secara langsung berhubungan dengan dirinya.


" Bos, apakah harus seperti ini?" tanya Jeremy yang merasa sedikit aneh dengan peraturan yang di berikan oleh Anne. Belum menikah saja, gadis itu sudah bisa menguasai Brian, apalagi jika sudah menikah. Mungkin bisa-bisa, Brian di jadikan tawanan di dalam rumah.


" Memangnya kenapa? " tanya Brian tanpa melirik ke arah Jeremy dan tetap fokus pada layar ponselnya. Pasalnya, dia sedang berkirim pesan dengan Anne.


" Ya ... aneh saja, terkesan berlebihan." Jeremy mencoba memberikan tanggapan.


Brian menghentikan aktivitasnya, lalu menatap ke arah Jeremy sekilas.


" Itu lebih baik, setidaknya bisa mengurangi kadar rasa cemburuku karena Anne yang terus-menerus di dekati oleh pria. Kalau begini 'kan lebih aman, kita sama-sama menjauhi lawan jenis satu sama lain."


Jeremy hanya bisa geleng-geleng kepala karena dia merasa kalau sudah salah berbicara karena Brian sama Anne itu masuk dalam kategori spesies yang sama, spesies bucin bin over protektif. Sepertinya, mereka itu lebih cocok jika tinggal di suatu tempat dimana hanya ada mereka berdua sebagai penghuninya. Jadi, tak akan ada rasa cemburu di antara keduanya.


Anne


[ Kak, aku mau pergi keluar sama Kak Seva]. Anne mencoba mengirim pesan sebagai bentuk izinnya pada Brian.


Brian

__ADS_1


[ Mau pergi kemana, Anne?]


Anne


[ Ada deh, urusan wanita!]


Brian


[ Yaudah, kalau gitu hati-hati di jalan]


[ Miss and love you, Anneta]


Tak lupa pula, Brian mengirimkan foto ekspresi dirinya yang tengah menahan rindu.


Melihat Anne yang tak kunjung membalas pesannya, membuat Brian terus mengirimkan pesan yang sama pada Anne. Bahkan, dia langsung menelpon Anne.


" Anne, kenapa kamu hanya membaca pesanku tanpa membalasnya. Sedang apa kamu?" Brian langsung saja mengomel tanpa henti, membuat Anne hanya bisa menghela nafas panjang.


" Bisakah tidak usah lebay begitu. Baru saja beberapa menit aku tak membalas, bagaimana kalau aku menghilang___"


" Jangan macam-macam untuk melakukan hal itu, Anne!" potong Brian yang sangat tak suka mendengar Anne berkata seperti itu.


" Oke, baiklah. Kalau begitu, bisa kurangi sedikit kadar ketampanan itu biar nanti tidak ada wanita yang jatuh hati?"


Gubrak!

__ADS_1


Pipi Brian langsung merona tatkala mendengar ucapan Anne yang terdengar seperti gombalan. Anne benar-benar gadis yang sangat terang-terangan. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu tanpa rasa malu atau apa.


" Kalau nanti aku tak tampan lagi, takutnya kamu akan berpindah ke lain hati." Brian mencoba membalas gombalan yang di luncurkan oleh Anne dengan sebuah kenarsisan. Tapi, gadis itu justru tertawa lepas mendengarnya. Seakan mendengar sebuah lelucon.


" Kenapa kamu tertawa, Anne?" tanya Brian dengan memasang wajah tak suka.


" Siapa suruh Kakak sudah seperti pelawak garing. Aku justru lebih suka jika ketampanan itu sedikit berkurang, setidaknya menjauhkan bibit-bibit pelakor yang terus bermunculan!" tandas Anne yang kembali tertawa.


"Sudahlah, jangan tertawa terus. Aku sudah hampir sampai di tempat meeting, jaga diri baik-baik di sana, Anne. I love you dan miss you baby."


"Em, baiklah." setelahnya Anne segera mematikan panggilan telepon dari Brian tanpa membalas ucapan cinta dari pria itu. Anne masih saja ragu-ragu dan takut untuk membalas ungkapan itu. Entah kenapa seperti ada yang mengganjal di dadanya.


Sedangkan Brian hanya bisa merasa kecewa karena sampai detik ini, dia tak pernah mendengar Anne mengatakan bahwa ia mencintainya. Meski sikap, serta perhatian yang Anne berikan sudah memperlihatkan bahwa ia mencintai Brian. Namun, Brian juga ingin mendengar Anne mengatakan I Love you padanya. Biasanya, seorang pria yang akan sulit mengatakan kata-kata cinta, tapi ini sebaliknya.


"Aku berharap suatu saat nanti bisa mendengar kamu mengatakan I love you too, Anne,"batin Brian sembari menatap foto gadis yang sangat ia cintai itu.


...***...


Jika Brian sedang sibuk mengurus bisnis di luar kota, lain halnya dengan Anne yang sedang menuju bandara dengan Seva.


" Kenapa Kamu tidak jujur sama Tuan Brian, Anne? "tanya Seva.


" Tidak apa-apa, biar surprise saja. "


...****************...

__ADS_1


__ADS_2