Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 86 : Aku menyukaimu


__ADS_3

Setelah beberapa hari mengerjakan restorasi, akhirnya lukisan 'sea' selesai di perbaiki juga. Pangeran dan Anne Sama-sama merenggangkan otot-otot mereka, lalu menatap lukisan yang sudah kembali seperti semula.


" Anne, kalau boleh tahu. Apa arti dari lukisan ini untukmu?" tanya Pangeran yang begitu penasaran kenapa Anne begitu ingin memperbaiki lukisan ini.


" Bagiku, semua lukisanku adalah hidupku. Jadi, ketika melihat mereka ada yang rusak, maka aku akan sedih. "


" Apa lukisan ini, adalah kenanganmu bersama seseorang? " Pangeran kembali bertanya.


Bukannya menjawab, Anne justru membersihkan semua peralatan karena ia ingin segera pulang. Sudah cukup lama, Ia tinggal di sini. Jadi, kini saatnya untuk pergi.


" Jika belum ada pria yang mengkhitbahmu, bolehkah aku mengenalmu lebih dalam, Anne? "Akhirnya, Pangeran mengeluarkan kata-kata ini juga.


Anne seketika menghentikan aktivitasnya tatkala mendengar ucapan Pangeran.


" Apa maksudnya? "


" Aku menyukaimu, Anne. " Akhirnya, kata - kata itu bisa keluar juga dari mulut Pangeran.


Deg


Jantung Anne seakan berhenti sejenak, kemudian berpacu sangat kuat.Anne berbalik menoleh menghadap kearah dimana Pangeran berada.


" Menyukaiku? " ulang Anne memastikan jika ia tak salah dengar.


Pangeran mengangguk.


" Apa yang kamu suka dariku?"


" Apakah menyukai seseorang butuh sebuah alasan? " Pangeran justru kembali bertanya.


" Ya, karena biasanya orang menyukai karena wajah cantik, baik, ___"


" Aku menyukaimu karena itu kamu Anne, bukan yang lainnya," potong Pangeran.


Anne terlihat bingung harus berkata-kata apa lagi. Entah kenapa otaknya tiba-tiba seperti ngebleng begitu saja setelah mendapatkan sebuah pernyataan cinta dari seorang pria.


Pangeran melangkahkan kakinya untuk mendekati Anne. Sementara Anne justru mundur seakan menghindari Pangeran. Jadi, Pangeran menghentikan langkahnya.


" Kamu tidak percaya dengan perkataanku barusan, Anne?"


Anne tertunduk, seakan tak mau menatap wajah Pangeran.


" Tapi aku ___"

__ADS_1


" Masih mencintai pria lain?" tebak Pangeran yang membuat Anne tercengang.


" Bagaimana kamu bisa tahu?" Anne mendongakkan kepalanya sehingga membuat netra berwarna abu itu menatap netra Pangeran yang berwarna hitam.


Pangeran tersenyum. " Tak penting darimana aku tahu, karena Aku juga sedang tidak berusaha untuk menggantikan posisi dia di dalam hati kamu. Tapi, izinkan aku untuk membuktikan bahwa aku benar-benar tulus mencintai kamu, Anne."


Entah kenapa Anne seakan terhipnotis dengan ucapan Pangeran yang terlihat begitu tulus dan dalam.


" Ta-pi, aku___"


" Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Tapi, pikirkan baik-baik ucapanku barusan," tukas Pangeran dengan tersenyum manis.


...***...


Selesai membereskan semua pakaiannya, Anne segera berpamitan pada Nek Ratu. Karena bagaimana pun, Ia sudah banyak merepotkan selama di sini.


" Kamu sudah mau pergi, Anne? "tanya Nek Ratu yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu kamar Anne.


" Nenek, " seru Anne. Anne pun segera mengeluarkan kopernya, lalu menutup pintu kamar itu.


" Nenek kenapa ada di sini? "tanya Anne ramah.


" Nenek hanya ingin berbicara sama kamu sebentar, boleh? "


Anne mengangguk, Setelahnya Nek ratu dan Anne kembali masuk kedalam kamar itu untuk berbicara serius.


Anne mengangguk.


" Oh, ya, Nek." Anne mengambil sebuah amplop yang ada di dalam tasnya. Lalu memberikannya pada Nek Ratu.


" Apa ini, Anne? "


" Ini, hanya sedikit ungkapan terima kasih dari Anne buat Nenek. Jangan di tolak, ya. "


Nek Ratu pun memeriksa isi amplop itu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat tumbukan uang yang begitu banyaknya.


" Anne nenek tidak__"


" Bukankah tadi Anne bilang jangan di tolak?" Anne menahan tangan Nek Ratu yang ingin mengembalikan uang itu pada Anne.


" Tapi, Anne. Uang sebanyak ini buat apa?"


" Bukankah tadi Anne sudah mengatakannya."

__ADS_1


Sebelumnya, Pangeran maupun Nek Ratu memang tak mau membrandol berapa harga dari restorasi itu. Bahkan, Pangeran juga mengatakan bahwa Anne tak perlu membayar apapun, tetapi Anne tak enak hati. Apalagi, dia sudah makan, tidur gratis drumah Nek Ratu. Di tambah lagi, begitu banyak anak tanpa orang tua yang di urus oleh Nek Ratu dan Pangeran di rumah ini. Jadi, Anne tetap berinisiatif untuk memberikan uang sebagai tanda terimakasih, bukan imbalan.


" Masya Allah Anne, terimakasih banyak. Tapi sebenarnya Nenek,"


" Jika Nenek tak butuh, berikan buat anak-anak di sini. Intinya, Anne akan sedih jika Nenek menolak tanda terimakasih dari Anne. Anggap saja, ini rezeki dari Allah yang di titipkan pada Anne. "


Akhirnya Nek Ratu menerima uang itu. Setelahnya, mereka berdua keluardari kamar.


Ketika melihat Anne datang bersama Nek Ratu, para anak-anak kecil yang berada di rumah itu langsung berlari menghambur memeluk Anne. Meski hanya beberapa hari berada di rumah ini, Anne yang memang suka anak kecil, membuat Ia mudah akrab dengan mereka.


" Kakak sudah mau pulang?" tanya seorang gadis perempuan bernama Elis.


Anne merendahkan rubuhnya agar mudah saat berbicara dengan mereka.


" Iya, Kakak sudah harus pulang."


" Apa nanti Kakak tidak akan main lagi ke sini?" tanya seorang anak laki-laki bernama Bibi.


" Em ... " Anne sengaja menggantung ucapannya agar para anak-anak itu menunggu. Dan, melihat mereka yang begitu antusias menunggu lanjutan perkataannya, membuat Anne merasa senang.


" Insya Allah, kalau di beri kesehatan dan umur panjang. Kakak akan main lagi ke sini?"


" Beneran, Kak?" tanya Bibi antusias.


Anne mengangguk.


" Hore ..." seru Anak-anak itu yang bersorak gembira. Melihat mereka yang masih bisa tersenyum lepas tanpa kehadiran orang tua, membuat Anne terharu sekaligus bersyukur karena dia masih punya segalanya.


Orang tua lengkap, Kakak, sahabat, dan kehidupan yang serba kecukupan.


Ketika akan masuk ke dalam mobil, terlihat Pangeran yang berdiri tegap di samping mobil itu.


" Hati-hati dijalan, Anne dan sampai ketemu lagi nanti," ucap Pangeran.


Anne mengangguk. " Kalau begitu, Aku pamit pulang."


Pangeran tersenyum. Setelahnya, Anne kembali menengok ke belakang. Disana, terlihat para anak-anak, Nek Ratu dan para pekerja melambaikan tangan ke arahnya sebagai ucapan selamat tinggal dan sampai jumpa.


Meski sebentar, entah kenapa Anne seakan merasa dekat dengan mereka.


"Assalamualaikum," salam Anne sebelum memasuki mobil.


" Waalaikumsalam."

__ADS_1


Setelahnya, mobil yang di kendarai Anne mulai menghilang dari pekarangan rumah Nek Ratu.


...****************...


__ADS_2