
"Sebentar ... Mama tidak sedang hamil lagi, 'kan?" ucap Anne tiba-tiba yang membuat Papa Ken dan Mama Dira melongo mendengarnya.
" Tidaklah Anne, mana ada Mama hamil lagi!" sanggah Mama Dira.
" Syukurlah, lagian aku juga tidak ingin punya adik, " terang Anne yang merasa lega.
" Tenang saja Anne, kamu itu adalah putri bungsu Papa, jadi mana mungkin Mamamu hamil lagi, "imbuh Papa Ken yang memang sudah tak ingin memiliki anak lagi. Pasalnya, ketika Anne akan lahir ke dunia, Papa Ken hampir kehilangan dua bidadari kesayangannya. Memori kejadian dua puluh tahun itu seakan terus terngiang-ngiang dalam benaknya sehingga membuatnya memutuskan untuk tak akan pernah punya anak lagi.
Setelahnya, mobil vans berwarna putih itu melaju memecah jalanan kota NY.
***
Di tempat lain, terlihat seorang pria yang tengah sibuk untuk segera menyelesaikan pekerjaannya di kota ini. Ia harap bahwa pekerjaannya bisa selesai hari ini agar bisa segera pulang.
Setelah sekian lama bergulat dengan dokumen dan leptop, akhirnya Brian menyelesaikan pekerjaannya juga.
" Ah ... akhirnya selesai juga." Brian mencoba merenggangkan otot-otot tubuhnya yang sepertinya kaku semua karena di paksa untuk kerja cepat. Di saat lelah seperti ini, hanya satu penyemangatnya. Brian langsung membuka layar ponselnya, dan mengirimkan sebuah pesan untuk kekasihnya.
Brian
[ Anne, kamu lagi apa?]
Beberapa menit kemudian, pesannya baru di balas oleh Anne.
Anne
[ Maaf, Kak. Aku baru selesai sholat. Ada apa?]
Brian
[ Kangen ...🥺]
Di tempat lain, Anne hanya bisa geleng-geleng kepala tatkala membaca pesan Brian.
__ADS_1
Anneta
[ Kalau kangen, pulang]
Setelah membaca pesan Anne, Brian langsung melakukan vidio call agar bisa melihat wajah kekasihnya itu. Sedangkan Anne menjadi panik, harus mengangkatnya atau tidak. Pasalnya, barusan Mama Dira sudah memanggilnya untuk makan malam.
" Aduh, kenapa harus menelpon sih!" gumam Anne.
" Anne ... Ayo makan sayang." Mama Dira kembali memanggil.
" Iya, sebentar, Ma."
Dikarenakan panggilannya tak kunjung diangkat, Brian langsung mengirim Anne pesan lagi.
[ Anne, kamu kenapa panggilan telepon tidak diangkat?]
Anne hanya menghembuskan nafas panjangnya, lalu segera membalas pesan itu.
[ Maaf Kak, nanti aku telpon balik]
" Kamu ngapain di kamar, kok lama nggak keluar - keluar?" tanya Papa Ken.
Anne tersenyum lebar guna menutupi rasa gugupnya. " Biasa, masalah perempuan, Pa." Anne mencoba mencari alasan yang aman agar tidak terlalu banyak di tanya.
" Sudah, kita lanjut makan saja. " Mama Dira segera mengambilkan makanan untuk Papa yang sudah kelaparan gara-gara menunggu putrinya yang tak keluar - keluar dari kamar.
Setelahnya, Keempat orang itu menikmati makan malam bersama.
***
Jika Anne sedang menikmati makan malam bersama keluarganya, lain halnya dengan Brian yang merasa kesal gara-gara sang kekasih tiba-tiba menghilang begitu saja. Padahal, Ia sedang rindu dan ingin melihat wajah cantik itu guna menghilangkan rasa lelahnya. Tapi, mau bagaimana lagi derita ldr ya begini.
Dikarenakan semua pekerjaannya telah selesai, Brian segera menghubungi Jeremy untuk memesankan tiket pesawat malam ini juga, agar besok ia sudah ada di NY.
__ADS_1
"Bos yakin mau pulang sekarang? Kenapa tidak besok pagi saja bos?" saran Jeremy yang masih lelah dan ingin istirahat.
" No, sekarang!" titah Brian yang langsung mematikan panggilannya .
Jeremy hanya bisa menghela nafas panjangnya ketika menghadapi bosnya yang menyebalkan. Baru saja ia ingin istirahat, sudah diajak pulang.
***
Keesokan harinya, terdengar suara bel pinyu apartemen berbunyi, menandakan bahwa ada tamu yang datang.
" Seva, tolong bantu bukakan pintu, "pinta Mama Dira yang masih sibuk memasak di dapur.
" Baik nyonya. "
Ketika pintu terbuka, memperlihatkan Brian yang datang dengan menenteng beberapa paper bag.
" Selamat pagi Sa__" ucapan Brian seketika terhenti tatkala melihat Seva yang membukakan pintu, bukan Anne. Padahal, Ia sudah mengirim Anne pesan untuk membuka pintu, tapi kenapa justru Seva yang keluar?
" Tuan Brian, " sapa Seva.
"Anne mana?" tanya Brian.
" Ada di kamarnya," jawab Seva seraya membuka pintu lebih lebar agar Brian bisa masuk.
" Anne ... Aku pu___" langkah Brian seketika terhenti tatkala melihat ada Papa Ken yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
" Hai, Bri," sapa Papa Ken saat melihat Brian datang.
" Ha__lo, Pa," lirih Brian dengan nada terbata-bata serta wajah yang masih terkejut. Ia benar-benar tak menyangka jika Papa Ken datang ke New York karena sebelumnya Anne tak mengatakannya.
Di saat Brian masih dalam mode terkejut, tiba-tiba Anne keluar dari kamar
" Ma, Mama ma__ Astagfirullah hal adzim!" Anne terjingkat tatkala melihat Brian berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang. Begitupun dengan Brian yang tercengang dengan penampilan Anne.
__ADS_1
...****************...