Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 23 : Permintaan Maaf, berbalas terima kasih.


__ADS_3

"Bri, apa kamu datang membawa___" Daddy Samuel menghentikan ucapannya tatkala melihat siapa wanita yang muncul dari balik punggung Brian.


"Hai, Uncle,"  sapa Anne dengan tersenyum ramah bercampur canggung.


" Kamu____"  Daddy Samuel terlihat seakan mengingat-ingat siapa wanita cantik yang menyapanya.


" Saya Anneta, putri Kenzo dan Anindira."  Anne mencoba memperkenalkan diri agar Samuel ingat dengannya. Pasalnya, mereka hanya pernah bertemu sekali, saat pesta anniversary perusahaan PT. Fabio grup.


Mendengar dua nama itu di sebut, Samuel seakan mengingat kembali kejadian dua tahun silam. Dimana, Ia berniat untuk bekerjasama dengan salah satu perusahaan besar di Indonesia tapi berujung harus kehilangan seseorang. Seseorang yang cukup berharga dalam hidupnya selama enam belas tahun terakhir.


" Oh, jadi kamu putri Mr. Ken dan ___"  entah kenapa lidah Samuel tiba-tiba terasa kelu ketika ingin menyebut nama Anindira. Ia seakan sulit menyebut nama itu, pasalnya Samuel mengenalnya sebagai Agatha, Ibu pengganti untuk Brian.


Menyadari jika ada sebuah kecanggungan serta atmosfer yang tak nyaman, Brian segera mengajak mereka masuk ke dalam ruangan. 


" Kak, sepertinya aku pulang saja," ujar Anne yang merasa kurang nyaman. 


" Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Brian. Sedangkan Anne hanya bisa menggeleng karena ia bingung harus beralasan apa. 


Ketika melihat Brian dan Juga Samuel datang, Tuan Adam Wilson langsung menyambut kedatangan mereka. 


Kedua pria paruh baya itu saling berpelukan dan menyapa ala kolega pria ketika bertemu. Sedangkan di samping Tuan Adam Wilson, terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian seksi terus tersenyum tatkala melihat Brian datang. Namun, senyumnya tiba-tiba memudar tatkala melihat Brian datang bersama oleh seorang wanita. 


" Halo, Bri," sapa Tuan Adam Wilson seraya mengulurkan tangannya. Begitupun dengan Brian yang menyambut uluran tangan itu dengan tersenyum.


" Oh, ya. Ini siapa?" tanya Tuan Adam Wilson seraya menunjuk ke arah Anne. Sedangkan sepasang mata Ca


Mendengar Tuan Adam Wilson menanyakan siapa Anne, membuat Samuel langsung menatap tajam kearah Brian.


" Dia adalah ___


" Saudara Brian," sela Samuel sebelum Brian yang memperkenalkan siapa Anne.


" Oh, SAUDARA," ucap putri Adam Wilson penuh akan penekanan. Ia cukup merasa lega saat mendengar Samuel mengatakan kalau wanita yang datang bersama mereka hanyalah saudara Brian.


Andai rasa itu bukanlah cinta sepihak, Brian pasti akan memperkenalkan Anne sebagai pasangannya, bukan saudara. Karena pada dasarnya, mereka tak ada hubungan darah sedikitpun.


Setelahnya, Tuan Adam Wilson mempersilahkan Samual, Brian dan Brian untuk duduk di meja yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Ketika menyadari jika ada beberapa pasang mata yang memperhatikan dirinya, tentu saja membuat Anne merasa risih dan tak nyaman. Apalagi ada sepasang mata yang terus menatapnya seakan menelanjangi dan menilai dirinya.


" Meski terlihat stylenya sedikit aneh, tapi dia sangat cantik! Dan ... Brian juga terlihat begitu perhatian dengannya. Apa benar jika wanita itu hanya saudara Brian?" gumam Cassidy yang terus menatap ke arah Anne.


"Kamu mau bersulang, sister?" tawar Cassidy sembari menyodorkan gelas winenya.


" Em ... Tapi, aku tidak minum."


" Tidak masalah, pakai gelas jus itu saja," saran Cassidy. Pasalnya, Anne memang hanya meminum segelas jus anggur.


Demi kesopanan, dan rasa saling menghormati, Anne pun mengikuti saran yang di berikan oleh Cassidy.


Di saat Rangkaian acara sampai di pesta Dansa, Cassidy meminta Brian untuk berdansa bersamanya. Awalnya, Brian menolak dengan alasan sedang tak ingin berdansa. Namun, Daddy Samuel memberikan kode agar Brian menyetujui permintaan Cassidy, hitung-hitung menjalin hubungan baik.


" Dad ...,"


" Bukankan hanya Dansa?" potong Daddy Samuel.


" Tapi kalau Bri Dansa dengan Cassidy, bagaimana dengan Anne?" Brian masih saja berusaha mencari alasan agar tak berdansa dengan Cassidy.


" Tuh, Anne saja mengerti. Jadi, pergilah!"


Brian hanya bisa menghela nafas panjang sambil menatap heran ke arah Anne. Kenapa Anne jadi ikut-ikutan menggiringnya agar mau berdansa dengan Cassidy.


Sebelum pergi, Brian mendekatkan kepalanya ke telinga Anne, dan berbisik." Jangan pergi kemana-mana, dan jangan menerima ajakan dansa dari siapapun!" pesan Brian dengan wajah serius,seakan mengatakan bahwa pesannya harus Anne turuti.


Sedangkan Anne justru diam membisu, meski hembusan nafas Brian tak mengenai kulitnya secara langsung. Tapi entah kenapa Anne merasa kalau tubuhnya seakan tersengat listrik, degup jantungnya juga kembali memompa begitu cepat.


" Ya Allah, apakah aku punya kelainan jantung? Atau penyakit yang serius?" gumam Anne dalam hati. Di saat Anne masih asik dengan lamunannya, tiba-tiba ada suara seseorang memanggilnya.


" Anne ...." Samuel mencoba memanggil Anne untuk ketiga kalinya.


" Eh, Iya. Ada apa, Uncle? "tanya Anne tatkala Samuel menyentuh lengannya.


" Kamu melamun? "Samuel justru kembali bertanya gara-gara Anne tak kunjung mendengar panggilannya.


" Enggak kok, " elak Anne.

__ADS_1


" Oh."


Samuel yang berencana ingin mengajak Anne berbicara, jadi semakin ragu-ragu. Tapi, Ia tetap harus mengatakannya sekarang.


" Anne, uncle minta maaf, ya." Samuel mulai membuka pembicaraan.


" Minta maaf?" ulang Anne yang tak mengerti kenapa Samuel tiba-tiba meminta maaf padanya?


" Minta maaf buat apa ya, Uncle?"


" Maaf untuk kesalahan Uncle di masa lalu," jelas Samuel.


Mendengar Samuel membahas soal masa lalu, membuat Anne langsung paham ke arah mana pembicaraan mereka saat ini.


" Uncle tidak perlu minta maaf, justru Anne yang mau mengucapkan terima kasih . Terimakasih karena Uncle sudah menyelamatkan dan merawat Mama dengan baik. Jika saat itu tidak ada Uncle, mungkin Anne, Papa, Kak Kean dan Kak Lean tidak akan bisa berkumpul lagi dengan Mama di dunia ini. Meski harus berpisah selama enam belas tahun, Anne tetap bersyukur karena masih mempunyai kesempatan untuk hidup bersama Mama. "


Mendengar ucapan Terima kasih yang terlihat tulus dari Anne, justru membuat Samuel semakin merasa bersalah. Demi kepentingan pribadinya, Samuel seakan menutup mata dan telinga untuk mencari keberadaan keluarga dari wanita yang ia selamatkan. Hanya karena Brian memanggil wanita itu dengan sebutan Mama, membuat Samuel menjadikan ia pengganti istrinya yang telah meninggal. Bahkan, Ia memberikan nama sang istri dan data-data palsu jika wanita itu adalah istri sahnya. Padahal, di belahan dunia lain, ada keluarga yang begitu kehilangan. Bahkan, ada seorang gadis kecil dan dua anak laki-laki yang harus kehilangan sosok seorang ibu. Dan egoisnya lagi, Samuel juga sempat terang-terangan ingin memisahkan mereka kembali di saat kebenaran telah terbongkar.


Tapi, gadis kecil itu sekarang justru berterimakasih padanya?


" Apa Kamu tidak membenci Uncle, Anne?"


Anne menggeleng dan tersenyum.


" Tidak, buat apa Anne membenci Uncle?"


Samuel terlihat bingung harus berkata apa lagi. Dia seakan kehabisan kata-kata ketika Anne bertanya, untuk apa ia membencinya? Bukankah semuanya sudah jelas?


" Uncle, masa lalu biarlah berlalu. Karena dia hanya akan menjadi sebuah sejarah yang tak bisa terulang kembali. Mungkin, itu memang sudah takdir yang Tuhan berikan. Jadi, terima dan jalani saja."


Samuel benar-benar di buat kagum oleh sosok gadis muda di depannya ini. Dari sikap, dan tutur bicadanya sangat mirip dengan Anindira yang mempunyai hati baik bak malaikat tanpa sayap.


Di tengah kehenigan antara Samuel dan Anne, tiba-tiba terdengar suara riuh tepuk tangan yang membuat fokus mereka teralihkan.


Sepasang netra Anne seketika melebar sempurna tatkala melihat pemandangan di tengah ruangan itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2