Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 87 : Tukang ghosting!


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Anne langsung mencari keberadaan Mama dan Papanya.


"Anne,kamu sudah pulang?" tanya Mama Dira yang sedang menyiapkan makan malam.


Bukannya menjawab, Anne langsung memeluk erat Mamanya. Mendengar kisah Pangeran dan Anak-anak yang sudah tak lagi mempunyai orang tua, membuat Anne menjadi sadar jika selama ini hidupnya sungguh sangat beruntung.


"Kamu kenapa, Anne?" tanya Mama Dira bingung melihat sikap putrinya.


" Anne hanya kangen sama, Mama," ujar Anne yang membuat Mama Dira lega karena ternyata sedang tak terjadi apa-apa pada putrinya. Mama Dira pun ikut memeluk Anne dengan erat.


"Mama juga kangen sama Kamu yang gak pulang-pulang! Sepertinya, di sana sangat nyaman ya, sampai membuat putri Mama betah sekali."


" Lebih nyaman di rumah."


" Masak hanya Mama yang dari tadi di peluk gak lepas-lepas," sndir Papa Ken yang selalu saja iri.


Anne pun tersenyum, lalu berganti memeluk sang Papa. Papa yang sudah sabar merawatnya dari kecil sampai besar seperti ini.


"Makasih ya, Pa. Karena selama ini sudah menjadi orang yang paling baik, sabar, sayang, dan menjaga Anne dengan baik," puji Anne.


" Sama-sama, tapi Anne. Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini? Apa ada suatu hal yang terjadi?" tanya Papa Ken penasaran.


" Papa ih, gak asik! "gerutu Anne yang mencoba melepaskan pelukannya. Namun, Papa Ken yang justru tak mau lepas.


" Maaf, Papa 'kan hanya bercanda sekaligus penasaran. "


" Penasaran apa? "Anne mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah sang Papa.


" Penasaran dengan apa yang sudah dialami putri Papa sampai baru pulang sudah seperti ini. "


" Emangnya Papa gak suka dengan Anne yang seperti ini? "


" Suka, sangat suka. "


" Ini ada apa, kok pakek peluk-pelukan?" tanya Kean yang baru datang bersama Dinda.


" Ini, adik kamu habis pulang dari puncak. Kangen katanya, " terang Pap Ken.


" Oh. "


Setelahnya, mereka segera makan malam bersama seperti biasanya.

__ADS_1


...***...


Sejak kemarin, semua orang di kediaman keluarga Fabio terlihat begitu sibuk menyiapkan persiapan acara anniversary pernikahan kedua Mama Dira dan Papa Ken.


Alih-alih melakukan sebuah acara mewah di gedung mewah, Mama Dira dan Papa Ken lebih memilih membuat acara tasyakuran dan doa bersama anak yatim piatu.


Jika di lantai bawah, semua orang sibuk mengatur pernak-pernik sebelum acara di mulai. Lain halnya di sebuah kamar dengan tatanan yang manis ala-ala kamar princess. Terlihat seorang wanita cantik tengah sibuk merias wajahnya.


Selesai berdandan, Anne sedikit mengecek ponselnya. Saat melihat Pangeran yang baru saja memposting sebuah foto baru dengan caption " Bismillah" membuat Anne tiba-tiba sensi.


" Nih orang emang tukang ghosting, ya! Kemarin, bilangnya suka. Mau membuktikan kalau dia emang benar-benar suka sama aku. Tapi, kenapa sekarang tiba-tiba menghilang lagi? Aneh emang!" kesal Anne ketika melihat tak ada .


Sejak Anne pulang ke rumah beberapa hari lalu, Pangeran memang tak pernah menghubunginya sekalipun. Sama seperti sebelum-sebelumnya, Pangeran akan selalu menghilang ketika mereka habis bertemu.


" Tapi___ kenapa aku jadi kesal begini, ya? Ah, bodo amat! Lupakan saja, mau dia ghosting kek, mau serius, terserah! Aku mah, biasa aja. Lagian Anne kamu tuh sekarang jangan mikirin cinta-cintaan yang nantinya hanya bisa nyakitin hati kayak yang kemarin. Lebih baik, fokus memperbaiki diri sendiri dan mengejar impian. Soal jodoh, nanti akan datang sendiri jika sudah waktunya. " Anne bermenolog untuk menasehati sekaligus menyemangati diri sendiri agar tidak mudah terbuai rayuan tipu muslihat pria.


"Anne," panggil seseorang dari luar.


Mendengar suara seseorang yang terdengar tak asing baginya, membuat Anne bergegas bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan pergi untuk membukakan pintu.


Ketika pintu sudah terbuka, wanita cantik itu langsung menyelong masuk ke dalam kamar Anne tanpa permisi. Begitulah sikap Nala yang tak berubah dari dulu.


" Kamu mau kemana, Nal?" tanya Anne ketika melihat Nala yang berjalan menuju walk in closet dengan wajah cemberut.


" Buat___" ucapan Anne terhenti ketika melihat baju Nala yang kotor. Padahal, itu adalah baju seragam yang akan di pakai untuk acara hari ini.


" Baju kamu kenapa?" tanya Anne.


" Itu, Fai tadi muntah pas lagi aku gendong. Jadi kena deh bajuku," jelas Nala.


" Fai Muntah? Emangnya dia lagi sakit?" tanya Anne cemas dengan kondisi keponakannya.


" Enggak, dia baik-baik aja. Mungkin, kekenyangan kali, minum susunya. "


" Kamu ada baju yang warnanya mirip ini nggak? "tanya Nala seraya menatap ke arah lemari pakaian Anne.


" Sepertinya ada. " Anne pun segera mencari pakaian itu.


Setelah mendapatkannya, Nala segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian.


" Gimana, Nal? Muat nggak?" tanya Anne dari luar. Pasalnya, tubuh Nala semakin berisi semenjak hamil dan menyusui.

__ADS_1


" Muat sih, tapi pres body banget! Ada baju yang lebih longgar? Soalnya, Kakakmu pasti akan marah kalau tahu aku pakai baju ketat seperti ini. "


Anne pun kembali mencari pakaian yang over size.


" Warna lain gapapa, ya."


" Ya gapapa, yang penting aku bisa pakai baju! "pungkas Nala.


Setelahnya, Anne pun memberikan baju yang ukurannya lebih besar dari yang tadi. Ketika sudah selesai berganti pakaian, dan sedikit merias diri. Kedua wanita cantik itu segera keluar dari kamar untuk bergabung dengan keluarga yang lain.


Ternyata, di lantai bawah sudah sangat ramai. Anne pun segera menyapa para kerabat dan teman-teman Mama, dan Papanya yang datang.


Meski ini acara pengajian dan doa bersama anak yatim, tapi para teman arisan Mama Dira minta di undang semua. Jadi, yang awalnya tak berniat untuk mengundang teman, berubah menjadi ada.


" Ya Allah, Anneta. Sekarang makin cantik aja, ya,"puji Tante Fida teman arisan Mama Dira.


" Namanya juga cewek, Tante. "


" Iya juga, sih. Udah punya pacar belum? "


Anne hanya tersenyum karena malas menanggapi pertanyaan seperti ini. Sementara Mami Senja yang ada di sana langsung merangkul Anne ." Dia ini mana ada pacar-pacaran, kayak kamu gak tahu sendiri gimana Papa dan kedua Kakaknya," timpal Mami Senja.


" Oh, ya? Mau Tante kenalin dengan putra Tante, nggak? Dia baru saja lulus S2 di Oxford, udah gitu ganteng, dan tinggi," ujar Tante Fida yang begitu membanggakan putranya.


" Bisa ngaji nggak? " tanya Mami Senja yang tiba-tiba membuat Tante Fida bungkam.


" Kalau nggak bisa, jangan harap bisa di terima sama keluarga Fabio, "bisik Mami Senja pada Tante Fida.


Tante Fida ini, memang merupakan salah satu yang ingin sekali menjadi bagian dari keluarga Fabio. Dikarenakan keluarga Fabio yang belum menikah sisa Anne, makanya dia berusaha untuk menjodohkan putra sulungnya dengan Anne.


Setelahnya, Mami Senja, Anne dan juga Nala pergi untuk menyapa yang lainnya.


Dari kejauhan, tiba-tiba Anne melihat segerombolan orang yang tak asing baginya.


" Kenapa meraka ada di sini?" lirih Anne yang masih terdengar oleh Nala.


" Siapa, Anne?" tanya Nala yang ikut-ikut menatap kearah tatapan Anne.


" Seseorang," lirih Anne.


" Seseorang? Seseorang siapa?" tanya Nala yang semakin bingung.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2